The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Nenek, Bukan Tante


__ADS_3

Hari ini hari minggu.


Alisha dan Bella bersiap pergi ke sebuah mall.


Alisha sudah berjanji pada Bella untuk mengajaknya jalan jalan ke mall.


Dan baru hari ini, Alisha bisa meluangkan waktunya berbelanja ke mall.


"Bunda masak nya cepetan dong, nanti keburu siang"


Bella tidak sabar ingin segera pergi jalan jalan.


"Iya Bella sebentar lagi sayang.


Ini bunda cuma goreng telur aja buat sarapan kamu"


Alisha membuka kulkas dan mengambil dua butir telur.


" Bella mau telur mata sapi atau telur dadar?"


tanya Alisha.


"Telur.... Dadar"


Bella berkata dengan merentangkan ke dua tangannya ke samping tubuh.


Bella terlihat ceria sekali, karena akan di ajak jalan jalan.


"Bunda, aku bantu ya....."


Tanpa persetujuan bundanya.


Bella langsung menuju ke meja dapur.


Bella mengaduk aduk telur yang sudah ada di sebuah mangkuk.


"Masukkan ini.......


Masukkan ini.......


Lalu yang ini........"


Bella bergaya, bak seorang chef professional. Dia menirukan gaya seorang chef yang sering bunda nya lihat di televisi.


Bella memasukkan bahan yang belum ia tahu namanya, ke mangkuk yang berisi telur.


"Aduh Bella.... Gimana sih kamu.


Tadi bunda udah masukkin garam.


Kok kamu kasih lagi"


Alisha menjerit tertahan karena adonan telur dadarnya di rusak Bella.


Bella tadi memasukkan garam yang lumayan banyak ke adonan telur.


Bella juga memasukkan kecap manis, dan saus tomat.


Bella tidak memasukkan saus pedas karena dia tahu itu rasanya pedas.


"Bella nonton tv aja ya?"


Alisha mengambil adonan telur dadarnya dari Bella.


"Tapi, aku juga mau masak bunda"


Bella merengek.


" Ya udah gak pa pa, tapi kamu diam aja, nggak boleh ikut ikutan ngaduk"


Bella mengangguk menurut.


Alisha memasukkan tiga telur lagi ke adonan telur dadarnya.


Sayang kan kalau di buang.


Dengan cepat Alisha mengaduk telurnya.


Setelah matang.


Alisha seperti biasa, menyuapi putrinya sarapan.


Hanya sekedar nasi dan telur dadar.


Mereka lalu mengucapkan doa akan makan.


"Mari kita coba resep terbaru dari koki kita. Chef..... Bella"


Alisha berkata dengan nada seorang host amatir.


Bella tertawa girang, dan bertepuk tangan.


Karena bundanya menyebut dirinya seorang chef.


" Gimana rasanya telur kamu?"


Tanya Alisha pada Bella.


"Enak bunda"


Jawab Bella polos.


Bella hanya tahu dua rasa.


Enak dan tidak enak.


Alisha mencicipi telurnya.


Entah lah alisha tidak bisa menyebut rasa makanannya.


Yang jelas masih layak untuk di makan.


Selesai sarapan.


Alisha dan bella pergi ke mall dengan ojek online.


Alisha menemani Bella bermain beberapa game hingga satu jam.


Alisha sudah mulai bosan dan lelah menunggu Bella yang bermain game hingga satu setengah jam.


Tapi Bella belum menunujukkan rasa puas.


"Bella udah dulu ya mainnya?


Ayo istirahat dulu"


Ajak Alisha .


Mereka beristirahat sambil minum es krim.


Selesai menikmati es krim.


Alisha mengajak Bella pergi berbelanja keperluan sehari hari.


Bella juga minta di belikan beberapa mainan.


Namun Alisha melarangnya, karena Bella sudah punya di rumah.


Akhir nya Alisha hanya membelikan dua buah mainan.


Karena hari ini hari minggu.


Swalayan tempat belanja Alisha lumayan penuh.


Bella di naikkan Alisha ke dalam troli belanja Alisha.


Setelah selesai berbelanja.

__ADS_1


Alisha menuju kasir.


Antrian di kasir pun lumayan panjang.


Ada dua puluh orang di depan Alisha.


