The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Di Kantor CEO


__ADS_3

Alisha mengerjakan disain produk obat Asma model tebaru, milik perusahaan Osean.


"Akhirnya selesai.


Semoga pak Rudi setuju disain ku.


Tinggal kasih sentuhan akhir nih,


di sini......


di sini.........


dan ini.........


Selesai"


Alisha tersenyum puas.


Lalu berdiri membengkokkan pinggang rampingnya ke kanan lalu ke kiri.


"Apa benar kamu alisha?"


Alisha kaget tiba tiba ada seseorang di belakangnya.


Perempuan asing itu rupanya juga pegawai di perusahaan Osean.


Itu karena, perempuan itu juga memakai id card perusahaan.


Perempuan itu memperhatikan id card milik Alisha.


"Ya, saya Alisha"


Alisha memperhatikan siapa sebenarnya wanita ini, mengapa dia mencari dirinya.


"Perkenalkan saya Sita.


Saya sekretaris pak Aldi CEO perusahaan Osean"


Sita mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Alisha.


Dia ter senyum ramah pada Alisha.


Alisha membalas uluran tangan Sita, mereka berjabat tangan.


"Ada perlu apa mencari saya?"


Tanya Alisha pada Sita.


"Bisakah anda ikut saya? CEOmencari anda"


Alisha meng anggukkan kepalanya.


"Saya mau ke toilet dulu ya mbak Sita, nanti saya akan menyusul ke ruangan CEO"


Ucap Alisha.


"Baik, saya tunggu di lantai 25, pak Aldi menunggu anda"


Sita lalu pergi meninggalkan ruangan Alisha.


"Fuhhh....."


Alisha menghembuskan nafasnya panjang.


'Siapa yang mau menemuinya,aku gak sudi melihatnya'


Alisha menggumam dalam hati. dan duduk kembali di mejanya.


Alisha mengambil disainnya dan membawanya ke Manager.


"Semoga nggak di tolak "


Ujar Alisha dalam hati.


Dan untunglah pak Rudi tidak komplain dengan disain milik Alisha.


Jam makan siang pun tiba.


"Hai Alisha, makan siang bareng yuk"


Radit tiba tiba muncul diantara Nana dan Alisha.


"Boleh, ayo Na"


Nana berdiri, dan berjalan di samping kiri Alisha, sedang Radit di kanan Alisha.


"Tumben ngajak Alisha makan bareng, biasanya kamu kan bareng sama Vano?"


"Vano masih ngerjain kerjaannya,katanya nanggung, ntar kalo udah selesai dia nyusul"


Jawab Radit, pandangannya fokus menatap Alisha terus.

__ADS_1


"Jangan liat Alisha terus, bola mata lo ntar copot karna gak berkedip"


Ujar Nana pada Radit terang terangan.


"Nggak pa pa, ntar tinggal ambil dan pasang lagi"


Jawab Radit asal, dan nyengir ke arah Nana.


"Alisha...."


Belum sampai mereka masuk lift, pak Rudi sudah manggil Alisha untuk kembali ke ruangan kantor.


Alisha memandang Nana dan Radit.


"Kalian duluan aja, aku mau nemuin pak Rudi dulu"


Ujar Alisha pada Nana dan Radit.


" Aku tungguin aja Sha"


Jawab Nana.


"Nggak usah Na, kalian duluan aja, ntar aku nyusul"


Alisha merasa nggak enak pada Radit dan Nana, mungkin saja mereka sudah kelaparan.


Alisha ngeloyor pergi dari hadapan Nana dan Radit.


Radit dan Nana pun meninggalkan Alisha.


"Ada apa pak?"


Alisha menghadap Managernya.


Heran kenapa dia memanggil saat jam makan siang.


PAk Rudi mengajak Alisha ke sudut ruangan yang agak sepi.


" Sha, kamu di panggil ke ruangan pak Aldi, dia CEO perusahaan ini"


Ucap pak Rudi.


" Kamu harus ke sana Sha, kalau tidak aku yang akan di pecat dari perusahaan ini"


Apa apaan ini, kenapa Sean memanggilnya dengan menyalah gunakan jabatannya untuk mengancam orang lain?


"Baik pak, terima kasih infonya.


Aku akan pergi ke ruang pak..... Aldi"


Alisha merasa lidahnya geli memanggil nama Sean dengan pak Aldi.


Alisha pergi meningalkan pak Rudi dan pergi ke lantai 25 menuju ruangan Sean sang CEO.


"PAk Aldi ada?"


Tanya Alisha pada Sita, perempuan yang menemui dirinya pagi tadi.


