The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Tarik Ulur


__ADS_3

Setelah melihat bu sum pulang.


Alisha masuk ke dalam rumah dan melihat keadaan Bella di dalam kamarnya.


Alisha mencium pipi putri kecilnya, yang sedang tidur.


'Maaf kan bunda,Bella.


Kamu nggak bisa bersama ayah mu.


Mungkin inilah yang terbaik untuk kita'


Sebenar nya Alisha ragu, sudah benarkah keputusan yang di ambil Alisha?


Benarkah keputusan ini terbaik untuk mereka berdua?


Atau mungkin terbaik bagi Alisha saja?


Ya sudah lah.


Karena keputusan sudah di ambil.


Maka Alisha akan menanggung semua resikonya.


Seperti, membesarkan Bella sendirian lagi.


Menjadi ibu, sekaligus ayah bagi Bella lagi.


Dan semua keputusan dalam hidup Bella, Alisha akan memutuskan sendiri, tanpa harus meminta persetujuan ayah Bella.


Dan tentunya siap hidup sendiri lagi.


Alisha bahkan kecewa melihat ekspresi wajah Sean yang tidak senang, mengetahui Alisha sudah punya anak.


Alisha harus siap bila Sean menjauhinya.


Trilililit....... Trilililit.....


Ponsel Alisha berbunyi.


Alisha melihat ada nomer baru ter tera di layar ponselnya.


Alisha lalu mengangkat teleponnya.


"Assalamu alaikum..... Siapa ini?"


"Wa alaikum salam...... Ini nomer nak Alisha?"


Suara serak khas orang tua memanggil nama Alisha.


"Ya, saya Alisha, Ini siapa?"


"Saya, tante Hayu"


"Oh..... Tante Hayu....


Ada apa tante?"


"Minggu depan, nak Alisha bisa tidak, datang ke rumah tante? Ada acara di rumah"


"Jam berapa tante?"


"Jam sembilan pagi, bisa ya nak?"


Alisha diam sejenak.


"Bisa tante"


Jawab Alisha.


"Kalau begitu, minggu depan nanti sebelum jam sembilan, supir saya akan datang menjemput ke rumah mu.


Sekalian ajak juga anak kamu"


" Ya tante"


Jawab Alisha singkat.


"Sudah ya nak Alisha.


Assalamu alaikum......"


"Wa alaikum salam....."


**************


Sean duduk di kursi putar yang ada di dalam kantornya.


Tangan Sean memegang bolpen.


Sean mengketuk ketuk kan ujung bolpennya ke meja.


Sean memikirkan kejadian kemarin.


Sean kira mengetahui Alisha mempunyai anak dari laki laki lain akan membuat Sean membenci Alisha.


Namun dugaan Sean salah.


Hati Sean tetap memanggil manggil nama Alisha.

__ADS_1


Merindukan Alisha.


Dan selalu memikirkan senyum Alisha yang cantik.


Kenapa Alisha selalu mengisi ruangan hatinya?


Dalam hati kecil Sean.


Sebenar nya Sean kecewa melihat Alisha mempunyai anak dari laki laki lain.


Bukan karena alisha mempunyai anak.


Sean kecewa karena Alisha dengan mudah nya meninggalkan Sean.


Lalu menikah dengan lelaki lain.


Dan mempunyai anak dengannya.


Tunggu, berapa usia Bella?


Mungkin umur Bella sekitar tiga sampai lima tahun?


Sean tidak pintar memperkirakan usia seseorang.


Dan Sean memperkosa Alisha sekitar lima tahun yang lalu.


Itu artinya mungkin saja Bella adalah anaknya?


Dada Sean seketika terasa sakit dan sesak.


Sean menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya dengan hati nya sendiri.


Bukan kah Alisha sudah mengatakan nya kemarin.


Kalau suami Alisha sudah meninggal dua tahun lalu.


Itu artinya Bella adalah anak Alisha dengan suaminya.


Mengingat kata kata suami Alisha.


Kemarin Sean sudah berkeliling di seluruh rumah Alisha.


Untuk mencari jejak suami Alisha.


Mungkin Sean bisa melihat foto wajah suami Alisha.


Atau mungkin ada foto kenangan mereka.


Seperti ketika mereka menikah.


Sayang, Sean tidak bisa menemukan, satu petunjuk pun mengenai mantan suami Alisha.


Sean lalu menandatangani berkas berkas yang di bawa Tomi.


Sean menyuruh Tomi untuk melihat gambar disain mesin pen cuci darah milik pasien gagal ginjal.


