
Alisha baru saja selesai mandi.
Dia menyisir rambut hitam sebahu nya ke belakang.
Alisha melihat jam menunjukkan pukul dua belas malam.
Alisha memandang kamar Bella yang kosong.
Rumah Alisha yang sunyi di malam hari terasa semakin sepi, karena kepergian Bella.
Untuk pertama kalinya Bella tidak tidur di rumah.
Putri kecilnya kini tengah berada di rumah tante Hayu.
Bukan tante Hayu, tapi nenek Bella.
Alisha merasa bahagia karena Bella kini mempunyai nenek dan kakek yang akan mencurahi nya kasih sayang.
Membelikan semua ke inginan nya.
Semua keinginan yang belum bisa Alisha belikan.
Alisha memandangi mainan mahal Bella yang berada di ruang keluarga.
Mainan mahal itu membuat Alisha minder dan merasa miskin.
Alisha khawatir bila Bella suatu saat, akan memilih tinggal bersama nenek dan kakek nya.
Karena mereka punya segala nya dan mampu membelikan segala keinginan Bella.
Alisha lalu menelpon bu Sum.
"Assalamualaikum bu Sum...."
"Wa alaikum salam.... Ada apa menelpon tengah malam begini mbak?"
Alisha mendengar bu Sum menguap.
"Maaf mengganggu tidur bu Sum, tapi keadaan Bella gimana bu, dia rewel nggak?"
"Tidak mbak, dia malah seneng banget di sini. Waktu baru tiba, dia ngeyel minta ber renang malam malam"
Hati Alisha sedih ternyata Bella dalam satu malam bisa melupakan dirinya.
"Ya sudah bu Sum lanjut kan tidur nya. Saya juga mau tidur, Assalamualaikum...."
"Wa alaikum salam..."
Telepon terputus.
Alisha lalu tidur di kamar Bella.
******************
Pagi hari, Alisha melakukan ibadah sholat Subuh seperti biasa.
Setelah selesai sholat, Alisha di kejutkan suara deruman mobil yang berhenti di depan rumah nya.
Sayup sayup terdengar suara tangisan anak, selanjutnya suara tangisan itu semakin terdengar jelas di telinga Alisha.
Itu suara Bella.
Alisha bergegas membuka pintu rumahnya.
Ia melihat tante Hayu bersusah payah keluar dari mobil sambil menggendong Bella yang sedang menangis, sedang bu Sum berjalan di belakang tante Hayu.
Alisha langsung menghampiri tante Hayu, dan mengambil Bella dari gendongan nenek nya.
"Bella kenapa ma?"
Tanya Alisha cemas ketika tante hayu sudah berada di dalam rumahnya.
"Dia tiba tiba nangis waktu bangun tidur, dia mencari mu Alisha"
Tante Hayu, Alisha, dan bu Sum duduk di ruang keluarga.
"Cup sayang......"
Alisha menenangkan Bella.
Membelai belai rambut putrinya.
Mencium kening putri kecilnya.
Lalu memeluk hangat tubuh mungil Bella.
Beberapa saat kemudian Bella tenang dalam dekapan Alisha.
"Syukurlah, Bella sudah tenang, mungkin tadi dia bingung dan kaget karena baru pertama kali bangun tidur bukan di tempat biasanya. Dan ini baru pertama kali nya Bella bangun tanpa kamu sha"
Ucap tante hayu membelai belai rambut Bella dengan penuh kasih sayang.
"Oma mau pulang, Bella mau ikut ke rumah oma lagi?"
Tanya tante hayu pada Bella.
Bella menggelengkan kepala nya, lalu menyembunyikan wajah nya di dada bunda nya.
Tante hayu kemudian mengambil mainan boneka berbentuk anak anak
yang sedari tadi di genggam Bella, dan menggantinya dengan beberapa lembar uang ratusan ribu.
