The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Bonus 3


__ADS_3

"Bunda......


Ini makanan buat adek...."


Bella memberikan bubur sumsum pada bunda nya.


"Makasih ya sayang.....


Adek Bella suka nya sama bubur yang manis.


Bella kok pinter, buat bubur sendiri?"


"Di buatin sama bi Rini, hehehe.....


Ayo berikan sama adek bun.


Tapi, kenapa bunda selalu makan punya adek?"


"Kan dedek nya ada di dalam perut bunda, kalau bunda makan, adek juga ikutan makan"


"Kalau gitu, bunda nggak boleh makan sambal, minum obat, makan daun pepaya, dan es krim"


"Kok nggak boleh makan es krim?"


"Entar adek ku pilek, gimana?"


"Oh gitu, ok lah sayang"


Alisha lalu memakan bubur yang di bawa Bella.


"Yuk mandi, udah jam 3 sore nih, bentar lagi papa pulang"


Ucap Alisha setelah menghabiskan bubur nya.


Bella menurut.


Selesai memandikan Bella dan mendandani Bella.


Bella lalu pergi mengaji di masjid dekat rumah Sean.


Walau pun sekarang Bella punya rumah bagus, Bella tidak sombong dan tidak malas.


Dia tetap naik sepeda kecil nya ketika berangkat mengaji.


Setelah Bella pergi.


Alisha pun membersihkan diri nya lalu sholat ashar.


Usia kehamilan Alisha sudah 9 bulan.


Dan Alisha harap harap cemas, menunggu proses kelahiran bayinya.


Dulu waktu dia mengandung Bella.


Alisha sangat kuat, dia tidak pernah merasakan gejala yang aneh aneh pada ibu hamil, seperti muntah muntah, pusing, atau pun ngidam.


Sangat berbeda dengan kehamilan nya yang sekarang.


Ia mudah sekali menangis.


Minta makanan yang aneh aneh di malam hari.


Kadang Sean sampai geleng geleng kepala, ia sudah capek capek cari makanan di tengah malam, tapi hanya sedikit, yang Alisha makan.


******


Malam pun datang.


Bella sudah tidur di kamar nya.


Sedangkan Alisha memilih menonton TV sambil menunggu Sean selesai bekerja di ruang kerja nya.


Alisha melihat jam.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Biasa nya Sean menyudahi kerja jam 7 malam.


Tapi sekarang Sean sudah molor satu jam.


Alisha akhir nya ingin melihat, apa yang sedang di lakukan suami nya.


Mengapa ia masih betah bekerja.


Di ruang kerja Sean.


Alisha melihat suaminya masih berkutat dengan laptop nya.


Alisha mendekat, kemudian menaruh susu berprotein tinggi di atas meja.


Alisha lalu mengambil gelas kopi Sean yang sudah kosong.


"Di minum susu nya mas.


Kenapa masih kerja? Ini udah jam 8 malam loh.


Apa mas nggak capek?"

__ADS_1


"Iya aku emang lagi capek"


"Yang mana yang capek?


Aku pijitin ya?"


Alisha berdiri di belakang Sean.


Tangan nya lalu memijiti pundak Sean.


Sean pun menikmati pijatan Alisha selama lima menit.


"Sudah mijitin nya, kamu nanti capek.


Sebenarnya yang capek bukan tubuh ku, tapi hatiku, sayang"


"Jadi yang capek hati mu mas?


Aduh gimana ya, cara aku mijitin hatimu?


Aku belum pernah baca tuh, bagaimana cara nya mijitin hati yang capek"


Alisha tersenyum kecil sambil tetap memijiti pundak Sean.


Sean lalu menarik Alisha dalam pangkuan nya.


Mata Sean menatap Mata Alisha dalam dalam.


Sean berusaha mencari kebenaran dan kejujuran di mata Alisha.


"Katakan, apa yang membuat mu galau mas?"


"Tadi siang, Waktu kamu ke kafe, Kenapa kamu di papah Radit?


Dia juga berani berani nya memegang lengan mu sayang?"


"Oh itu?


Kami nggak sengaja ketemu di kafe.


Waktu itu, karena kecerobohan ku, aku keseleo, jalan ku sampai terpincang pincang.


Ya, lalu Radit yang kebetulan waktu itu sedang ada di kafe, langsung menolong ku"


"Besok besok, kalau keluar ajak lah bi Rini, sekarang kan dia sudah menginap di rumah kita.


Aku nggak suka sama Radit, jangan jangan dia sengaja mengawasi mu.


Dari dulu aku nggak suka banget sama dia, dia suka mencari cari kesempatan untuk mendekati mu.


