The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Kopi Pertama


__ADS_3

Setelah sholat subuh.


Sean kembali tidur.


Karena terlalu mengantuk, Sean sampai tidak kuat merangkak ke atas ranjang nya.


Akhir nya sajadah lah yang menjadi ranjang Sean.


Sedangkan Alisha yang tidak terbiasa tidur di pagi hari, memilih membersihkan kamar tidur mereka.


Baru hari ini Alisha memasuki kamar Sean dan membersihkan nya.


Dinding kamar Sean berwarna abu abu, di kombinasi kan dengan Wallpaper hitam yang mempunyai corak khas lelaki.


Menurut Alisha, selera Sean sangat lah sexi.


Tapi Alisha tidak suka.


Menurut Alisha, kamar Sean walaupun sexi, tapi sangat membosankan.


Alisha berencana akan menambahkan dua buah stiker dinding bergambar Hello Kitty dengan ukuran besar, dan sepasang boneka Hello Kitty di atas ranjang.


Stiker dan boneka itu pasti membuat kamar Sean menjadi lebih manis, dan enak di pandang.


Selesai membersihkan kamar.


Alisha turun ke lantai bawah.


Di lantai bawah sudah ada empat asisten rumah tangga Sean.


Tiga perempuan dan satu laki laki.


Yang laki laki bekerja di luar ruangan, sebagai tukang kebun.


Selama Alisha bersembunyi di rumah Sean.


Alisha memilih kamar belakang, sebagai tempat persembunyian nya, karena para pelayan tidak pernah membersihkan kamar belakang.


Ketika Alisha turun, para pelayan terlihat bertanya tanya, siapa sebenar nya wanita yang turun dari tangga itu.


Alisha memakai baju terusan hingga lutut.


Rambut nya pun ia gerai.


Alisha tetap cantik walaupun hanya memakai pelembab.


Dan kecantikan nya tetap menonjol walau hanya memakai baju sederhana.


Alisha lalu menghampiri salah satu pelayan yang dari tadi melihat Alisha dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Hai bibi nama ku Alisha.


Aku istri nya mas Sean.


Nama bibi Siapa?"


Alisha menghampiri pelayan dan mengajak nya bersalaman.


Senyum manis nan ramah tersungging di wajah Alisha.


Sang pelayan pun langsung menyambut uluran tangan Alisha.


"Oh..... Nyonya Alisha.... saya Siti, dan mereka teman teman saya.


Hei Rini, diah ke sini"


Rini dan Diah pun menghampiri Siti.


"Kenalin, ini nyonya Alisha.


Istri nya tuan Sean"


Rini dan Diah pun terlihat mengagumi kecantikan Alisha yang terlihat kalem dan anggun.


Mereka lalu satu persatu menyalami Alisha.


"Saya Diah"


"Saya Rini"


"Oh ya, masih ada satu orang, yang belum tahu siapa nyonya Alisha, nama nya paimin si tukang kebun di sini. saya panggilkan ya?"


"Nggak usah di panggil ke sini bi Siti.


Katakan saja pada pak paimin, kalau saya sekarang ada di rumah ini.


Katakan juga kalau mau masuk rumah ucapkan permisi dulu, jaga jaga kalau saya nggak pake kerudung"


"Iya nyonya, kalau begitu saya keluar dulu, mau nyamperin paimin"


"Iya bi terima kasih.

__ADS_1


Kalian.... Silahkan di lanjutkan lagi pekerjaan nya"


Alisha lalu ke dapur.


"Nyonya mau minum apa?"


"Kalau pagi aku biasa minum jeruk nipis hangat nggak pakai gula.


Tapi aku mau buat sendiri aja bi Rini.


Dan nanti kalau mas Sean bangun, tolong bilang ya bi.


Saya mau buatin kopi buat dia.


Mulai sekarang, aku sendiri yang akan membuat kopi untuk mas Sean"


"Baik nyonya"


Alisha lalu membuat minuman Jeruk hangat nya.


Jam menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit pagi.


Alisha sudah menghabiskan air jeruk nya.


Ketika bangun dari kursi nya, entah mengapa tiba tiba kepala Alisha terasa seperti berputar putar hebat.


Alisha pun terjatuh ke lantai.


"Nyonya..... Seperti nya anda sedang sakit, ayo duduk dulu, saya panggilkan tuan Sean ya?"


Rini membantu Alisha duduk di kursi kembali.


"Nggak usah bi, seperti nya kepala ku mulai membaik lagi, bibi lanjutin aja mengepel dapur, aku mau istirahat sejenak di sini.


Jangan bilang sama mas Sean tentang tentang kejadian ini.


Aku nggak mau membuat mas Sean khawatir lagi"


"Iya nya, kalau begitu saya mau lanjut ngepel lagi"


Setelah merasa baikan.


Alisha lalu membuat kopi untuk Sean.


Alisha yang belum melihat tanda tanda Sean bangun.


Naik ke lantai dua sambil membawa kopi.


Sean pun bangun, dan duduk.


Dia mengucek ngucek mata nya.


