The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Menemui Anak Ku


__ADS_3

Sean mengemudikan mobil nya dengan lumayan kencang, namun ia tetap waspada.


Hati Sean terus bergemuruh karena bahagia.


Sean tak bisa mengungkap kan bagaimana perasaan nya.


Perasaan di hati Sean sudah menggelegak di ujung kepala nya.


Ingin rasa nya Sean segera menemui putri nya yang cantik.


Sean tidak bisa menjelaskan bagaimana awal nya ia bisa langsung jatuh hati pada seorang anak kecil.


Bella kecil mampu membuat Sean terus memikirkan dirinya, memperhatikan nya, dan menyayanginya tanpa alasan.


Sean bertanya tanya, apakah ini yang nama nya hubungan batin antara ayah dan anak?


Sean menghapus air mata nya yang kembali mengalir dari mata nya.


Hati Sean terasa sangat rapuh.


Mengingat kata ayah dan anak saja membuat nya kembali mewek.


Sean sudah sampai di depan rumah Alisha.


Sean lalu bergegas turun dari mobil nya, dan tergesa gesa memasuki rumah Alisha.


Karena terlalu tergesa gesa, Sean sampai lupa mengucap kan salam.


Sean nyelonng masuk ke dalam rumah Alisha tanpa permisi, dan segera mencari Bella putri nya.


Sejak Sean tahu, bahw Bella adalah putri nya, Sean jadi merasa sangat rindu pada Bella.


Rasa nya dia sudah sangat lama tidak melihat Bella.


Rasa sayang Sean pun menjadi berlipat ganda menjadi ratusan kali, mungkin lebih.....


Sean tidak bisa memperkirakan nya.


Di dalam rumah, Sean melihat Bella yang sedang meraut pensil nya tapi, Bella terlihat kesusahan.


"Sini, om bantu meraut pensil mu"


Sean lalu duduk bersimpuh di samping Bella.


Dia meraih pensil dan rautan dari tangan Bella.


Sean kemudian membantu meraut pensil Bella.


Bella terkejut dengan kehadiran Sean yang tiba tiba ada di samping nya.


"Om Sean?"


Bella berteriak melihat Sean ada di samping nya.


Bella terlihat bahagia.


Sean lalu merentangkan ke dua tangan nya lebar lebar kepada Bella.


Bella yang mengerti arti gerakan tangan Sean, ia langsung menghambur dalam pelukan Sean.


Sean dan Bella saling berpelukan.


Sean memeluk Bella erat erat.


Air mata Sean kembali mengalir dari ke dua matanya.


Sean sangat terharu dan bahagia.


Hati Sean merasa takjub bisa merasakan dan memeluk tubuh darah daging nya sendiri.


'Anak ku.


Putri ku.


Darah daging ku.

__ADS_1


Buah hati ku'


Sean menjerit bahagia dalam hati nya.


Sean seperti baru saja menjadi seorang ayah yang mempunyai seorang anak bayi.


Tapi bayi nya berlalu begitu cepat, sehingga yang tersisa sekarang, putrinya menjelma menjadi anak yang sudah besar.


Tapi tetap saja, ia sangat bahagia bisa melihat darah daging nya dalam pelukan nya.


Sean menciumi pipi Bella.


Rambut Bella.


Mata Bella.


Perut Bella.


Kedua tangan Bella.


Bahkan kedua telapak kaki Bella pun, Sean ciumi.


Bella yang di ciumi Sean, malah tertawa tawa karena merasa geli.


Bella tidak menolak ciuman sayang dari Sean.


Karena Bella pun merasa hangat dan bahagia bila bersama Sean.


"Bella, sayang sama om Sean gak?"


Tanya Sean sambil memangku tubuh mungil Bella.


"Sayang"


Jawab Bella singkat.


Sean terharu mendengar jawaban Bella.


"Bella mau keluar sama om? kita jalan jalan yuk"


Tanya Sean pada Bella.


"Kalian mau ke mana?"


Alisha tiba tiba muncul.


Alisha memakai baju handuk, ia baru saja selesai mandi.


"Kami cuma mau keluar sebentar sha"


jawab Sean.


"Sebaiknya bapak pulang aja sekarang, jangan pernah mengajak Bella keluar rumah tanpa izin saya, kalau bapak nggak minta izin saya, maka bapak sama dengan berusaha menculik anak saya"


Alisha berdiri di depan Bella seolah melindungi Bella agar tidak di ambil oleh Sean.


