The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Jalan Jalan (Bonus Visual)


__ADS_3

Hari ini hari Minggu.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.


Alisha dan putri nya baru saja selesai sarapan, dan bersiap siap hendak pergi jalan jalan, di salah satu mall yang ada di Jakarta.


Bella sangat antusias ketika di beri tahu akan jalan jalan ke mall.


Maklum saja, ini adalah pertama kalinya bagi Bella pergi jalan jalan, sejak mereka pindah ke Jakarta.


Bella meloncat loncat di atas kasur yang ada di kamar.


Seolah olah dia sedang ada di atas trampolin.


Ketika Alisha menyuruh Bella untuk turun. Bella langsung berlari ke ruang tamu, dan loncat loncat di atas sofa, wajahnya sangat ceria.


"Turun Bella, rambut kamu di kuncir dulu"


Alisha menangkap tangan Bella.


Bella pun menurut, kemudian duduk di atas sofa.


Ketika rambut Bella di kuncir, Bella terus menggoyang goyangkan kepalanya.


Bella menoleh ke kiri, sambil bertanya di mana bundanya meletakkan sepatu yang mau Bella gunakan jalan jalan.


Sebelum Alisha menjawab.


Bella sudah menoleh ke arah kanan, sambil berkata, di mana bundanya meletakkan mainan piano nya yang baru saja mereka beli.


Lalu Bella mendongakkan wajahnya ke atas, menatap atap rumah mereka.


Bella berkata, kalau dia mendengar suara Cicak, dan apakah bundanya juga mendengarkan?


Alisha menghembuskan nafasnya panjang dan berat.


"Bella diam dulu sayang, jangan menoleh terus, bunda jadi susah nguncir rambut kamu" Bella lalu diam dan tidak menggerakkan kepalanya lagi.


"Diam dulu ya sayang, nanti kalau tante Nana liat bella belum siap, bisa bisa Bella di tinggal"


"Nggak mau! ya bun, bella diam"


Alisha lalu dengan secepat kilat, menguncir rambut Bella ke belakang.


Brum......


Suara deru sebuah mobil berhenti di depan rumah Alisha.


Bella berlari ke depan rumahnya.


Di susul Alisha yang mengikuti Bella dari belakang.


Dari dalam mobil, keluar seorang wanita cantik, dia Nana.


Nana dan Alisha saling mencium pipi kanan dan pipi kiri.


"Salim sama tante nana sayang"


Ucap Alisha pada Bella.


Bella lalu mencium punggung tangan kanan Nana.


"Cantiknya.... ?"


Nana tersenyum menatap Bella.


"Nama kamu siapa?"


Tanya Nana pada Bella.


"Bella"


jawab bella malu malu.


"Ayo masuk!"


Ucap Alisha, dan mereka masuk ke dalam rumah Alisha.


Nana duduk di sebuah sofa sederhana di ruang tamu milik alisha.


"Anak siapa dia Lish?"


Nana melihat Bella mendekati mobilnya.


Bella berusaha menggapai jendela mobil, dan melihat isi dalam mobil melalui jendela.


Alisha yang berdiri di depan cermin, untuk merias wajahnya menjadi sedikit tegang.


Namun Alisha harus berusaha tenang, untuk menjawab pertanyaan Nana.


Alisha sudah siap, bila Nana bertanya demikian.


"Dia..... Anakku"


Ucap Alisha agak kaku.


"Apa?"


Nana melongo tidak percaya dengan jawaban Alisha.


"Beneran Sha? Aku gak salah dengar kan?"


Alisha yang sudah selesai berdandan duduk di samping Nana.


"Ya na, bener, Bella adalah putri ku"


Ucap Alisha meyakinkan Nana.


"Lalu, kenapa kamu gak pernah cerita tentang Bella sha?"


Ucap Nana.


"Maaf Na, aku hanya merasa, untuk apa aku cerita tentang Bella.


Sedang kamu aja gak pernah melihat Bella.


Maaf ya Na"


"Ya gak pa pa"


Nana tersenyum, tapi hatinya di penuhi berbagai macam pertanyaan.

