The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
I LOVE YOU


__ADS_3

Alisha hari ini masuk kerja seperti biasa nya.


Tapi ada sesuatu yang berbeda di tempat kerja nya.


Sejak Alisha pulang dari liburan di pulau pribadi milik Sean, yang berada di Kepulauan Seribu.


Gosip pernikahan Alisha dan Sean semakin kuat berhembus di perusahaan.


Foto Alisha dan Sean yang sedang mencoba baju pernikahan di sebuah butik ternama.


Menyebar luas di grup grup perusahaan.


Orang orang pun kini semakin banyak yang menaruh hormat pada Alisha.


Begitu pun dengan Radit.


Ketika Alisha di tanyai oleh rekan rekan kerja nya yang satu ruangan dengan Alisha.


Alisha selalu menjawab dengan kebohongan, bahwa berita tentang pernikahan nya dengan Sean, tidak benar.


Alisha tidak peduli, teman teman nya percaya dengan jawaban nya atau tidak.


Alisha dan Sean pun sudah menyewa jasa Wedding Organizer terbaik dan terpercaya di kota Jakarta.


Sebenar nya Alisha tidak mau di ajak ke WO tersebut, tapi karena Sean terus memaksa Alisha pun menuruti nya.


Ketika berada di kantin perusahaan.


Para karyawan perempuan juga sungkan melihat Alisha.


Ketika mereka sedang antri mengambil makan siang.


Para karyawan wanita selalu mendahulukan Alisha, walau pun Alisha datang terlambat.


"Meskipun kamu belum jadi istri nya bos, tapi sudah berasa jadi istri nya bos sha"


Nana berbicara di sela sela makan siang mereka.


"Aku nggak suka orang orang memperlakukan aku kayak istri nya bos, aku kan belum menikahi nya.


Gimana coba, kalau aku nggak jadi nikah sama pak Aldi?"


Alisha menggerutu.


"Hussss..... Calon pengantin nggak boleh ngomong kayak gitu, pamali tahu!"


Nana menempelkan jari telunjuk nya pada bibir nya sendiri.


Sedang kan Alisha hanya manyun.


Alisha memang tidak ingin menikahi Sean.


Tapi rasa nya tidak ada kesempatan bagi Alisha untuk mundur.


Di dalam.toilet pun, para pegawai wanita yang biasa nya jika bertemu Alisha, mereka langsung ngeloyor pergi.


Kini mereka menjadi berhenti sejenak ketika Alisha Sedang lewat.


Alisha benar benar tidak senang dengan perlakuan ini, tapi Alisha tidak bisa melakukan apa pun, agar para karyawan bersikap seperti biasa nya lagi.


Alisha sudah berada di ruangan nya ketika Sean mengirimi chat pribadi ke Alisha.


"Pulang kerja, aku tunggu di bawah.


Awas, kalau berani pulang duluan!


Aku pasti akan menghukum mu"


Alisha melihat lekat lekat isi pesan Sean.


Seakan akan, Alisha sedang melihat Sean langsung.


'Kita berputar putar melakukan berbagai hal, dengan alasan kebahagiaan Bella.


Tidak pernah kah kau memikirkan aku sebagai wanita?'


Alisha menghapus Air mata nya yang diam diam menetes.


Sore pun tiba, Alisha dan nana pulang bareng seperti biasa nya.


Alisha heran mengapa para karyawan berkumpul di depan gedung.


Bukan nya cepat cepat pulang, tapi mereka malah berbincang bincang di depan gedung.


Alisha juga heran ketika orang orang serempak langsung melihat dirinya ketika Alisha muncul.


"Lihat sha"


Alisha mengikuti arah tangan Nana yang menunjuk ke tengah halaman.


Di tengah halaman, ada banyak sekali bunga mawar merah dan mawar putih.


Mawar mawar itu di letak kan di lantai, dan di susun berbentuk hati.


Di tengah nya ada tulisan.


I LOVE YOU ALISHA


Alisha yang melihat tulisan itu langsung menutup mulutnya yang ternganga karena terkejut.


Alisha berjalan mendekati tulisan tersebut.


Ingin melihat tulisan itu lebih dekat.


Hati Alisha belum yakin dengan apa yang di lihat nya.


Saat melihat tulisan itu dengan jelas.


Hati Alisha menjadi sesak karena terlalu bahagia.