"Saya Alisha, maaf saya tadi pagi tidak bisa datang menemui pak Aldi"


Alisha enggan menceritakan alasannya mengapa ia tadi tak mau datang menemui Sean.


Sita hanya mengangguk hormat.


"Mari, pak Aldi sudah menunggu anda"


Alisha berjalan di belakang Sita.


Tok tok....


"Masuk"


Jawab Sean dari dalam ruangan.


Sita memberi jalan untuk Alisha, agar Alisha masuk ke ruangan Sean.


"Terima kasih "


Ujar Alisha pada Sita.


Sita membalas dengan anggukan dan senyuman kecil.


Alisha memasuki ruangan milik Sean dengan hati berdebar.


Sudah lama dia tidak bertemu dan berbicara langsung dengan Sean.


Ketika Alisha masuk.


Sean sudah menunggu Alisha di sofa yang ada di ruangan sang CEO.


Sean langsung berdiri ketika melihat Alisha. Senyuman mempesona terukir di wajah Sean yang tampan.

__ADS_1


Sean adalah putra tunggal dari pengusaha terkenal bernama Aldian Mahendra.


Ibunya bernama Prita Hayu Olivia.


Sang ibu keturunan Tionghoa.


Wajar bila wajah Sean ganteng, khas kokoh kokoh Cina.


Tinggi Sean185cm.


Dengan otot otot yang menonjol di sekitar lengan dan dadanya, membuat Sean semakin terlihat mempesona.


Alisha menelan salivanya sendiri, menyadari betapa menggodanya Sean.


Namun Alisha segera tersadar dari lamunannya.


Alisha tidak akan terjatuh ke lubang yang sama lagi.


Dia tidak boleh tergoda dengan surga semu milik Sean.


Cukup sekali dia bodoh, dan tidak akan memelihara kebodohannya lagi.


Alisha sudah jauh melangkah untuk bertahan hidup dengan putrinya, tanpa bantuan dari ayah putrinya.


Alisha mungkin terlihat jahat karena memisahkan antara ayah dan putrinya, tanpa ada usaha mempertemukan ke duanya.


Dan Alisha tidak peduli itu.


Lalu bagaimana luka di tubuh dan hati Alisha yang telah di sebabakan oleh Sean?


Mampukah Sean mengobatinya?


Lalu bagaimana jika Sean menolak kehadiran putrinya?


Maka Sean akan menganggap, Alisha hanyalah wanita yang ingin menguasai uangnya dengan kedok putri mereka.


"Duduklah Alisha"


Sean menggandeng tangan Alisha menuju sofa.


Sean menyentuh pundak alisha lalu menekannya pelan ke bawah agar alisha duduk di sofa.


Alisha pun terduduk si sofa empuk nan mewah milik Sean.


Sedangkan wajah Alisha tampak tegang dan tak nyaman beradu pandang dengan wajah Sean.


Sean mengerti mengapa Alisha tampak tak nyaman dengan dirinya.


Untuk itulah Sean harus meluruskan masalah antara mereka berdua.


Kesalahan yang sudah Sean lakukan memang sangat fatal.


"Aku senang akhirnya kita bisa bertemu Alisha"


Sean menyunggingkan senyumnya lembut. Namun Alisha tak tertarik menanggapi.


Sean duduk diatas meja, di depan sofa Alisha.


Wajah Sean menghadap wajah Alisha.


Jarak wajah mereka hanya berjarak tiga jengkal.


Dan ini membuat Alisha tidak nyaman.


Sesekali wajah Alisha melihat dada Sean, untuk menghindari bertatapan langsung dengan Sean.


Tiga menit Sean mendiamkan Alisha.


Hanya untuk memandang wajah cantik milik Alisha.


Wajah yang di rindukan Sean selama lima tahun.


Wajah Sean yang begitu dekat dengan Alisha, membuat Alisha tidak bisa berpikir dengan benar.


Sean mudah sekali membolak balikkan hati Alisha, dari benci menjadi mencintai,dan merindu dalam sekejap.


Namun Alisha harus kuat dan bertahan dengan pendirian nya.


Alisha tidak ingin dia terlihat seperti dulu lagi. Gadis kecil umur 19 tahun, yang selalu memuja pria berumur 29 tahun bernama dokter Sean.


Apapun yang di lakukan Sean dahulu selalu sempurna di mata Alisha,


Alisha mencintai Sean secara membabi buta.


"Maaf kan aku Alisha"


Akhirnya Sean membuka suaranya.


Bersambung.......


Beri jempolnya untuk saya ya kaka baik.........

__ADS_1


__ADS_2