
Hoek hoek.........
Alisha muntah muntah di atas kapal pribadi milik Sean.
Wajah Alisha menjadi pucat.
Sean merasa kasihan dengan Alisha, ia lalu memijit mijit tengkuk Alisha.
Aneh, semakin di pijit malah semakin keluar terus, hingga membuat Alisha capek karena dorongan dorongan di perut, memaksa, semua isi perut Alisha keluar.
Setelah semua isi nya keluar.
Tubuh Alisha jadi terasa lebih ringan dan enakan.
Alisha terduduk lemas di sebuah kursi di atas kabin kapal yang ada di luar.
Sean kemudian mengambilkan minuman dan tisu.
"Terima kasih"
Ucap Alisha pada Sean.
Setelah minum air putih, Alisha lalu mengelap bibir nya menggunakan tisu.
"Bunda sakit? Bunda pulang aja ya?
Terus periksa ke dokter, biar cepet sembuh"
Ucap Bella polos.
"Bunda baik baik aja boneka ku, kan om dokter udah periksa bunda"
Sean menowel hidung mancung Bella.
"Tapi di sini nggak ada dokter! dokter itu baju nya warna putih, gitu aja nggak tahu om"
Bella berlagak seperti guru yang menceramahi murid nya.
"Lihat Bella, itu pulau milik om, udah kelihatan"
Sean menunjuk sebuah pulau kecil yang semakin dekat.
Alisha dan Bella pun kompak melihat pulau yang di tunjuk Sean.
Pulau itu terlihat kecil, di apit dua pulau di samping kanan dan kiri nya.
Dan semakin terlihat besar, ketika kapal semakin dekat dengan pulau itu.
Kapal Sean sudah merapat di dermaga pulau pribadi milik Sean.
Bella yang sudah turun dari kapal, langsung berlari lari di tepi pantai berpasir putih.
Alisha bersukur, Bella lebih kuat dari diri nya, Bella tidak mengalami mabuk laut seperti Alisha.
Bella lebih mirip dengan Sean karena sama sama tidak mabuk laut.
Sebuah mobil terbuka menghampiri rombongan Sean.
Sean pun mengajak Alisha dan Bella untuk naik ke mobil.
"Aku mau main di pantai"
Ucap Bella.
"Ya, nanti kita main di pantai lagi, tapi sekarang kita ke villa dulu, makan, ganti baju, terus ke pantai lagi.
Kasihan perut bunda udah kosong nih, minta di isi lagi"
Ucap Sean, sambil memegang perut Alisha yang rata.
Dan Alisha tidak bisa menolak sentuhan Sean di depan Bella.
Alisha takut, Bella menganggap diri nya dan Sean sedang bertengkar.
Akhirnya Bella mau di ajak ke villa pribadi milik keluarga Sean.
Villa itu besar dan mewah.
Berada di tepi pantai, dengan pemandangan pantai yang super romantis.
Villa Sean berada di tepi pantai, dan di lengkapi kolam renang pribadi.
Walau pun di sebuah pulau terpencil, tapi Sean mempunyai pelayan yang lumayan banyak.
Selesai makan, mereka lalu kembali ke pantai.
Bella memakai baju berwarna karamel mirip seperti warna celana Sean, panjang celana Sean selutut, di padu dengan kaos berwarna putih.
Sedangkan Alisha memakai dress panjang, dengan bahu yang terbuka, menampilkan sisi feminin Alisha yang sangat Anggun.
__ADS_1
Walaupun memakai baju sederhana, kecantikan Alisha sungguh tak bisa di bantah, dia benar benar luar biasa cantik.
Sean hingga tak bisa melepas kan pandangan nya dari wajah Alisha.
Alisha yang risih karena terus di pandangi Sean, menghampiri Bella yang sedang bermain pasir.
Sean pun ikut bermain pasir.
Sean kemudian mendekatkan bibir nya ke telinga Alisha, dan berbisik.
"Kita mulai sekarang sha"
Ucap Sean sambil berbisik.
Dan Alisha mengangguk.
"Bella....... Mau punya papa?"
Alisha mengatakan perlahan lahan sambil tetap bermain pasir.
"Mau, Bella pengen punya papa, kayak papa nya Riko.
Papa nya Riko kuat banget, kalau Riko pulang sekolah, papa nya selalu gendong Riko di sini"
Bella menyentuh pundak nya sendiri.
"Om Sean, juga kuat banget loh"
Ucap Alisha.
Bella lalu menatap Sean, Sean mengangguk.
Bella mulai mengerti maksud ucapan bunda nya, ia melihat berulang ulang, antara Bunda nya dan Sean.
Alis Bella sampai mengkerut lucu karena sedang berpikir, bundanya dan Sean yang duduk berdekatan bagaikan pasangan orang tua di mata Bella.
"Om Sean mau jadi papa Bella?"
Bella mulai mengerti dan faham.
"Ya. Om Sean sangat bangga dan bahagia kalau Bella mau jadi putri Om, Bella mau ya? Om Sean juga kuat loh"
Hati Sean berdebar keras menanti jawaban Bella, Sean berasa seperti sedang menembak seorang wanita.
"Ok"
Bella lalu meletakkan sekop kecil mainan nya di tangan Sean.
