The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Sarung Melorot


__ADS_3

Di dalam kamar Alisha.


Sean memeluk tubuh Alisha erat erat.


Sean menangis tertahan di pundak Alisha.


Tak ada suara tangisan yang terdengar, namun pundak Alisha yang basah dan getaran tubuh Sean cukup menandakan, bahwa Sean sedang menangis sedih karena tidak pernah ikut merasakan perjuangan Alisha.


Dan di saat yang sama, hati Sean juga bahagia, karena tidak menyangka bisa melihat darah daging nya sendiri.


"Terima kasih banyak Sha, kau sudah mau berjuang menjadi ibu anak ku"


Suara Sean serak karena bicara di tengah tangisan haru nya.


"Dia juga anak ku, wajar kalau aku ingin melahirkan nya"


Alisha menepuk nepuk lembut punggung Sean.


Sean lalu merenggangkan tubuh nya dari tubuh Alisha.


Ia memgang pundak Alisha, dan menatap mata Alisha hangat.


"Bagaimana pun juga, Aku sangat berterima kasih pada mu Sha, berkat kau aku bisa punya Bella.


Seandainya dulu kau berterus terang tentang Bella.


Aku akan bertanggung jawab pada mu dan Bella Sha.


Jadi kau tidak perlu repot repot membesarkan Bella sendirian"


Sean berkata sambil memandang mata bening Alisha dalam dalam.


Alisha membuang muka nya.


Ia tidak ingin melihat wajah sendu Sean.


Alisha belum bisa melupakan pelecehan yang di lakukan Sean lima tahun lalu, apalagi kemarin Sean juga baru saja melakukan pelecehan lagi pada Alisha.


Sehingga membuat luka Alisha kembali terbuka lebih dalam.


"Kalau bapak mau keluar dengan Bella, silahkan. Tapi bapak harus sholat maghrib dulu"


Ucap Alisha, ia berusaha mengalihkan pembicaraan Sean.


Alisha tidak ingin terhanyut dengan suasana hati Sean yang sedang mellow.


Alisha lalu berdiri.


Sebelum Alisha meninggalkan Sean, Sean memegang pergelangan tangan Alisha.


"Kita sholat maghrib berjamaah"


Ucap Sean, kemudian dia berdiri dan berlalu dari hadapan Alisha.


Alisha tidak percaya dengan pendengaran nya.


Sean mengajak nya sholat berjamaah.


'emang nya dia bisa jadi Imam?'


Alisha meragukan kemampuan Sean.


"Allahu Akbar"


Sean menjadi Imam bagi Alisha dan Bella.


Mereka melakukan sholat Maghrib berjamaah di rumah Alisha.


Rakaat pertama semua berjalan lancar.


Tanpa Alisha duga ternyata Sean mampu membaca surat Al fatihah dan surat pendek secara benar dan pas.


Rakaat ke dua Bella mulai ber ulah.


Dia sudah tidak betah diam lama lama.


Pertama Bella naik ke punggung Alisha ketika Alisha sedang sujud.


Dan pada sujud yang ke dua, Bella naik ke punggung Sean.


Selesai sujud, Sean kembali berdiri pada Rakaat ke tiga.

__ADS_1


Bella yang sedang naik ke punggung Sean pun menjadi bergelantungan di leher Sean.


Bella yang merasa capek bergelantungan di leher Sean.


Akhirnya memilih memelorotkan dirinya perlahan turun dari tubuh Sean.


Perlahan Bella turun dari atas ke bawah.


Tapi ketika sampai di pinggul Sean yang sedang memakai sarung.


Tiba tiba Bella pun ikut memelorotkan sarung Sean ke bawah.


Sean tidak memakai apapun di balik sarung nya.


Parah nya Sean tidak sadar kalau sarung nya sudah meluncur ke bawah.


"hahaha..... Sarung om Sean lepas"


Seketika sholat berjamaah malam itu langsung buyar.


Dan Alisha tertawa ter guling guling karena ulah Bella.


Sedangkan Sean langsung menarik ke atas sarung nya, dan lari keluar kamar yang di gunakan untuk berjamaah.


*****************


"Ayo Bella, habiskan nasi dan sate mu sayang"


Ucap Alisha pada Bella.


Sean, Alisha, dan Bella sedang makan di sebuah lapak pedagang kaki lima di pinggir jalan.


Mereka makan di pinggir jalan atas permintaan Bella.


Bella sangat menyukai sate, sehingga ketika mencium bau sate.


Bella langsung minta makan sate.