__ADS_1


"Gimana, udah siap berangkat?"


Tanya Nana"Sebentar"


Alisha masuk ke dalam rumah mencari tasnya.


Nana tidak percaya ternyata Alisha sudah punya anak.


Siapa yang bisa menyangkal nya coba, kalau tubuh Alisha saja masih ramping dan singset.


Payu****nya juga masih terlihat sekal dan padat.


Tidak kecil, namun juga tidak terlalu kebesaran.


Nana tidak pernah berpikir kalau Alisha sudah punya anak.


Berpikir bahwa Alisha sudah menikah aja gak pernah, apalagi punya anak.


Dan anak itu berumur sekitar 4 tahun.


Tunggu, kalau anak itu umur 4 tahun, dan sekarang umur Alisha....25 tahun.


Nana berusaha mengingat ingat umur Alisha.


Jadi Alisha melahirkan umur 20 tahun?


"Hah.... beneran nih?"


Gumam Nana dalam hati, tidak percaya.


Begitu banyak pertanyaan dalam benak Nana pada Alisha, hingga Nana bingung harus mulai dari mana, untuk menanyakan nya pada Alisha.


"Alisha aku mau nanya tentang dirimu, penasaran banget nih, tapi mulai dari mana yah... "


Nana bertanya sambil berpikir.


"Udah, gak usah kepo sama kehidupan ku yang nggak menarik.


Lebih menarik hidup mu.


Kamu cantik, single, punya mobil, punya apartemen, pasti banyak cowok ganteng antri"


Nana tidak puas dengan jawaban Alisha yang mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Pokoknya, nanti di mobil, kamu harus ceritain semua sama aku sha, kayaknya kamu nyembunyiin sesuatu"


nana menatap mata alisha penuh curiga.


"Gimana,sudah siap berangkat?"


Ucap Nana.


"Ok, ayo berangkat"


Jawab Alisha.


Nana menghampiri Bella yang bermain di depan rumah.


"Bella ikut jalan jalan gak, sama tante?"


Bella mengangguk bersemangat.


"Ye ye...... Jalan jalan"


Bella terus mengulangi lagu sederhana, lagu khas anak kecil.


Nana gemas melihat tingkah Bella lalu mencium pipinya.


"gemesin banget sih kamu"


Bella hanya nyengir senang.


Di dalam mobil, Bella terus bercerita tentang dirinya.


Lalu bertanya tentang berbagai hal sepele.


Dan Nana menjawab pertanyaan Bella dengan senang hati, hingga membuat Nana melupakan pertanyaannya kepada Alisha.


Mereka sampai di sebuah mall besar nan megah.


Banyak sekali orang orang yang berlalu lalang di dalam mall.


"Wow..... Besar banget ya bunda mallnya"


"Ya, kamu suka?"


Tanya Alisha pada Bella, dan Bella mengangguk.


Nana mengajak mereka masuk ke salah satu gerai yang menyediakan berbagai macam baju ber merek.


Di sana banyak baju baju berbagai merek terkenal di jual.


Berbagai model baju bagus dan cantik tertata dengan rapi.


Ada juga yang di pakaikan pada manekin yang berjajar rapi.


Manekin itu, ada yang berdiri ada juga yang duduk.


Bella melihat kagum pada para manekin. Manekin manekin itu terlihat cantik dan tampan menggunakan baju yang bagus.


Bella mengira manekin tersebut manusia sungguhan.


Kemudian tanpa ragu ragu, Bella menciumi tangan manekin satu persatu, dia sedang bersalaman dengan manekin manekin di toko tersebut.


Kejadian itu mencuri perhatian para pengunjung toko


Ada yang tertawa terbahak bahak, ada juga yang merekam melalui kamera ponselnya.


Kemudian karena gemas dengan tingkah Bella.


Para pengunjung toko ada yang mencium, menowel dan mencubit pipi Bella dengan gemas.


Mereka suka dan terhibur dengan tingkah Bella yang lucu dan menggemaskan.


Begitu juga dengan Nana, dia sangat gemas dengan tingkah Bella yang menghibur.


Alisha hanya tersenyum melihat tingkah Bella.


