
Rumah tante Hayu pagi ini terasa lebih meriah.
Kehadiran Alisha dan Bella di sambut bahagia oleh tante hayu.
Apalagi, Sean tadi malam juga ikut menginap di rumah orang tua nya.
Rumah jadi terasa lebih hidup.
"Sampai kalian menikah, kamu di rumah mama aja Alisha"
Ucap tante hayu di tengah kegiatan sarapan mereka.
"Mulai hari ini, kamu nggak usah kerja sha"
Ucap Sean kepada Alisha, mata Sean tidak melihat ke Alisha, karena Sean sedang konsentrasi pada makanan nya.
Sean tidak melihat mata Alisha yang melotot ke arah nya.
'Berani nya dia memutuskan masalah ku tanpa bicara dengan ku, awas nanti kau mas!'
Alisha menggerutu dalam hati.
"Ya sha, kamu nggak usah kerja dulu, pernikahan kalian kan dua hari lagi"
Ucap tante Hayu lagi.
"Bunda aku udah siap ke sekolah"
Bella menghampiri bunda nya.
Bella kemudian di duduk kan Alisha di salah satu kursi yang masih kosong.
Bella akan makan sendiri.
"Kok sarapan nya, roti?"
Bella merasa aneh, karena selama ini dia selalu sarapan nasi.
Sedang kan roti di jadikan camilan.
"Nggak pa pa sayang, nanti kamu juga akan terbiasa"
Ucap Alisha sambil mengoleskan krim keju di roti Bella.
"Kok bunda masih pakai baju rumah?
Bunda nggak kerja?"
"Nggak, setelah ini kamu berangkat sekolah sama papa, nanti bu Sum nunggu kamu di sekolah"
Selesai sarapan roti dan minum susu Bella dan Sean berangkat bersama.
Sebenar nya Sean sudah di larang mama nya pergi kerja juga, tapi Sean tidak mau hanya berdiam diri.
*********
Hari pernikahan pun tiba.
Sean dan Alisha mengadakan Ijab Qabul di rumah orang tua Sean.
Mereka melakukan nya di sore hari.
Sean sampai terkagum kagum melihat ke anggunan Alisha, karena memakai kebaya berwarna putih.
Atas permintaan Sean.
Alisha memakai kerudung di hari ijab qabul, dan pernikahan mereka.
Sean tidak ingin orang orang melihat ke indahan tubuh Alisha yang sedang memakai kebaya.
Sean juga tidak suka mata para pria melihat tubuh Alisha yang memakai baju pengantin.
Bahkan leher Alisha yang jenjang itu pun di larang di lihat siapa pun, kecuali diri nya.
Resepsi pernikahan Alisha dan Sean di adakan di hotel mewah.
Semua karyawan kantor di undang di acara pernikahan Sean dan Alisha.
Banyak karyawan yang terkejut melihat Alisha memakai kerudung dalam pernikahan nya.
Tapi mereka tetap memandang kagum sosok Alisha yang tetap terlihat cantik dan anggun, dalam balutan baju pernikahan muslimah.
Banyak juga karyawan wanita yang iri dengan Alisha.
__ADS_1
Karena hanya Alisha yang mampu menaklukan hati CEO mereka yang dingin.
Terutama Rere.
Dia sangat iri pada Alisha.
Rere iri melihat Sean yang sedang merangkulkan tangan nya ke pinggang ramping Alisha.
Rere tidak mau naik ke atas pelaminan, untuk memberi ucapan selamat kepada Alisha.
Karena hati nya hancur dan patah hati melihat Alisha tengah tertawa bahagia di samping pria idaman nya.
Akhir nya Rere langsung pulang setelah acara pemotongan kue.
Teman teman Sean juga banyak yang datang dalam acara pernikahan Sean.
Mereka mengucapkan selamat karena Sean akhir nya bisa melepas masa lajang nya.
Mereka bahkan sampai membuat isi aula gaduh dengan suara tawa mereka yang keras.
"Jangan lupa, nanti malam, kita tunggu di atas atap hotel"
Ucap salah satu teman Sean.
Teman teman Sean sudah memnyewa atap hotel untuk pesta pelepasan masa lajang Sean.
"Sory, nanti malam aku mau tidur sama istri ku"
Sean melingkarkan tangan nya mesra, di pinggul Alisha.
Alisha yang di peluk mesra Sean, merasa malu, dan mencubit punggung Sean.
