
Alisha berada di lantai dua puluh lima di waktu jam makan siang.
Sehingga suasana nya terlihat lengang.
Ketika Alisha memasuki ruangan Sean.
Di meja sudah terhidang dua paket nasi untuk makan siang.
Sedang Sean masih berkutat dengan pekerjaannya di meja kerja nya.
"Tunggu sebentar Sha, sedikit lagi aku selesai"
Ucap Sean.
Alisha lalu duduk di sofa Sean.
Sambil menunggu Sean, Alisha lalu memainkan ponselnya.
Alisha mengecek grup WA nya.
Alisha terkejut, ada foto dirinya sedang keluar dari dalam mobil Sean beredar.
Banyak yang komen, Alisha dan Aldi balikan, kalau nggak mau di pecat dari perusahaan jangan ganggu Alisha.
'Jadi kayak gini rasa nya di gosipin pacaran sama bos, padahal sebenarnya antara aku dan Sean nggak ada hubungan apa apa.
Nasib nasib.... aku jadi nggak punya kesempatan berteman dengan lelaki manapun, karena lelaki tersebut otomatis akan menjauhi ku'
Alisha membatin.
"Ayo makan, makanan mu sha"
Sean tiba tiba sudah ada di hadapan Alisha.
"Nggak, terima kasih pak, kita langsung aja bicara"
Alisha tidak mau berlama lama tinggal bersama Sean.
"Aku akan bicara setelah kau selesai makan"
Ucap Sean sambil menatap Alisha.
Alisha akhirnya makan di kantor Sean, karena Alisha tidak berselera makan, apalagi makan bareng Sean, maka Alisha tidak meng habiskan makanan nya.
Selesai menghabiskan makanan nya, Sean minum air mineral yang sudah ada di meja nya, dan melihat makanan Alisha yang masih banyak, bahkan makanan itu hanya di makan seperempat nya saja.
"Kenapa makanan mu tidak kau habiskan Alisha, kau nanti bisa sakit. kau membutuhkan banyak tenaga untuk membesarkan Bella kita.
Ucap Sean.
"Makanan nya terlalu banyak"
Alisha berbohong.
"Kalau gitu aku suapin ya?"
Sean mengambil nasi Alisha yang tergeletak di meja.
"A...... Ayo buka mulut mu Alisha, jangan buang buang makanan, mubadzir nama nya.
dan mubadzir itu teman nya setan"
Ucap Sean.
Alisha lalu mengambil makanan nya yang di pegang Sean, kemudian memakan kembali Makan siang nya.
Alisha mengira Sean hanya memainkan ponselnya, tapi ternyata tanpa Alisha sadari Sean sedang memotret Alisha yang sedang makan siang.
"Aku ingin menjadi ayah Bella yang sesungguhnya Alisha"
Ucap Sean, Ketika Alisha baru saja selesai makan siang.
"Bapak memang ayah Bella sungguhan, bukan bohongan atau pura pura"
Ucap Alisha tidak memahami perkataan Sean.
__ADS_1
"Aku mau nama ku ada di akta lahir Bella sha, dan Aku juga ingin Bella tahu kalau aku papa nya"
"Silahkan, saya tidak melarang, tapi urus saja sendiri"
Ucap Alisha, tidak keberatan.
Bella memang belum punya akta kelahiran.
Apabila guru Bella meminta akta kelahiran Bella, maka Alisha terus saja membuat alasan, Alisha terus mengulur ulur waktu, bila guru Bella minta akta kelahiran Bella.
"Aku bisa mengurus sendiri tentang akta Bella, tapi aku butuh bantuan mu agar Bella memanggilku papa"
Ucap Sean memandang mata Alisha dalam dalam dan penuh harapan.
'Sampai saat ini aku belum punya greget untuk menikah dengan mu. Dan kau akan mengambil Bella, jika aku menolak menikah dengan mu kan? siasat yang licik'
Alisha membatin tanpa bisa mengungkap kan isi hati nya, dan hati Alisha terasa dingin bila membayangkan Bella akan pergi dari hidupnya.
"Kau bisa membantuku agar Bella memanggilku papa?"
Sean menggenggam tangan Alisha lembut, mata sean terlihat sendu karena penuh pengharapan.
Dan Alisha tidak tega melihat Sean yang begitu mencintai Bella.
"Ya, aku akan membantu mu, apa yang harus aku lakukan?"
Tanya Alisha.
"Hari minggu besok, kita bertiga jalan jalan ke pantai di kepulauan seribu, mau?"
"Terserah bapak saja"
Alisha pasrah Sean mau mengajaknya dan Bella kemana saja, yang penting aman untuk Bella.
Hati Sean bahagia, karena Alisha tidak menolak membantunya.
Sean gemas melihat ada sehelai rambut menutupi pipi Alisha yang putih bersih.
Sean lalu menyingkirkan rambut pengganggu itu ke belakang telinga Alisha.
Seorang perempuan cantik, masuk dengan paksa ke ruangan Sean.
Sean dan Alisha serentak menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar lebar.
