The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Berbuka Setelah Berpuasa


__ADS_3

"Minggir mas, aku nggak mau di sini sama kamu"


Alisha mendorong kuat kuat dada Sean, tapi tubuh Sean tidak bergerak sedikit pun.


"Kamu masih marah dengan ku sayang?"


Tanya Sean.


Tangan nya memegang dagu Alisha.


Mata Sean menatap dalam ke mata Alisha.


"Aku nggak cuma marah, tapi aku benci sama kamu mas.


Tega nya kamu pelukan sama wanita lain di kamar kita.


Wanita mana yang nggak marah, kalau melihat suami nya pelukan sama wanita lain?


Apalagi kita baru....."


Cup.....


Sean menghentikan omelan panjang lebar Alisha dengan ciuman nya.


Sean mencium Alisha dengan beringas, seolah dia ingin menguasai seluruh bibir Alisha.


Sean merasakan tangan Alisha yang terkurung di bawah dadanya memukul mukul dada Sean.


Tapi Sean malah menangkap kedua tangan Alisha.


Dengan kekuatan nya Sean memegangi kedua tangan kecil Alisha ke atas kepala Alisha.


Agar tangan Alisha tidak lagi memukuli dada Sean.


Sean menyedot bibir Alisha atas dan bawah bergantian dan ber ulang ulang, sampai sampai Alisha merasa bibir nya terasa membengkak.


Sean mencium Alisha seolah ingin mengatakan kau adalah milikku.


Tidak puas menyedoti bibir Alisha.


Sean menjelajah masuk ke mulut Alisha dan mencari cari lidah Alisha, kemudian menyedot kuat kuat lidah Alisha ketika menemukan nya.


Alisha mengerang pelan di dalam ciuman Sean.


Sean kemudian mencium leher Alisha.


Sean mencium bau wangi sabun di kulit Alisha.


Dan itu semakin membuat Sean rakus.


Dia membuat cupangan merah di beberapa tempat di leher Alisha.


Alisha sampai merintih rintih karena ulah Sean.


Sean merasakan tangan Alisha lemas dalam genggaman nya.


Tangan Alisha tidak lagi menunjukkan perlawanan.


Sean lalu mendudukkan Alisha.


Mereka kini duduk berhadap hadapan di atas sofa.


Sean melepas kan kaos Alisha.


Dan kemudian melepas kemeja nya sendiri.


Sean terlihat buru buru sekali melepas kancing kancing baju nya.


Sean lalu menyampirkan kemeja nya di sandaran sofa.


Sean kemudian memangku tubuh Alisha menghadap pada Sean.


"Maaf kan aku sayang.


Aku kira wanita itu adalah kamu"


Alisha menganggukkan kepala nya.


Tapi tiba tiba Alisha menggelengkan kepalanya, mata nya ber urai air mata.


Alisha ingin memaafkan Sean, tapi sekelebat bayangan Sean sedang di peluk wanita itu, kembali membuat Alisha sedih.


Sean menghapus air mata Alisha dengan bibir nya.


Setelah mencium air mata Alisha, Sean lalu mencium kening Alisha lama lama.


Sean baru melepaskan ciuman di kening Alisha ketika sudah tidak merasakan getaran tubuh Alisha.


Setelah itu, Sean mencium bibir Alisha lagi, tapi ciuman Sean kini berubah lebih lembut.


Kelembutan Sean membuat Alisha merasakan gelayaran kenikmatan.


Sehingga Alisha melingkarkan tangan nya di leher Sean.


Merasa mendapat sambutan dari Alisha.


Sean langsung turun ke bukit indah Alisha.


Sean seperti kesurupan ketika menciumi bukit Alisha.


Bukit Alisha membusung indah di depan wajah Sean.


Dengan gerakan satu tangan.


Bra Alisha terjatuh ke lantai.


Sean dengan rakus melahap dada Alisha.


Ia seperti orang yang baru buka puasa, setelah berpuasa tidak menyentuh tubuh Alisha selama hampir dua bulan.


Tangan Sean pun tidak mau berdiam diri.


Mulut Sean bekerja di dada Alisha.

__ADS_1


Dan tangan Sean bekerja di dada Alisha yang satu nya.


Bibir Alisha merintih rintih ke enakan.


Kegiatan Sean di dada Alisha terhenti, karena Alisha turun dari pangkuan nya.


Tanpa Sean duga.


Alisha memelorotkan celana dan cd nya.


Kini tubuh Alisha tidak memakai baju sama sekali.


Memamerkan seluruh ke indahan surga dunia.


Sean sampai menelan ludah nya sendiri.


Karena keindahan tubuh Alisha.


Sean lalu mendekat kan diri nya di kaki Alisha yang sedang berdiri.


Alisha akan duduk bersama Sean, tapi Sean menahan tubuh Alisha, agar Alisha tetap berdiri.


Sean kembali menjelajahi kaki mulus Alisha, dengan bibir nya.


Tangan nya pun bergerilya meraba raba kaki indah Alisha.


Sean seakan meluap kan hasrat yang selama ini tertunda.


Puas dengan kaki Alisha.


Sean lalu mencium kehormatan Alisha.


Alisha sampai merintih, dan tangan nya meremas remas rambut Sean karena terbuai dengan kenikmatan yang Sean berikan.


Di balik ciuman nya.


Sean melihat mata Alisha yang mulai terlihat sayu.


Sean akhir nya menyudahi permainan nya.


Dengan mudah, Sean menggendong tubuh polos Alisha.


Sean menggendong tubuh Alisha di depan tubuh nya, sama seperti ketika ia menggendong Bella.


