The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Bonus 4


__ADS_3

"Aduh mas sakit....."


Alisha meringis kesakitan.


Sakit ya sayang? Maaf, aku nggak sengaja menindih perut mu"


Wajah Sean khawatir, dia mengelus elus perut Alisha.


"Mas sakit....."


Alisha mengeluh lagi.


Alisha memiringkan tubuh nya ke kanan, lalu ke kiri.


"Mana yang terasa sakit, biar aku pijitin"


Sean memijit acak tubuh Alisha.


Sean memijat perut Alisha, Sean ragu masak perut di pijat?


Ia lalu pindah ke punggung, masak punggung yang di pijat? yang sakit kan perut.


Tangan Sean berpindah pindah memijiti tubuh Alisha.


"Yang sakit bukan kaki mas, tapi perut ku.


Bayi nya kayak nya mau keluar nih"


"Tapi menurut dokter kurang satu minggu lagi sayang"


"Tapi perut ku udah sakit mas, aku mau pakai baju dulu.


Kita harus cepat cepat ke rumah sakit mas.


Aku udah nggak tahan"


"Iya, sini aku pakaikan baju mu dulu"


Sean membantu Alisha berpakaian.


Setelah itu dia berpakaian juga.


Mereka lalu turun dan berpesan pada bi Rini agar menjaga Bella.


Bi Rini khawatir tapi juga terlihat bahagia.


Dia mendoakan agar semua berjalan lancar dan selamat semua.


Setelah mengucapkan terima kasih.


Sean cepat cepat mengajak Alisha naik ke mobil.


Dan dengan secepat kilat Sean menuju Rumah sakit terdekat.


Rencana sebelumnya, Sean akan membawa Alisha ke rumah sakit milik nya.


Tapi karena melihat wajah Alisha yang sedang menangis karena kesakitan, membuat Sean segera membawa Alisha ke rumah sakit paling dekat dengan rumah nya.


"Mas cepetan dikit, aku udah nggak tahan nih, rasa nya udah mau keluar"


"Iya iya sayang, ini udah sampai di parkiran"


Sean lalu menuntun Alisha masuk ke UGD.

__ADS_1


"Mas kayak nya udah mau keluar nih, sakit mas...."


Alisha berhenti melangkah.


Dia berdiri agak berjongkok dan wajah nya memerah.


Sean yang kebingungan langsung berhenti, dengan wajah cemas dia berjongkok di hadapan Alisha.


"Hei perawat cepat ke sini, istri ku mau melahirkan ini"


Beberapa perawat yang mendengar teriakan Sean dari luar, langsung berlari menghampiri Sean.


Perawat yang sudah faham langsung menadahkan tangan nya di bawah kaki Alisha yang membuka.


Benar saja dua detik kemudian bayi Alisha terjatuh di tangan perawat laki laki yang sigap tersebut.


Seorang perawat langsung menidurkan Alisha yang lemah di atas ranjang.


Hati Sean terasa gugup, takjub, khawatir, dan bahagia.


Ia melihat bayi nya yang masih merah.


Laki laki.


Sean tersenyum bahagia.


"Sebentar ya pak, kami akan membersihkan bayi anda lebih dulu"


Perawat membawa bayi Sean pergi.


Sean lalu menghampiri Alisha yang sedang di rawat oleh dokter.


Wajah Alisha terlihat bahagia dan lega.


Alisha tertawa.


Sean pun ikutan tertawa.


"Aduh"


"Kenapa lagi sayang?"


Wajah Sean khawatir.


"Tangan dokternya terasa besar dan sakit kerena sedang membersihkan rahim ku mas"


Sean lalu mengecek apa yang sedang di lakukan dokter perempuan tersebut.


Sean pun tidak tega melihat istrinya sedang di rogoh rogoh rahim nya, dia lalu berbicara pelan pada dokter ter sebut.


"Lebih lembut sedikit ya dok, kasihan istri saya, dia suka menangis"


"Iya pak, saya mengerti, saya juga sudah perlahan lahan melakukan nya"


Sean yang tidak tega, lalu keluar sebentar.


Di luar ruangan, Sean menelpon Orang tua nya, jika Alisha sudah melahirkan.


30 menit kemudian Orang tua Sean datang.


Mereka juga sangat bahagia.


"Alhamdulillah Kalian berdua selamat dan sehat"

__ADS_1


Ucap tante Hayu sambil menggendong cucu laki laki nya.


"Tapi kamu kok gampang banget melahirkan Alisha?"


"Alisha juga nggak tahu ma, dulu Bella juga gitu.


Dukun bayi nya belum datang, tapi Bella udah keluar duluan"


"Bunda......"


Semua mata menoleh pada Bella yang tiba tiba datang sambil berlari, di belakang nya ada bi Rini.


Om Hendra langsung menyambut Bella dan menggendong nya.


Bella menggapai gapai pada Sean, ingin di gendong papa nya.


"Sama opa aja, papa mu sedang kecapekan, lihat tangan nya masih gemetar an tuh"


Bella memperhatikan tangan papa nya yang memang sedang gemetaran.


"Papa capek?"


"Iya Bella"


Ucap Sean singkat.


Sebenarnya bukan karena capek, tapi karena luapan emosi yang bersama sama membuat Sean bergetar.


Sean menangis tanpa suara melihat Bayi merah nya di gendong nenek nya.


Dan putri nya sedang di gendong kakek nya.


Sean merasa hidup nya sangat lengkap dan bahagia.


Ia bisa melihat senyum orang tuanya bahagia karena bisa melihat cucu cucu mereka.


Ia juga punya istri yang cantik dan setia.


Dan dua anak nya sangat lah melengkapi kebahagiaan Sean.


"Terima kasih sayang, sudah hadir dalam kehidupan ku"


Ucap Sean pada Alisha.


"Aku juga, terima kasih banyak mas, sudah menjadi suami yang baik dan ayah baik bagi anak anak, ini semua terjadi karena takdir dari Allah mas"


"Iya sayang"


Sean memeluk Alisha lalu mencium kening Alisha dengan penuh kasih sayang.


SELESAI


BACA JUGA NOVEL Q YANG BERJUDUL.


~MENCINTAIMU TANPA SYARAT


~KASIH DI MUSIM HUJAN


SEMUANYA BIKIN BAPER JUGA.


LOVE YOU PARA READER.....


KUTUNGGU KEHADIRAN MU DI NOVEL Q YANG SELANJUTNYA......

__ADS_1


__ADS_2