
Akhir akhir ini Sean selalu makan di kantin dengan para karyawan kantor.
Sudah satu minggu ini Sean selalu duduk di samping Alisha.
Mengajak Alisha bicara layaknya seorang teman.
Para karyawan lain yang melihat Sean mendekati Alisha, menjadikan Alisha sebagai topik utama gosip mereka.
Baik cowok maupun cewek, mereka suka sekali membicarakan tentang CEO mereka yang mendekati Alisha.
CEO mereka yang dulu terkenal dingin, kaku, dan sulit terlihat oleh karyawan biasa.
Kini berbalik arah menjadi CEO yang ramah.
Bila para karyawan menyapa seyan, maka Sean membalasnya dengan senyuman.
Karena senyuman Sean yang tampan, membuat para karyawati semakin menyukai Sean.
Banyak di antara karyawati tidak peduli, bahwa Sean sebenarnya hanya mendekati Alisha dan bukan nya mereka.
Suatu hari, Sean datang ke ruangan Alisha.
Ia duduk di samping Alisha.
Mata Sean terus memperhatikan Alisha mengetik.
Mata Sean memandang penuh cinta ke arah Alisha.
Dan semua karyawan yang satu ruangan dengan Alisha, memandangi mereka berdua.
Sedang kan Alisha malah tidak memedulikan pandangan Sean.
Alisha tidak peduli dan menganggap seolah Sean tidak ada.
Ketika Alisha melakukan kesalahan dalam pengoperasian komputer.
Sean menegurnya.
Sean lalu berdiri di belakang Alisha, badan nya membungkuk ke arah Alisha.
Alisha bisa merasakan hembusan nafas Sean yang hangat di pipi dan tengkuk Alisha.
Alisha merasa geli dan merinding.
Satu tangan sean yang kanan memegang mouse komputer yang sedang di pegang Alisha.
Sehingga seolah olah Sean sedang menggenggam tangan Alisha.
Tangan Alisha menjadi panas dingin di dalam genggaman Sean.
Sesekali tangan Sean memencet mencet mouse komputer.
Sambil memberikan arahan kepada Alisha.
Bagaimana cara yang benar melakukannya.
Wajah Sean berada di samping Alisha dan sangat dekat.
Alisha sampai salah tingkah dengan kelakuan Sean yang sangat intim.
Para karyawan yang satu ruangan dengan Alisha.
sering kali mencuri pandangan ke arah alisha dan CEO mereka yang terlihat mesra.
Sean tidak peduli apa kata karyawannya.
Sean masa bodoh bila karyawan karyawan nya menggosipkan tentang diri nya.
Alisha merasa malu karena perlakuan Sean.
Alisha lalu menyuruh Sean kembali ke ruangannya sendiri.
Alisha tidak enak dengan karyawan yang lain.
Alisha mendorong tubuh Sean, agar keluar dari ruangannya.
Dan dengan langkah berat.
Sean terpaksa keluar dari ruangan Alisha, lalu kembali ke ruangannya sendiri.
Sean sudah tidak peduli lagi dengan statusnya sebagai bos.
Karena Sean sudah tidak bisa menahan lagi rasa cinta nya.
Sean merasa, Alisha selalu menjauhinya, dan dia tidak pernah mau bila di suruh datang ke ruangan Sean.
************
Ke esokan harinya di tempat kerja.
Alisha melihat ponselnya.
Ada pesan dari Sean.
"Kita makan siang di kafe One Love di jalan Mangaraja.
Kalau kau tidak mau, aku akan ke kantin dengan mu.
"Aku tunggu kau di parkiran di jam makan siang"
Alisha melotot tidak senang.
Namun ia tidak punya pilihan.
Mau atau tidak alisha harus mau menuruti ke inginan Sean.
Alisha kini teekenal sebagai kekasih bos mereka.
Sehingga banyak karyawan yang sungkan dengan Alisha, termasuk Radit.
Radit kini agak menjaga jarak dengan Alisha.
Sedangkan Rere hanya mampu bergosip dan menjelek jelek kan Alisha ketika alisha tidak ada.
Jam makan siang pun tiba, Alisha turun ke basemen.
Alisha melihat Sean sedang menunggu di dalam mobilnya.
Mereka lalu naik mobil menuju kafe One Love yang terkenal sebagai kafe paling romantis.
Seperti biasa, di lampu merah depan sekolah Bella, mobil Sean berhenti.
Tanpa mereka sadari, Sean dan Alisha sama sama menoleh ke arah sekolah Bella yang sudah sepi.