Di depan pintu ada seorang wanita cantik berpakaian sangat seksi, panjang rok nya di bawah pantat.
Sedangkan bahu nya yang ramping terbuka.
Alisha ingat siapa wanita ini, dia adalah wanita sombong yang berada di gerai makanan mall.
Dia yang menggandeng tangan Sean, dan bergelayut manja di tangan Sean.
Kemudian memamerkan kemesraan nya dengan Sean, kepada seluruh cewek yang sedang memandangi Sean.
"Tega sekali kau Aldi, kau menduakan aku dengan wanita tak berkelas ini?"
Wanita tersebut masuk tanpa permisi.
Ketika Sita menyuruh wanita tersebut untuk keluar, wanita tersebut malah mendorong Sita, hingga terjatuh.
Alisha yang melihat Sita tersungkur, reflek menghampiri Sita, dan hendak menolong nya.
Tapi sebelum Alisha sampai ke arah sita.
Wanita tersebut langsung mendorong Alisha hingga Alisha juga tersungkur ke lantai.
Tidak puas mendorong tubuh Alisha, wanita itu lalu menghampiri Alisha.
Dia lalu menampar Alisha Dua kali di pipi kiri dan pipi kanan Alisha.
"Dasar wanita murahan, berani nya kau menggoda Aldi ku hah? Aku sudah di jodohkan sama mama nya Aldi, dan kau berani merebut Aldi dari ku?"
Wanita tersebut hendak menampar Alisha lagi.
Namun tangan nya di cegah Sean.
__ADS_1
Sean kemudian menghempaskan kasar tangan wanita tersebut.
Wanita tersebut lalu berdiri menghadap Sean.
"Kenapa kau tega melakukan ini pada ku Aldi? Aku sungguh mencintai mu, kenapa kau bisa memegang megang pipinya? Kau bahakn tidak mau memegang tangan ku, kau tahu kan tante hayu sudah menjodohkan kita? Kau seharusnya bisa mencintaiku, apa yang kurang dari ku Aldi? Aku bahkan bisa membuat perusahaan mu semakin maju dan kau semakin bertambah kaya"
Wanita tersebut berkata sambil berlinang air mata.
"Aku tidak pernah mengatakan menerima perjodohan kita. Ingat kan?
Sekarang pergi keluar dari ruangan ku!"
Ucap Sean, tangan Sean menunjuk pintu ruangan Sean.
"Tidak Aldi, ku mohon berikan aku waktu, aku pasti bisa membuat mu mencintaiku"
Wanita tersebut memohon mohon kepada Sean, tapi Sean tidak memedulikan nya.
Sean malah memilih membantu Alisha berdiri.
Hati Sean sedih, karena pipi cantik Alisha memerah, terkena tamparan yang keras.
Sean mengelus sayang pipi Alisha yang merah.
"Masih terasa sakit?"
Ucap Sean sambil memegang pipi Alisha.
Sean tidak memedulikan Wanita yang di jodohkan ibunya tersebut ngomel ngomel seperti mak lampir.
Jangan kan mencintainya, Sean bahkan tidak ingat nama wanita tersebut.
"Berani sekali kau memegang pipi dia di hadapanku Aldi!"
Wanita tersebut berkata dengan nada tinggi,
Amarah nya meledak ledak karena cemburu.
Tomi yang sedari tadi berdiri diam, kini memegang tangan wanita tersebut dan menyeret tangan wanita tersebut, agar keluar ruangan.
Tanpa di duga, wanita tersebut malah menampar Tomi, kemudian dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Tomi menjauhi dirinya.
Dia lalu menghadap Sean lagi.
"Singkirkan tangan mu Aldi, jangan menyentuh wanita lain selain aku!"
Wanita tersebut berusaha menjauhkan tangan Sean yang masih memegangi pipi Alisha.
Alisha lalu menjauhi Sean, ia takut kena tamparan keras lagi dari wanita tersebut.
Tapi Sean malah menarik pinggang Alisha merapat pada tubuh Sean.
"Aku tidak pernah mencintaimu, dan tidak akan pernah mencintaimu.
Wajahmu memang cantik, Tapi akhlak mu jelek.
Aku tidak akan pernah sudi menyentuh mu.
Aku hanya mau menyentuh Alisha, hanya dia yang layak aku sentuh"
Sean lalu mencium pipi Alisha.
Karena Alisha tidak menolak, Sean kemudian mencium bibir Alisha dengan lembut.
"Aku tidak akan membiarkan mu Alisha! kau telah berani mengambil Aldi dari ku!"
Wanita tersebut berkata sambil menjerit jerit karena putus asa mengharapkan cinta Sean. Dia lalu keluar dari ruangan Sean sambil menghentak hentakkan kaki nya.
Sedangkan Sean belum juga melepaskan rangkulan eratnya di pinggul Alisha, dan belum mau melepaskan ciuman hangat nya di bibir Alisha.
Hingga membuat Tomi dan Sita melongo melihat Sean mencium Alisha.
Bersambung.........
Vote dan jempol nya ya..........
__ADS_1
buat author......