Tomi lalu duduk di sofa hitam di ruangan Sean.


Tomi melihat dua disain, buatan tim disain produk.


Tomi tahu, itu adalah buatan Alisha dan kawan kawannya satu tim.


Bosnya pernah bercerita pada Tomi, kalau Alisha adalah mantan pasien nya.


'Ternyata lumayan juga selera bos.


ku kira dia tidak suka wanita'


Batin Tomi, tidak berani mengeluarkan isi hatinya.


"Bos mau ke mana?"


Tomi melihat Sean yang hendak keluar ruangan.


"Mau melihat Alisha sebentar"


Jawab Sean.


Pikiran Sean sudah di penuhi oleh Alisha. Seharian ini dia belum melihat Alisha sama sekali.


"Mau mendengar saran saya tentang wanita?"


Tomi berdiri dari sofa.


Sean lalu mendekat ke arah Tomi.


"Apa saran mu Tom?"


Sean tertarik dan penasaran dengan ucapan Tomi.


Sean kemudian dengan senang hati duduk kembali di ruangannya.


Namun kali ini, Sean duduk di sofa.


"Pernah mendengar kata tarik ulur?"


Tomi bertanya.


"Ya, pernah.

__ADS_1


Itu istilah untuk mendidik anak.


Anak jangan hanya di perintah dan di larang dengan tegas.


Tapi sekali kali harus di longgarkan.


Seperti membiarkan dia bersenang senang.


Seperti itu kan maksudmu?"


Ya itu pendapat pribadi Sean.


"Ya, kurang lebih seperti itu.


Mendekati wanita juga bisa menggunakan trik seperti itu"


"Kata kan yang jelas Tom, to the point aja lah"


Sean sudah tidak sabar mendengar saran Tomi.


"Jadi begini bos, terkadang kita memang perlu menunjukkan rasa cinta kita yang mendalam dan sungguh sungguh pada wanita yang kita cintai.


Tapi kita juga perlu bersikap seolah tidak peduli.


Kita sebagai laki laki perlu menunujukkan sisi misterius kita.


Wanita suka dengan laki laki yang misterius"


Sean mencerna dan memahami setiap perkataan Tomi.


Seperti nya kata kata Tomi memang benar.


Sean teringat, dulu ketika dirinya belum mencintai Alisha, dan tidak peduli dengan Alisha.


Alisha malah mengejar ngejarnya.


Bahkan yang membuat Sean terkejut.


Ternyata Alisha sangat pemberani.


Tanpa malu malu Alisha berani mengungkapkan cintanya pada Sean.


'Apakah aku perlu bersikap seolah aku tidak peduli dengan Alisha? Tapi apa alasanku?'


Batin Sean.


"Bos pura pura aja, kalau bos tidak bisa mencintai Alisha lagi, Karena Alisha termyata sudah punya anak"


Tomi berbicara seolah dia bisa mendengar hati Sean.


Tapi Sean malah membelalak kan matanya pada Tomi.


Yang benar saja Sean harus pura pura tidak menyayangi Bella.


Sean kini bahkan selalu teringat keadaan Bella.


"Dengar Tomi kau harus merahasiakan kalau Alisha sudah punya anak"


Sean memperingatkan Tomi.


"Asiyap.... bos"


Sean mengacungkan ibu jarinya.


Alasan Sean ingin bertemu Alisha sebenarnya bukan hanya karena kangen Alisha.


Tapi Sean juga mengkhawatirkan keadaan Bella.


Apakah Bella masih ketakutan?


Biasa nya, orang yang mempunyai trauma, sering kali bermimpi tentang trauma mereka, ketika mereka tidur.


Semoga Bella tidak bermimpi buruk dan tidak menangis lagi.


Dan semoga saja Alisha bisa menenangkan Bella ketika Bella menangis.


Semoga semuanya baik baik saja.


"Tenang bos, ini cuma pura pura, cobalah dulu.


Ketika bos menjauhi Alisha, lihat reaksi Alisha.


Kalau Alisha gelisah dan mencari cari bos, itu artinya dia mencintaimu.


Tapi kalau dia tidak peduli pada mu bos.


Itu artinya Alisha tidak mencintai mu"


Tomi meyakinkan bosnya.


"Benar juga. aku harus tahu perasaan Alisha padaku, pintar juga kau Tom"


Sean tersenyum senyum melihat Tomi.


Dia setuju dengan idenya Tomi.


Bersambung.......


Semoga pembaca yang terhormat menyukai karya saya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jempol kalian untukku.


Dan berikan vote kalian untuk mendukung karya ku......


__ADS_2