The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Siapa Ayah Nya?


__ADS_3

Sean berlari menuju UGD rumah sakit.


Sean sangat khawatir melihat Bella yang terkulai lemas di dekapan nya.


Hati yang gundah membuat Sean merasa jarak antara mobil dan UGD menjadi jauh.


Sehingga Sean harus lari lari.


Dan rasanya lari Sean menjadi sangat lambat.


Tomi dan bu Sum membuntuti Sean yang terburu buru.


Setelah sampai di UGD.


Sean langsung meletakkan Bella di atas ranjang pasien UGD.


"Dokter! Mana dokter nya?"


Sean berteriak teriak tidak sabar, mencari dokter yang piket hari itu.


Beberapa perawat meng hampiri Sean.


Salah seorang perawat itu rupanya ada yang mengenali Sean.


"Tuan Aldi? Apa yang terjadi pada anak ini?


Hei kau, cepat panggil dokter Jordan!


Beliau ini pemilik rumah sakit"


Bentak salah seorang perawat senior yang sudah lama mengetahui siapa pemilik rumah sakit.


Perawat, yang di bentak perawat senior, lari terbirit birit.


Dan segera mencari dokter Jordan.


Perawat kembali membawa tiga orang dokter sekaligus.


Wajah Sean memerah karena menahan amarah.


Sean merasa, para dokter di rumah sakitnya lambat dalam bekerja.


Sebenar nya dokter dokter di rumah sakit Sean tidak lah lambat.


Namun Sean lah yang merasa semua nya berjalan sangat lambat.


Sean menunggu di tempat yang agak jauh dari Bella.


Sean duduk di sebuah kursi yang ada di UGD.


Begitu juga dengan Tomi.


Bu Sum memilih berada di samping Bella.


Wajah bu Sum tegang, melihat Bella yang belum juga sadar.


Sedang kan Bella di periksa oleh tiga dokter sekaligus.


Tomi sebenarnya dari tadi penasaran dengan sikap Sean yang emosional ketika menolong anak kecil.


Sepertinya bosnya tidak pernah sekalipun bercerita tentang anak kecil itu.


Tapi akhir akhir ini, mata bosnya selalu memperhatikan sekolah PAUD.


'Jadi anak ini yang selalu pak Aldi lihat'


Batin Tomi


'Siapa sebenarnya anak kecil itu?


Dan mengapa bos begitu perhatian padanya?'


Tomi ingin bertanya pada Sean.


Namun melihat raut wajah bos nya yang tegang.


Tomi mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Bu Sum menjauh dari Bella yang belum sadarkan diri.


Bu sum berdiri agak jauh dari tempat Sean duduk.


Bu Sum lalu mengeluarkan sebuah ponsel jadul (jaman dulu)dari salah satu saku baju nya.


Bu Sum memencet nomer Alisha.


"Assalamu alaikum..... Mbak Alisha.


Cepat ke sini.


Nak Bella masuk rumah sakit"


Suara bu Sum terdengar tegang dan khawatir.


"Bella ada di UGD rumah sakit


Osean Hospital Jakarta.


Dia belum sadar mbak, cepat ke sini ya?"


Bu Sum lalu menutup telpon nya.


Sean yang tidak sengaja mendengar bu Sum memanggil nama Alisha.


Membuat Sean memperhatikan bu Sum dan menyimak setiap perkataan bu Sum.


Siapa sebenarnya Alisha yang di telpon bu Sum?


Siapa kah ibu nya Bella?


Sean juga baru tahu, nama gadis kecil yang ia tolong adalah Bella.


Sean penasaran seperti apa wajah ibunya Bella.


Sean ingin tahu, lebih cantik siapa, Alisha ibu nya Bella atau Alisha miliknya?


Sean yang sebelumnya berniat kembali ke kantor, mengurungkan niatnya.


Sean penasaran seperti apa ibunya Bella?


*****************


Ketika Alisha baru sampai di kantor.


Ponsel Alisha berdering.


Alisha melihat bu Sum sedang memanggilnya.


"Wa alaikum salam....


Ada apa bu Sum? Tumben pagi pagi udah telpon"


"Apa? Bella kecelakaan?"


"Sekarang Bella di mana bu sum?"


Tanya Alisha, dan di jawab bu Sum di dalam ponselnya.


Wajah Alisha pucat.


Dunia Alisha rasa nya runtuh.

__ADS_1


Hati nya hancur.


Pikiran nya kalut dan takut.


Pikiran pikiran jelek datang silih berganti dalam kepala Alisha.


