The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Jangan Teruskan


__ADS_3

Alisha berteriak histeris karena takut, ketika Sean membopong tubuh nya yang hampir telanjang ke atas kasur.


Alisha juga sangat malu tubuh nya lagi lagi di pandangi Sean untuk ke dua kali nya. Tatapan Sean seolah ingin melahap Alisha bulat bulat.


Mata Sean penuh gairah dan nafsu ketika menarik tubuh Alisha mendekat ke arah Sean.


Pukulan Alisha tidak berarti apa apa di pundak Sean.


Sean terus saja menciumi bibir Alisha dengan rakus.


Dengan posisi Sean yang menindih tubuh Alisha, membuat Alisha takut dan was was bila kejadian lima tahun lalu terulang kembali.


"Lepasin saya pak....."


Alisha menangis.


Tapi Sean tak mau mendengar tangisan Alisha.


Sean malah melucuti bra Alisha dengan paksa, kini Alisha tak bisa merasakan nikmat cumbuan yang Sean berikan.


Rasa takut dan trauma Alisha lebih menguasi hati Alisha.


Sedang kan Sean tak bisa mengendalikan nafsu liar yang menguasai hati dan pikiran nya.


Pada awalnya Sean hanya berencana ingin bermain main dengan tubuh Alisha, hanya untuk melampiaskan amarah dan frustasi nya saja karena rasa cemburu pada setiap laki laki yang mendekati Alisha.


Namun melihat tubuh Alisha yang indah membuat Sean khilaf dan kehilangan kontrol atas pikiran nya.


Sean menjadi buas seperti Singa yang bertahun tahun hanya makan sayuran. Sedangkan Alisha bagaikan sebuah daging segar yang sudah lama tidak di makan Sean.


Sean semakin melorot di atas tubuh Alisha.


kemudian dengan penuh paksaan melepas cd Alisha.


Sean menikmati pemandangan tubuh Alisha yang polos tanpa sehelai benang pun.


Di tengah tangisan nya, Alisha menutup rapat rapat kehormatan terakhirnya yang belum Sean jelajahi.


Setelah puas menikmati pemanadangan indah tubuh Alisha.


Sean kembali mendekati kaki kaki indah milik Alisha.


Dengan bibirnya Sean menelusuri tiap senti kaki Alisha yang ramping dan mulus.


Sean menjilat dan mencium setiap senti kaki Alisha.


Sean kemudian dengan kekuatannya, dia tidak kesulitan membuka kaki Alisha yang menutup.


Dulu Sean tidak mau mencium pangkal selakangan Alisha, karena masih teringat kejadian masa lalu nya yang membuat Sean jijik.


Tapi hari ini terasa lain, Sean sangat penasaran ingin menjelajahi milik Alisha.


Pelan pelan sean mendekat.


Sean mencium bau wangi bunga bercampur bau daging khas kewanitaan milik Alisha.


Entah mengapa Sean merasa tidak jijik.


Mungkin karena bau nya jauh berbeda dengan milik para gadis kecil gila dahulu.


Awalnya Sean mencium pelan.


Sean mendengar erangan nikmat Alisha, di tengah tangisan nya.


Sean lalu kembali mencium nya agak lama.


dan erangan itu terdengar lagi.


Sean mulai mengerti titik kenikmatan Alisha.


Sean lalu semakin bersemangat mencium, menjilat, dan menyesap nya dengan kuat.


Sean senang dan semakin bergairah mendengar erangan Alisha yang semakin panjang, bahkan tubuh Alisha bergetar getar ketika Sean menyesap nya dengan kuat.


Sean kemudian duduk dan menikmati Alisha yang masih bergetar getar karena kenikmatan yang Sean berikan.


Secepat kilat Sean melucuti celana nya sendiri.


Sean lalu mulai memposisikan dirinya di depan Alisha.


Alisha mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kesadaran Alisha kembali.


