The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Aw..... Sakit.....


__ADS_3

Deg deg..... Deg deg....


Jantung Alisha berdetak lebih kencang dari biasanya.


Di rumah tante Hayu.


Alisha tidak pernah menyangka akan bertemu mantan asisten rumah tangga Sean.


Asisten yang dulu bekerja pada Sean.


Sean waktu itu masih berprofesi sebagai seorang dokter di kota Surabaya.


Asisten itu lah yang menjadi saksi kunci, Ketika Sean memperkosa Alisha.


Dan mengetahui di mana Alisha melahirkan anak hasil pemerkosaan yang di lakukan oleh Sean.


Alisha berharap, semoga bi Ida tidak membocorkan rahasia Alisha pada tante Hayu.


Dan yang lebih mengejutkan.


Ternyata tante hayu adalah ibunda Sean.


Hati Alisha semakin khawatir rahasianya akan bocor.


Tangan Alisha meremas remas tisu kotor yang telah Alisha gunakan untuk mengeringkan bajunya yang terkena tumpahan teh.


Alisha lalu melemparkan tisu kotornya ke tempat sampah yang ada di dalam toilet milik keluarga tante Hayu yang super mewah.


Jantung Alisha rasanya mau copot melihat Sean muncul di hadapan Alisha.


Sean lalu duduk menjauh dari Alisha.


Sean yang akhir akhir ini menjauh dan menghindari Alisha.


Dan Sean pun selalu mengacuhkan kehadiran Alisha.


Semua itu membuat Alisha sedih.


Lalu bagaimana mungkin, tante Hayu akan menjodohkan Alisha dengan Sean?


Sean saja kini membenci dirinya.


Alisha ingat tatapan mata Sean ketika baru masuk ke rumah tante Hayu.


Tatapan mata itu sungguh tidak senang melihat kehadiran Alisha.


Alisha berharap semoga bi Ida juga tidak membocorkan rahasianya kepada Sean.


Karena yang paling Alisha takutkan yaitu.


Bila Sean benar benar membenci Alisha.


Sean lalu dengan paksa mengambil Bella dari Alisha.


Memikirkan itu saja, bisa membuat Alisha hampir menjadi gila.


'Apakah sebaiknya aku pergi dan melarikan diri sebelum semuanya terlambat?'


Batin Alisha.


Alisha kini lebih tenang setelah berpikir akan melarikan diri bersama Bella.


Tok tok tok......


"Alisha! Kamu nggak apa apakan di dalam? Udah setengah jam loh kamu di dalam"


Suara tante Hayu di luar kamar mandi mengkhawatirkan Alisha.


"I...... Iya tante, nggak pa pa.


Ini saya udah mau keluar"


Alisha menjawab terbata bata.


Alisha dengan cepat menyeka air matanya yang sejak kehadiran Sean membuat Alisha terus menangis.


Alisha lalu keluar dari kamar mandi.


sedang tante hayu masih menunggu Alisha di luar kamar mandi.


"Kamu habis nangis ya? kenapa Alisha? apa yang membuat mu sedih?"


Tanya tante Hayu khawatir, karena melihat mata Alisha sembab.


"Nggak pa pa tante, ini karena kaki saya agak sakit aja,masih terasa panas karena tumpahan teh tadi"


Alisha ber bohong.


"Hati hati ya Alisha nanti jangan sampai ketumpahan lagi.


Ayo kita makan dulu, om Hendra dan Sean udah nunggu kamu dari tadi"


Alisha dan tante Hayu berjalan menuju meja makan yang menyatu dengan ruang keluarga.


Ada Se buah meja berbentuk persegi panjang dengan enam buah kursi di samping kanan dan kiri meja.


Dan dua buah kursi di masing masing ujung meja.


Om Hendra duduk di ujung meja.


Sedang Sean duduk di sebelah kanan papanya.


Alisha setengah di tarik paksa tante Hayu agar duduk di samping Sean.


Lalu meninggalkan Alisha di samping Sean.


Alisha hanya berdiri di samping Sean.


Sean lalu menoleh pada alisha.


Wajah Sean datar, dan matanya menatap Alisha tajam.


"Duduk Sha, kau mau makan sambil berdiri?"


Sean berkata pelan, namun cukup membuat Alisha tertekan, karena perintahnya.


Alisha kemudian duduk di samping Sean.