Bella memang pintar mencuri hati orang lain dengan tingkah polah nya yang aktif.


"Lish tolong pilihain aku dress untuk nikahan kakakku dong..."

__ADS_1


Ucao Nana.


"Ok"


Jawab alisha singkat.


Alisha lalu memilih 10 baju dengan berbagai macam model.


"Nih cobain Na, mana yang kamu suka?"


Alisha menyodorkan berbagai macam dress yang menurut Alisha cantik.


"Terima kasih"


Nana lalu masuk ke ruang ganti.


Satu persatu baju di coba oleh Nana, dan menyuruh Alisha untuk menilainya, mana baju yang paling cocok untuk Nana.


Akhirnya Nana memilih dua baju yang di rasa paling cocok dengan warna kulitnya, yaitu warna Abu abu dan Peach.


Nana menyuruh Alisha memilih salah satu baju yang di sukainya, namun Alisha menolak dengan halus.


Seandainya saja yang ditawarkan Nana baju yang lebih murah, maka Alisha akan dengan senang hati menerima pemberian Nana.


Namun karena baju disini semuanya mahal, Alisha jadi tidak enak untuk menerimanya.


Karena Alisha terus menerus menolak, akhirnya Nana mengajak Bella untuk memilih baju mana yang dia sukai.


Dan Bella tidak menolak, ketika Nana menyuruhnya berganti pakaian di ruang ganti, tentu saja tanpa sepengetahuan Alisha.


Nana tersenyum dan senang, ketika Bella menyukai bajunya.


Baju Bella berbentuk baju pesta dengan rok lebar selutut.


Baju itu, sungguh manis di pakai oleh Bella.


"Wah, Bella kayak princess deh.


Bella jadi princess apa?"


Tanya Nana.


"Jadi.... Cinderella"


Bella tertawa gembira .


Bella menangis histeris ketika bajunya akan di lepas untuk di bawa ke kasir, mengira bajunya mau di kembalikan lagi.


Penjelasan Alisha tidak berguna, karena Bella menangis kencang.


Akhirnya baju itu tetap Bella pakai, dan bajunya yang lama di simpan di dalam tas Alisha.


.


"Maaf Na, ngerepotin kamu"


"Nggak Sha, jangan berpikir begitu.


Kamu nggak ngerepotin aku sama sekali.


Aku malah berterima kasih, kamu mau nemenin aku pilih dress"


Ucap Nana.


"Tapi, baju itu kan mahal banget"


Alisha nggak enak pada Nana.


"Santai aja Sha ,gini gini walau aku sudah kerja, aku masih di kasih uang jajan sama orang tuaku, jadi gak masalah kalau aku beli satu baju buat Bella"


Selesai belanja pakaian.


Nana dan Alisha berbelanja perlengkapan kebutuhan sehari hari.


Alisha mendudukkan Bella di atas troli belanjaan.


Alisha kasihan melihat Bella dari tadi sudah mondar mandir di toko pakaian.


Selesai berbelanja kebutuhan sehari hari, mereka pergi di salah satu gerai makanan.


"Ye....... Makan"


Bella berlari lari menuju salah satu meja kosong.


"Bella mau makan apa?"


Tanya Nana.


"Krabbi Patti"


"Hah, makanan apaan tuh,tante gak ngerti"


Nana terlihat bungung.


"Burger"


Jawab alisha nyengir.


"Krabbi patti adalah, nama burger yang di gunakan dalam kartun kesukaan Bella"


Setelah makanan mereka sampai di meja.


Alisha, Bella, dan Nana langsung melahap makanan mereka.


Perut mereka sudah keroncongan, karena dari tadi mereka muter muter.


Ketika sadang asik makan, tiba tiba mata Alisha melihat sosok yang tak asing.


Sean.....


Gumam Alisha dalam hati, semoga Sean tidak menyadari kehadiran dirinya dan putri kecil Sean.


Putri yang tidak pernah di ketahui Sean.


Karena Alisha menyembunyikan putrinya.



bersambung........


jangan lupa, kasih jempolnya ya kaka baik........

__ADS_1


__ADS_2