"Jangan memecat nya dengan alasan kepentingan pribadi mas.


Kasihan ibu nya Radit, Radit selalu mengirimkan sebagian gaji nya untuk ibu nya"


"Kok tahu?"


"Aku kan dulu sahabat nya Radit, dia....."


Alisha tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena Sean membungkam mulut Alisha dengan telapak tangan nya.


Kepala Sean menggeleng satu kali.


"Jangan menyebut nama Radit terlalu sering di hadapan ku sayang.


Aku sangat tidak menyukai nya"


Alisha lalu membuka bungkaman tangan Sean.


Alisha melingkarkan tangan nya di leher Sean.


Sebelum Alisha mencium bibir Sean, Alisha berkata.


"Jangan terlalu membenci nya mas, Entar anak mu mirip sama dia gimana?"


Alisha lalu mencium bibir Sean.


Alisha menjelajahi setiap sudut bibir Sean.


Sean sangat suka bila Alisha mendominasi ciuman hangat mereka.


Sean yang semakin bergejolak karena ciuman Alisha, semakin berani dan bergairah.


Sean lalu membopong tubuh Alisha menuju kamar mereka.


Ketika baru saja menaruh Alisha di tepi ranjang.


Bella tiba tiba muncul.


Bella bisa masuk ke kamar mereka karena, pintu kamar mereka belum tertutup.


"Ayo tidur sama Bella pa, Bella takut, tadi mimpi buruk"


"Bella tidur sama bunda ya?"


Ucap Alisha, hendak turun dari ranjang.


"Nggak mau, aku mau nya sama papa aja.

__ADS_1


Hoahm....... Ayo pa"


Sean pun terpaksa menuruti kemauan putri kecil nya.


Sejak perut Alisha membesar, Bella nggak mau tidur dengan bunda nya, menurut Bella pelukan bunda nya jadi terasa nggak nyaman.


Sedangkan Alisha yang di tinggal oleh Sean, bibir nya manyun.


Alisha kecewa karena Sean tidak jadi melanjutkan aktivitas mereka yang mulai memanas.


Alisha pun memilih tidur.


Alisha terbangun dari tidur nya.


Ia terbangun karena merasa bibir nya sedang di sedoti oleh seseorang.


Ternyata Sean sudah ada di samping Alisha dan sedang menikmati bibir Alisha.


Baju Alisha sudah meninggalkan Tubuh Alisha.


Begitu juga dengan Sean, Sean sudah tidak memakai baju satu pun.


"Mas yakin mau lanjut?


Ini udah jam satu loh"


Alisha sok jual mahal.


"Jadi lah sayang.


Ada yang mengatakan berhubungan badan di waktu hamil tua, memudahkan ibu untuk melahirkan"


"Benaran mas?"


"Iya sayang, aku nggak bohong"


Sean lalu menciumi bibir Alisha lagi.


Dia juga merambat ke bawah.


Sean mencium sayang perut Alisha yang sedang membesar.


Kemudian mencium kehormatan Alisha.


Ketika Sean mendengar desahan dari bibir Alisha.


Sean menyudahi aktivitas di sekitar kehormatan Alisha.


Sean kemudian memasuki Alisha.


Sean lebih senang bermain lambat dan perlahan ketika Alisha sudah hamil tua.


Dia tidak tega bila bayi nya merasa terguncang guncang akibat permainan Sean yang keras.


Satu jam kemudian Sean baru memuntahkan cairan nya.


Selesai melakukan aktivitas yang melelahkan.


Sean tidur di samping Alisha.


Dia memeluk tubuh Alisha.


Mereka sama sama belum memakai apapun.


Sean menggosok gosok kulit halus Alisha.


Menyentuh kulit halus Alisha.


Dan dada Alisha yang terasa halus dan nikmat menempel di dada Sean.


Membuat Sean tiba tiba menegang lagi.


Alisha yang merasakan milik Sean menegang lagi.


Sudah tidak heran.


Suami nya biasa mengajak bercinta dua kali dalam semalam.


Setelah menyuruh Alisha ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sean lalu menindih tubuh Alisha lagi.


Sebenarnya, Sean tidak benar benar sedang meninidih tubuh Alisha.


Ia menyangga tubuh gagah nya dengan kedua lengan kokoh nya.


Sehingga tubuh nya tidak menimpa tubuh Alisha.


Ketika Sean baru saja memasuki tubuh Alisha.


Tiba tiba Alisha mengaduh.


"Aduh mas sakit....."


Wajah Alisha memerah karena menahan sakit.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2