The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Tidak..... Ini Terlalu Sexy


__ADS_3

Alisha tiba di apartemen Nana pukul setengah tujuh.


"Lama banget sih Sha"


Nana menggandeng tangan Alisha masuk ke dalam apartemen.


Nana tidak sabaran menunggu Alisha.


"Aku harus sholat dulu Sha"


Alisha menurut saja ketika Nana menyerahkan bag paper ke tangannya.


Nana juga membawa bag paper untuk dirinya sendiri, yang sudah ia siapkan sebelum Alisha datang.


"Ayo Sha cepetan pake sepatu mu lagi, kita ke salon langganan aku"


Alisha mengekori Nana yang berlari terburu buru keluar apartemen.


Alisha dan Nana kini tengah duduk di sebuah salon langganan Nana.


*******


"Ya ampun Alisha kamu cantik banget sih"


Ucap Dinda sang make up artis.


"Terima kasih"


Ujar Alisha malu malu.


"Semoga aku bisa membuat semua orang pangling sama kamu, cantik...."


Sang make up artis terus saja memuji kecantikan Alisha.


Tangan Dinda kini mulai me make up wajah Alisha.


Ketika di make up, mata Alisha menutup.


Dan saking lama nya Alisha menutup matanya Alisha sampai tertidur.


Dengan tangan yang lihai dan professional akhirnya Dinda menyelesaikan make up nya.


"Bangun putri tidur......"


Ucap Dinda sambil menggoyang goyangkan pundak Alisha dengan lembut.


Perlahan lahan Alisha membuka matanya.


Alisha terkejut melihat pantulan wajahnya di cermin salon.


Alisha menyentuh wajahnya kagum.


Wajah Alisha terlihat mulus dan glowing.


Bibir indah nya semakin cantik dan seksi.


Rambut Alisha di model agak bergelombang di bawah.


Rambut Alisha membingkai wajah Alisha yang semakin cantik memukau.


"Bagaimana cantik banget kan....."


Ucap Dinda.


"Ini cantik banget, saya nggak percaya kalau ini adalah wajah saya"


Ucap Alisha membelai bibirnya dengan jari telunjuk.


Alisha paling suka dengan bibir nya, karena bibir nya tampak lembab dan.... sangat seksi.


"Semoga kau bisa mendapatkan lelaki idaman mu di sana sayang"


Ucap Dinda lalu pergi meninggalkan alisha.


"Ayo ganti baju Sha"


Nana berdiri di belakang Alisha, dia sudah mengganti bajunya.


"Wah Nana baju mu cantik banget"


Alisha terkagum kagum melihat pakaian indah yang di kenakan Nana.


Nana memakai gaun berwarna merah muda.


Baju Nana tanpa lengan, dan bagian punggungnya mempunyai belahan punggung yang lumayan rendah, sehingga menampakkan punggung Nana yang ramping.


Alisha lalu pergi ke kamar ganti ia mengganti baju nya dengan pakaian yang telah di siapkan Nana.


"Nana.......!"


Alisha menjerit ketika selesai memakai gaun nya.


Nana cepat cepat menyusul Alisha di kamar ganti.


Mata nana senang melihat ke seksian tubuh Alisha.


Alisha memakai baju yang terbuka bagian atas nya.


Bahkan payuda** nya sebagian menyembul indah, memamerkan betapa menggiurkan nya tubuh Alisha.


Rok panjangnya mempunyai belahan yang sangat tinggi, sehingga menunjukkan kaki Alisha yang mulus, putih, ramping dan indah.


"Kamu kok siapin aku baju kayak gini? Aku gak mau pakai"


Alisha hendak membuka resleting bajunya.

__ADS_1


Namun tangan Alisha segera ditahan Nana.


Nana lalu menutupi tubuh bagian atas Alisha menggunakan jas.



"Ayo cepat berangkat Sha, kita udah terlambat, sekarang gak ada waktu buat ganti baju"


Nana menyeret paksa tangan Alisha menuju ke mobil nya.


Alisha pun tidak punya kesempatan membantah Nana.


Di dalam mobil, Nana menyodorkan sepatu hak tinggi warna hitam.


Dan Alisha memakainya.


Karena jarak antara salon dan gedung tempat resepsi tidak jauh, maka Alisha dan Nana cepat sampai digedung tempat resepsi pernikahan.


Ketika memasuki aula pernikahan, benar saja acara sudah di mulai mc.


"Sha sebentar ya, aku mau nyamperin kakak ku dulu"


Alisha lalu meninggalkan alisha seorang diri.


alisha memperhatikan nana menghampiri kakak laki laki nya yang bernama Jonathan.


Deg.....


Hati Alisha mendadak berdetak keras.


Alisha melihat sosok yang ia kenal dan ia rindukan.


Sean berdiri di samping mempelai.


Dia memakai setelan jas biru tua.


Warna yang sama dengan Alisha.


Alisha mendadak menutupi dadanya yang terbuka.


Alisha khawatir bila Sean melihatnya dalam keadaan memakai baju yang membuatnya hampir telanjang.


Brugh.......


Tatapan mata Alisha dan Sean akhirnya bertemu.


Alisha lalu membalikkan badan.


Alisha berpindah tempat agar Sean tak melihat dirinya lagi.


