
Tidur Alisha kali ini terasa sangat nyaman dan hangat.
Alisha belum pernah merasakan tidur yang senyaman ini, hingga membuat Alisha enggan untuk membuka mata nya.
Alisha sudah terbangun dari tidur nya selama lima menit, tapi karena perasaan nyaman ini, Alisha malas membuka mata nya.
Berkali kali ia mencoba tidur kembali, tapi Alisha gagal.
Akhir nya Alisha membuka mata nya.
"Aaaaaa........"
Alisha berteriak karena kaget.
Sean sedang tidur di samping Alisha.
Tangan Sean melingkar di punggung Alisha.
Sedang kepala dan bibir Sean berada di dada Alisha.
Sean seperti bayi yang sedang ******* ke ibu nya.
Alisha lalu ingat, kini Sean sudah menjadi suami nya.
Alisha merasa kan kenyamanan kulit mereka yang saling menempel.
"Jadi ini, rasa nya kulit..... Suami ku?"
Alisha berbicara lirih pada dirinya sendiri.
Alisha menulusuri wajah tampan Sean, dengan jari telunjuk nya.
Selama ini Alisha hanya bisa menahan hati nya agar terlihat biasa biasa saja.
Agar dia tidak terlihat kalau Sebenarnya dia masih sangat mencintainya.
Rahasia yang selama ini Alisha simpan, ternyata membuat mereka semakin jauh, dan membuat Alisha tidak bisa melihat cinta Sean.
Mulai hari ini Alisha akan membuktikan pada Sean, kalau Alisha juga mencintainya.
Cup......
Alisha mencium pipi Sean.
Dan sang pemilik pipi masih terlelap.
Pipi Alisha kembali memerah karena malu telah mencium pipi suami nya sembunyi sembunyi.
Alisha melihat cahaya matahari mulai muncul di langit.
Alisha tersadar kalau diri nya belum sholat subuh.
Alisha lalu cepat cepat turun dari ranjang nya.
"Aaaaaa........"
Alisha kembali menjerit karena terkejut.
Alisha terkejut karena, Alisha kini tidak memakai baju apa pun.
"Ini pasti ulah dia, aku kira cuma aku yang suka mencuri kesempatan ketika dia sedang tidur.
Ternyata dia juga suka mencuri kesempatan.
Tapi dia lebih mesum"
Alisha berkata lirih.
Alisha lalu bergegas menuju kamar mandi, untuk wudhu.
Biasa nya Alisha selalu mandi sebelum sholat subuh.
Tapi karena waktu yang hampir habis membuat Alisha menunda mandi nya.
Ia akan mandi setelah sholat subuh.
Selesai wudhu, Alisha lalu shalat.
Setelah selesai sholat.
Alisha membangunkan Sean.
"Mas sholat subuh dulu"
Alisha mengguncang tubuh Sean agar cepat bangun.
"Aku udah sholat sebelum tidur.
Hoah......"
Sean menjawab perkataan Alisha dengan mata yang masih ter tutup.
Setelah itu, dia mengup.
Sean menguap karena rasa kantuk masih mengusai diri ya.
Maklum saja, karena dia belum tidur semalaman.
Sean pun tidur lagi.
Alisha lalu maninggalkan Sean yang masih mengantuk, dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.
***********
Trililit....Trililit....
Ponsel Sean ber dering untuk yang ke sepuluh kali nya.
Sean yang sangat terganggu dengan dering ponsel nya, terpaksa membuka mata nya yang masih terasa ngantuk.
Sean melihat ponsel nya.
Ternyata panggilan itu dari Tomi.
"Halo....... Hoah....."
Sean memjawab telpon Tomi sambil menguap, menahan kantuk yang masih menyerang nya.
📞 Sean : Ada apa Tom? Ganggu orang tidur aja
📞 Tomi : Sorry bos, udah ganggu.
Tadi malam lembur ya? Hehehe......
__ADS_1
Setelah ini lanjutin tidur nya deh.
📞 Sean : Ada apa Tom?
Sean turun dari ranjang nya, dan berjalan ke arah kaca jendela Hotel yang berukuran sangat besar.
Sean melihat ke luar jendela agar mata nya segar kembali.
