
Bi Ida duduk gelisah di atas sofa ruang keluarga tante Hayu.
Dia merasa seolah ada di kantor polisi yang siap untuk di interogasi.
Om Hendra dan tante Hayu duduk di sofa sebelah kanan.
Sedang bi Ida duduk di sofa sebelah kiri.
Om Hendra dan tante Hayu memperhatikan setiap gerakan bi Ida yang terlihat gelisah.
Bi Ida kelihatan sekali kalau dia sedang gugup.
"Tenang bi Ida, tidak usah gugup"
Ucap om Hendra.
Bi Ida hanya diam, lalu menganggukkan kepalanya.
"Apa hubungan mu dengan Alisha bi Ida?"
Ucap tante Hayu tidak sabar.
"Saya tidak punya hubungan apa apa dengan non Alisha nyonya"
Jawab bi Ida pelan.
"Tapi kenapa kamu kemarin sembunyi sembunyi bertemu dengan Alisha?"
Tanya tante Hayu curiga.
"Saya kemarin tidak menemui non Alisha nyonya"
Bi Ida berkata sambil menunduk.
Hati nya berdebar, bagaimana kalau majikannya kemarin memergokinya menemui Alisha.
"Jangan bohong bi, di sini banyak cctv"
Tante Hayu memperingatkan bi Ida.
Bi Ida pun terdiam tidak bisa mengelak.
"Kami membicarakan sesuatu yang tidak penting, nyonya"
Bi Ida berbohong lagi.
Tante Hayu tidak percaya begitu saja, dengan ucapan bi Ida.
Bi Ida bahkan sudah berbohong dua kali.
Tante Hayu merasakan ada yang tidak beres antara bi Ida dan Alisha.
Sehingga membuat tante Hayu merasa sangat terganggu dengan kebohongan bi Ida.
"atau mungkin bibi dan Alisha sebenarnya sedang merencanakan tindakan kriminal di rumah saya?"
Tante Hayu menebak nebak, dan hatinya berharap semoga semua ke curiga an nya itu salah.
Dan bi Ida diam saja tidak bisa menjawab pertanyaan majikan nya.
"Baik lah, karena bibi diam, itu artinya benar.
Apa rencanamu dan Alisha di rumah ini?
Kau mau mencuri? atau merampok?"
Tanya tante Hayu serius.
Tante Hayu melihat bi ida mengusap air mata yang jatuh ke pipinya.
"Kenapa menangis bi Ida? Kamu takut karena rencanamu dan Alisha sudah terbongkar?"
Tante Hayu tidak percaya dengan ucapannya sendiri.
Sedang kan bi Ida menggelengkan kepalanya.
"Bukan seperti itu nyonya, saya dan non Alisha tidak punya rencana jahat"
Bi Ida mengusap air matanya.
"Sebenar nya..... Non Alisha.... Menyembunyikan anak tuan Sean"
Bi Ida akhirnya membongkar rahasia besar Alisha.
"Tapi Sean tidak punya anak bi"
Tante Hayu tidak mengerti arah pembicaraan bi Ida.
"Sebenar nya non Alisha dan tuan Sean sudah saling kenal sejak tuan Sean masih di Surabaya"
Bi ida lalu menceritakan semua yang ia ketahui antara Alisha dan Sean.
Bi Ida juga menceritakan yang Sean lakukan pada Alisha.
Hingga membuat Alisha mengandung anak Sean.
__ADS_1
Sedang tante Hayu dan om Hendra seolah tidak percaya apa yang mereka dengar.
"Jadi anak Alisha adalah anaknya Sean? apa kau yakin bi Ida?"
Tanya om Hendra.
Dan bi Ida mengangguk.
Setelah selesai menceritakan semua, bi Ida lalu keluar dari ruang keluarga tante Hayu.
"Aku gak tahu pa, harus nangis atau bahagia"
Tante Hayu menangis tapi dia tersenyum.
"Kenapa Sean kita bisa berbuat keji seperti itu pa, kasihan sekali Alisha harus mengandung anak Sean dengan keadaan yang kesulitan"
Om Hendra menarik kepala tante Hayu ke dadanya.
Tante Hayu kemudian menangisi keadaan Alisha yang malang.
Jika tante Hayu yang berada di posisi Alisha, Sudah pasti dia akan menyerah dan menggugurkan bayi nya.
Tapi Alisha sungguh luar biasa.
Dia bisa bertahan dengan kehamilan nya di tengah keadaan yang tidak mendukung.
Hanya untuk mempertahankan anak Sean. Cucu nya.
Penerus keluarga nya.
******************
Alisha sedang makan siang di kantin seperti biasanya.
Hari ini Radit tidak masuk kerja karena sedang sakit.
Alisha dan Nana duduk berdua di sebuah meja yang ada di kantin.
Dalam hati, sebenarnya Alisha kecewa, Sean sudah tidak pernah ikut makan bersama dirinya.
"Hai kakak, boleh aku duduk di sini"
Seorang cowok ganteng minta izin duduk di sebelah Alisha.
Tanpa menunggu jawaban Alisha, cowok yang usianya sekitar dua puluh tersebut duduk di samping Alisha.
"Halo kakak kakak cantik, saya Zaidan dari divisi pemasaran"
Zaidan lalu mengulurkan tangan pada Nana dan Alisha, mengajak untuk bersalaman.
