
Jam dua malam Alisha bangun.
Setelah sholat tahajud, perut Alisha terasa sangat lapar.
Alisha melihat persediaan makanan di dapur.
Alisha tidak menemukan apapun, kecuali mi instan.
Selama Alisha bersembunyi di rumah Sean.
Alisha sudah menghabiskan hampir seluruh persediaan makanan Sean.
Alisha bosan, jika harus makan mi instan lagi.
Tapi perut Alisha sudah tidak bisa lagi di ajak kompromi.
Dalam kepala Alisha, selalu terbayang bayang dengan bakso.
Alisha menyimpulkan dirinya megingin kan bakso.
Alisha pun mengambil ponsel nya.
Hendak memesan bakso, melalui aplikasi.
Tapi sayang, tidak ada yang jualan bakso di tengah malam begini.
Akhir nya Alisha memesan Sate, Mi Ayam, Ayam Geprek, dan Es Campur.
Alisha tidak tahu, mengapa malam ini nafsu makan nya sangat tinggi.
Hanya dengan melihat gambar gambar makanan di aplikasi, sudah membuat Alisha ngiler.
Dua puluh lima menit kemudian.
Pesanan Alisha sudah datang semua.
Alisha membuka semua makanan nya.
Entah kenapa, semua makanan itu terasa tidak enak di lidah Alisha.
Apalagi yang sate.
Alisha hampir muntah ketika mencium bau nya.
Bau nya sangat anyir di hidung Alisha.
"Penjual nya gimana sih, sate kayak gini kok di jual, mahal lagi"
Alisha menggerutu sendiri.
Biasa nya Sate selalu menjadi makanan favorit Alisha dan Bella.
Tapi kali ini tidak.
Alisha juga tidak berselera dengan Mi Ayam dan Ayam Geprek nya.
Akhir nya yang di nikmati Alisha hanya Es Campur nya saja.
Alisha minum Es Campur nya sambil nonton televisi.
Setelah Es campur nya habis.
Pikiran Alisha kembali melayang layang pada Bakso.
Alisha bingung harus beli di mana bakso malam malam begini.
Alisha berusaha meredam pikiran nya yang selalu teringat Bakso, dengan menonton Drama Korea favorit nya.
Tapi entah mengapa, baru lima menit nonton.
Pikiran Alisha kembali teringat pada si Bakso.
Bakso benar benar mengganggu pikiran Alisha, dan membuat Alisha sangat gelisah.
Akhir nya Alisha naik ke lantai dua untuk membangunkan Sean yang masih tertidur.
"Mas bangun....."
__ADS_1
Alisha menggoyang goyang kan tubuh Sean.
Sean pun terbangun.
"Ada apa sayang, kok sudah bangun?"
Sean melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tiga dini hari.
"Mas aku pengen banget Bakso"
Alisha agak tidak enak mengutarakan keinginan nya yang aneh itu.
Tapi mau bagaimana lagi, Alisha sampai tidak bisa tidur, gara gara kepikiran Bakso.
"Besok aja ya sayang, kita beli bakso.
Aku masih ngantuk nih, hoah......."
Sean memegang tangan Alisha, lalu megecup pipi Alisha.
Setelah itu Sean memejam kan mata nya.
Alisha yang merasa di abaikan oleh suami nya merasa hati nya sangat sakit.
Selain kecewa karena tidak bisa makan bakso.
Alisha juga kecewa dengan sikap suami nya yang cuek.
Dada Alisha pun rasa nya sesak, karena terlalu sedih.
Alisha tidak tahu kenapa malam ini dia tidak bisa menerima kata tidak.
"Huuu......."
Alisha tidak bisa menyimpan kesedihan nya yang terasa sangat menyakitkan di hati Alisha.
Sean pun terbangun lagi karena mendengar suara tangisan Alisha.
"Sayang, kenapa kamu menangis?"
Sean hanya memakai celana boxer saja, dan dada nya telanjang.
"Huuuu........"
Tangisan Alisha semakin sesenggukan ketika Sean memeluk nya.
Sean yang tidak mengerti penyebab Alisha menangis, merasa ikut sedih dan khawatir dengan keadaan Alisha.
Sean pun semakin mempererat pelukan nya.
"Apa yang membuat mu menangis Alisha?"
Tanya Sean khawatir.
"Aku..... Pengen Bakso mas"
Alisha Agak malu mungatarkan isi pikiran nya yang sangat konyol dan mengganggu.
"Bakso? Beneran kamu mau Bakso?"
Sean tidak yakin dengan ucapan Alisha.
Sean bingung, kenapa hanya karena Bakso Membuat Alisha sampai menangis.
"Iya mas, aku pengen Bakso"
Alisha menyembunyikan wajah nya di dada Sean.
Karena malu mengatakan ke inginan nya yang aneh.
Walau pun aneh, tapi sangat mengganggu pikiran Alisha.
"Ok, aku akan belikan, tapi jangan nangis lagi ya?"
Dengan berat hati Sean menyetujui permintaan Alisha.
Sean turun dari ranjang
__ADS_1
Setelah mencuci muka, Sean segera berpakaian.
Sean lalu mengambil kunci motor sport nya dan segera bergegas ke bawah.
Setelah kepergian Sean.
Alisha kembali memesan dua Es Campur di aplikasi go **od.
Satu untuk Alisha, dan satu untuk Sean.
Dua puluh lima menit kemudian.
Sean datang membawa dua porsi Bakso.
Sean heran di meja ruang keluarga sudah ada dua porsi Es Campur dan beberapa makanan yang tadi Alisha beli.
"Kenapa Sudah ada banyak makanan di sini sayang?"
Alisha sudah menaruh makanan makanan yang ia pesan di piring, dan menuangkan es di mangkuk.
"Maaf mas, Aku pesan semua ini di Aplikasi, tapi di Aplikasi nggak ada Bakso, maka nya aku bangunin kamu"
"Terus kenapa belum di makan pesanan kamu?"
"Nggak mau mas, aku mau nya Bakso"
Alisha lalu mengambil bakso bakso dari tangan Sean, dan membawa nya ke dapur.
Menuangkan dua bakso itu, ke dua mangkuk.
Alisha lalu kembali ke ruang keluarga dengan dua mangkuk bakso di tangan nya.
Di ruang keluarga, Sean sedang melahap Sate yang tadi di beli Alisha.
"Aku makan ini aja sayang.
Kamu yakin nggak mau ini?
Sate kan kesukaan kamu"
Sean menjulurkan satu tusuk sate ke arah Alisha.
Alisha segera menjauhi Sate itu sambil menutupi hidung nya.
Menurut Alisha, Sate itu bau nya anyir banget kayak daging ayam yang belum di masak.
"Jangan deketin aku sama Sate itu mas, Sate nya bau banget"
"Masa sih? Ini enak kok.
Enak banget malah"
Sean melahap Sate nya.
Mereka makan berdua di ruang keluarga.
Sean heran dengan tingkah Alisha yang menghabiskan dua mangkuk Bakso sekaligus.
Setelah itu meminum Es Campur nya.
Selesai makan.
Alisha membereskan semuanya.
Dan makanan yang belum tersentuh di taruh di dalam kulkas.
Setelah itu mereka berdua berjamaah sholat subuh.
Selesai sholat, mereka kembali tidur.
Dan baru bangun setelah pembantu rumah tangga membangunkan Alisha.
Bersambung.....
Tip, vote, rate, dan jempol kalian.
Author tunggu loh........
__ADS_1