
Hari ini Hari sabtu.
Hari hari alisha berjalan seperti biasanya.
Tidak ada yang menarik.
Tapi kemarin Alisha senang, dia mengalami hal menarik.
Sudah lima hari Alisha tidak bertemu dengan Sean.
Ter akhir kali bertemu Sean di rumah tante Hayu.
Alisha terkejut karena Sean menabrak dirinya dari belakang.
Melihat Sean berada di belakang Alisha, Membuat jantung Alisha berdebar debar.
"PAk Sean?"
Alisha berkata lirih, dan menjauhi Sean.
Sean lalu mendekati Alisha.
Sean mendekati wajah Alisha.
Wajah nya miring di depan Alisha.
Tapi wajah itu kaku dan sinis.
"Jangan mimpi aku mau mendekati mu lagi Alisha"
Sean lalu pergi menjauhi Alisha yang berdiri membeku.
Wajah Alisha merah antara bahagia karena bisa melihat Sean dan juga malu.
'Apakah Sean mengira aku masih mengharapkan dirinya? apakah wajah ku terlihat seperti itu?'
Alisha menutupi wajahnya lalu menggeleng gelengkan kepalanya karena malu.
" PAk Aldi pasti mendengar semua percakapan kita Sha"
Alisha dan Nana berjalan kembali bersama sama meninggalkan lobi kantor.
Alisha dan Nana lalu berpisah.
pulang ke rumah masing masing.
Hari ini alisha baru pulang dari kantor.
Alisha pulang naik ojek pesanannya.
Ketika sampai di rumah, alisha melihat ada sebuah mobiil mewah mini bus terparkir di depan rumahnya.
Alisha bertanya tanya, siapa pemilik mobil ini?
Alisha mendengar suara ramai dari dalam rumahnya.
Bella terdengar tertawa tawa bahagia.
Dan Alisha terkejut ketika masuk ke dalam rumahnya.
Di dalam rumah Alisha ada om Hendra, tante Hayu, bi Ida, dan seorang supir memakai baju warna hitam.
"Bunda......"
Bella berlari menyambut bundanya.
Wajah bella terlihat ceria dan bahagia.
Tangan nya memegang sebuah mainan bayi kecil.
Alisha melihat ada beberapa mainan bayi berserakan di lantai, di samping mainan bayi itu ada sebuah rumah rumahan milik bayi yang berukuran besar, tingginya sekitar satu meter.
Alisha bisa menduga siapa yang membelikan mainan mainan mewah itu.
Melihat bi Ida ada di ruangan itu dan mata bi Ida yang terlihat merasa bersalah.
Alisha sudah bisa menduga apa yang telah terjadi.
Alisha merasa tiba tiba matanya menjadi perih.
Lalu tanpa di perintah air mata Alisha keluar.
Tante Hayu menghampiri Alisha yang menangis sambil memeluk Bella.
__ADS_1
"Duduk dulu Alisha"
Ucap tante Hayu, sambil menuntun Alisha ke sofa.
Alisha lalu duduk di sofa merah di ruang tamu.
"Bunda kenapa menangis?"
Bella membelai wajah bunda nya.
"Cup bunda..... Jangan nangis"
Suara bella parau, dia juga ikutan menangis.
Bella memang selalu ikut menangis bila bundanya menangis.
Bella memeluk bundanya agar terdiam.
Tapi tangisan Alisha semakin sesenggukan ketika Bella memeluk dirinya.
"Tenang dulu Alisha, kita bicara baik baik"
Tante Hayu mengelus elus pundak Alisja dengan lembut.
Setelah tangisan Alisha mereda.
Alisha mengusap wajahnya dengan tisu,
membersihkan sisa sisa air matanya.
"Maaf kan saya karena tidak mengatakan yang sebenarnya tentang Bella pada tante dan om"
Alisha melepaskan Bella, karena Bella dari tadi terus memberontak ingin melepaskan pelukan bundanya.
Bella kemudian menghampiri mainan barunya dan asyik bermain dengan mainan nya.
"Kami lah yang harus berterima kasih pada mu Alisha, karena sudah membesarkan dan menjaga Bella dengan baik, terlepas dari proses yang tidak baik ketika membuat Bella, bagaimana pun Bella adalah cucu kami"
Ucap om Hendra.
"Saya merawat Bella bukan karena dia anak Sean tapi karena bagi saya Bella adalah hidup saya"
Jawab Alisha.
Tante Hayu yang memahami perkataan Alisha dan segera menjelaskan.
