
Hati Sean hancur.
Pikiran nya selalu gelisah.
Karena istri nya tiba tiba pergi begitu saja.
Istri yang baru saja di nikahi nya semalam.
Pergi karena melihat Sean tengah di peluk oleh seorang wanita.
Sean bahkan tidak sempat menjelaskan keadaan yang sebenar nya.
Sayang, istri nya sekarang sudah pergi entah ke mana.
Sudah tiga hari ini Alisha pergi meninggalkan Sean.
***************
Hari ini, Sean baru saja pulang ke Jakarta.
Di Jakata pun Sean tidak bisa menemukan Alisha.
Sean sudah menyuruh banyak orang untuk mencari istri nya.
Dia juga sudah melapor pada polisi.
Di kantor polisi, Sean juga melaporkan wanita perusak rumah tangga nya.
Turun dari helikopter pribadi nya, Sean bukan nya pergi ke rumah nya.
Atas permintaan orang tua nya, Sean pergi ke rumah orang tua nya.
Orang tua Sean sangat khawatir dengan keadaan Sean dan Alisha.
Setibanya di rumah.
Sean di sambut putri nya.
"Papa...."
Bella menghambur dalam pelukan Sean.
Sean lalu menggendong Bella.
Melihat Bella, mengingat kan Sean pada Alisha.
Dan air mata Sean pun mengalir.
Tapi Sean cepat cepat menghapus air mata nya
"Bunda mana pa? Kok nggak ikut?"
Tanya Bella heran.
Karena papa nya pulang tidak bersama bunda nya.
"Buda..... Bunda sedang kerja diluar kota, nanti kalau udah selesai, bunda pasti pulang"
Ucap Sean, mencari alasan paling tepat dan masuk akal.
Dan Bella meng angguk kan kepala nya faham.
"Sean? Kamu sudah pulang nak?
Ayo duduk dan katakan sama mama.
Apa yang sebenar nya terjadi di Bandung"
Mama dan papa Sean muncul di ruang keluarga.
Sean lalu duduk.
Melepaskan penat nya.
Karena selama tiga hari, tiga malam dia tidak bisa istirahat.
Bella yang di ajak duduk, malah lari meninggalkan ruang keluarga.
Dia terlihat sudah terbiasa dengan rumah oma dan opa nya.
Sean kemudian menceritakan awal mula kejadian.
Ketika papa nya sedang menelpon, hingga Alisha lari karena melihat Sean sedang di peluk wanita sialan itu.
Sean juga menceritakan tentang teror yang di alami Alisha ternyata dari wanita itu juga.
"Astaghfirullah.... Mama nggak nyangka, ternyata Fani jahat banget.
Untung kamu nggak jadi nikah sama dia"
Tante Hayu sangat terkejut dengan aksi nekat mantan calon menantu nya yang bernama Fani.
"Nggak usah terlalu cemas Sean, Alisha pergi nggak bawa apa apa kan?
Yang dia bawa hanya sebuah kartu kredit kan?
Kalau dia menggunakan nya, maka sangat mudah untuk melacak nya.
Aku juga akan menyuruh banyak orang untuk mencari Alisha.
Di rumah orang tua nya.
Sean menjadi sedikit rileks karena mendapat dukungan dari orang tua nya.
*************
Tidak terasa, sudah hampir dua bulan Alisha menghilang dari kehidupan Sean.
Sean tidak pernah putus asa mencari, di mana keberadaan istri nya.
Semakin lama, kesabaran Sean semakin habis.
Sean merasa frustasi, Anak buah nya dan papa nya, tidak ada yang berhasil menemukan Alisha.
Padahal mereka biasa nya, bila di perintah mencari seseorang, mereka dengan cepat bisa melacak keberadaan orang itu.
Tapi kali ini mereka gagal.
Bahkan polisi pun gagal mencari di mana Alisha.
'Di mana kau Alisha? Sampai kapan kau akan marah dengan ku sayang? Apa kau tidak bisa mendengarkan setiap detak jantung ku memanggil nama mu?'