Alisha berpindah ke meja yang di penuhi oleh berbagai hidangan.


Senyum Alisha mengembang ketika melihat ada perempuan tanpa malu malu mengeluarkan beberapa kantong plastik dari dalam tasnya yang lumayan besar.


Wanita tersebut melihat ke arah Alisha yang terus memperhatikan diri nya.


"Ingat anak anak di rumah mbak, kasihan mereka, masak mamanya makan enak di sini sedangkan mereka cuma makan ikan pindang mulu"


Wanita itu menjelaskan maksud hatinya.


"Iya gak pa pa, makanan di sini memang di sediakan untuk tamu, jadi terserah anda bagaimana ingin menikmatinya"


Alisha tersenyum pada wanita tersebut.


Wanita tersebut kemudian memasukkan kantong kantongnya ke dalam tas besarnya.


'Wah niat banget tante ini, dia sudah mempersiapkan semuanya'


Batin Alisha.


Nyut......


Alisha terkejut, tiba tiba boko** Alisha di remas seseorang dari arah belakang.


Alisha menoleh ke belakangnya.


Alisha melihat ada seorang pemuda yang lumayan tampan di belakang Alisha.


Alisha kemudian langsung menampar pemuda tersebut.


"Aw....."


Pemuda tersebut meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang di tampar Alisha.


"Kamu kan yang pegang pegang?"


Tanya Alisha emosi.


"Ya emang aku yang pegang boko** mu.


Bok**** mu emang enak di remas"


Alisha kemudian hendak menampar pemuda tersebut kembali.


Namun pemuda tersebut langsung menangkap tangan Alisha, kemudian memegang erat tangan Alisha.


"kalo elu berani nampar gue lagi, ku perkosa tubuh mu biar ****** sekalian"


Pemuda tersebut berbisik di telinga Alisha.


kemudian menghempaskan tangan alisha kasar.


Alisha melihat ada senyum iblis di bibir pemuda tersebut.


Dari pada ia ****** di perkosa pemuda tersebut, alisha memilih pergi.

__ADS_1


Setidak nya ia sudah menampar pemuda kurang ajar tersebut.


Alisha kemudian berdiri menyandar di dinding aula.


Berjaga jaga bila ada yang mau melecehkan dirinya lagi.


Alisha memperhatikan di tengah aula terlihat orang orang sedang beberdansa.


Alisha kemudian duduk sendirian.


'Ah kenapa Nana dari tadi ninggalin aku sendirian di sini sih'


Alisha menggerutu di dalam hati.


Alisha melihat ponselnya, dan tidak ada satu panggilan pun dari Nana.


Alisha terkejut, malah ada nomer sean yang baru saja memanggil dirinya.


Alisha hendak memanggil balik tapi tidak jadi.


gengsi Alisha terlalu besar bila harus menelpon Sean duluan.


"Hai cantik..... mau dansa dengan ku?"


Ada seorang pria seumuran sean mengajak Alisha berdansa.


Alisha menggeleng kan kepala nya.


"maaf aku tidak bisa dansa"


Ucap Alisha berbohong.


"Kalau begitu aku menemanimu disini


boleh kan?"


Pria tersebut duduk disamping Alisha.


Alisha merasa tidak nyaman duduk di samping pria yang tidak ia kenal.


Kenapa sih dia duduk deket banget'


Pria tersebut duduk berjarak satu jengkal dengan Alisha.


"Mau dansa dengan ku?"


Sean tiba tiba muncul di hadapan Alisha.


"Dia tidak bisa dansa, jadi sebaiknya kau pergi saja"


Ucap pria di samping Alisha.


"Aku tidak bicara dengan mu"


Ucap Sean dingin.


"Ayo dansa dengan ku Alisha"


Sean lalu menarik tangan Alisha.


Kemudian menggandeng tangannya.


Memaksa Alisha mengikuti langkah langkahnya menuju lantai dansa.


Di lantai dansa, Alisha di tarik masuk ke dalam pelukan Sean yang hangat.


Tangan Alisha di genggam hangat Sean.


Tubuh mereka menempel rapat.


Dari kejauhan Nana tersenyum senang.


Rencana nya berhasil mempersatukan dua orang yang saling mencintai namun saling menjauhi.


Sebenar nya kakak nana adalah sahabat Sean.


Kak Jonathan juga ikut menghadiri acara reuni Sean di Surabaya


"Kenapa kau datang ke sini dengan pakaian seperti ini Alisha?"


Ucap Sean, wajahnya serius menatap Alisha.


"Nana yang menyiapkan baju ini"


Alisha membela dirinya.


"Apa kau tidak sadar hampir semua laki laki di sini memandang mu kelaparan?"


Alisha memang tidak menyadari pandangan pandangan penuh gairah dari para lelaki pada dirinya, karena dari tadi alisha hanya memikirkan Sean.


Nyut.....


Alisha merasakan tangan Sean menelusup kedalam rok panjangnya yang terbuka.


Kemudian di dalam roknya.


Tangan Sean meremas boko** Alisha dengan gemas.


Plakkk.......


Alisha menampar pipi Sean.


Bersambung......


Jangan lupa jempol dan vote kalian ku tunggu.....

__ADS_1


__ADS_2