
Sean berjalan mondar mandir di ruang UGD.
Mama dan papa Sean juga datang ke UGD.
Tante Hayu dengan susah payah akhir nya bisa menenangkan tangisan Bella.
Tante Hayu menjauh kan Bella dari ruang UGD, agar tidak melihat tubuh Alisha yang diam di atas ranjang.
"Gimana dok, istri ku?"
Sean menghampiri dokter yang baru saja selesai memeriksa Alisha.
Sean sebenar nya sudah berusaha memeriksa tubuh Alisha.
Tapi karena Sean sedang panik.
Sean tidak yakin dengan analisa nya sendiri.
"Tenang lah pak, istri anda baik baik saja"
"Tapi kenapa sampai sekarang, dia belum sadar?"
"Seperti nya karena terlalu syok, dia sampai pingsan.
Sekarang, biarkan saja dia tidur, karena lebih baik bagi diri nya untuk istirahat dulu.
Agar tidak stres, stres tidak baik untuk orang yang sedang hamil"
"Tapi istri saya sedang nggak hamil dok.
Hamil? Maksud nya istri ku sedang hamil dok?"
"Bapak belum tahu?"
"Dokter yakin?"
Sean lalu memeriksa sendiri tanda tanda kehamilan pada tubuh Alisha.
Sean setuju dengan analisa dokter nya.
"Seperti nya, istri ku memang benar benar hamil dok, yes, yes, yesss...."
Sean lalu mendekati tubuh Alisha yang masih tidur.
"Terima kasih sayang, sudah menjadi ibu dari anak anak ku"
Sean berkata sambil mengelus elus kening Alisha, lalu mengecup nya lembut.
"Kamu istirahat dulu ya sayang, aku mau nemuin mama dulu"
Bisik Sean di telinga Alisha yang masih memejamkan mata nya.
Sean lalu pergi untuk menemui papa dan mama nya.
Sepeninggal Sean.
Mata Alisha yang terpejam meneteskan air mata.
Hari pun sudah sore.
Alisha bangun dari tidur nya.
Sean lalu mengajak Alisha pulang.
Om Hendra dan tante Hayu ikut pulang bersama mereka.
Di dalam mobil semua orang terlihat ceria.
Semua senang dengan kehamilan Alisha.
"Bella, mau apa nggak kalau punya adek?"
Tanya Sean.
"Mau. Bella pengen punya adek cewek"
"Kok cewek?"
Sean berharap anak ke duanya adalah laki laki.
"Bella nggak suka adek cowok, entar dia nakal kayak dafa.
Dafa suka main gulat dan tinju.
Sampai semua anak Perempuan takut sama Dafa"
"Kalau adek cowok nya nggak nakal kayak Dafa, mau nggak?"
"Mau, tapi kalau adek cewek lebih seru.
Nanti kalau aku besar, aku juga jadi cowok"
Jawab Bella polos.
__ADS_1
"Kok bisa?"
Tante Hayu penasaran, mengapa cucu cantik nya berkata seperti itu.
"Sekarang punyaku memang belum tumbuh, tapi, entar Punya ku (******** wanita) juga tumbuh kayak cowok"
Dalam pikiran Bella, anak perempuan suatu saat nanti, ******** nya akan tumbuh burung seperti laki laki.
Sean dan Alisha pun tertawa karena jawaban Bella.
Begitu juga dengan kakek dan nenek nya ikutan tertawa.
Mereka telah sampai di rumah Sean.
Sean menuntun Alisha turun dari mobil.
Di sepanjang perjalanan di rumah Sean.
Sean selalu menutun Alisha.
Tangan kanan nya memegang mesra tangan kanan Alisha.
Sedangkan tangan kiri nya melingkar di pinggang Alisha.
Sean lalu menduduk kan Alisha di ruang keluarga bersama mama dan papa nya.
"Sebentar ya ma, aku akan membuat teh"
Ucap Alisha, sambil berdiri.
"Nggak usah sayang, mama akan minta sendiri sama mbak Rini"
Tante Hayu lalu pergi.
Setelah kepergian tante Hayu.
Om Hendra juga ikutan pergi, ia ingin keliling keliling dan melihat rumah Sean.
Sudah tiga tahun om Hendra tidak menginjakkan kaki nya di rumah Sean.
Dan Bella mengekori kakek nya.
Sean dan Alisha kini tinggal berduaan di ruang keluarga.
Sean melihat Alisha yang terus terdiam dari tadi.
Rambut panjang Alisha yang tergerai menutupi sebagian wajah Alisha.
"Kamu kenapa sayang? Dari tadi kok diem aja?"