"Burung kutilang burung kenari
Bersiul siul di tengah taman
Jangan lagi mikirin pak Aldi
Lebih baik sama si tampan zaidan"
Zaidan tersenyum dan mengerlingkan mata kirinya pada Alisha.
Sedang Alisha langsung melengos.
Ini adalah godaan yang di terima Alisha untuk yang ke dua kali dalam hari ini.
Setiap hari, ada saja karyawan kantor yang menggoda Alisha.
Setidak nya, Alisha di goda dua orang dalam sehari.
Dan alisha tidak tertarik pada godaan karyawan kantor termasuk godaan dari za
Zaidan.
Sejak orang orang tahu Alisha dan Sean berjauhan.
Banyak karyawan cowok yang menggoda Alisha.
Dan itu membuat Alisha merasa tidak nyaman.
Alisha takut dirinya di pecat gara gara terlalu banyak orang yang menggoda nya.
Di ruangannya Alisha menggeledah tasnya.
Alisha mencari masker yang kemarin lusa ia beli.
Tapi sayang masker itu tidak ada di tas Alisha.
Alisha lupa kalau maskernya sudah ia buang.
"Na, punya masker nggak?"
Tanya Alisha pada sahabatnya.
"Aku punya satu, tapi udah aku pakai, kamu mau? kenapa, apa kamu sakit?"
Tanya Nana yang terlihat khawatir.
__ADS_1
Alisha langsung mengambil masker Nana. Tidak peduli kalau masker itu bekas Nana.
Alisha kemudian langsung memakainya.
Alisha dan Nana lalu berjalan keluar ruangan mereka.
Mereka akan pulang.
"Aku nggak sakit Na, aku cuma mau nutupin wajah ku aja.
Aku nggak suka laki laki di sini menggoda ku terus,
Bisa bisa aku di pecat lagi gara gara aku di kira menggoda para karyawan"
Alisha dan Nana memasuki lift karyawan.
Alisha senang karyawan lelaki di dalam lift Tidak ada yang melihat dirinya, bahkan satu orang pun tidak ada yang melirik dirinya.
setelah sampai di lantai bawah Alisha keluar dari lift.
"Hebat na masker mu berhasil membuat orang orang tidak melihat ku"
Alisha tertawa di balik masker yang menutupi wajah nya hingga hidung.
"Kamu aneh Sha, di sukai banyak cowok kok malah gak suka sih.
Aku aja di sukain satu cowok aja seneng banget.
Apalagi kalau banyak, akan ku jadi kan seluruh cowok yang menyukaiku sebagai simpanan ku"
Nana berkhayal.
"Wajah cantik kalau membuat ku selalu di pecat dari perusahaan itu nama nya musibah"
Alisha mengeluh, takut kejadian di perusahaan Bandung terulang lagi.
Alisha takut dirinya di pecat gara gara terlalu cantik.
"Maka nya jangan ngarepin pak Aldi mulu. Cepetan cari pacar Sha biar gak di godain karyawan yang ada di sini. menurut ku, Radit juga boleh, dia gak kalah ganteng dari pak Aldi
"
ini foto radit guys.......
Mendadak Alisha berhenti karena alisha tidak suka Nana menyebut nyebut nama Aldi dan Radit.
"nggak usah nyebut nyebut nama pak Aldi dan...."
Brugh.......
Alisha terhuyung ke depan akan terjatuh karena tubrukan seseorang dari arah belakang Alisha.
Tapi sebelum Alisha jatuh.
Sebuah tangan gagah, kokoh dan kuat menangkap perut Alisha dari belakang agar tidak terjatuh ke depan.
Kini tubuh Alisha bagian belakang menempel ketat dengan orang yang ada di belakangnya.
Tangan itu menarik rapat tubuh Alisha kebelakang.
Hingga kepala Alisha pun menempel di dada pria di belakang nya.
Alisha bisa merasakan pria di belakangnya mempunyai dada yang bidang dan kuat.
Tangan nya yang kekar dan kokoh memegang perut Alisha rapat.
Tubuh di belakangnya terasa kaku dan keras.
Sedang Nana yang berada dekat dengan Alisha, hanya bisa mentap pria di belakang Alisha dengan tatapan terkejut,.
Sampai sampai Nana membuka mulutnya. Nana lalu cepat cepat menutupi mulutnya yang terbuka dengan ke dua telapak tangannya, namun mulut Nana masih saja terbuka.
Alisha mencium bau parfum yang familiar milik lelaki di belakang nya.
Saking dekatnya tubuh Alisha dengan lelaki di belakangnya, alisha bahkan bisa mendengar detak jantung yang bergemuruh milik pria di belakangnya.
Alisha lalu mendongak ingin tahu siapa lelaki di belakangnya.
Ketika alisha mendongak, lelaki di belakang alisha berkata.
"Kenapa kau menyebut nyebut nama ku Alisha?"
Sean menatap Alisha tajam.
Alisha yang terkejut langsung menjauh dari Sean.
Alisha tidak tahu, ternyata dari tadi Sean dan Tomi berjalan di belakang nya.
Dan Sean mendengar semua pembicaraan Alisha.
Bersambung........
Jangan lupa jempol dan vote nya kaka kaka yang baik.........
__ADS_1