📞 Tomi : Gawat bos. Para pegawai pabrik, cabang kota Semarang. Kompak melakukan mogok kerja.
📞 Sean : Apa mau nya mereka?
📞 Tomi : Mereka menunutut gaji mereka di bayar penuh.
Menurut mereka gaji mereka di potong 1000 Rupiah tanpa alasan.
📞 Sean : Panggil mandor pabrik dan....
Kata kata Sean terputus karena melihat sosok wanita sedang mandi di dalam kamar mandi.
Pintu dan dinding bagian dalam Kamar mandi mereka terbuat dari kaca buram.
Sehingga hanya siluet bayangan tubuh yang terlihat dari luar.
Dan bayangan itu sangat seksi.
Sean kembali menegang.
Sean tahu milik siapa tubuh itu.
📞 Tomi : Halo..... Bos.... Ada apa Bos? Anda masih di sana?
Bos......?
📞 Sean : Ehm y..... Ya, aku masih di sini.
Panggil mandor pabrik dan pengelola keuangan nya, ke Hotel tempat aku menginap sekarang.
Kita Meeting jam satu siang.
Kau juga ikut.
Sean mengalihkan pandangan nya agar bisa berkonsentrasi dengan Tomi.
Alisha benar benar bisa mengalihkan dunia Sean.
📞 Tomi : Siap. Assalamualaikum.... Bos!
📞 Sean : wa alaikum salam.
Sean melemparkan ponsel nya asal, ke atas ranjang.
Sean lalu buru buru ke kamar mandi.
Brakkk......
Sean membuka pintu kamar mandi lebar lebar.
Sean tidak sadar jika ia terlalu keras mendorong pintu.
Sean melihat Alisha telanj***, sedang mandi di bawah guyuran shower kamar mandi.
Di bawah guyuran air, Tubuh Alisha terlihat sangat seksi dan menggiurkan.
Alisha menjerit karena terkejut, melihat Sean yang tiba tiba masuk, sialnya Alisha lupa mengancing pintu.
Alisha yang malu karena sedang di pandangi Sean.
Refleks langsung menutupi dada dan ******** nya menggunakan ke dua tangan nya.
Melihat Alisha yang menutupi kehormatan nya dengan tangan, membuat Sean tersenyum.
Sean lalu mendekat ke arah Alisha.
Tidak di sangka, Alisha malah menjauhi Sean.
Alisha bersembunyi di balik bath up.
"Stop.....stop....."
Alisha mengangkat tangan kanan nya.
Kepala dan tangan Alisha dapat terlihat oleh Sean.
Dan Sean pun berhenti atas permintaan Alisha.
"Ada apa? Aku sudah tidak sabar lagi menunggumu sayang! kau hampir membuat ku gila, karena kau tidur seperti batu dengan memakai baju seksi mu itu.
Kau tega sekali sayang.
Membuat ku hanya bisa melihat mu, sedangkan aku tidak bisa memakan mu"
Sean berdiri di tempatnya.
Alisha malu, karena Sean berkata terus terang tentang hasrat yang Sean rasakan.
Dan Alisha melihat sesuatu di dalam celana boxer Sean, sedang memberontak ingin keluar dari dalam celana.
Alisha semakin malu.
"Tunggu aku di kamar mas, aku belum berdandan nih, mas pilih aja, mana lingeri paling di sukai sama mas, ntar aku pakai dan....."
Alisha malu bila tubuh polos nya di lihat suami nya.
Kata kata Alisha terhenti karena melihat Sean kini sudah ada di hadapan nya.
"Pergi mas, jangan lihat aku.
Aku malu"
Alisha duduk jongkok sambil memeluk ke dua lutut nya.
Sean lalu meraih tubuh Alisha untuk berdiri.
Sean dan Alisha berdiri berhadap hadapan.
Alisha sampai mendongak karena jarak mereka sangat dekat.
"Aku baru tahu.
Ternyata aku tidak perlu lingeri itu, untuk membuat ku panas.
Melihat mu begini sudah cukup membuat ku menggila sayang.
__ADS_1
Lihat, ini bukti nya"
Sean memegang tangan Alisha, kemudian menaruhnya di selakangan Sean.
