The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Kapan Kita Menikah?


__ADS_3

Alisha mencari cari handuk di kamar mandi nya.


Alisha kira handuk di kamar mandi nya tadi ber ukuran besar, tapi setelah Alisha buka.


Handuk itu ternyata kecil.


'Dari pada aku keluar kamar mandi, dalam keadaan bugil, mendingan pakai handuk kecil ini'


Batin Alisha.


Alisha kemudian melilit kan handuk tersebut ke tubuh nya.


Alisha keluar kamar mandi.


Hati Alisha hampir saja copot, karena sangat terkejut.


Alisha terkejut karena Sean sudah ada di kamar nya, sedang membaringkan Bella di ranjang.


"Aaaaaaa........."


Alisha refleks menjerit kencang ketika melihat Sean.


Alisha kemudian berlari kembali menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Alisha mengunci pintu nya rapat rapat.


Alisha mendengar Sean mengucapkan maaf.


Tapi Alisha tidak menanggapi nya.


Setelah itu, Alisha mendengar langkah langkah kaki Sean keluar dari kamar nya.


Dan menutup pintu kamar Alisha.


Karena yakin Sean sudah keluar dari kamar nya, Alisha pun keluar dari kamar mandi.


Memang benar, Sean sudah tidak ada di kamar nya.


Hanya ada Bella yang sedang tidur di ranjang.


Alisha kemudian cepat cepat mengunci pintu kamar, agar Sean tidak masuk ke kamar nya lagi.


Alisha lalu memakai baju tidur nya.


Baju tidur Alisha berwarna putih, dan ada renda renda menghiasi bagian dada baju.


Panjang baju nya, hanya sampai paha Alisha.


Sehingga kaki jenjang Alisha yang indah pun terlihat.


Dan bahan baju tidur Alisha lumayan tipis, membuat lekukan indah tubuh Alisha dapat terlihat dengan jelas.


Inti nya baju tidur Alisha lumayan seksi.


Dan Alisha tidak peduli dengan baju tidurnya yang lumayan seksi itu, toh dia hanya memakai nya di dalam kamar.


Setelah memakai baju tidur yang sudah tersedia di kamar nya.


Alisha lalu tidur di samping Bella.


Alisha terbangun tengah malam.


Biasa nya Alisha langsung sholat tahajud.


Namun karena ini di villa Sean, Alisha jadi agak rikuh untuk melakukan sholat malam.


Alisha yang merasa tenggorikan nya kering, kemudian membuka pintu kamar nya.


Alisha ingin ke dapur untuk minum.


Kamar Alisha ada di lantai dua, Sedang kan dapur ada di lantai bawah.


Alisha lalu turun ke dapur dan minum air yang ada di meja.


Setelah Alisha puas minum.


Alisha lalu kembali ke kamar nya.


ketika akan menutup kamar nya, mata Alisha melihat sosok yang tengah berdiri di luar ruangan.


Alisha bisa mengenali sosok itu walau dari belakang, dia adalah Sean.


Alisha heran mengapa Sean masih berada di luar.


'Apakah dia belum tidur?


Kenapa dia tidak bisa ridur?


Angin di luar kan semakin dingin, bagaimana kalau dia sakit?'


Berbagai pertanyaan karena khawatir, muncul bersama sama di kepala Alisha.


Alisha khawatir dengan Sean.


Sean berdiri di balkon atas villa nya.


Mata nya melihat pemandangan laut malam hari.


Dan Sean tidak peduli dengan dingin nya angin laut yang menerpa kulit nya.


Sean memakai celana panjang hitam, dan memakai jaket untuk melindungi dirinya dari hawa dingin.


"Bapak nggak tidur? Ini udah jam dua dini hari loh"

__ADS_1


Alisha tiba tiba muncul di samping Sean.


Sean menoleh pada Alisha, dan tersenyum sekilas.


"Aku nggak bisa tidur sha"


Mata Sean terperangkap pemandangan tubuh Alisha yang menggairah kan.


Sean kemudian mengepalkan tangan nya, menahan gejolak gejolak yang muncul kembali.


Sean lalu membuang muka, dan melihat kembali ke arah laut.


Laut terlihat gelap, dengan air yang bergelombang pelan dan memantulkan kelap kelip cahaya bintang.


"Emang nya bapak kenapa nggak bisa tidur? Masuk yuk pak, di sini dingin banget"


Alisha menyilangkan ke dua tangan di dada nya.


Tanpa Alisha duga, Sean membuka jaket nya.


Sean tidak memakai apapun di balik jaket nya.


Sean kemudian memakaikan jaket nya secara terbalik ke tubuh Alisha.


Sehingga tubuh Alisha bagian depan menjadi hangat, sedangkan tangan Alisha terkunci di dalam jaket Sean.


Sean menempelkan dadanya di belakang tubuh Alisha, kemudian memasukkan tangan nya di lengan jaket milik nya.


Sean belum pernah menyukai jaket nya.


Tapi mulai saat itu, Sean menyukai jaket nya yang lumayan besar, cukup untuk mereka berdua.


Sean lalu melingkarkan tangan nya di bahu Alisha.


"Apa apaan ini pak, nggak mau ah, lepasin"


Alisha meronta ronta di dalam jaket Sean.


Tapi Alisha tidak bisa melepaskan dirinya.


