The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Bakso Beranak


__ADS_3

Alisha dan Sean sampai di rumah tante Hayu pukul sembilan pagi.


Tetapi baru saja sampai, Sean sudah pamit pergi.


"Jangan pergi dulu ya mas?


Aku takut di sini sendirian.


Gimana nanti, kalau mama marah sama aku?"


"Nggak mungkin sayang.


Setelah mama tahu Bella adalah cucu nya.


Mama otomatis menganggap mu sebagai anak nya.


Sekarang dia bahkan lebih menyayangi mu dari pada aku.


Dia kesulitan tidur waktu kamu hilang sayang.


Jadi, udah nggak ada alasan lagi, kamu takut di sini.


Udah ya, aku mau meeting dulu, Tomi udah telpon terus nih.


Mmuuuah......."


Sean mencium pipi Alisha.


Lalu segera naik ke mobil nya lagi.


Dada Alisha berdebar debar ketika memasuki rumah mertuanya, dia tidak yakin dengan ucapan Sean yang mengatakan mertuanya tidak akan marah.


Di ruang utama dan keluarga Alisha tidak menemukan kedua mertuanya.


Dan ketika sampai di halaman belakang. Alisha bisa menemukan mama mertuanya sedang memainkan ponel.


Mama mertua nya langsung mendongak ketika melihat seseorang masuk ke halaman belakang.


"Alisha.....!"


Tante Hayu langsung menghamapiri Alisha dan memeluk tubuh Alisha dengan penuh ke hangatan.


Senyum di bibir nya juga terlihat tulus.


Tante Hayu lalu melepaskan pelukan nya dan mengajak Alisha duduk di kursi halaman belakang.


"Mama senang akhirnya kamu kembali.


Kamu udah nggak marah lagi sama Sean?


Sean sangat khawatir sama kamu sayang.


Dia sering melupakan makan nya karena selalu memikirkan mu.


Kalau mama nggak membentak nya untuk makan, dia nggak mau makan sayang.


Sebentar, mama mau telpon Sean dulu.


Mama harus memberitahu nya, kalau kamu udah pulang"


"Nggak usah ma, mas Sean lagi rapat.


Aku tadi.... Ke sini sama mas Sean"


"Sean udah tahu? Syukurlah, aku takut kalau dia nggak menemukan mu dia bisa sakit"


"Mama...... Nggak marah sama aku?"


"Marah? Ya mama marah sama kamu.


Kenapa kamu nggak memberitahu di mana kamu sembunyi.


Kamu sembunyi di mana?"


"Aku.... Sembunyi di rumah mas Sean"


"Apa? Ahahaha.......


Ngik......"


Tante hayu langsung bengek ketika tertawa keras dan terpingkal pingkal.


Alisha lalu cepat mencari obat semprot milik mama mertua nya, dan Alisha sudah tahu di mana mama mertuanya biasa menaruh obat nya.


Tante Hayu segera menghirup obat nya ketika Alisha memberikan obat.


Trilililit.... Trilililit.....


Ponsel tante Hayu berdering.


"Assalamu alaikum Sean, ada apa?


Sebentar ya Alisha, mama mau bicara dulu sama Sean"


Alisha menjawab ucapan mama mertuanya dengan anggukan.

__ADS_1


Tante Hayu berlalu meninggalkan Alisha yang duduk di halaman belakang.


Alisha pergi ke dapur mencari kesibukan.


Di dapur Alisha bertemu dengan bi Ida, mantan pembantu Sean ketika di Surabaya.


Alisha pun senang bisa bicara sambil membantu bi Ida yang di percaya sebagai juru masak di rumah mama mertuanya.


Tiga puluh menit pun berlalu.


Alisha mencari mama mertuanya untuk pergi menyusul Bella di sekolah.


Alisha juga pamit untuk membawa Bella pulang ke rumah Sean.


"Sering sering main ke rumah mama, Alisha.


Papa mu sangat menyukai Bella, dia bahkan kembali sembuh karena bahagia bisa melihat cucu nya yang cantik"


"Iya ma"


"Oh ya sayang, sebelum kamu pergi.


Makan dulu ya, mama udah beli bakso nih.


Kata nya Sean, tadi malam kamu pengen bakso.


Mama baru aja beli bakso.


Yuk makan dulu"


Tante Hayu menggandeng tangan Alisha ke meja makan.


Sebenar nya Alisha sudah tidak ingin bakso.


Tapi Alisha merasa tidak enak, jika menolak permintaan mama mertuanya.


Di meja makan ada bakso.


Porsi nya sangat banyak.


"Bakso kamu bukan yang ini Alisha.


Nih yang punya kamu, mama sengaja pesan yang ini buat kamu loh"


Mata Alisha melotot tidak percaya.