Alisha yakin itu dari Sean, karena di bawah hati raksasa yang terbuat dari sekumpulan mawar mawar tersebut, ada tulisan from Sean.


Tiba tiba, orang orang bertepuk tangan.


Dan Alisha pun menoleh.


Alisha melihat Sean sedang berjalan ke arah dirinya.

__ADS_1


Sean memakai setelan Jas mahal nya seperti biasa.


Sean berjalan ke arah Alisha sambil tersenyum kepada Alisha.



Entah mengapa, Alisha merasa, Sean saat itu terlihat sangat tampan dengan setelan jas nya.


Ya. Itu pasti karena Sean tersenyum tulus pada Alisha.


Sean sudah berada di hadapan Alisha.


Dan senyuman milik Sean, tetap mengembang di bibir nya.


Sean kemudian menggenggam tangan Alisha.


Lalu dengan perlahan dan lembut, Sean mencium jemari lentik Alisha.


Alisha yang di perlakukan seperti itu, menjadi sangat malu.


Pipi Alisha pun sampai merah merona, karena para karyawan kantor menyorak ramai saat Sean mencium mesra tangan Alisha.


Halaman Perusahaan Sean semakin ramai. Banyak orang yang berdatangan karena penasaran dengan apa yang di lakukan Sean pada Alisha.


Di halaman itu tidak hanya ada para karyawan perusahaan Osean.


Banyak juga orang orang yang sedang berlalu lalang ikut melihat kejadian langka tersebut.


Selesai mencium tangan Alisha.


Sean tiba tiba berjongkok di depan Alisha, sambil tetap menggenggam jemari Alisha erat.


"I love you Alisha"


Ucap Sean serius.


Tangan kanan Alisha menutup mulut nya yang lagi lagi menganga karena terlalu terkejut.


Mata Alisha pun menangis karena bahagia.


Sean melepaskan genggaman nya pada tangan Alisha.


Tangan Sean merogoh saku bagian dalam jas nya, Sean mengeluarkan kotak cincin berwarna putih yang berbentuk hati.


Sean kemudian membuka kotak cincin tersebut dan mengarahkan pada Alisha.


"Will you merry me?"


Orang orang kembali bersorak ramai, ada juga yang langsung bengek karena terlalu ikut bahagia, sampai sampai orang itu harus menghirup obat asma nya.


Alisha menutup sebagian wajah nya karena terlalu malu dan bahagia mendengar ucapan Sean.


Alisha merasa sedang bermimpi dan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Sean, rasa nya hati Alisha mau meledak karena terlalu bahagia.


"Terima! Terima! Terima!"


Orang orang kembali bersorak karena tidak sabar mendengar jawaban Alisha.


Alisha kemudian mengangguk.


Sean kemudian memakaikan cincin, yang di hiasi berlian yang lumayan besar, ke jari manis Alisha.


Selesai memakai kan cincin nya Sean mencium tangan Alisha.


"Oh......."


Orang orang bersahut sahutan mengucapkan kata kata tersebut.


Hati mereka ikut terasa meleleh dengan tindakan Sean.


Sean pun berdiri kembali di hadapan Alisha.


Sean tidak tahan melihat air mata Alisha yang sejak tadi belum juga berhenti menangis.


Sean perlahan maju ke arah Alisha, kemudian menghapus air mata Alisha.


"Cium, cium, cium"


Orang orang kembali menyoraki Sean dan Alisha.


Sean kemudian mengangkat tangan kanan nya.


Tanpa perintah, mulut mereka pun mulai terdiam.


"Belum menikah"


Ucap Sean singkat.


"Huuuu......."


Orang orang yang berharap Alisha dan Sean berciuman, bersorak kecewa.


Setelah itu Sean mengajak Alisha pulang ke rumah Alisha.


Di dalam mobil, Sean menggenggam jemari Alisha erat erat.


"Kau suka?"


Sean berkata sambil mengemudikan mobil nya.


Sesekali Sean menoleh pada Alisha, dan Sean melihat Alisha menganggukkan kepala nya.


"Maaf kan aku Sha, aku terlalu bodoh karena tidak memahami perasaan mu.


Aku mulai mengerti perasaan mu dua hari lalu, ketika kau tidak suka ku ajak menemui WO.


Aku baru sadar kalau kau tidak bahagia dengan pernikahan ini.