"Ku mohon pak, jangan teruskan ini..."


Mata Alisha kembali menangis.


Tangan Alisha menahan dada Sean agar tidak meneruskan kegiatan nya.


"Saya tidak mau mengandung lagi, kasihan bayi ku bila dia tidak punya ayah yang sah seperti Bella"


Mendengar kata kata Bella, membuat Sean tersadar dari nafsu binatang yang menguasai hati dan pikiran nya.


Kepala Sean serasa dingin kembali, dan bisa mencerna akal sehat nya.

__ADS_1


Sean kemudian terduduk lemas.


Bagaimana bisa akal sehat nya kehilangan kendali atas tubuhnya.


Sean lalu menyelimuti tubuh Alisha.


Kemudian Sean turun dari kasur dan memakai pakaiannya lagi yang tercecer di mana mana.


Setelah berpakaian Sean naik ke kasur lagi.


Sean memeluk Alisha yang sedang menangis.


"Maaf Alisha, aku khilaf lagi"


Sean membenamkan wajah Alisha di dadanya yang hangat.


Alisha lega di detik detik terakhir ternyata Sean masih bisa sadar.


"Maukah kau menikah dengan ku alisha?"


Sean berkata sungguh sungguh.


Dan Alisha bisa merasakan kesungguhan hati Sean.


Tapi Alisha diam.


"Apakah kau tidak berpikir bahwa Bella membutuhkan seorang ayah?"


Sean bertanya, namun Alisha belum mau berbicara dengan Sean.


Baru saja Sean hampir memperkosa Alisha lagi.


Dan itu benar benar membuat Alisha syok.


Mulut Alisha seolah olah terkunci rapat.


Hanya air mata Alisha yang bisa menggambarkan hati Alisha yang hancur dan ketakutan karena perbuatan Sean.


"Ayo kita menikah sha, aku akan menerima bella, dan menganggapnya seperti anak ku sendiri"


Lagi lagi Sean tidak mendengar jawaban Alisha sama sekali, hanya tangisan pelan Alisha yang Sean dengarkan.


Sean kemudian memeluk erat tubuh Alisha, berusaha menenangkan tangisan Alisha.


Dalam hati, Sean sangat menyesali perbuatannya, ia takut Alisha kembali semakin menjauhinya.


Setelah beberapa menit.


Sean tidak lagi mendengarkan isak tangis Alisha.


Sean bertanya pada Alisha, dan Alisha tidak menjawab pertanyaan Sean.


Alisha kemudian melepaskan pelukan hangat Sean.


Sean melihat tubuh Alisha di dalam selimut bergerak menjauhi Sean.


Kemudian salah satu tangan Alisha berusaha menggapai cd nya yang dekat dengan tubuh Sean.


Sean mengerti maksud Alisha.


cd dan bra Alisha kemudian di pungut Sean dan di berikan pada Alisha.


Sean melihat tangan Alisha yang gemetaran ketika mengambil cd dan bra nya dari tangan Sean.


Hati Sean sedih telah membuat Alisha kembali menderita.


Sean kemudian turun dari kasur untuk mengambilkan baju Alisha yang tergeletak di depan pintu.


"Pakailah baju mu Sha"


Setelah meletakkan baju di dekat Alisha, Sean kemudian berbalik membelakangi Alisha.


Setelah beberapa menit Sean berbalik.


Sean mengira Alisha sudah selesai berpakaian.


Tapi ternyata Alisha belum selesai berpakaian.


Alisha tidak berhasil mengaitkan resleting bajunya, karena tangan nya gemetaran.


Sean lalu mendekati Alisha, dan membantu mengaitkan resleting baju Alisha.


Sean melihat tangan Alisha yang masih gemetar ketika mengaitkan resleting.


Dengan lembut Sean mendudukkan Alisha di tepi kasur, kemudian Sean duduk berjongkok di depan Alisha.