__ADS_1
"Ini buat beli es krim ya sayang. Nanti kalau Bella mau main ke rumah oma, Bella telpon aja oma, ntar ada pak supir yang menjemput Bella"
Ucap tante Hayu sambil mencium pipi Bella.
"Sha, bisa keluar sebentar? Mama mau bicara sebentar sama kamu"
Alisha lalu mengikuti sekaligus mengantar tante Hayu sampai di depan mobil mewahnya.
"Papa dan mama belum memberi tahu tentang Bella pada Sean, tapi cepat atau lambat Sean harus tahu kalau Bella adalah anaknya. Papa dan mama ingin kalian menyelesaikan masalah kalian sendiri"
"Ya ma"
Alisha menjawab singkat, lalu mencium tangan tante Hayu.
Setelah itu tante Hayu naik ke dalam mobil. Meninggalkan Alisha dan cucu kesayangan nya.
Setelah kepulangan tante Hayu, bu Sum juga ikut pamit pulang.
Alisha lalu memasak.
Sedangkan Bella bermain dengan mainan yang kemarin di belikan oma nya.
"Bunda.... lihat, mainan aku bagus kan?"
Bella menghampiri bunda nya yang sudah selesai memasak, kini bunda nya sedang mencuci peralatan masak kotor yang habis di gunakan untuk memasak.
"Ya bagus, Bella suka?"
jawab bundanya, matanya melhat mainan bella sebentar, lalu kembali pada cucian peralatan dapur kotor nya.
"Ya, Bella suka. Oma membelikan mainan ini banyak banget, tapi mainan ini ketinggalan di rumah oma. Nanti kalau mainan ku di bawa pulang, aku mau tunjukkan sama Feli, kalau aku juga sudah punya buuanyak mainan boneka L*L kayak dia. Feli pelit bunda, aku gak boleh pinjam mainan L*L nya dia"
Bella bercerita sambil mengangkat ke dua tangan nya.
"Ya Bella boleh menunujukkan mainan sama Feli, tapi kalau teman teman Bella mau pinjam mainan Bella, boleh ya? Bella gak boleh pelit"
Bella menganggukkan kepalanya.
Bella dan bundanya makan bersama di depan televisi.
Bella mulai belajar makan sendiri, tapi hasilnya, makan Bella membutuhkan waktu yang lama, dan nasi Bella pun tercecer di mana mana.
Alisha tengah menyapu ketika terdengar suara mobil berhenti di depan rumah nya.
'Siapa lagi ini?'
batin Alisha.
"Assalamualaikum..... "
Tanpa permisi Sean tiba tiba masuk ke dalam rumah Alisha.
Sean memakai kemeja pendek berwarna merah maroon, sedangkan celana panjang nya berwarna karamel, membalut kaki panjang sean yang menawan, dan sepatu kets putih sean menambah daya pikat nya.
Sedang Alisha tidak merespon senyuman Sean.
"Pak Sean, kenapa ke sini?"
Alisha merasa aneh, karena Sean tidak biasa nya datang ke rumah Alisha.
"Aku mengembalikan dompet mu, tadi malam tertinggal di mobil"
Sean meletakkan dompet Alisha di atas meja.
Sean kemudian mendekati Alisha yang sedang memegang sapu.
"Mau ku bantu?"
Sean menggenggam tangan Alisha yang memegang sapu.
"Boleh"
Jawab Alisha.
Alisha lalu melepaskan genggaman tangan sean, dan menyerahkan sapunya ke tangan Sean.
Sean kemudian dengan senang hati menyapu.
Sebenarnya Sean agak bingung ketika akan menyapu, karena terakhir kali ia menyapu waktu masih SMA.
Sean lalu menyapu debu debu halus ke luar pintu rumah.
setelah itu dia menyapu bagian dalam rumah Alisha.
Sean melihat Bella sedang menonton kartun kesukaan nya di ruang keluarga.
Bella melihat Sean dengan pandangan aneh.
karena baru pertama kali melihat laki laki menyapu rumahnya.
