
Tin tin.....
Tomi membunyikan klakson mobil Sean.
Hari ini, Sean memakai Mobil jenis mini bus yang berukuran agak besar.
Karena mulai hari ini Sean akan mengangkut banyak orang di mobilnya.
Alisha, Bella dan bu Sum naik ke mobil Sean.
Sean dan Alisha duduk di bagian tengah mobil.
Sedang bu Sum duduk di belakang, bersama Bella.
Di dalam mobil, tanpa sepengetahuan bu Sum dan Tomi.
Sean berulang kali meraih tangan Alisha, Tapi Alisha terus menepis tangan Sean.
"Kenapa mbak Lisha? Apa kaki mu masih terasa gatal?"
Tanya bu Sum pada Alisha.
Dia mengira tubuh Alisha yang bergoyang goyang karena menggaruk kaki nya.
"Ini minyak kayu putih nya mbak, coba di oleskan lagi, biar cepat sembuh gatal nya"
Bu Sum memberikan botol berisi minyak kayu putih pada Alisha.
Alisha hendak menyuruh bu Sum untuk menyimpan kembali minyak kayu putih itu.
Tapi tidak jadi, karena minyak kayu putih itu sudah terlebih dulu di ambil Sean.
"Kaki mu kenapa? Coba ku lihat!"
Alisha tidak mengatakan apa pun.
Dia tidak igin, Sean melihat betis nya.
Betis Alisha ada warna merah karena terkena ulat bulu.
Untuk menutupinya Alisha memakai celana panjang.
Sean lalu meraih kaki kiri Alisha.
Sean bisa tahu, karena Alisha refleks langsung memegang kaki kirinya, ketika Sean menanyakan di mana kaki Alisha yang gatal.
Sean mengangkat kaki Alisha ke atas kaki Sean.
Sean lalu menyingkap celana panjang Alisha hingga ke lutut.
Sean meneguk ludah nya sendiri melihat betis Alisha yang putih dan super mulus.
Tidak ada sehelai rambut pun singgah di betis indah Alisha.
Tapi Sean harus bersikap biasa biasa saja, karena di dalam mobilnya ada Tomi, bu Sum, dan Bella yang sedang melihat nya.
Sean lalu menggosok kan minyak kayu putih di betis Alisha yang memerah.
"Tadi bunda kena Ulat bulu warna hitam. Bunda nggak bisa buang ulat nya sih, maunya di lemparin jauh jauh, tapi ulat nya berbalik ke arah bunda"
Bella berkata dari kursi belakang.
Memperhatikan Sean yang sedang menggosok gosok kaki Alisha, menggunakan minyak kayu putih.
Selesai mengobati kaki Alisha yang memerah karena ulat bulu.
Sean memberikan minyak kayu putih pada bu Sum lagi.
Sean kemudian menggenggam tangan Alisha lagi.
Kali ini Alisha membiarkan Sean menggenggam jemari nya, Alisha tidak mau menarik perhatian bu Sum, Bella, ataupun Tomi.
Jadi sebaik nya Alisha diam.
Sean dan Alisha duduk tidak saling berdekatan namun tangan mereka menyatu.
Tiba tiba saja Bella merangkak naik ke kursi Alisha dan Sean, dan tanpa permisi Bella duduk di antara Sean dan Alisha.
"Buda, aku udah mau sampai di sekolah"
Wajah Bella mendekat ke jendela mobil.
Sean kemudian memangku Bella.
"Nanti om antar ya?"
Bella mengangguk.
"Bunda juga ikut"
Ucap Bella, protes kenapa ibu nya tidak mengantar nya.
__ADS_1
"Ya, bunda juga ikut antar kamu"
Ucap Sean menjawab permintaan Bella.
Alisha sebenarnya tidak ingin mengantar Bella, karena kantor sebentar lagi masuk, dia nanti bisa terlambat.
Tapi ya sudahlah, Alisha nanti akan mengantar Bella, Karena Sean sudah berjanji pada Bella, kalau bundanya akan ikut mengantarnya.
Sean menarik pundak Alisha agar berjalan berdekatan, sedangkan Bella sudah berlarian menuju sekolah.
Di depan pintu gerbang sekolah, Bella berhenti sejenak, dia menyalami guru nya yang berdiri di gerbang, menyambut anak anak yang baru datang ke sekolah.
Alisha dan Sean lalu ikut masuk ke dalam sekolah.
Alisha dan Sean menyalami guru yang ada di gerbang.
"Kalian, mama dan papa nya Bella?"
Tanya sang guru ramah, dan sebuah senyuman menghiasi wajah ramah nya.
"Ya, kami orang tuanya Bella"
Jawab Alisha tersenyum pada guru Bella.
"Silahkan, Kalau mau lihat lihat dulu"
Ucap sang guru.
Sean dan Alisha kemudian masuk ke sekolah nya Bella.
Bella yang tahu bundanya ikut masuk, dia sangat senang.
"Ini bunda ku"
Ucap Bella pada salah seorang teman nya.
Sedang hati Sean sedih, Bella tidak menyebutnya sebagai ayah.
"Kalau ibu ku udah pulang, aku pintar nggak di tungguin ibu ku"
Ucap teman bella.
Begitulah Bella dan teman teman nya berbincang bincang.
Mereka sering kali memamerkan apa saja yang mereka punya.