Semua murid sudah pulang.
Akhir akhir ini ketika berangkat ke kantor, Sean selalu memperhatikan Bella.
__ADS_1
Karena Sean sering kali melihat Bella sedang berangkat sekolah.
Alisha dan Sean sampai di kafe.
Di kafe, Alisha dan sean duduk berhadap hadapan.
Ini adalah pertama kali bagi Alisha dan Sean makan berduaan di sebuah kafe.
Mereka sama sama menunggu makan siang mereka datang.
"Nanti pulang kerja, aku akan mengantar mu pulang"
Mata Sean menatap Alisha tajam.
"Maaf, tapi saya nggak bisa pak"
Jawab Alisha.
" Mau sampai kapan kau menghindari ku Alisha?"
Tanya Sean, wajahnya terlihat putus asa.
Alisha diam saja.
Alisha juga tidak mengerti, mengapa ia masih belum bisa melupakan sakit hatinya.
Makan siang mereka pun datang.
Sean dan Alisha sama sama terdiam, karena mereka sedang makan siang.
Mereka sejenak berkonsentrasi pada makanan dan pikiran masing masing.
"Kapan kamu siap menerima ku kembali Alisha?"
Sean memulai percakapan kembali setelah makan siang mereka selesai.
"Saya sudah bilang kan pak, kalau saya tidak bisa!"
Jawab Alisha ketus.
Sean mengusap kening nya putus asa.
"Bisa nggak, kita melupakan masalalu yang menyakitkan Alisha? kita mulai dari awal lagi, ok?"
Sean mngganggan jemari Alisha yang lentik dan lebih kecil dari tangan Sean.
Tangan Alisha bisa masuk semua ke dalam genggaman tangan Sean.
Genggaman Sean membuat hati dan tangan Alisha menjadi hangat.
Namun Alisha masih ragu dan tidak percaya dengan perasaan Sean.
Kalau Sean mengingin kan Alisha.
Bukankah seharus nya Sean bilang, kalau dia mencintai Alisha?
Tapi sepertinya Sean masih sama seperti dulu.
Sean merasa kasihan dan harus melindungi Alisha seperti dahulu.
Begitulah pemikiran Alisha.
"Ayo kita kembali ke kantor pak, istirahat hampir selesai"
Alisha menarik tangannya dari genggaman Sean.
Sean pun menghembuskan nafasnya berat.
Dalam perjalanan ke kantor.
Sean dan Alisha sama sama saling membisu.
Sean kemudian meraih tangan Alisha dan menggenggam nya dengan erat.
Kemudian menaruhnya di atas kaki kiri Sean.
Alisha menarik narik tangannya dari genggaman Sean namun tidak berhasil, karena Sean menggenggam nya dengan erat.
"Diam aja Alisha"
Alisha lalu terdiam dan mengalah tangan nya di genggam Sean.
Sebenar nya Alisha juga menyukai genggaman Sean yang hangat.
Tapi hati kecilnya tidak terima, dan terus memberontak, dengan kehadiran Sean.
***********
Pagi ini Sean seperti biasanya sarapan di rumahnya.
Sarapan Sean di siapkan oleh asisten rumah tangganya.
Sean terbiasa sarapan roti bakar, bersama telur mata sapi sebagai pendampingnya.
Dan segelas susu berprotein tinggi, untuk memelihara otot ototnya yang kekar dan gagah.
Tomi sang asisten pribadi Sean, sudah datang ketika Sean sarapan.
Dan Tomi ikut sarapan bersama Sean seperti sebelum sebelumnya.
Jam delapan, Sean dan Tomi berangkat ke kantor.
Jalanan sejak jam tujuh pagi sudah padat dengan aktifitas para siswa sekolah dan orang orang yang berangkat kerja.
Sebenar nya, bila di izinkan.
Sean akan dengan senang hati menjemput Alisha dan berangkat bersama Alisha.
Tapi Alisha terus menolak permintaan Sean dengan berbagai alasan.
Di depan sekolah Bella, lampu merah kembali menyala.
Mobil Sean pun berhenti.
Sean menoleh ke arah sekolah seperti biasanya.
Sean senang bisa melihat Bella yang masih tampak segar dan cantik di pagi hari.
Bella bersama wanita yang biasa mengantar dan menjemput Bella ke sekolah.
'Mungkin dia neneknya'
Pikir Sean.
Tiba tiba dari arah berlawanan.
Sebuah mobil minibus berwarna silver melaju sangat kencang.
__ADS_1
Perasaan Sean menjadi tidak enak.