Di meja sudah terhidang berbagai jenis makanan.


Ada sate ayam, kare ayam, ikan gurami asam manis, gurami bakar, rendang daging, dan masih banyak yang lainnya.

__ADS_1


"Ayo silahkan makan Alisha"


Perintah tante Hayu pada Alisha.


Alisha pun mengangguk patuh.


Semua orang yang ada di sekitar meja makan mulai makan.


Alisha memperhatikan Sean mengambil sayur cap cai dan beberapa tusuk sate.


Sedang Alisha memilih rendang dan gurami bakar.


Tanpa Alisha sadari.


Sean dari tadi sering mencuri pandang pada Alisha.


Namun wajah Sean tetap dingin.


Sedangkan papa dan mama Sean menyadari kelakuan Sean yang malu malu kucing memandangi Alisha.


"Sean, karena kamu sudah mengenal Alisha, Mama harap kamu bisa lebih dekat dengan Alisha, bisa kan?"


Ucap tante Hayu pada Sean, setelah mereka menyelesaikan makan mereka.


"Lihat saja nanti ma, aku nggak bisa janji"


Sean menatap Alisha terus.


Tapi mata Sean terlihat penuh kebencian.


Sedang Alisha diam saja tidak berani melihat mata Sean yang menatap dirinya setajam silet.


"Alisha, apa Sean sudah tahu kalau kamu pernah menikah?


Dan apa Sean sudah tahu kalau kamu sudah punya Bella?"


Tanya tante Hayu pada alyisha.


Tante Hayu tidak ingin ada yang di tutup tutupi antara Alisha dan Sean.


"Aku sudah tahu semuanya ma"


Sean menjawab pertanyaan yang ditujukan untuk Alisha.


Tante Hayu dan om hendra saling tersenyum senang.


Karena sepertinya Sean dan Alisha sudah cukup dekat.


Tapi tante Hayu terlalu senang.


Tante Hayu merasa, doanya selama ini ternyata di dengarkan tuhan.


Dulu tante Hayu berpikir, sudah tidak ada harapan lagi bagi Sean, untuk menjalin hubungan dengan wanita.


Tapi ternyata pikiran tante Hayu salah.


Tanpa di ketahuinya, ternyata Sean sudah dekat dengan seorang gadis cantik dan baik.


Sesuai dengan kriteria tante Hayu.


'Tapi entah apa yang terjadi di antara ke duanya, sepertinya mereka sedang bertengkar'


Batin tante Hayu.


Tanya tante Hayu kepo.


"Hubungan kami sebatas antara atasan dan bawahan tante"


Jawab Alisha.


Sean menatap tajam seolah tak percaya dengan ucapan Alisha.


Sean kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menarik paksa Alisha agar berdiri.


"Ikut aku Alisha!"


Sean tanpa minta izin Alisha, langsung mencengkeram tangan Alisha.


Sean lalu pergi bersama Alisha meninggalkan orang tuanya di tempat makan.


Alisha dengan terpaksa mengikuti langkah langkah kaki Sean yang panjang.


Alisha berlari lari kecil untuk mengimbangi langkah kaki Sean yang lebih cepat dari Alisha.


Sean berjalan menuju halaman belakang rumah Sean yang indah.


Karena cengkraman tangan Sean yang kuat dan menyakitkan membuat Alisha tak bisa menikmati pemandangan halaman belakang rumah Sean yang indah.



"Aw..... Sakit pak, lepasin tangan saya"


Alisha merintih kesakitan.


Tangan Sean begitu kuat dan kokoh karena rutin melakukan angkat berat dan melakukan thai boxing.


Oleh karena, itu cengkraman tangannya begitu menyakitkan.


Sean tidak menyadari betapa sakit nya cengkraman tangannya.


Rintihan Alisha bagi Sean hanyalah sebuah alasan.


Agar Alisha bisa melarikan diri.


Sean lalu menekan tubuh Alisha ke dinding halaman belakang.


Tekanan Sean bukanlah tekanan yang membuat hati Alisha bergetar.


Karena tekanan itu adalah sebuah hukuman kemarahan dan kecemburuan yang di rasakan Sean pada Radit.


Sean menekan tubuh Alisha yang lembut ke dinding dengan sangat kuat.


Hingga Alisha kesusahan bernafas.


Air mata Alisha berlinang dari kedua matanya.