"Diam lah sha, kita sama sama membutuh kan kehangatan"


Sean mempererat pelukan nya.


"Aku nggak bisa tidur sha"


Ucap Sean pelan, di samping telinga Alisha.


Alisha bisa merasakan hembusan nafas Sean yang hangat di pipi nya.


"Kenapa?"


Tanya Alisha penasaran.


Aw....."


Perut Sean terasa sakit, karena Alisha menyikut nya dari depan.


"Bapak ini pikiran nya selalu ngeres"


Ucap Alisha ketus.


"Hehehe.... Mau bagaimana lagi, tubuh mu adalah satu satu nya yang membuat aku menegang"


Alisha bisa merasakan bok*** nya terganjal sesuatu yang lumayan keras, dan Alisha tahu itu milik Sean.


"Jangan nempel nempel terus ah pak"


Alisha meronta ronta lagi di dalam pelukan hangat Sean.


Sean memegang kepala Alisha, dan memaksa kepala Alisha menoleh ke samping.


Sean kemudian mendekat kan bibir nya ke arah bibir Alisha.


Dengan lembut Sean kemudian mencium bibir Alisha.


"Aw......"


Sean melepaskan bibir nya karena Alisha mengigit bibir nya.


"Nggak usah cium cium, kita belum menikah pak"


Alisha tersenyum ke arah depan.


Bangga, kini diri nya sudah bisa melindungi diri nya dari serangan Sean yang tidak pernah Alisha duga.


"Iya. Iya"


Sean pasrah karena Alisha tidak mau di cium.


"Mulai sekarang jagan panggil aku bapak, panggil aku mas.


Ok sayang?


Kalau masih berani memanggilku bapak, aku akan mencium mu"


Ucap Sean di telinga Alisha.


Dan pipi Alisha memerah, karena Sean memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


"Kapan kita akan menikah Sha"


"Tahun depan!"

__ADS_1


Jawab Alisha ketus.


"Nggak sha itu terlalu lama. Besok kita menikah aja gimana?


Kau membuat ku semakin tidak sabar menunggu"


Sean mencubit ke dua pipi Alisha karena gemas.


"Apa? Besok? Nggak mau, aku nggak mau nikah siri, aku mau yang resmi"


Alisha menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, kalau gitu, kita menikah minggu depan.


Satu minggu cukup untuk mempersiap kan semua keperluan pernikahan kita.


Kita menikah secara resmi.


Kau ingin resepsi pernikahan seperti apa?"


"Aku nggak begitu ngerti tentang resepsi pernikahan"


"Nggak masalah, besok setelah kerja, kita cari baju nikah.


Setelah itu, kita juga cari wedding organizer terbaik"


"Lepasin pak, ini udah mau subuh nih, Bella nanti keburu bangun"


Alisha mencari cari Alasan agar Sean melepas nya.


"Baik lah sayang"


Sean kemudian mencium pipi Alisha tanpa permisi.


Setelah itu, Sean baru melepaskan pelukan nya.


Sean lalu merangkul pundak Alisha, dan mengajak nya masuk ke dalam villa.


Sean mengantar kan Alisha sampai depan kamar Alisha.


Setelah Alisha masuk kamar nya.


Sean berjalan ke arah kamar nya sendiri.


Sean berjalan sambil tersenyum senyum.


'Sebentar lagi kau akan jadi milik ku Alisha'


Sean berbicara dalam hatinya.


Sean lalu tidur di kamar nya, kamar Sean terletak di samping kamar Alisha.


Sedang kan Alisha di dalam kamar nya, langsung menidurkan dirinya di atas ranjang.


Alisha menyembunyikan wajah nya di atas bantal.


Diam diam Alisha menangis.


Menangisi keputusan nya.


Sudah benar kah apa yang di lakukan nya?


Apakah dia bisa bahagia menikah dengan Sean?


Pernikahan yang di lakukan atas dasar, agar Bella mereka bisa bahagia.


Lalu bagaimana dengan kebahagiaan Alisha?


Alisha merasa, Sean tidak lah menginginkan diri nya.


Yang di ingin kan Sean hanya lah putri nya.


Dan mungkin hanya tubuh Alisha lah yang di inginkan Sean, karena tubuh Alisha di gunakan untuk memuaskan hasrat Sean.


Alisha yakin itu.


Karena Sean bahkan tidak melamar Alisha dengan benar.


Bukan kah seharus nya, apabila pria sedang melamar wanita, maka pria tersebut memberikan cincin?


Jangan kan cincin, Sean bahkan tidak pernah mengatakan, kalau dia mencintai Alisha.


Bukan kah semua itu sudah cukup membuktikan, kalau Sean bukan menginginkan Alisha, tapi yang Sean ingin kan hanya lah Bella.


Menjadi ayah sepenuh nya bagi Bella.


Alisha menyesali keputusan nya, dan berniat akan membatal kan rencana pernikahan nya.


Ke esokan pagi nya.


Sean, Alisha, dan Bella kembali ke jakarta.


Kembali ke kehidupan asli nya.


Dan tidak akan ada yang berubah setelah ia kembali ke jakarta.


Pikir Alisha.


Bersambung.....


Vote dan jempol kalian, author tunggu......


Rekomendasikan novel author ke teman teman kalian ya......

__ADS_1


__ADS_2