******** Sean sedang berdiri gagah, menantang dunia.
Sean tertawa pelan, mendengar jeritan Alisha yang syok karena baru pertama kali bagi Alisha memegang langsung milik Sean.
Perlahan, Sean mendekati bibir Alisha.
Dalam hitungan tiga detik Sean sudah menangkap bibir indah Alisha dengan bibirnya.
Sean dan Alisha kemudian saling berpagutan mesra.
Sambil berciuman, Sean perlahan menarik tubuh Alisha di bawah guyuran shower air.
Guyuran air menimbulkan sensasi yang lebih nikmat bagi ke dua nya.
Alisha lalu sudah melupakan malu nya.
Alisha mulai meraba raba dada Sean yang sejak awal ingin Alisha sentuh.
Alisha menyentuh dengan penuh rasa penasaran seluruh dada Sean.
Alisha mengelus bolak balik punggung Sean dari atas ke bawah.
Alisha tidak puas.
Alisha lalu mengusap usap dada Sean bagian depan.
Tidak ada satu bagian pun dada Sean yang terlewat dari jamahan tangan Alisha.
Alisha yang tidak juga puas dengan jamahan nya, mulai menciumi dada Sean, perut six pack Sean pun tidak lupa Alisha cium.
Sean tertawa pelan, melihat tingkah Alisha yang ternyata di luar dugaan Sean.
Di balik sikap malu malu nya, ternyata Alisha sangat berani dan buas.
Dan Sean menyukai nya.
Sean lalu memegang pundak Alisha.
Sean menekan pundak Alisha agar semakin ke bawah.
Sean kemudian membuka celana boxer nya.
Alisha sangat terkejut, karena milik Sean ada di hadapan wajah Alisha.
"Makan lah sha"
Sean berkata lirih.
"Nggak mau"
Alisha menggelengkan kepalanya, dan menutup mulut nya menggunakan tangan.
Alisha merasa aneh dan agak jijik.
Masak iya barang segede itu muat di mulut ku, begitulah pikir Alisha.
Sean tidak peduli dengan penolakan Alisha.
Sean membuka paksa tangan Alisha.
Kemudian secara perlahan, Sean memasukkan ke mulut Alisha.
Sean kemudian mulai memacu kepala alisha dengan tangan nya.
Sean akhirnya tidak betah berlama lama.
Sean hendak memasuki tubuh Alisha sambil berdiri di bawah guyuran air.
Tapi Sean gagal memasuki nya, itu terlalu sulit.
Dengan tidak sabaran.
Sean kemudian membopong tubuh Alisha ke kamar, lalu meletakkan nya di ranjang.
Di atas ranjang Sean langsung menerkam tubuh Alisha.
Alisha sampai mendesah desah karena pemanasan yang Sean lakukan.
Sean merasakan hasrat nya sudah memuncak.
Sean lalu memasuki Alisha.
Sean merasa diri nya sulit memasuki tubuh Alisha.
"Kok sulit sayang?"
Tanya Sean keheranan pada Alisha.
"Nggak tahu mas"
Jawab Alisha.
Setelah tiga kali melakukan pemaksaan, Sean baru bisa memasuki tubuh Alisha.
Alisha juga merasakan sakit karena ulah Sean.
(Sean dan Alisha sama sama bodoh dalam urusan bercinta ya. Kalau udah lama gak di masukin. Itu nya Alisha otomatis menyempit lagi Sean)
Awal nya Alisha ada di atas Sean.
Dan ketika Sean melihat Alisha sudah mencapai puncak nya.
Sean meninidih Alisha.
Sean mendorong Alisha dengan keras.
Tiga kali dorongan, Alisha sudah mencapai di langit.
Sean mendorong tubuh Alisha berkali kali, belasan kali, hingga puluhan kali.
Melihat Alisha kelelahan, membuat Sean tidak tega dan merasa kasihan pada Alisha.
Sean Akhirnya menyudahi permainan mereka.
Sean mengerang panjang.
Menikmati setiap cairan nya yang tumpah ke rahim Alisha.
Bersambung........
__ADS_1
Koin, vote, dan jempol kalian, author tunggu....