__ADS_1
Sean menangis dalam diam di kantor nya.
Tangan nya mengelus elus foto istrinya yang sedang tersenyum manis.
Sean cepat cepat menghapus air mata nya ketika pintu kantor nya di ketuk dari luar.
Dia mendengar suara Tomi minta izin untuk masuk ke ruangan Sean.
"Masuk!"
Ucap Sean.
Dan Tomi pun masuk.
Untuk ke sekian kali nya, Sean selalu berharap Tomi membawa berita gembira.
"Gimana Tom?"
Tanya Sean penuh harap.
"Maaf pak, Deni dan anak buah nya tetap tidak bisa menemukan Bu Alisha di Surabaya"
"Sudah di cari di kota Ngawi?"
"Di Ngawi juga tidak ada pak"
"Bagaimana dengan, di tempat kerja nya dulu di Bandung?"
Sean berharap bisa menemukan Alisha sedang menginap di rumah teman nya yang ada di bandung.
"Deni Sudah melacak di tempat kerja nya bu Alisha di Bandung, tapi tidak bisa menemukan nya"
"Sudah mencari di rumah teman teman nya? yang ada di Bandung? Surabaya?"
"Mereka tidak mencari di rumah teman teman bu Alisha, mereka hanya menanyakan keberadaan bu Alisha saja pada teman teman bu Alisha"
Brakkkk.....
Sean menggebrak meja nya karena emosi.
Dia hampir putus asa mencari di mana Alisha.
"Suruh Deni mencari Alisha di setiap rumah teman Alisha!
Yang ada di Surabaya dan juga yang ada di Bandung.
Katakan sama Deni, mulai besok dia harus lapor langsung pada ku!
Gimana sih mereka, cari satu wanita aja gak ada yang becus"
Sean lalu menghempaskan diri nya di kursi.
"Ngapain masih di sini? Kerjain kerjaan mu!"
Sean membentak Tomi.
Tomi lalu buru buru keluar dari ruangan Sean.
Tomi sangat terkejut dengan bentakan Sean.
Selama lima tahun dia bekerja menjadi asisten Sean.
Baru kali ini dia di bentak oleh Sean.
Tapi karena istri nya yang sedang menghilang.
Hari sudah sore.
Sean segera pulang.
Sejak Alisha menghilang, Sean tidak mau pulang ke rumah nya sendiri.
Sendirian membuat Sean selalu teringat Alisha.
Ia membutuh kan pikiran yang jernih untuk mencari Alisha.
Sean pulang ke rumah orang tua nya dengan di sambut putri kecil nya.
Saat ini orang tua dan anak nya lah yang menjadi pelipur hati Sean yang sedih dan merana.
Sean selalu berusaha tersenyum dan bahagia di depan putri nya.
Dan setiap kali Bella bertanya tentang bunda nya, ia selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
Kalau bunda nya sedang kerja di luar kota.
Malam ini seperti biasa nya, Sean menemani Bella tidur.
Bella sudah terlelap dalam dekapan nya.
Tapi Sean belum bisa memejam kan mata nya.
Sean sedang memandangi foto pernikahan nya di dalam ponsel nya.
Dan air mata Sean selalu mengalir bila melihat foto foto Alisha dan diri nya.
Trilililit...... Trilililit......
Ponsel Sean berdering.
Ada panggilan dari Tomi.
📞 Sean : Assalamu alaikum Tom, ada apa telpon malam malam?
📞 Tomi : Wa alaikum salam.
Maaf pak, saya hanya mau mengingat kan, besok anda ada meeting dengan perusahaan farmasi dari kota Bogor.
Mereka sudah mengajukan kontrak dengan perusahaan, dua bulan yang lalu.
📞 Sean : Ya, aku sudah tahu memang nya kenapa?
📞 Tomi : Apakah anda sudah selesai memeriksa Semua berkas berkas yang mereka ajukan?