"Jangan khawatir Alisha, Bella tetap milikmu sayang, kami hanya ingin dia tahu, kalau dia sekarang punya kakek dan nenek yang menyayanginya"
Ucap tante Hayu, matanya berlinang melihat Bella yang tengah bermain main dengan bu Sum.
Hati Alisha menjadi lega setelah mendengar penjelasan tante Hayu.
Tante Hayu lalu memeluk Alisha.
"Terima kasih Alisha, sudah menjadi wanita yang kuat, kamu wanita yang hebat nak. bisa membesarkan Bella dengan baik walau keadaan mu sendiri memprihatinkan.
Tante juga minta maaf atas apa yang di lakukan Sean, tante tidak pernah menyangka Sean tega berbuat seperti itu pada mu"
Alisha lalu melepaskan pelukan tante Hayu.
"Semua nya sudah berlau tante, Sean sudah minta maaf sama saya"
Alisha menghapus air mata tante Hayu.
Tante Hayu lalu memegang tangan Alisha.
"Bisakah kamu memanggil saya mama, Alisha?"
Pinta tante Hayu serius.
Tante Hayu berharap bahwa Alisha adalah menantunya.
"Tapi saya bukan siapa siapa tante"
Alisha menolak halus.
"Tidak masalah Alisha, karena kamu ibu dari cucuku, rasanya kamu seperti anak ku"
Tante hayu meyakinkan Alisha.
Dan berharap suatu saat Alisha mau jadi anak menantunya.
Alisha lalu mengangguk.
__ADS_1
"Terima kasih sayang"
Tante Hayu kembali memeluk Alisha haru.
"Kamu juga harus memanggil papa pada om Hendra"
Tante Hayu tersenyum bahagia.
Dan Alisha meng angguk setuju.
Sore itu om Hendra dan tante Hayu lama bercengkrama dengan Bella.
Ketika salesai mandi, ponsel Alisha berdering.
Alisha melihat ada nomer Nana tertera di layar ponselnya.
"Assalamu alaikum Na.... Ada apa?"
"Sha aku mau minta bantuan mu bisa nggak?"
Suara Nana gugup.
"Kata kan apa yang bisa aku bantu na"
"Gimana nih, malam ini aku nggak punya teman di pesta pernikahan kakak ku.
Kemarin Aku udah janjian sama sepupuku, Tapi tiba tiba dia nggak bisa datang karena sedang sakit.
Kamu bisa ke sini ya Sha temenin aku, Pliss....... aku gak mau sendirian di pesta kakak ku, mau ya?"
"Tapi gimana sama Bella, nanti dia gak ada yang jagain"
"Titipin sama bu Sum aja, bilang nanti aku kasih uang lembur, satu jam seratus ribu"
"Tapi aku juga nggak punya baju pesta pernikahan yang bagus na, baju ku semua model lama"
"Masalah baju tenang aja sha, aku punya banyak gaun malam, pokoknya kamu ke apartemen ku aja, kita nanti dandan bareng"
"Iya tapi aku gak janji, aku akan coba bujuk Bella dulu, nanti aku telpon lagi gimana?"
"Ya, tapi jangan lama lama ya? keburu malam nih"
"Ok, Assalamu alaikum......"
"Wa alaikum salam"
Telpon pun terputus.
"Kamu mau kemana Sha"
Tante Hayu tiba tiba muncul, ia dari tadi mendengarkan percakapan Alisha di telpon.
"Saya mau di ajak teman saya ke acara nikahan kakak laki lakinya malam ini, tapi saya bingung bagaimana dengan Bella"
Jawab Alisha.
"Gimana kalau Bella ikut mama ke rumah mama?"
Jawab tante Hayu.
"Tapi nanti Bella merepotkan...... Mama"
Alisha agak canggung memanggil tante Hayu dengan sebutan mama.
"Nggak sayang, Bella kan cucu mama.
Mama malah senang kalau Bella mau main ke rumah, nanti bu Sum biar ikut mama ke rumah mama aja, masalah uang lembur bu Sum nanti biar mama yang urus, kalau mau ke pesta gih sana cepetan siap siap"
Ucap tante Hayu.
Alisha lalu mengambil tasnya, kemudian pamit sambil mencium tangan tante Hayu dan om Hendra.
"pak Jarwo tolong antarkan Alisha, setelah itu kamu kembali lagi ke sini"
Perintah tante Hayu pada supirnya.
"Terima kasih mama"
Ucap Alisha sambil melambaikan tangannya pada tante Hayu.
Dan tante Hayu hanya tersenyum.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa jempol dan vote kaka ya........