Mobil itu tidak bisa mengendalikan laju mobilnya.
Di depannya banyak mobil mobil yang berhenti di lampu merah.
Aneh nya ketika semakin mendekat ke mobil mobil yang tengah berhenti.
Mobil itu malah semakin melaju kencang.
Sehingga tabarakan pun terjadi.
Brakk...........
Suara dentuman yang sangat keras membuat telinga berdenging.
Dua mobil dan sebuah sepeda motor terbakar.
Namun mobil silver yang melaju kencang tersebut membanting setir ke samping dan
tetap melaju dengan kencang.
Mobil silver tersebut mampu mendorong maju dua buah mobil sekaligus ke depan.
Kedua mobil di depan nya pun otomatis ada yang membanting setir ke kanan.
Dan yamg satu nya ke kiri.
Mobil Sean pun ikut terkena serempetan sebuah mobil.
Sehingga menghasilkan beberapa goresan kecil.
Tapi untung nya, Sean dan Tomi baik baik saja dan tidak terluka sama sekali.
Dari depan sekolah Bella, terdengar banyak sekali suara jeritan dan tangisan.
Karena salah satu mobil membanting setir ke arah trotoar yang terdapat banyak sekali orang.
Salah satu mobil itu menabrak banyak orang yang sedang menyeberang, dan orang orang yang berada di depan sekolah Bella.
Banyak anak anak dan orang tua yang sedang berada di depan sekolah.
Tiba tiba kepala Sean di penuhi rasa khawatir kepada Bella.
Sean dan Tomi pun keluar dari mobil.
Sean melihat beberapa orang dan anak anak tergeletak tak sadarkan diri di pinggiran jalan.
Darah darah mengalir di mana mana.
Orang orang yang selamat, menjerit dan menangis histeris.
Hati Sean menjadi ngilu.
Jantung nya berdetak keras.
Darah Sean bergejolak, dan mengalir dengan deras ketika melihat sosok Bella.
Bella terlihat kecil dan terkulai lemah tak sadarkan diri.
Sean berlari menghampiri Bella.
Sean tidak mengerti mengapa hatinya sangat sedih dan hancur melihat Bella tidak sadarkan diri.
Darah segar terlihat di punggung Bella.
Baju Bella yang berwarna putih bersih menjadi merah karena darah.
Sedang bu Sum menangis di samping Bella.
"Tolong lah Bella pak"
Bu Sum meminta pertolongan ke Sean, karena Sean menghampiri Bella.
Belum ada mobil ambulan ataupun mobil polisi yang datang ke tempat kecelakaan itu.
Sean lalu menyentuh tubuh Bella, Mendengarkan detak jantung Bella yang masih berdetak.
Sean merasa sedikit lega.
Sean lalu memeriksa seluruh tubuh Bella.
Sean bersukur, sepertinya tidak ada yang patah.
Sean dengan sigap membopong tubuh Bella yang lemah lunglai.
Pikiran Sean berkecamuk khawatir.
Takut bila perkiraannya salah.
Khawatir bila Bella terluka jauh lebih parah dari dugaannya.
Tanpa Sean sadari, air matanya mengalir untuk Bella kecilnya.
Dengan tidak sabaran.
Sean segera masuk ke mobil nya yang di ikuti bu Sum dan Tomi.
Sean segera menuju rumah sakit terdekat yang kebetulan rumah sakit itu milik Sean.
Mobil silver sang biang kerok nya kecelakaan pun berhenti karena mobilnya menabrak pohon di pinggir jalan.
Warga yang selamat segera mengerumuni mobil silver.
Mobil silver ter sebut penyok parah di bagian depan.
Namun sang pengemudi tidak terluka terlalu parah.
Orang orang segera menyeret sang pengemudi keluar dari mobilnya.
Pengemudi tersebut, seorang pemuda ber umur sekitar 22 -25 tahun.
Rupanya pemuda tersebut sedang mabuk alkohol.
Orang orang bisa mencium nya.
Karena baunya sangat menyengat.
Mereka lalu beramai ramai mengeroyok pemuda tersebut.
Untung lah satpam sekolah Bella segera melerai para warga yang mengeroyok pemuda teler tersebut.
Namun warga yang terlanjur emosi.
Memaki maki pemuda tersebut, dan sesekali masih menghadiahkan bogeman pada pemuda teler tersebut.
Bersambung......
__ADS_1
Tinggalkan jempol kalian untuk ku ya.....
Dan berikan vote kalian bila menyukai karya ku......