"Bunda mau berangkat kerja dulu ya sayang" Bella mengangguk.
"Saya mau kerja dulu bu Sum, titip Bella ya?"
Ucap Alisha pada bu Sum yang sedari tadi menuggu Bella di luar gerbang.
Memang sudah menjadi peraturan di sekolah Bella, bagi semua yang menunggui murid harus menunggu di luar gerbang.
"Nanti jam makan siang, datanglah ke ruangan ku sha"
Sean memecah keheningan di anatara mereka di dalam mobil.
Kini mobil Sean berjalan menuju ke arah perusahaan.
Sean berkata pada Alisha, tapi wajahnya tetap menghadap ke depan.
"Aku....."
Alisha hendak membantah perkataan Sean, karena ia tidak ingin makan berduaan dengan Sean di ruangannya.
Tapi Alisha tidak jadi membantah Sean.
Alisha kaget melihat mata Sean yang sedang memandang ke depan, mata nya tampak berkaca kaca.
Sean lalu mengelap air matanya.
'Kenapa pak Sean nangis? nggak nyangka, ternyata dia gampang banget nangis'
Batin Alisha.
"Tadi kamu serius? Menganggap aku sebagai ayah Bella, aku nggak salah dengar kan sha?"
Mata Sean menatap Alisha dalam.
Mata Sean tampak penuh kebahagiaan dan penuh harapan.
"Maaf pak Aldi, kita sudah sampai di kantor"
Tomi memotong perbincangan antara Sean dan Alisha.
Sebeat kilat Alisha langsung turun dari mobil Sean.
Secepat kilat Alisha langsung keluar dari dalam mobil.
"Terima kasih banyak tumpangan nya"
__ADS_1
Alisha berkata sambil membungkukkan badan nya melihat ke dalam mobil Sean.
Alisha lalu bergegas pergi meninggalkan mobil Sean, dan tidak memedulikan Sean yang memanggil manggil nama Alisha.
Ketika Alisha keluar dari mobil Sean.
Ada beberapa pegawai kantor yang melihat Alisha keluar dari mobil Sean.
Alisha bisa melihat orang orang itu langsung berbisik bisik, dan Alisha tidak peduli.
Alisha berjalan cepat meninggalkan mobil Sean.
Meninggalkan Sean di mobilnya, ekspresi wajah Sean barusan membuat Alisha ter sentuh.
Alisha tidak menyangka di balik wajahnya yang digin dan kadang kaku.
Sean ternyata mempunyai sisi hati yang lembut dan mudah tersentuh.
Dan Alisha sudah melihat Sean menangis beberapa kali di hadapan nya.
Alisha menyukai sosok pria yang lembut, penyayang, dan perhatian, seperti sosok almarhum ayahnya.
Alisha sudah sampai di ruangan nya.
Alisha lega, dia datang tidak terlambat.
"Pagi Nana"
Ucap Alisha.
"Pagi juga sha, gimana kabar mu dengan pak Aldi, hubungan kalian jadi makin dekat kan?"
Tanya Nana, penasaran dengan perkembangan hubungan antara Alisha dan Sean.
"Jangan jangan kamu waktu itu sengaja kasih aku baju yang terbuka"
Tebak Alisha.
"Itu rencana ku dan kakak ku, dia tahu kalau kalian saling menyukai tapi saling menjauhi.
Dia juga menyesal dulu telah mempermainkan kalian.
Kakak ku juga ceeita apa yang telah di lakukan pak Aldi padamu, tapi apa benar pak Aldi tega melakukan hal itu pada mu Sha?"
Alisha mengangguk.
"Dan karena baju itu, pak Aldi juga mau memperkosa ku lagi"
Alisha menangis, dia menangkupkan wajahnya ke dua tangan nya di wajah.
"Ya ampun Sha, dia mau melakukan nya lagi? maaf kan aku Alisha.
Itu pasti karena baju itu. tapi nggak jadi kan?"
Nana lalu memeluk Alisha.
Nana juga menyesal karena telah memberikan baju seksi itu.
"Pak Sean suka banget sih menggagahi mu! apa dia nggak mikir nanti kalau kamu hamil gimana?
Tunggu. Jangan jangan Bella anak nya pak Aldi?"
Nana melepaskan pelukan nya, dan menjauhkan tubunya dari tubuh Alisha.
Nana menatap Alisha lekat lekat.
Dan Alisha mengangguk.
"Sekarang dia udah tahu semua nya Na, dan sekarang dia mau ngajakin aku menikah, tapi nggak tahu lah Na, aku masih belum bisa melupakan kejadian lima tahun lalu, dan juga sabtu kemarin dia memaksaku lagi"
"Terima aja Sha, tuh HP mu bunyi, ada chat dari..... pak Aldi"
Nana melongok melihat ponsel Alisha.
Alisha lalu melihat ponsel nya.
"Makan siang nanti, kita makan di ruangan ku.
Ada yang harus kita bicarakan.
Kalau kau tidak mau, aku bisa saja ke kantin dengan mu, dan membiarkan semua orang mendengarkan semua pembicaraan kita"
Alisha manyun, kenapa dirinya selalu kalah berdebat bila harus menghindari Sean.
"Datang lah Sha, kalian harus menyelesaikan masalah kalian"
Ucap Nana menepuk nepuk lembut bahu Alisha.
Bersambung......
Jempol dan vote aku ya say......
__ADS_1