📞 Sean : Aku sudah melihat semua nya, tapi aku akan melihat nya lagi. Terima kasih sudah meng ingat kan aku.
📞 Tomi : Ok, bos.
Kalau begitu saya tutup dulu ya.
Assalamu alaikum.
__ADS_1
📞 Sean : Wa alaikum salam.
Sean ingat, berkas berkas itu ada di rumah nya.
Setelah pamit kepada orang tua nya, Sean pergi ke rumah nya.
*************
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam ketika Sean sampai di rumah nya.
Ceklek.....
Sean membuka pintu rumah nya.
Ia lalu menghidupkan lampu lampu rumah nya.
Rumah nya sepi.
Dan semakin mencekam, bila Sean teringat dengan Alisha yang sudah tidak ada di sisi nya.
Ketika melewati dapur.
Lamat lamat, Sean seperti mencium bau masakan.
Tapi ketika menghampiri dapur.
Sean tidak melihat apa pun.
'Tidak mungkin ada masakan, aku sudah pergi hampir satu setengah bulan yang lalu.
Dan para pembantu hanya melakukan bersih bersih rumah'
Sean lalu membuka kulkas nya.
Ia ingin mengambil cemilan.
Kosong?
Sean heran dengan isi kulkas nya yang kosong.
Mata Sean terperangkap dengan wastafel pencuci piring nya yang terlihat basah.
Aneh.
batin Sean, sambil memegangi wastafel yang masih basah.
'Ini seperti baru saja di gunakan'
Sean curiga di rumah nya ada penyusup.
Sean memegang kompor nya.
Aneh.
kompor nya juga masih terasa panas.
Sean semakin yakin, kalau di rumah nya ada orang.
Sean kemudian menghidupkan seluruh lampu di rumah nya.
Sean memeriksa setiap ruangan di rumah nya.
Setiap kamar juga tidak luput Sean periksa.
Sean juga memeriksa seluruh kamar yang ada di lantai dua.
Di lantai dua, Sean merasa capek, Karena sudah mengelilingi seluruh rumah nya yang sangat luas.
Sean beristirahat di kamar nya yang berada di lantai dua.
Ia keluar ke balkon kamar nya, yang menghadap halaman belakang.
Sean baru ingat kalau dia punya banyak kamera CCTV yang tersebar di seluruh rumah nya.
Ketika Sean akan melihat laptop nya yang terhubung dengan kamera CCTV, mata Sean tertahan dengan sebuah kamar di halaman belakang rumah nya.
Di halaman belakang rumah nya ada tiga kamar yang berjajar jajar.
Tiga kamar itu di buat untuk pembantu rumah tangga.
Tapi karena semua pembantu rumah tangga nya tidak ada yang menginap di rumah Sean.
Maka ketiga kamar itu tidak ada penghuni nya.
Tapi Aneh, salah satu kamar itu, lampu nya menyala.
Hati Sean berdebar kencang.
Ia merasa, akan segera menemukan penyusup yang masuk ke rumah nya.
Sean lalu berjalan terburu buru ke belakang rumah nya.
Sean melihat lampu kamar itu masih menyala terang benderang.
Ceklek.....
Kamar itu tidak terkunci.
Sean lalu pelan pelan mengintip isi kamar itu.
Sean melihat ada seseorang yang sedang tidur miring membelakangi pintu.
Sean merasa seseorang itu adalah sosok perempuan.
Perempuan itu tidur memakai baju kaos ketat dan celana jeans nya super pendek.
Rambut panjang nya tergerai di atas bantal.
Tubuh perempuan itu terlihat melengkung indah karena tidur miring.
Kaki nya juga sangat indah dan mulus.
Kaki yang mengingat kan Sean dengan kaki indah milik istri nya.
Jantung Sean berdetak kencang.
Jangan jangan dia......
Bersambung.......
Tips, vote, dan jempol kalian, author tunggu....
__ADS_1
Mohon dukungan nya ya.......