Kedua tangan Sean yang kokoh dan gagah menekan sangat kuat pergelangan tangan alisha yang lebih kecil menempel ke dinding.


"Sakit pak......."


Wajah Alisha meringis.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa di sini Alisha?"


Sean melonggarkan tekanannya.


Wajah nya merunduk dan miring menatap mata Alisha.


Tapi dua tangan Sean masih mencengkram kuat kedua pergelangan tangan Alisha.


"Tante Hayu yang mengajak ku ke sini"


Jawab Alisha lirih menahan rasa ngilu di peegelangan tangan nya.


"Jangan bohong Alisha. aku tahu wanita macam apa kau ini"


Suara Sean rendah dan penuh kebencian.


alisha diam tak bisa fokus menjawab perkataan Sean.


Karena tangannya semakin sakit di bawah cengkraman tangan Sean.


Sean menghukum Alisha dengan caranya sendiri.


"Kau wanita murahan Alisha.


Ketika kau tidak bisa mendapat kan aku, maka kau dengan mudah mencari laki laki lain, dan ber senang senang dengan nya"


Wajah Sean sinis.


"Maksud bapak apa?saya bukan wanita murahan pak"


alisha merasa terhina dengan sebutan sean.


bahwa alisha wanita murahan.


"Ketika kau tidak bisa mendapatkan aku, kau dengan mudah mendekati Radit. setelah itu kau akan menikahi Radit?


Sama seperti dulu.


Kau melarikan diri dari ku, lalu kau menikah dengan orang lain"


Alisha menggigit bibirnya sendiri.


Menahan bibirnya sendiri untuk tidak menjelaskan semua kesalah pahaman antara Alisha, Sean, dan juga di masa lalu alisha.


Dan Alisha bingung mengapa mata Sean terus mengikuti setiap gerakan bibir Alisha.


"Kalau kau akan menikahi Radit, kenapa kau ke sini Alisha? kau masih ingin mendekatiku melalui orang tuaku? jangan berharap Alisha. aku sudah jijik dengan mu Alisha.


Dasar wanita ****** murahan"


Perkataan Sean semakin lama semakin pedas dan menyakitkan.


Begitu juga dengan cengkraman tangan Sean, semakin lama semakin menyakitkan.


Kini hati dan tangan Alisha benar benar sakit.


Alisha menangis.


Tangan Sean sebelah kanan tiba tiba terasa ada yang aneh.


Sean merasakan sesuatu yang hangat di tangannya.


Semakin lama, rasa hangat itu semakin banyak.


Sean lalu menoleh pada tangannya yang terasa hangat.


Sean kaget.


kemudian, buru buru menarik tangannya.


Sean melihat ada darah pergelangan tangan alisha.


Rupanya di bawah cengkraman Sean ada gelang Alisha yang terbuat dari rantai.


Sehingga ketika Sean mencengkram semakin kuat rantai rantai yang tajam mengenai kulit Alisha sampai berdarah.


Sean memegang tangan Alisha.


Wajah Sean terlihat menyesal dan khawatir.


"Tunggu di sini Sha, aku akan mengambil plaster"


Sean meninggalkan Alisha.


Alisha kemudian terduduk lemas di atas lantai.


Tangan Alisha sakit, tapi tidak sesakit hatinya.


Hati Alisha lebih sakit, karena mendengar ucapan ucapan Sean yang setajam belati.


Kemudian tanpa belas kasihan mengiris iris perasaan dan hati Alisha.


Alisha menangis pelan sampai sesenggukan.


Tiba tiba ada sebuah tangan yang mengajak Alisha berdiri.


Alisha mendongak, mata Alisha lalu terbelalak karena kaget.


"Bi Ida?"


Ucap Alisha.


"***........"


Bi Ida menempelkan jari telunjuknya ke bibir nya sendiri.


"Jangan bicara di sini mbak....


Ayo ikut saya"


Bi Ida menggandeng tangan Alisha ke sebuah kamar yang ada di balik dinding kolam renang.


Bi Ida mengajak alisha ke kamarnya.


Tanpa Alisha sadari ada sepasang mata yang mengawasi semua gerak gerik Alisha.


Mata itu milik tante Hayu.


Bersambung.....


Jangan lupa like yow.....

__ADS_1


Dan vote aku yow.....


__ADS_2