Sambil menyapu, Sean lalu melambaikan tangannya ke arah Bella.
"Halo boneka cantik....."
Ucap sean.
Bella lalu membuntuti Sean yang sedang menyapu.
"Om siapa? kok menyapu di rumah ku?"
Bella tidak ingat dengan Sean.
__ADS_1
Sean lalu cepat cepat menyelesaikan menyapunya.
Sean menyapu debu debu itu keluar pintu belakang rumah Alisha, dan melihat Alisha sedang menjemur pakaian di belakang rumah nya.
Alisha melihat Sean menyelesaikan menyapunya.
Alisha pun sudah selesai menjemur pakaian.
Alisha heran dengan tingkah Sean.
Baru kali ini Alisha melihat menyapu adalah bagian dari merayu.
Alisha masuk ke rumahnya, kaki Alisha terasa risih karena lantai rumahnya masih ngeres, seperti belum di sapu.
Alisha geleng geleng.
'mana ada CEO bisa pegang gagang sapu? yang ada cuma pegang gagang pena'
Batin Alisha.
Di dalam rumahnya, Alisha melihat pemandangan aneh.
Alisha melihat Sean duduk di karpet ruang keluarga.
Dia sedang memangku Bella sambil menonton televisi.
Alisha mendengarkan percakapan Sean dan Bella.
"Bella gak inget om?"
"Nggak, emang nya om siapa?"
Bella duduk menyamping dengan nyaman di atas pangkuan Sean, Bella mendongak memandangi Sean.
"Om yang membelikan Bella mainan gelembung sabun di rumah sakit, membelikan es krim, membelikan Bella permen, lalu mengantar Bella pulang dari rumah sakit naik mobil om, ingat?"
Sean tidak mengatakan pertemuan nya dengan Bella ketika di taman.
"Ya, Bella ingat"
Bella tersenyum manis.
Sean gemas, lalu mencium pipi Bella dengan gemas.
Bella risih di cium Sean lama lama.
Kemudian dia mengelap dengan baju nya, bekas ciuman Sean yang terasa basah di pipi Bella.
Sean lalu berdiri sambil menggendong Bella.
Dan Bella melingkarkan tangannya di leher Sean, Bella kesenangan di gendong Sean.
Sean lalu menghampiri Alisha.
Di depan Alisha, Sean berbicara pada Bella.
"Bella mau jalan jalan?"
Tanya sean pada Bella.
"Mau......"
Bella semangat sekali menjawab pertanyaan Sean.
"Ye...... jalan jalan....."
Bella melorot dari gendongan sean, dan berlari lari ke depan rumahnya.
Alisha lalu menyusul Bella yang berlompatan di depan rumahnya.
Bella melompat lompat karena bahagia, bibir nya juga tak henti henti menyebut kata jalan jalan.
"Bella, kita gak bisa jalan jalan sayang, bunda sedang repot, bunda harus bersih bersih rumah"
Alisha mencari cari alasan agar Bella dan Sean tidak semakin dekat.
"Hua........."
Bella menangis keras keras, hatinya sangat kecewa karena tidak jadi jalan jalan.
Sean lalu mendekat ke arah Alisha.
"Ini hanya jalan jalan Alisha, jangan lama lama membuat Bella menangis"
Bisik Sean di dekat telinga Alisha.
"Ok boneka cantik ku, kita jalan jalan"
Sean menggendong Bella lagi.
Tangisan Bella mereda dan tersenyum lagi.
"Ayo bunda cepat siap siap, kami tunggu di mobil ya?"
Ucap Sean, Sean tidak peduli ekspresi Alisha yang agak marah karena keputusan sepihak Sean.
Sean lalu menunggu Alisha di mobilnya bersama Bella.
Alisha curiga apa alasan Sean mendekati Bella.
Apakah karena ingin menjadi ayah angkat Bella, atau Sean sudah tahu kalau dia adalah ayah Bella?
__ADS_1
bersambung.......
jangan lupa jempol dan vote nya kaka......