The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Dinner Romantis


__ADS_3

Selesai sholat maghrib, beberapa pelayan sudah menunggu Alisha di luar kamar nya.


"Silahkan masuk"


Alisha melihat ke luar pintu kamar nya.


Di luar kamar Alisha, ada dua orang yang sedang menunggu Alisha.


Yang satu memakai baju pelayan dan yang satu nya memakai baju bebas.


Salah satu pelayan tersebut membawa dress warna putih.


Alisha bertanya tanya dalam hati.


Apa yang mau di lakukan ke dua orang itu.


"Mari duduk nona Alisha, saya make up artis yang jauh jauh datang ke sini hanya untuk anda"


Alisha lalu duduk di kursi yang ada di dalam kamar nya, di depan nya ada sebuah meja rias.


"Wajah nona Alisha benar benar cantik banget, Saya jadi nggak perlu susah payah me make up anda nih"


Ucap sang make up artis formal.


"Kalian nggak usah terlalu formal, saya lebih suka kalau kalian bersikap biasa biasa aja, ngomong ngomong kalian mau apa ke sini?"


Alisha bingung melihat ke dua orang tersebut.


Mereka seperti mau mendandani Alisha, padahal Alisha nggak mau ke mana mana.


"Nona Alisha......"


"Mbak aja deh....."


Alisha memotong perkataan sang make up artis.


"Ok mbak Alisha....


Mbak Alisha nggak tahu? Habis ini tuan Sean mau ngajak kamu dinner romantis?"


Ucap sang make up artis.


"Aku nggak tahu"


Alisha merasa mendapat kejutan mendadak.


"Kalau gitu, sekarang kita mulai make up ya mbak..."


Sang make up artis mulai menyapukan make up ke wajah Alisha.


Dan Alisha pun pasrah.


Selesai make up, Alisha kemudian mengganti baju nya.


Alisha memakai gaun panjang warna putih.


Bahu gaun Alisha terbuka, menampilkan bahu Alisha yang ramping nan indah.


Sedang kan gaun Alisha, walau pun tidak terlalu ketat, namun jelas memperlihatkan lekukan lekukan indah tubuh Alisha.


Rambut Alisha di gulung ke belakang, dan ada dua helai rambut di kedua sisi telinga Alisha.


Menambah kecantikan wajah Alisha.


"Mari mbak Alisha, tuan Sean sudah menunggu anda"


Ucap pelayan yang membawakan gaun


Alisha.


Alisha lalu mengikuti pelayan tersebut.


Di sepanjang perjalanan menuju tempat dinner, hati Alisha berdebar debar, karena baru kali ini ada orang yang mengajak nya dinner romantis.


Sean langsung berdiri ketika Alisha datang.


Sean memakai celana dan jas berwarna putih.


Warna yang serasi dengan baju Alisha.


Wajah Sean terpaku melihat kecantikan Alisha yang memukau.


Sean tidak bisa menutupi rasa kagum nya terhadap sosok gadis yang begitu ia sayangi.


Sean kemudian menarik kursi untuk Alisha.


"Terima kasih"


Ucap Alisha malu, karena baru pertama kali ini Alisha, mendapat perlakuan istimewa dari seorang laki laki yang ia cintai tapi sekaligus ia benci.


Makanan pembuka pun datang.

__ADS_1


Alisha lalu makan tanpa ada suara.


Sedangkan Mata Sean tak henti menatap Alisha dengan penuh rasa cinta.


Akhirnya mereka menyelesaikan dinner romantis mereka.


Sean tetap duduk di kursi nya.


Tangan kanan Sean menumpu dagu nya, sedangkan mata nya menikmati pemandangan indah di depan nya.


Alisha risih dengan tatapan Sean.


Alisha yang menganggap dinner nya sudah selesai lalu, berdiri.


Sean cepat cepat ikut berdiri dan menangkapa jemari Alisha.


"Mau ke mana Sha? Kita belum bicara sama sekali"


Sean lalu mendudukkan kembali Alisha di kursi nya.


Sean menarik kursi nya mendekat ke kursi Alisha, Sean tidak tahan dengan jarak mereka yang sejak tadi berjauhan dengan Alisha.


"Bagaimana sha, kamu mau kan nikah sama aku?"


Alisha diam, melihat ke dalam hati nya yang palaing dalam.


Selama ini Alisha masih belum bisa menentukan jawaban apa yang akan dia berikan untuk Sean.


Kadang ia merasa yakin untuk menikah dengan Sean.


Tapi, kemudian ia merasa tidak ingin menikah dengan Sean.


"Jangan bilang kamu belum bisa jawab Alisha"


Sean mendekat kan wajah nya ke arah Alisha.


Alisha malu bila Sean terus mendekat ke arah nya.


Alisha lalu berdiri di balkon, ia melihat pemandangan laut di malam hari.


Angin berhembus dari laut, masuk ke villa Sean.


Menerpa Rambut halus Alisha.


Cahaya bulan menerangi wajah Alisha, membuat wajah lembut Alisha semakin terlihat cantik.


baju Alisha yang agak terbuka membuat Alisha mulai di terpa hawa dingin.


"Kamu sangat cantik Alisha"


Sean sedang berdiri di samping Alisha, mata nya melihat Alisha dengan tatapan penuh rasa cinta, bibirnya tersenyum tipis.


"Apaan sih, gombal tahu!"