Karena di cubit Alisha, Sean menghukum Alisha, dengan mencium pipi Alisha mesra.
"Ah..... Kebiasaan pengantin baru.
Dunia milik berdua.
Orang lain cuma ngontrak"
Ucap Jonathan, kakak Nana.
Sean hanya tertawa bahagia, menanggapi ocehan Jonathan.
"Awas ya kalau nanti nggak datang.
Jonathan berbisik di telinga Sean.
Dan Sean membalas ucapan sahabat nya dengan senyuman kecut.
Sean merasa sekarang dia sedang di serang dengan senjata nya sendiri.
Sean lah penggagas ide pelepasan masa lajang pada sahabat sahabat nya yang akan menikah.
Dulu Sean sangat yakin, ia tidak akan menikah.
Sampai sampai dia mempertaruhkan rumah nya, bila suatu saat ia menikah dan tidak mau datang ke pesta tersebut.
Malam semakin larut.
Pesta pun Usai.
Alisha dan Sean menuju kamar hotel mereka.
Kamar mereka di ruangan presidental suite.
Alisha sampai terkagum kagum melihat isi kamar nya.
Kamar nya sangat luas, di padu ranjang yang super besar.
Ranjang besar mereka menghadap jendela yang terbuat dari kaca yang sangat besar.
Alisha lalu membuka gorden jendela kamar nya.
Alisha takjub melihat pemandangan kota Bandung dari atas kamar nya.
Hotel mereka yang berada di lereng pegunungan kota Bandung.
Menyuguhkan pemandangan kota bandung dari atas.
Lampu lampu dari rumah rumah yang ada di bawah, seperti sajadah yang membentang.
Tiba tiba dari belakang, Sean memeluk tubuh Alisha.
__ADS_1
Tubuh Sean langsung menegang ketika menyentuh tubuh Alisha.
Sean kemudian membuka perlahan kerudung Alisha.
Sean bisa mencium wangi bunga bunga dari rambut Alisha, wangi yang selalu di rindukan Sean.
Sean lalu mencium ubun ubun Alisha, dan secara Perlahan membalikkan tubuh Alisha.
Sean kemudian mencium kening Alisha, mata Alisha, hidung mancung milik Alisha.
"I love you Sha"
Sean kemudian mencium bibir Alisha secara perlahan dan lembut.
Tangan Sean memegang belakang kepala Alisha, menarik merapat kepala Alisha.
Dan mencium dalam dalam bibir Alisha.
Perlahan lahan ciuman Sean merayap ke bawah.
Singgah di leher jenjang Alisha.
Sean mencium dan memberikan cupangan merah banyak sekali di leher Alisha.
Ketika mencium leher Alisha.
Tangan Sean tidak diam saja.
Sean kemudian membuka baju pengantin Alisha, dan menyisakan baju dalam Alisha.
Di dalam baju pengantin nya Alisha memakai baju tipis berwarna putih.
panjang baju itu sampai lutut, tanpa lengan dan mempunyai garis dada yang lumayan rendah.
Sehingga dada Alisha yang indah agak terlihat.
Air liur Sean hampir menetes, ketika melihat tubuh Alisha yang sangat indah.
Sean perlahan lahan mendekat ke arah dada Alisha.
Trililit trililit........
Ponsel Sean yang ada di saku celana nya berdering.
Sean melihat ponsel nya, dengan malas.
Di ponselnya tertulis nama Jonathan.
Sean kemudian menjauh dari Alisha dan mengangkat telpon nya.
'Sial'
Ucap Sean dalam hati.
"Ok ok, aku segera ke atas"
Sean menjawab telpon nya.
Sean menggaruk rambut nya yang tidak gatal, karena frustasi.
Sean kemudian menuju ke arah Alisha.
"Mandilah dulu sha.
Jangan lupa, nanti kau harus memakai baju yang ada di dalam lemari"
Sean berbisik di telinga Alisha.
"Aku mau keluar sebentar, tunggu aku sha.
Aku akan secepat nya kembali"
Ucap Sean, lalu mencium pipi Alisha.
Alisha memandang kecewa tubuh Sean yang keluar dri kamar mereka.
Sean berjan tergeasa gesa meninggalkan pengantin nya yang sendirian di dalam kamar mereka.
Bersambung......
Vote dan jempol kalian, Author tunggu......
PENGUMUMAN......
Ikuti terus novel author ya....
__ADS_1
Novel author akan tamat, sekitar bab 60.