Bibir Sean tersenyum bahagia melihat Alisha yang cantik ada di hadapan nya.


Sean lalu meraih tubuh Alisha agar duduk di atas pangkuan nya, alisha pun duduk miring di atas pangkuan Sean, sambil melingkarkan tangan nya di leher Sean.


Sean perlahan lahan mendekati pipi Alisha, lalu mendaratkan bibir nya di pipi Alisha yang halus.


Pipi halus Alisha benar benar menggoda bibir Sean untuk berlama lama di situ.


Bibir Sean merasa belum puas jika hanya mencium pipi Alisha.


Bibir Sean pun merambat mencari bibir Alisha.


Sean lalu mencium bibir Alisha yang lembut dan lembab.


Mereka pun ber ciuman mesra.


Awal nya ciuman Sean lembut dan ringan di bibir Alisha, namun lama lama Sean semakin dalam mencium bibir Alisha yang sangat menggoda.


Alisha bisa merasakan milik Sean kembali menegang.


Ketika mencium Alisha, tangan Sean pun mengelus elus kaki jenjang Alisha.


Tok tok...


Ceklek......


Ngeeekk.....


Pintu pun terbuka lebar lebar.


Tomi dan Nana pun berdiri membeku di tengah pintu.


Alisha langsung buru buru berdiri, lalu berlari ke kamar mandi untuk bersembunyi.


Di kamar mandi, Alisha menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


Wajah Alisha pun memerah karena malu.


"Maaf"

__ADS_1


Ucap Tomi singkat, lalu menutup kembali pintu kamar Sean.


Sean membuka kembali pintu kamar nya dan menemui Tomi.


"Mulai besok, permisi dulu kalau mau masuk kamar ku.


Kamu kenapa ikut ke sini Nana?"


Sean memang sudah mengenal Nana dengan baik.


Nana bahkan di terima bekerja di perusahaan Sean atas rekomendasi Sean.


"Sebenar nya tadi malam aku dapat panggilan dari Alisha, tapi setelah ku panggil balik, Alisha nggak mengangkat nya.


Aku ke sini mau memberitahukan informasi ini, tapi.... karena Alisha sudah ada di sini, aku...."


'Melihat kalian sedang berciuman'


Nana tidak bisa mengucapkan kalimat terakhir nya.


"Tolong bilang Alisha saya menunggu nya di bawah"


Nana lalu pergi ke lantai bawah.


"Apa? Senyum senyum terus....."


Sean melihat Tomi tersenyum senyum.


"Akhir nya, anda bisa menemukan sendiri Alisha, maksud saya bu Alisha.


Ketemu di mana bos?"


"Kita semua sudah di bodohi Alisha, Alisha ternyata sembunyi di rumah ku sendiri"


"Kalian semua memang bodoh, masak nemuin aku aja nggak bisa"


Tiba tiba Alisha keluar dari kamar dan ngeloyor pergi meninggalkan Sean dan Tomi.


Alisha sudah memakai baju panjang dan kerudung.


Alisha ke lantai bawah mencari Nana.


"Tempat persembunyian yang paling aman dan tidak mencurigakan"


Ucap Tomi sambil memperhatikan Alisha yang sedang menuruni tangga.


*******


"Ih, kamu pinter banget sih, melarikan diri Sha"


"Hihihi..... Besok besok kalau mau sembunyi tanya sama aku, aku pakar nya loh..."


"Kamu udah nggak kerja Sha?"


"Nggak tau tuh, kemarin kemarin sih bilang nya emang kayak gitu, tapi nggak tahu lah, aku betah nggak ya kalau di rumah terus"


"Kalau lagi bosan, main aja di kantor waktu jam istirahat.


Aku pasti nemenin kamu, ngomong ngomong kemarin waktu kamu nikah.


Di kantor banyak yang ngerayain hari patah hati se kantor loh, yang cowok patah hati sama kamu, dan yang cewek patah hati sama Sean.


Kalian benar benar cocok deh, sama sama membuat orang se kantor patah hati"


"Udah..... Gosip nya harus udah selesai, dan dilanjutkan besok lagi.


Kalian berdua harus kembali ke kantor, karena aku dan Alisha harus melakukan kegiatan selanjut nya"


Sean tiba tiba muncul dan duduk di samping Alisha.


Tanpa malu malu Sean melingkarkan tangan nya di pundak Alisha.


"Ya kan sayang?"


Sean menatap penuh arti ke dalam mata Alisha.


Alisha membelai pipi suami nya dan tersenyum.


"Ehem... Ehem...."


Tomi sengaja mengeraskan suara deheman nya.


Sedangkan Nana melihat ke arah Alisha dan Sean dengan tatapan malu malu, tapi penasaran dengan apa yang akan di lakukan Alisha selanjut nya.


Alisha mengelus lembut pipi Sean, bibir nya tersenyum manis dan mengatakan.


"Betul mas, kita harus melakukan kegiatan kita selanjut nya.


Menjemput Bella di rumah mama"


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa Tip, vote, rate, jempol, dan komen ya......


__ADS_2