Karena, mama mertuanya menyuguhkan Bakso berukuran jumbo.


"Mama yakin bakso ini buat aku sendiri?"


"Iya, bakso ini cuma buat kamu.


Sean yang nyuruh mama buat beliin kamu bakso.


Ayo di makan sayang, dan harus di habisin ya.


Ini adalah bakso spesial.


Nama nya bakso beranak, biar kamu cepat beranak yang banyak seperti bakso ini"


********


Alisha ada di dalam mobil milik mama mertuanya.


Ia menuju sekolah Bella untuk menjemput nya pulang ke rumah Sean.


Hati Alisha sudah tidak bisa lagi membendung rasa kangen pada putri semata wayang nya, yang ia besarkan dengan penuh perjuangan.


Trilililit..... Trilililit.....


📞 Alisha : Assalamu alaikum......


Ada apa mas?


📞 Sean : Kamu di mana sayang? Aku udah selesai meeting nih.


Hari ini aku pulang cepat aja.


📞 Alisha : Aku dalam perjalanan ke sekolah Bella mas.


Kamu mau ke sini?


📞 Sean : Ok, aku meluncur...


Alisha telah sampai di sekolah Bella.


Dan sedang menunggu kepulangan Bella di luar gerbang.


Alisha yang bertemu bu Sum di sekolah Bella.


Menyuruh bu Sum untuk pulang awal.


Bu Sum tetap menjadi perawat Bella setelah Alisha menikah dengan Sean.


Dan sejak berada di rumah tante Hayu.

__ADS_1


Jam kerja bu Sum, selesai pukul enam sore.


Bu Sum senang ketika Alisha menyuruh bu Sum untuk pulang lebih Awal.


Teeeet......


Bel sekolah Bella berbunyi, waktu nya pulang pun tiba.


Alisha yang melihat Bella keluar dari kelas nya, langsung menghampiri Bella ke dalam sekolah.


"Bella...."


Alisha menggendong tubuh Bella.


Dan menghadiahi Bella dengan ciuman bertubi tubi di wajah nya.


Bella pun tidak keberatan dengan ciuman bunda nya, dan malah tertawa terkekeh kekeh.


Bella tidak mempermasalah kan wajah nya kini menjadi basah karena ciuman bundanya.


"Bunda udah selesai bekerja?"


Ucap Bella sambil menghapus wajah basah nya menggunakan ujung baju nya yang sudah keluar dari balutan Sabuk (gesper).


"Udah selesai sayang.


Maafin bunda ya sayang, udah terlalu lama meninggalkan mu"


Alisha memeluk tubuh mungil putri nya.


Dan Bella hanya diam dalam dekapan bunda nya.


Karena ia sendiri merindukan dekapan hangat bunda nya.


"Bella marah sama bunda?"


Air mata Alisha meluncur melewati pipi halus nya.


Ia mengira Bella diam, karena tidak nyaman dengan kehadiran Alisha.


"Bella nggak marah, bella suka bunda udah selesai kerja nya.


Jangan kerja jauh jauh lagi ya bunda?"


Bella menghapus air mata bunda nya.


"Terima kasih, sayang"


Alisha memeluk Bella lagi, sambil menangis dalam diam.


Hanya air mata bahagia yang keluar dari mata Alisha.


Alisha lalu mengangkat kepala nya, dan menatap mata Bella dengan penuh kelembutan.


"Kita pulang ke rumah papa ya sayang?"


"Iya bun. Bunda..... lihat itu papa, sedang menunggu kita"


Alisha menoleh ke belakang.


Dia melihat Sean.


Suami nya yang tampan sedang tersenyum ke arah diri nya dan Bella di seberang jalan.


"Ayo bunda, kita pulang sekarang....


Kita makan Ayam goreng di KF* ya bunda?"


Perut Alisha hampir muntah mendengar nama makanan.


Karena Alisha merasa masih sangat kekenyangan setelah menghambiskan satu buah bakso beranak berukuran jumbo.


Tapi demi Bella ia harus menahan rasa ingin muntah nya.


"Ok..... Sekarang, ayo kita ajak papa pergi ke KF*"


Alisha lalu menyeberang jalan di Zebra cross.


Zebra cross juga sudah bisa di lewati karena sedang lampu merah.


Alisha menyeberang sambil tetap menggendong Bella.


Tiba tiba ada sebuah mobil yang melanggar lampu merah.


Mobil itu berjalan ke arah Alisha.


Alisha pun terjatuh tidak sadarkan diri.


Alisha tahu ketika akan jatuh, ia buru buru mendekap Bella agar tidak terkena benturan.


Beruntung Bella baik baik saja.


Tapi Alisha jatuh tidak berdaya, sambil memeluk Bella.


"Bunda...."

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2