Alisha melengoskan wajahnya.


Melihat Alisha membuang muka, membuat Sean tidak tahan


Sean tidak rela, Alisha menyembunyikan wajah nya.


Sean kemudian memegang kedua bahu Alisha agar mengahadap ke arah Sean.


Tangan Sean gemas melihat rambut kecil yang menjuntai di pipi halus Alisha.


Sean kemudian dengan lembut menyingkirkan rambut kecil Alisha ke belakang telinga nya.


Senyuman tipis Sean mengembang di bibir nya.


"Kamu belum memberikan jawaban mu Alisha, Aku sedang menunggu jawaban mu"


Sean berkata serius.


Tangan nya masih berada di pundak Alisha.


Alisha menunduk, dan mendengar bibir nya berkata.


"Aku mau"


Mendengar jawaban Alisha, hati Sean sangat bahagia.


Sean kemudian merengkuh tubuh Alisha menyandar di dada nya yang bidang.


Sean merasakan kulit pundak dan punggung Alisha terasa dingin, di telapak tangan Sean.


"Kau kedinginan Sha?"


Alisha diam, malu jika harus mengatakan, diri nya sedang kedinginan.


Sean kemudian menarik rapat tubuh Alisha menempel di tubuh nya.


Mengalirkan hawa panas tubuh nya, agar Alisha tidak lagi kedinginan.

__ADS_1


Tubuh Sean menegang merasakan kelembutan tubuh Alisha di dalam pelukan nya.


Tiba tiba Sean merasa baju nya di tarik tarik ke bawah.


"Papa..... Bella juga mau di peluk"


Suara imut dan serak karena bangun tidur membuat Alisha dan Sean terkejut.


Sean kemudian mengangkat tubuh Bella, meletakkan nya di antara tubuh nya dan Alisha.


Bella yang senang berada di antara ke dua orang tua nya, ia lalu memeluk ke dua leher orang tuanya.


Sean dan Alisha pun memeluk tubuh mungil Bella.


Mereka berpelukan bersama, sambil tertawa bahagia.


Karena di luar dingin, Sean menggendong Bella masuk ke dalam Villa.


Di dalam gendongan Sean Bella menguap berkali kali.


"Bella kebelet pipis"


Ucap Bella dengan mata setengah terpejam.


Alisha lalu dengan sigap mengambil Bella dari tangan Sean, dan menggendong Bella menuju kamar mandi.


Selesai pipis Bella lalu di tidurkan kembali oleh Alisha.


"Aku pengen tidur sama papa"


Ucap Bella.


Sean yang sedari tadi menunggui Bella, tanpa permisi langsung ikut tidur di kamar Bella sekaligus kamar Alisha.


Alisha tidur di sebelah kiri Bella, sedangkan Sean, di sebelah kanan Bella.


Alisha langsung bangun ketika Sean naik ke atas ranjang.


"Kita belum menikah pak, jadi nggak boleh tidur se kamar, apalagi satu kasur, bapak aja yang tidur dengan Bella, saya akan cari kamar lain"


Ketika Alisha keluar, Bella malah bangun dan menangis.


"Aku mau tidur sama bunda! Hu......"


Bella menangis.


Alisha pun kembali, dan ketika Sean akan pergi, Bella pun juga menangis.


Alisha mengerti seperti nya Bella tidak ingin berpisah dari ke dua orang tua nya, sehingga dia bingung jika harus memilih.


Sean pun mengajak Bella dan Alisha ke ruang keluarga.


Di ruangan itu terdapat sofa yang lumayan sangat lebar.


Cukup lah untuk tiga orang tidur di atas nya, walau pun agak berdesak desakan.


Alisha memeluk pinggang Bella.


Sedangkan Sean yang tidur di balik punggung Bella,memilih memeluk pinggang Alisha.


Sehingga Alisha pun melotot memandang Sean.


Sean yang di pelototi Alisha, hanya tersenyum sekejap, lalu memejamkan mata nya.


Sudah lima menit Alisha menidurkan Bella.


Sean sudah tidur di balik punggung Bella.


Sedang kan Alisha masih belum bisa tidur.


Alisha dan Sean sama sama masih mengenakan pakaian dinner mereka.


Perlahan lahan Alisha bangun.


Alisha kemudian menaruh bantal di samping Bella, agar Bella tidak terjatuh ke bawah. Karena sofa yang mereka tiduri sempit jika untuk tidur bersama sama.


Alisha kembali ke kamar nya hendak mengganti baju nya dan mandi dengan air hangat.


Alisha kemudian, mandi selama sepuluh menit.


Ketika Alisha selesai mandi, di dalam kamar mandi ternyata hanya ada sebuah handuk kecil, lebar handuk tersebut hanya setengah meter, tapi lumayan panjang sehingga masih bisa untuk membungkus tubuh indah Alisha.


Handuk itu sangat kecil, hingga hanya mampu menutupi sebagian payu**** nya dan menutupi Bok*** Alisha.


Alisha yakin dia sudah menutup pintu kamar nya, sehingga tanpa pikir panjang Alisha keluar dari kamar mandi.


"Aaaaa..........."


Alisha menjerit keras keras karena, Sean ada di kamar nya.


Dia sedang meletakkn Bella yang tertidur, di atas ranjang.

__ADS_1


Bersambung.......


Vote dan jempol kalian author tunggu yah......


__ADS_2