Aku....... Mencintaimu Sha"


Sean mencium tangan Alisha.


Hati Sean kini, terasa lebih bahagia, karena Alisha mau tersenyum pada nya.


"Aku juga mencintai mu mas"


Ucap Alisha malu malu, Alisha berkata dan pipi nya merah merona.

__ADS_1


Karena baru kali ini, Alisha mau memanggil Sean dengan sebutan Mas.


Sean gemas melihat pipi merah Alisha, ingin rasa nya ia mencium pipi merah itu.


Tapi Sean harus menahan nya, karena Sean tahu Alisha pasti tidak suka dengan tindakan Sean.


Karena tidak tahan, Akhir nya yang Sean lakukan adalah mencubit pipi Alisha.


"Aw sakit...."


Alisha mengelus pipi nya yang sakit karena cubitan Sean.


Dan Sean hanya tertawa melihat Alisha yang kesakitan sambil memegangi pipi nya.


Akhir nya mereka sampai di rumah Alisha.


Sean melihat rumah Alisha yang tertutup rapat.


"Kita susul Bella di rumah bu Sum?"


Tanya Sean.


Alisha menggelengkan kepalanya.


"Bella di rumah mama"


Ucap Alisha.


Tadi siang, Alisha menerima telpon dari bu Sum.


Bella di jemput nenek nya di sekolah, dan mereka pulang ke rumah nenek Bella.


Sean kemudian mengantar Alisha sampai depan pintu rumah Alisha.


Tapi belum sampai di pintu rumah Alisha.


Sean mencium bau yang sangat tidak sedap di halaman rumah Alisha.


Saat mencium aroma itu, tubuh Alisha langsung berhenti melangkah.


Tubuh Alisha gemetar karena ketakutan.


Air mata nya juga kembali mengalir di pipi halus nya.


Sean yang penasaran dengan bau busuk itu.


Itu adalah bau bangkai.


Sean lalu, mencari tahu dari mana asal bau bangkai tersebut.


Sean menemukan sebuah kotak yang tergeletak di depan pintu rumah Alisha.


Dengan sebuah ranting pohon kecil di tangan.


Sean membuka kotak tersebut.


"Astaghfirullah....!"


Sean kaget setengah mati melihat ada tiga kepala kucing di dalam kotak tersebut.


Kotak tersebut juga bertuliskan.


JAUHI ALDI, KALO NGGAK MAU MATI


Sean lalu cepat cepat membuang kotak tersebut ke sebuah tong sampah yang ada di depan rumah Alisha.


Sean baru sadar kalau Alisha sedang menangis pelan sambil terduduk lemas di halaman rumah nya.


Sean kemudian memeluk tubuh Alisha.


Sean bisa merasakan tubuh Alisha gemetaran di pelukan nya.


"Kau tahu siapa pelaku nya?"


Tanya Sean.


Dan Alisha menggeleng lemah di dalam pelukan Sean.


Tubuh Alisha terasa lemas dan tak bertenaga, karena ketakutan melihat lagi bangkai tersebut.


"Sudah tiga hari aku dapat kiriman bangkai seperti itu mas"


Alisha tidak mampu menceritakan, bahwa dia sudah tiga kali di kirimi bangakai oleh seseorang yang tidak alisha kenal.


Pertama, bangakai ayam.


Lalu bangakai tikus.


Setelah itu, kepala tikus yang sangat banyak, dan di tambah lagi hari ini.


Kiriman bangkai kali ini sangat membuat Alisha ketakutan dan syok.


"Kita pulang ke rumah ku Alisha, di sini nggak aman"


Sean mencemaskan keadaan Alisha, apalagi tiga hari lagi mereka akan menikah.


"Nggak mau, kita belum menikah mas"


Alisha menggeleng kan kepalanya lagi di dada sean.


"Kalau gitu, kamu pulang ke rumah mama aja.


Aku takut kamu kenapa napa kalau di sini terus"


Alisha diam, kemudian menganggukkan kepala nya tanda setuju.


Sean kemudian memapah tubuh Alisha yang lemas tak bertenaga karena ketakutan, masuk ke mobil nya.


Mereka menuju rumah tante Hayu.


Bersambung......


Tunjukkan rasa terima kasih kalian dengan


Vote dan jempol kalian.....


Terima kasih.......👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2