Tanpa pikir panjang, Alisha langsung meninggalkan kantor.


Alisha mencari ojek di jalanan.


Mata Alisha tak bisa membendung air matanya.


Tukang ojek yang di hampiri Alisha sampai bingung melihat Alisha yang naik motor sambil menahan isak tangisnya.


'Mungkin ada orang yang masuk rumah sakit'


Batin si tukang ojek.


Ojek melaju cepat ke rumah sakit Osean Hospital Jakarta sesuai permintaan Alisha.


Sesampai nya di UGD.


Alisha berlari tak sabar ingin segera menemui Bella.


Rasa nya Alisha ingin terbang saja dan segera menemui Bella.


Di depan pintu UGD.


Alisha mendengar tangisan anak perempuan.


Ya.... Alisha mengenali suara tangisan ini.


Ini suara Bella....


Lari Alisha semakin kencang, mencari dari mana asal suara tangisan itu.


Langkah Alisha terhentii melihat sosok kecil yang sedang menangis kencang di atas ranjang UGD.


Alisha segera menghampiri Bella, dan memeluk erat putrinya.


Alisha pun ikut menangis.


Alisha terus memeluk Bella, dan mencoba terus menenangkan putrinya.


Tapi Alisha tidak berhasil membuat Bella tenang.


"Cup sayang, Bunda ada di sini"


Alisha mengelus elus kepala Bella dengan penuh kasih sayang.


"Cup....... Bella kenapa sayang? Yang mana yang sakit? Bilang sama bunda sayang"


Alisha memeriksa anggota badan Bella.


Namun semuanya terlihat baik baik saja.


Alisha membelai belai punggung Bella dengan sayang.


Hati alisha hancur melihat putrinya menangis tiada henti.


Alisha khawatir bila ada anggota tubuh Bella yang sakit namun tidak ada yang tahu.


Alisha tak mampu membendung air matanya yang terus berlinang.


Siapa yang kuat bila melihat anak nya menangis terus?


Bila mampu, ingin rasanya Alisha memindahkan rasa sakit yang di derita Bella kepada dirinya.


Alisha lalu menggendong tubuh Bella.


Alisha tidak peduli tubuh Bella kini menjadi lebih berat karena Bella semakin besar.


Sambil menggendong, Tangan kiri Alisha memegangi cairan infus Bella.


Mengapa Bella tak henti henti menangis.


Alisha melihat baju Bella sudah berganti menjadi baju rumah sakit.


Dan Alisha tidak melihat satu pun ada perban di tubuh Bella.


Bila Bella tidak terluka mengapa ia tidak berhenti menangis?


" Bella baik baik saja, dia hanya trauma melihat kecelakaan di jalan"


Sebuah suara tak asing memberikan penjelasan kepada Alisha.


Alisha lalu menoleh pada pemilik suara yang tidak asing tersebut.


Mata Alisha terbelalak karena terkejut.


Alisha tidak menyadari Sean dan Tomi ternyata dari tadi berdiri di samping ranjang Bella.


Dan sedang memperhatikan Alisha.


' Sejak kapan dia di sini?'


Batin Alisha.


Tatapan Sean dingin dan mengintimidasi Alisha.


Dan kepala Sean penuh pertanyaan untuk Alisha.


Alisha yang kaget melihat Sean, refleks tubuhnya membelakangi Sean.


Alisha memeluk erat putrinya.


Seolah takut putrinya akan di ambil orang lain.


Alisha tidak menyangka Sean bisa menemukan Bella.


Menurut Alisha, dirinya sudah menyembunyikan Bella dengan baik.


Tapi sepertinya tuhan berkehendak lain.


Rupanya tuhan menginginkan ayah dan anaknya untuk bertemu.


Apa yang harus Alisha lakukan?


Alisha lalu membawa bella keluar dari UGD.


"Cup....... Udah dong nangis nya sayang......"


Alisha menciumi kening Bella.


Dan memeluk Bella dengan penuh kasih sayang di dadanya.


Di taman pun Bella tak henti henti menangis.


Membuat Alisha bingung.


Apalagi yang harus ia lakukan untuk membujuk Bella?


Tiba tiba sepasang tangan yang kuat Mengambil Bella dari gendongan Alisha.


Tangan itu milik Sean.


Alisha melihat Sean menggendong Bella.


Sean membiarkan infus Bella tetap di pegang Alisha.


"Cup......

__ADS_1


Boneka cantik nggak boleh nangis terus dong.....


Entar kalau nangis terus gak dapat es krim loh.....