"Tapi kami hanya keluar sebentar sha apalagi....."


"Mau keluar sebentar, atau mau keluar lama, bapak tetap harus izin sama saya.


Saya nggak suka ya, bapak keluar dan masuk rumah saya tanpa permisi, nggak sopan tahu.


Dan saya juga tidak mengizinkan bapak membawa Bella keluar rumah, ini sudah maghrib, waktunya sholat"


Alisha memotong perkataan Sean, lalu nyerocos panjang lebar.


"Tapi sha, Bella....."


"Maaf pak.


Walaupun, dia mau di ajak keluar sama bapak, tapi saya sebagai orang tua nya melarang.


Dia anak ku, jadi bapak harus menghormati keputusan saya.


Lagian saya juga sudah mengambil keputusan, kalau saya nggak bisa menikah dengan bapak.

__ADS_1


Jadi bapak sekarang nggak punya alasan untuk mendekati Bella.


Saya benci sifat bapak yang suka memaksakan kemauan bapak.


Kemarin, bapak sudah berusaha mem...... Perkosa saya untuk yang kedua kali nya.


Dan itu membuat saya semakin benci sama bapak"


Pipi Alisha memerah karena mengungkit kejadian kemarin malam, Alisha malu tapi juga marah karena pemakasaan yang di lakukan oleh Sean.


"Sudah selesai bicara?"


Sean berkata dengan nada tenang.


Alisha tidak menjawab, karena di dadanya sebenarnya masih ingin berbicara panjang lebar, ia merasa, masih harus mengeluarkan semua unek unek di hatinya pada Sean.


Sean kemudian menutup pintu depan rumah Alisha.


Televisi yang sedari tadi mati, di nyalakan oleh Sean.


"Bella nonton TV dulu ya nak..... "


Sean mendudukkan kan Bella di sofa ruang keluarga rumah Alisha.


Dan Bella meng anggguk patuh.


"Kita perlu bicara Alisha"


Sean menarik tangan Alisha, masuk ke kamar Alisha, lalu mengunci pintu kamar Alisha.


Alisha yang di paksa masuk ke kamar oleh Sean, tentu saja memberontak.


Alisha takut kejadian kemarin malam terjadi kembali.


"Lepasin tangan bapak, saya benci sama bapak, kamu menjijikkan"


Alisha berkata agak berteriak.


Karena suara Alisha yang semakin lama semakin keras, membuat Sean mendorong tubuh Alisha jatuh ke atas kasur.


Sean lalu menindih tubuh Alisha dengan tubuhnya yang gagah.


Tangan Sean membekap mulut Alisha yang terus mengoceh.


Sean tak ingin Bella mengira mereka sedang bertengkar.


"Diam dulu Sha, aku hanya ingin kita bicara baik baik.


Kalau kau masih saja terus mengoceh aku akan mencium mu"


Akhirnya suara Alisha sudah tidak terdengar, rupanya Alisha takut di cium Sean.


"Aku akan melepaskan bekapan tangan ku asalkan kau mau diam Sha, aku nggak ingin Bella mendengarkan kita seperti orang yang sedang bertengkar"


Alisha meng anggukkan kepalanya, dan bibir nya tidak mengeluarkan suara.


Sean melepaskan bekapan tanganny di atas bibir Alisha.


Sean dan Alisha kemudian sama sama bangun, dan duduk di pinggiran kasur.


"Mengapa selama ini kau sembunyikan Bella dari ku Alisha? Apakah aku tidak layak menjadi orang tua Bella?"


Sean berkata lirih.


Mata nya berkaca kaca.


Dan bibir Sean tersenyum


Alisha pun menutup mulutnya sendiri yang menganga karena kaget.


Ternyata Sean sudah tahu siapa Bella.


"Saya..... waktu itu juga tidak tahu kalau saya sedang mengandung. Waktu itu, saya hanya melarikan diri karena, kecewa dengan sikap bapak"


Tiba tiba Sean memeluk Alisha, Alisha bisa merasakan, tubuh Sean agak terguncang guncang karena menangis.

__ADS_1


"Maaf kan aku sha, aku tidak tahu kalau kamu hamil, seandainya saja waktu itu kau memberikan aku kesempatan, aku pasti ber tanggung jawab"


Bersambung...........


__ADS_2