Sebenarnya Sean sudah mengajak Bella ke tempat yang menurut Sean jauh lebih bersih.


Yaitu di sebuah restoran bintang lima.


Tapi Bella menolak mentah mentah penawaran Sean.


Maghrib tadi, akhirnya Alisha dan Sean memilih sholat sendiri sendiri.


Alisha melanjutkan sholat nya di rumah.


Sedang kan Sean yang sangat malu.


memilih sholat di mushola ter dekat dari rumah Alisha.


"Jangan ketawa terus Sha"


Sean memperingatkan Alisha.


karena ia merasa risih dan malu mendengar Alisha terus menertawakan diri nya.


Alisha lalu diam, tapi baru saja terdiam satu menit.


Alisha kembali senyum senyum mengingat kejadian tadi.


"Kalau kau tidak mau diam, di rumah nanti aku akan meng hukum mu"


Ucap Sean sambil memandang Alisha.


Wajah Sean terlihat serius.


Melihat wajah Sean yang serius, membuat Alisha mengkeret karena takut, dan tidak berani tertawa tawa lagi.


"Sini Bella"


Sean memangku Bella.


Kemudian Sean menyuapi Bella dengan nasi milik Bella, yang sedari tadi belum juga habis.


Sean terlihat sangat menikmati berperan menjadi ayah Bella.


Malam itu setelah makan sate.


Sean, Alisha, dan Bella tidak langsung pulang.

__ADS_1


mereka duduk duduk di taman sambil minum es krim.


Setelah es krim Bella habis, Bella berlarian ke arah sebuah perosotan yang ada di taman.


Malam hari taman kota agak sepi.


Hanya ada beberapa pengunjung yang ada di taman dekat rumah Alisha.


Bella naik ke atas perosotan, kemudian sebelum dia memerosotkan dirinya, Bella memanggil Sean terlebih dahulu.


Bella senang karena akhir akhir ini Sean selalu memperhatikan diri nya.


"Om.... Lihat aku..... Aku berani perosotan sendiri!"


Bella memamerkan ke beranian nya bermain perosotan yang lumayan tinggi.


"Kau pemberani boneka ku"


Ucap Sean sambil ber tepuk tangan.


Sean selalu melakukan hal yang sama ketika Bella naik ke perosotan lagi.


Alisha tidak ingat sudah berapa kali Bella naik ke perosotan lagi dan lagi.


Dan Sean selalu menyambut antusias peebuatan Bella.


"Terima kasih sha, kau sudah bekerja sangat keras untuk membesarkan Bella.


Sekarang dia tumbuh menjadi anak yang sehat, aktif, pintar, dan juga cantik"


Sean lalu terdiam beberapa saat, mata nya hanya mengamati Bella yang sedang meloncat loncat di atas trampolin yang ada di taman tersebut.


"Seandainya aku bisa mengasuh Bella se utuhnya......."


"Jangan bermimpi bisa memiliki Bella sepenuhnya.


Aku nggak akan membiarkan itu terjadi"


Alisha memotong perkataan Sean.


Pikiran Alisha mulai gundah gulana.


Dia khawatir bila Sean menghambil Bella dari diri nya.


"Aku tidak akan melakukan itu sekarang Sha, karena Bella butuh waktu agar dia bisa menerima aku sebagai ayah kandung nya"


"Om..... aku udah capek, aku mau pulang"


Bella merentangkan tangan nya agar Sean menggendong nya.


Tapi sebelum Sean menggendong Bella.


Alisha lebih dulu mengambil Bella, kemudian menggendong nya.


Alisha tidak rela bila Bella menjadi semakin dekat dengan Sean.


Dan meninggalkan diri nya.


Mereka bertiga kemudian pulang ke rumah Alisha.


Dalam perjalanan pulang yang tidak terlalu jauh dari rumah Alisha.


Bella sudah tidak bisa menahan kantuknya.


Bella pun tertidur di pangkuan Alisha.


Sesampainya di rumah Alisha.


Sean dari luar mobil, kemudian membuka kan pintu mobil untuk Alisha.


Sebelum Alisha masuk ke rumah nya, Sean menggenggam tangan Alisha.


"Mulai besok aku akan mengantar mu dan Bella ke sekolah"


Sean lalu mencium pipi bella, dan membelai pipi Alisha.


Sean tahu bila ia mencium Alisha, tentu saja Alisha akan menolak.


"Masuklah"


Sean menunggu Alisha masuk ke dalam rumah nya, setelah itu dia masuk ke mobil nya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jempol dan vote nya kk......


__ADS_2