PAk Dokter di sini punya banyak es krim,


Bella mau berapa? Satu, dua, tiga?


Bella juga boleh bawa pulang semua es krim di sini"


Sean menepuk nepuk lembut punggung Bella dengan penuh kasih sayang.


Ajaib,,,, perlahan tangisan Bella mulai memelan.


"Anak pinter..... Nggak boleh nangis terus ya....?


Kan di sini udah ada bunda...."


Sean kembali menenangkan Bella, ia memeluk Bella dalam dekapan dada bidangnya.


Sean tidak tahu, mengapa hati nya begitu damai ketika sedang memeluk Bella.


Hati sean rasa nya nyaman dan Bahagia ketika berada di dekat Bella.


Bella pun menjadi tenang ketika Sean mendekapnya.


Tangisan bella mereda dalam dekapan sean.


Melihat pemandangan itu, hati Alisha pun tersentuh dan terharu.


Alisha merasa sangat bahagia melihat kedekatan seorang ayah dan anaknya.


Walau pun Sean tidak tahu siapa sebenar nya Bella.


Namun perasaan hangat antara keduanya tidak bisa di hindari.


Mungkinkah ini yang namanya ikatan hati orang tua dan anak?


Alisha menitikkan air mata bahagia.


Bella akhirnya bisa merasakan dekapan ayah yang dia impikan.


"Bella mau apa? Es krim? Permen? Mainan?"


Sean tersenyum senang, karena Bella mengangguk setiap kali Sean menyebutkan semua kesukaan nya.


Sean lalu keluar rumah sakit.


Dia menghampiri pedagang kaki lima yang menjual mainan gelembung gelembung udara otomatis.


Sean membeli lima sekaligus, dengan warna warna yang berbeda.


Alisha hanya bisa membuntuti kemana pun Sean berjalan.


Sean kemudian mengajak Bella ke kantin rumah sakit.


Sean membeli es krim sesuai yang di inginkan bella.


Lalu membeli permen warna warni satu bungkus.


Wajah Bella kini terlihat lebih baik.


Isakan tangisnya sudah tidak terdengar lagi.


Dan Bella terlihat ceria.


Air mata tidak lagi keluar dari mata nya.


bahkan kini bella tengah asik menjilati es krim anggur kesukaannya.


Bella kini duduk tenang di pangkuan Sean.


Namun ketika mata Bella melihat Alisha.


Bella langsung merengek minta duduk bersama Alisha.


Alisha pun mengambil Bella dari pangkuan Sean.


Alisha dan Sean kini duduk di kantin rumah sakit.


Alisha merasa sebentar lagi.


Dia akan di berondong berbagai pertanyaan oleh Sean.


Dan Alisha pun sudah siap dengan jawaban yang sedari tadi ia siapkan.


"Kenapa kamu nggak pernah cerita, kalau kamu udah punya anak Sha?"


Sean mendahulukan pertanyaan yang membuat hati Sean kecewa.


"Karena bapak tidak pernah bertanya"


Jawab Alisha singkat.


"Kau sudah memberi tahu ayah Bella, kalau Bella hampir mengalami kecelakaan?"


Aku tidak perlu memberi tahunya karena kau sudah tahu.


Tentu saja Alisha hanya mampu mengatakan nya dalam hati.


"Nggak perlu, ini nggak penting"


Jawab Alisha singkat.


"Apa? Kau bilang ini tidak penting?


Nyawa Bella hampir saja melayang, dan kau bilang ini nggak penting?"


Sean keheranan memandang Alisha.


Bagaimana bisa, Alisha menganggap tidak penting kejadian ini?


Kejadian yang membuat Sean hampir gila karena khawatir dengan Bella.


"Di mana ayah Bella? kemana dia, hingga kau tidak ingin memberitahunya?"


Alisha diam saja.


Dan gigi Alisha menggigit bibir bawah nya karena gugup.


Alisha takut jawaban nya akan membuat Sean curiga.


"Beri tahu aku Sha, siapa ayah Bella?"


Sean penasaran siapa sebenarnya ayah Bella.


Pria seperti apa yang mampu membuat Alisha takluk padanya.


Dan menikah dengan nya, lalu melahirkan anaknya.


Alisha menutup matanya, dan mendengar bibirnya mengatakan.....


"Ayah Bella........"


Bersambung..........


Jangan lupa terus berikan dukungan kalian....


Tinggalkan jempol kalian.....


Dan vote karya ku bila kalian suka....

__ADS_1


Terima kasih....🙏🙏🙏


__ADS_2