Sean meraih kedua tangan Alisha dengan lembut, dan menggenggamnya di atas pangkuan Alisha.


Sean kemudian mengangkat ke dua tangan Alisha dan mencium lama....... tangan Alisha.


"Maaf sha, aku khilaf"


Hanya dua baris kata yang mampu sean katakan.


Alisha merasakan ada cairan hangat menetes di tangan nya.

__ADS_1


Sean lalu mendongak menatap Alisha.


"Kita kembali ke pesta?"


Sean berkata lembut.


Mata Sean terlihat sembab dan agak merah karena menahan tangis nya.


Alisha menggelengkan kepalanya.


"Saya mau pulang"


Alisha berkata lirih.


Sean lalu berdiri, tapi tangan kirinya tetap menggenggam tangan Alisha lembut.


Sean dan Alisha kemudian kembali ke pesta sejenak untuk berpamitan, tentu saja Sean masih menggenggam erat tangan Alisha.


Jonathan yang melihat Sean bersama Alisha tersenyum penuh arti dan meninju pelan dada Sean.


"Perjuangkan cinta mu bro"


bisik Jonathan.


"Siip....."


Sean mengacungkan ibu jarinya.


Sean lalu pergi meninggalkan aula resepsi pernikahan sahabatnya.


Di dalam mobil Sean, Sean dan Alisha saling terdiam.


Sean kemudian kembali meraih tangan Alisha dan menggenggamnya erat.


Berulang kali Sean menciumi tangan kanan Alisha sambil mengucapkan maaf.


Akhirnya Alisha dan Sean sampai di rumah Alisha.


"Bella di rumah sama siapa?"


Sean melihat rumah alisha yang gelap.


"Bella....... di rumah bu sum"


Alisha terbata bata menjawab pertanyaan Sean.


"Kita jemput Bella dulu di rumah bu Sum"


Sean menghidupkan kembali mobilnya.


Buru buru Alisha memegang tangan Sean yang memegang setir mobil untuk menghentikan mobilnya.


Alisha akan mati kutu jika ketahuan, Bella ternyata tidak ada di rumah bu Sum, tetapi di rumah tante Hayu.


"Nggak usah di jemput, besok aja saya jemput, lagian dia juga pasti udah tidur"


Ucap Alisha ber bohong.


Sean senang Alisha mau memegang tangan nya walau pun sean tahu, Alisha melakukan nya secara terpaksa.


Sean ganti menggenggam tangan Alisha, dan menghadapkan tubuh nya ke arah Alisha.


"Pikirkan kembali pernikahan kita Alisha, aku serius ingin menjadi ayah Bella dan suami mu.


Jaga seluruh tubuh mu Alisha.


Jangan menempelkan nya pada sembarangan laki laki.


Karena seluruh tubuh mu milik ku.


Akan ku buat kau merasakan kenikmatan itu lagi ketika kita sudah menikah"


Sean tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


'Pikiran pak Sean isi nya mesum mulu, cinta juga sangat penting dalam pernikahan. Apalah artinya bercinta kalau tidak memakai perasaan, dan pak Sean hanya kasihan padaku dan Bella. Buktinya dia tidak pernah sekalipun mengatakan perasaan cinta nya pada ku'


batin Alisha.


Sean lalu membuka kan sabuk pengaman mobil milik alisha.


jantung sean kembali berdetak keras ketika tubuhnya bersentuhan dengan dada Alisha.


Sedangkan Alisha segera bergegas keluar dari mobil Sean dan memasuki rumahnya.


Alisha tidak sadar dompetnya yang berisi KTP dirinya tertinggal di mobil Sean.


Dan KTP itu status Alisha adalah belum menikah.


Sean yang menyadari dompet Alisha tertinggal, memilih membawanya pulang.


Sean kepo dan ingin tahu isi dompet gadis kesayangan nya.


bersambung......


jangan lupa jempol dan vote kaka ku tunggu....

__ADS_1


__ADS_2