"Kita pindah ke kamar ya?


Di sini banyak kamera"


Alisha hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Sean.


Alisha melingkarkan tangan nya di leher Sean.


Untuk mencari pegangan, karena Sean sedang menggendong tubuh nya.


Perlahan lahan Alisha merundukkan kepanya.


Alisha mencari bibir Sean.


Alisha kali ini ikut ikutan mengeksplor bibir Sean yang yang menawan.


Hati sean senang karena Alisha mulai terbawa suasana.


Sean senang karena malam ini istri nya akan membayar semua hasrat yang telah ia pendam selama hampir dua bulan.


Sean lalu membawa tubuh Alisha naik ke lantai dua, menuju kamar Sean.


Di sepanjang perjalanan menuju kamar nya.


Sean dan Alisha saling berciumam mesra.


Mereka saling memberikan dan saling menuntut.


Ketika telah sampai di kamar nya.


Sean meletakkan tubuh Alisha di ranjang Sean yang luas dan super nyaman.


Di dalam kamar.


Sean melepas kan seluruh celana nya.


Dan Alisha lagi lagi terpaku dengan tubuh Sean.


Sean lalu menaikkan Alisha di pangkuan nya.


Setelah itu Sean tidur terlentang.


Alisha pun faham dengan keinginan suami nya.


Alisha mulai mencumbu dan menciumi tubuh Sean.


Ting tong....


Sean dan Alisha sejenak berhenti karena mendengarkan suara bel dari pintu rumah mereka.


Sean tidak peduli, dan menarik kembali kepala Alisha yang ada di atas nya.


Sean menciumi bibir Alisha dari bawah.


Ting tong.....3x


"Coba di lihat aja dulu mas"


Alisha mengangkat kepala nya.


"Biarin aja sayang, kita lanjut aja, aku sudah nggak tahan karena udah menahan nya hampir dua balan"


Sean kembali mencium bibir Alisha.


Ting tong........20x


Alisha pun melepaskan ciuman Sean dan turun dari tubuh Sean.


Dan Sean dengan terpaksa turun dari ranjang.

__ADS_1


Sean kemudian memakai jubah tidur nya, yang berwarna perak.


Dia tidak memakai apa pun di balik jubah tidur nya.


"Kamu diam aja di sini ya sayang, jangan ke mana mana lagi.


Aku akan melihat siapa pengganggu itu"


Sean lalu menutupi tubuh Alisha dengan selimut, dan mencium kening Alisha.


Alisha hanya tersenyum.


Melihat Alisha tersenyum, Sean kembali naik ke atas ranjang.


Sean lalu mencium bibir Alisha lagi.


Sean mencium bibir Alisha, karena senang melihat Alisha bisa tersenyum kembali.


Ting tong........20x


Alisha mendorong tubuh Sean.


"Udah mas, kamu lihat dulu ke bawah"


Alisha menyadarkan Sean.


Sean lalu ogah ogahan menuruni ranjang.


Setelah itu ia menuruni tangga.


Sean melewati begitu saja, baju nya dan baju Alisha yang berserakan di sekitar sofa.


Setelah sampai di gerbang Sean membuka gerbang nya sedikit.


Sean terbiasa tidak memakai jasa security di rumah nya.


Karena Sean lebih suka menyendiri dan mandiri.


Sean melihat ada tiga orang security di depan gerbang nya.


Sean bertanya tanya dalam hati.


Ada apa mereka kemari?


"Bapak Osean?"


Tanya salah seorang security yang bertubuh paling kecil.


Tapi wajah nya terlihat paling tegas.


Dia membawa tab yang ada foto Sean.


Dia berusaha mencocokkan wajah Sean dengan foto yang ada di dalam tab.


Setelah memutuskan wajah Sean cocok dengan foto.


Security kembali bertanya.


"Ada laporan dari warga sekitar.


Kalau mereka tadi, mendengar suara jeritan minta tolong dari rumah anda.


Tiga puluh menit yang lalu.


Betul?"


Tanya sang security.


Sean meng angguk ragu.


Sean ragu, apakah harus jujur atau tidak.


"Suara siapa itu?"


Tanya sang security lagi.


"Itu suara istri saya, maaf tapi itu masalah pribadi kami.


Jadi saya minta, kalian semua pergi dari sini"


Ucap Sean sambil menutup pintu gerbang nya.


Tapi sebelum Sean menutup pintu gerbang nya.


Tangan salah satu security yang bertubuh tinggi dan gagah, menahan pintu gerbang Sean agar tetap terbuka.


Ketiga Security tersebut lalu memakasa masuk ke rumah Sean.


"Maaf pak Osean, tapi di sini anda tertulis belum menikah.


Jadi kami harus memeriksa ke dalam rumah anda"


"Saya sudah buat laporan sama RT, kalau saya sekarang sudah menikah, mungkin data nya belum di masuk kan ke situ"


Nada bicara Sean meninggi karena para security tidak mempercayai ucapan nya.


"Kalau memang bapak tidak bersalah, maka anda harus mengizinkan kami masuk dan memeriksa rumah anda.


Demi kebaikan dan kenyaman kita bersama. Saya minta kerja sama nya pak Osean"


Sean menggaruk garuk rambut kepalanya yang tidak gatal.


Sean frustasi dengan keadaan ini.


Apakah dia harus menjelaskan semua kerumitan masalah nya.


Atau membiarkan para security itu masuk ke rumah nya?


"Ah, sial........!"


Bersambung.......


Tip, rate, vote dan jempol kalian,author tunggu y

__ADS_1


__ADS_2