Perlahan tapi pasti, Alisha maju ke depan.


Tinggal dua orang lagi di depan Alisha.


Alisha melihat ibu ibu paruh baya yang Alisha jumpai di stasiun kereta.


Satu bulan yang lalu.


Ibu itu selesai berbelanja.


Namun ia nampak tidak sabaran menunggu antrian.


Perempuan paruh baya tersebut maju ke tempat kasir.


Namun, ia kembali lagi karena tak enak dengan orang orang yang sudah antri duluan.


Wanita paruh baya itu melewati Alisha.


"Tante!"


Panggil Alisha pada wanita paruh baya tersebut, ketika dia melewati Alisha.


Perempuan paruh baya tersebut, menoleh pada Alisha, dan dahi nya berkerut mencoba mengingat siapa Alisha.


"Kita pernah bertemu di stasiun kereta tante, sini tante"


Alisha tersenyum pada wanita paruh baya tersebut dan memanggil wanita tersebut agar mendekat pada Alisha.


Wanita tersebut lalu mendekat pada Alisha.


Troli belanja wanita tersebut isinya lumayan banyak.


"Oh....kamu nak.


Iya, saya ingat.


Kita pernah ketemu di stasiun"


Wanita itu berkata sambil bibirnya tersenyum.


"Kenapa tante mondar mandir?


Ada yang bisa saya bantu tante?"


Tanya Alisha menawarkan bantuan.


"Bener nak?"


Wanita tersebut balik bertanya.


Alisha mengangguk.


"Saya mau ke toilet, Tapi antriannya banyak banget gimana ya?"


Wanita itu mengeluarkan unek uneknya.


"Tante ke toilet aja.


Sini belanjaan tante, biar saya jagain"


Jawab alisha tulus.


Dia tidak tega bila melihat perempuan yang sudah tua kesusahan.


Wanita tersebut memberikan troli belanjanya pada Alisha.


"Kalau begitu, sekalian ya, kamu bayarin juga"


Wanita tersebut tanpa sungkan sungkan menyuruh Alisha.


Gaya nya khas orang kaya, yang suka menyuruh.


Alisha mengangguk ragu.


Setelah memberikan kartu debit dan pin nya pada Alisha.


Wanita itu segera pergi meninggalkan Alisha pergi ke toilet.


Sebenar nya Alisha agak keberatan bila di suruh membayarkan belanjaan wanita tersebut.


Karena Alisha nanti harus menjaga dan membawakan belanjaan nya.


Dan Alisha juga harus menjaga amanah wanita tersebut.


Apalagi, nanti harus membawakan belanjaan wanita tersebut.


Belanjaan nya saja sudah berat, apalagi di tambah dengan belanjaan wanita tersebut.


Tapi ya sudahlah.


Kalau mau niat nolongin, nggak usah setengah setengah.


Batin Alisha.


Alisha merasa beberapa pelanggan swalayan di belakangnya menatap Alisha tidak senang.


Karena mereka merasa antrean jadi semakin lama bila Alisha membayarkan belanjaan wanita itu.


"Maaf ya semuanya.


Mohon pengertiannya ya.


Ibu ibu tadi sudah tua.


Jadi sering buang air.


Karena itu lah, saya harus membayarkan barang belanjaannya"


Alisha menghadap kebelakang.


Kedua tangan Alisha di tangkupkan jadi satu di depan dada.


Para pelanggan swalayan ada yang menaruh empati pada wanita paruh baya tadi, tapi ada pula yang tidak suka.


Setelah selesai di kasir.


Alisha membawa barang belanjaanya ke depan swalayan.


Barang belanjaan nya sebanyak empat kresek.


Alisha duduk di depan swalayan bersama Bella.


"Bunda, Bella lapar"


Bella mengeluh kalau perutnya sudah minta di isi.


Tiba tiba wanita paruh baya tersebut ada di samping Alisha.


Wanita tadi muncul dari arah yang berlawanan.


Sehingga Alisha tidak menyadari kehadiran nya.


"Terima kasih ya nak, kita makan dulu aja gimana?"


Alisha mengangguk setuju, karena memang Bella dan diri nya sudah lapar.


Di belakang wanita itu, ada seorang pria berbaju hitam.


Mungkin supirnya, pikir Alisha.