Alisha lalu memberikan air minum yang telah ia bawa dari villa Sean.
Bella lalu meminum air nya.
Sean yang tidak menyangka dengan reaksi Bella yang sangat sederhana membuat ia bingung dan tertegun.
"Sudah? Cuma gini aja reaksi Bella?"
Tanya Sean pada Alisha.
Sean terkejut melihat Alisha yang menangis tanpa suara.
Hati Sean merasa tersentuh, dan merasa bersalah.
Sean merasa ia seperti seorang ayah yang berusaha merebut anak dari ibu nya.
Tapi, sungguh.
Sean hanya ingin menjadi seorang ayah yang sesungguhnya bagi putri nya, dan Sean tidak pernah ber pikir untuk merebut Bella dari Alisha.
"Ayo sini Bella.
bunda juga, ayo sini.
Naik ke tangan papa"
Sean jongkok sambil mengangkat kedua siku nya, lengan nya berbentuk sudut siku siku.
Sean bergaya seperti binaragawan yang sedang berjongkok.
Bella segera menghampiri papa nya, kemudian melingkarkan tangan nya di lengan bagian atas papa nya.
Bella bergelantungan gembira di lengan Sean.
Sean kemudian berjalan ke arah Alisha, jalan nya ter seok seok karena lengan nya menjadi berat.
"Bunda, ayo ikut gelantungan di tangan papa"
Ucap Bella.
"Nggak ah, malu! bunda kan udah besar"
__ADS_1
Alisha menolak.
"Ayo ikut dong bunda, seru nih"
Bujuk Sean.
Tapi Alisha tetap menolak.
Bella kemudian menjatuhkan diri nya di atas tanah.
Bella kemudian merangkul pinggang Alisha.
"Ayo dong bunda, kalau bunda nggak ikut jadi nggak seru"
Alisha menatap mata Bella yang polos, hati Alisha pun jadi tidak tega menolak permintaan Bella.
Akhirnya Alisha mau ikut bergelantungan di lengan Sean.
Bella berada di lengan papa nya yang sebelah kiri.
Sedang Alisha bergelantungan di lengan kanan Sean.
Sebenarnya Alisha malu bergelantungan seperti ini di lengan Sean.
Tapi karena Sean dan Bella terus memaksa, maka Alisha dengan berat hati menyanggupi permintaan mereka.
Akhirnya Alisha bisa menikmati permainan mereka di bibir pantai yang sepi dan indah.
Hanya suara tawa dan canda mereka, yang memecah keheningan pantai yang sepi itu.
Hari semakin siang Sehingga pantai pun jadi semakin panas.
Sean, Alisha, dan Bella kembali ke villa.
Karena hari senin besok tanggal merah, maka mereka berencana pulang esok hari.
Sesampai nya di villa, mereka makan siang.
Selesai makan siang, Alisha memilih tidur siang.
Sedangkan Bella masih ingin bermain air.
Bella di temani Sean berenang di kolam renang yang ada di dalam villa.
Pukul empat sore, Bella selesai berenang.
Tubuh Bella mulai terasa capek, dan perut nya kembali lapar.
Sean ingin menggantikan baju Bella, tapi Bella menolak.
Bella akhir nya masuk rumah dengan keadaan baju basah kuyup, para pelayan sudah membujuk Bella untuk memandikan nya atau hanya sekedar mengeringkan tubuh Bella dengan handuk, tapi Bella tetap menolak, ia hanya mau dengan bunda nya.
Alisha terbangun karena tangisan Bella yang berada di sebelah nya.
Alisha yang melihat Bella tetap menggunakan baju renang basah, mengerti maksud Bella.
Alisha kemudian memandikan Bella, setelah itu menyuapi Bella makan sore.
Aneh nya Bella tetap saja rewel.
Alisha mengerti, mungkin putri nya mengantuk.
Bella langsung tertidur dengan nyenyak ketika Alisha menidurkan nya.
Rupa nya Bella rewel, karena kelelahan dan mengantuk.
Alisha memeluk Bella yang sudah tertidur. Alisha juga tersenyum bahagia untuk Bella, Kini putri kecil nya sudah mempunyai ayah seperti yang ia impikan selama ini.
Bella juga sudah mempunyai kakek dan nenek yang menyayangi nya sepenuh hati.
Tapi sayang sekali Bella belum punya sebuah keluarga yang lengkap.
'Apa aku sebaiknya menerima lamaran pak Sean dan menikah dengan nya? Agar Bella semakin bahagia?'
Hati Alisha tiba tiba bimbang.
Apakah ia bisa bahagia jika menikah dengan Sean?
Sedangkan alasan ia menikah dengan Sean hanyalah, agar Bella lebih bahagia.
'Alasan pak Sean menikahiku pasti juga karena Bella, dia tetap saja mengasihani ku dan Bella.
Apakah wajah kami seperti anak kucing yang di tinggal induknya?
Sampai sampai Sean mengasihani ibu dan anak nya sekaligus, yang berwajah melas?'
Tanpa sepengetahuan Alisha, para pelayan di villa Sean menyiapkan makan malam romantis untuk Sean dan Alisha.
__ADS_1
Bersambung.......
Vote dan jempol kalian sangat di tunggu author......