Ucap Sean sambil membuka helaian rambut Alisha dan menaruh nya kebelakang kepala Alisha.
Alisha hanya menggeleng gelengkan kepala nya.
Dan air mata Alisha pun keluar.
Alisha lalu berdiri.
Sean pun ikutan berdiri.
"Mau ke mana sayang? Duduk aja ya? Kamu masih lemah.
Sekarang, bicara lah dan Jangan diam aja"
Sean membelai mesra pipi Alisha.
"Aku...... Nggak mau hamil mas"
Air mata Alisha mengalir, dan suara tangisan nya tersedu sedu.
"Kenapa Nggak mau hamil sayang?
Semua orang yang menikah menginginkan segera punya anak"
"Tapi, aku nggak mau cepet cepet punya anak lagi mas.
Aku benci kamu mas.
Benci, benci, benci.....
Gara gara kamu, aku hamil lagi"
Alisha memukul mukul dada Sean, dan Sean pun menangkap ke dua tangan Alisha.
"Wajar kan sayang, aku ingin cepat cepat punya anak, umur aku udah nggak muda lagi.
Bella pasti juga senang, kalau dia punya adik"
Alisha tidak menanggapi ucapan Sean, dan hanya menangis, dia terlihat sangat kecewa.
"Beritahu aku Alisha, kenapa kamu nggak mau hamil"
"Aku..... Aku.......
__ADS_1
Aku pengen kita pacaran dulu mas.
Kita..... "
Alisha menunduk malu, tidak kuat meneruskan ucapan nya.
Sean pun memegang dagu Alisha, memaksa Alisha untuk melihat Sean.
Dan semburat merah menghiasi wajah cantik Alisha.
"Kita kenapa sayang.....? Hm.....?"
Wajah Sean mendekat ke wajah Alisha.
Alisha pun salah tingkah, karena Sean terus mendekat.
Alisha akhir nya memegang wajah Sean agar berhenti mendekat.
Dan wajah Sean seolah mengatakan.
'Teruskan ucapan mu'
"Kita.... Belum melakukan..... Honeymoon mas"
Alisha kini bisa menatap ke arah mata Sean.
Sean lalu menarik dagu Alisha ke arah wajah nya.
Dalam satu detik, Sean langsung mencium bibir Alisha dengan lembut.
Menyedot dengan nikmat bibir bawah Alisha yang sangat menggoda.
Bibir yang terus memenuhi kepala Sean agar segera menikmati nikmat nya bibir seksi Alisha.
Sean kemudian semakin memperdalam ciuman nya.
Ia memegangi belakang kepala Alisha untuk memperdalam ciuman nya.
Alisha pun lemas dalam dekapan Sean.
Tangan Alisha yang terkurung di antara tubuh nya dan tubuh Sean, perlahan merambat ke belakang leher Sean.
Alisha lalu bergelayut pasrah atas ciuman Sean.
Sean lalu melepaskan ciuman nya sejenak.
Dan menatap dalam dalam mata Alisha.
"Kita memang melewatkan honeymoon kita sayang, tapi aku sudah merencanakan babymoon untuk kita, kau mau ke mana sayang?"
"Aku akan ikut ke mana pun kamu membawa ku mas, Aku percaya pada pilihan mu"
"Kau menantang ku? Baiklah aku akan mencari tempat ter romantis untuk kita.
Dan aku akan membuat mu pingsan karena kelelahan bercinta dengan ku"
Sean lalu mencium Alisha lagi, kali ini ciuman Sean lebih bergairah.
Tangan Sean yang kanan memeluk rapat tubuh Alisha sedangkan tangan kiri nya meraba raba bongkahan padat pada tubuh Alisha bagian belakang.
Tangan kiri Sean lalu berpindah merayap ke dalam baju Alisha, lalu meremas remas dada Alisha.
Alisha yang merasa Sean semakin liar, menarik diri nya.
Dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Sean.
"Maaf sayang, aku khilaf, kita ke kamar yuk?"
"Papa.... Aku mau di gendong"
Sean dan Alisha pun saling berpandangan.
Pandangan mereka mengatakan.
'Sejak kapan Bella di sini?'
"Ehm...... Ehm......
Bella sudah di situ sejak tadi"
Ucap om Hendra.
Om Hendra dan tante Hayu berdiri di pintu.
Om Hendra berbohong jika Bella dari tadi di situ.
Bella muncul tepat setelah Alisha menarik diri dari ciuman dahsyat mereka.
Dan yang berdiri di situ dari tadi adalah om Hendra dan tante Hayu.
\=\=\=\=TAMAT\=\=\=\=\=\=
__ADS_1