Pria itu mengambil barang belanjaan milik wanita itu, lalu pergi meninggalkan Alisha dan wanita tadi.

__ADS_1


"Sekali lagi, terima kasih banyak ya nak, kamu lagi lagi menolong saya.


Nama kamu siapa?


Kalau nama saya Hayu"


Tanya wanita tersebut.


Senyum nya yang tulus tersungging di bibirnya yang mulai mengeriput.


Mereka duduk di sebuah gerai makanan yang ada di mall, dan sedang menunggu pesanan makanan tiba.


" Saya Alisha, dan ini anak saya Bella"


Jawab Alisha.


"Bukannya di stasiun kamu mengatakan kalau kamu belum menikah?"


Tanya wanita tersebut.


"Ayah Bella sudah tidak ada"


Jawab Alisha se kenanya, tidak ingin menjelaskan permasalahan dirinya dan bosnya hingga meng hasilkan Bella.


Jika alisha mengatakan suami pura puranya meninggal.


Itu lebih mudah bagi Alisha.


Alisha tidak usah repot repot menjelaskan siapa ayah Bella.


Tinggal di mana ayah Bella.


Atau sudah menikah lagi apa belum ayah Bella?


Begitulah orang orang bertanya, apabila Alisha mengatakan dirinya sudah bercerai dengan suaminya.


" Maaf ya nak, saya tidak tahu kalau suami mu sudah meninggal"


Mata wanita itu terkejut dan merasa bersalah karena sudah membicarakan orang yang di kasihi Alisha dan Bella.


"Tdak apa apa tante"


Alisha tersenyum.


Pesanan makanan mereka datang.


Pembicaraan mereka terputus karena mereka kini sedang makan.


"Uhuk uhuk......"


Tante Hayu terbatuk karena tersedak makanannya.


Alisha lalu menyodorkan air minum pada tante Hayu.


"Minum tante"


Ujar Alisha sambil memberikan segelas air mineral.


Tante Hayu lalu me minum air putih pemberian Alisha.


" Terima kasih"


Ujar tante Hayu sambil mengusap bibirnya dengan tisu.


Ia sudah selesai makan.


"Kok nggak di habisin makananya"


Tanya tante Hayu pada Bella.


"Sudah kenyang"


Jawab Bella.


"Nenek, kenapa tadi, bunda manggil nenek tante?


Kata bu guru orang yang sudah tua namanya nenek dan kakek"


Tanya bella polos.


Tante Hayu tertawa lama sekali.


Karena merasa geli dengan pertanyaan Bella.


Sampai sampai ia menjadi sesak napas.


Alisha yang melihat tante Hayu sesak nafas, jadi bingung.


Dengan tangan nya yang sudah mulai mengeriput.


Tante Hayu mengambil obat asma semprot dari dalam tasnya.


Lalu dia menghirupnya.


Nafas tante Hayu kini menjadi longgar kembali.


Dia tersenyum melihat Bella.


"Nenek kenapa?"


Tanya Bella tidak mengerti, karena tadi melihat Tante Hayu sesak napas.


"Nenek tadi sakit"


Jawab tante Hayu.


"Kalau gitu, nenek harus tidur"


Jawab Bella


"Baik, nenek akan tidur.


Boleh minta nomer kamu Alisha?"


Tanya tante Hayu pada Alisha.


Alisha pun memberikan nomer telponnya.


"Kapan kapan datang lah ke rumah ku Alisha.


Kamu mau ya, kalau kapan kapan aku undang ke rumah ku?"


Tanya tante Hayu sopan.


Alisha pun mengangguk.


" Kamu pulang naik apa?"


Tante Hayu bertanya kembali.


" Saya mau naik taksi aja, barang belanjaan saya lumayan banyak"


Jawab Alisha.


"Kalau gitu, kamu ikut saya aja.


Sekalian saya pengen tahu di mana rumah kamu"


Alisha tidak menolak ajakan tante hayu.


Mereka lalu pulang ke rumah Alisha.


Tante Hayu kini tahu di mana rumah Alisha.


Namun dia menolak untuk mampir.


Karena dia sudah meninggalkan suaminya terlalu lama di rumah.

__ADS_1


Bersambung........


Tip, vote, rate, jempol, dan komen kalian adalah penyemangat author......😘😘😘


__ADS_2