
Seorang pria yang tidak memiliki lengan atau kedua kaki, terduduk di atas Gunung yang tercipta dari ratusan ribu mayat Monster yang terbunuh oleh pedangnya.
"Hah ... Hah ...." Kondisinya sangat parah hingga bernafas sudah terasa sulit.
Bruk.
Terjatuh tanpa tenaga, pria itu memandang langit yang kehilangan warna birunya. Langit merah terpantul di mata mera yang tampak seperti permata ruby.
"... Sudah berakhir." Tidak ada emosi dalam suaranya yang serak.
Setelah perang panjang yang menyakitkan antara umat manusia melawan Monster, sekarang semuanya sudah berakhir dengan kematian 7 Great Disaster, Setan yang memimpin kehancuran pada setiap Planet yang mereka temui.
"Meski begitu ... kepunahan umat manusia tidak bisa dihindari."
Menjadi manusia terakhir yang hidup, kisah heroiknya yang membunuh 7 Great Disaster tidak bisa disebarkan. Ethan Austin, mortal yang menantang langit. Namanya akan terkubur bersama denga kehancuran Bumi.
Ethan hanya bisa tertawa getir, meledek diri sendiri yang berjuang begitu keras untuk momen yang begitu menyesakkan. Alih-alih merasa lega, hanya ada kesedihan serta kesepian yang memenuhi hatinya sebagai manusia-- makhluk hidup terakhir yang tersisa.
"Andaikan aku berusaha lebih keras dan tidak bermain-main." Suaranya yang serak berbisik tidak pada siapapun. Dia hanya ingin mengeluh, mengeluarkan semua beban pikiran yang sudah disimpan selama ini. "Jika saja aku punya kesempatan kedua ... apakah semuanya akan berubah?"
Gumaman dan keluh kesah Ethan mungkin didengar oleh Alam Semesta atau Dewa. Saat itu, sebuah pop up muncul di hadapannya yang sudah bersiap menerima kematiannya yang begitu sepi.
[Perhitungan Experience Records tertunda karena gangguan eksternal.]
[Dengan kehendak dari [Supreme Being], Anda akan dikirim ke masa lalu.]
Pupil mata Ethan melebar melihat pesan yang tidak terduga. "Tunggu! Apa maksudnya--"
Sebelum dia sempat bertanya lebih jauh, kesadarannya perlahan mulai pudar. Pemandangan di mana matahari berwarna merah terbenam di ufuk barat tampak menakutkan dan indah sebagai ingatan terakhirnya.
***
__ADS_1
"Hah!?" Anak laki-laki dengan rambut hitam dan mata merah terbangun dengan tubuh yang penuh keringat. Bibirnya pucat seolah dia melihat hantu.
Termenung, anak laki-laki yang mulai tenang melihat sekeliling. Ekspresinya menjadi bengkok ketika dia melihat ruanga familiar di sekitarnya.
"... Ini kamarku 20 Tahun yang lalu, kan?" Dia bergumam.
Meski dia tidak yakin, anak laki-laki itu masih mengingatnya. Kamar dengan beberapa poster karakter wanita dua dimensi yang dia sukai. Lalu, sebuah komputer tua yang digunakannya untuk bermain game dan menghabiskan waktu.
"Juga ...." Pandangan anak laki-laki itu tertuju pada Katana yang tersimpan di dalam sarungnya, tersimpan di sudut ruangan yang gelap.
Anak laki-laki itu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati Katana. Dengan menggigit bibirnya, dia mengangkat Katana dengan satu tangan.
"... Katana pertamaku, [Black Lily]."
Menarik ke luar Katana dari sarungnya, anak laki-laki itu kemudian mengambil sikap bersiap. Setelah menarik nafas sejenak, dia tiba-tiba melakukan gerakan tebasan.
Slash!
"Ini tidak terlalu bagus." Anak laki-laki itu membuat komentar yang akan membuat setiap Swordsman akan memaki karena kesal apabila mendengarnya.
Menurut standar saat ini, Ilmu Pedang yang digunakannya sudah berada di tingkat atas. Memenangkan 3 Kompetisi Major Internasional Swordsmanship merupakan bukti nyata atas bakatnya. Namun, bakat setengah-setengah miliknya gagal membawa keselamatan bagi Bumi.
Anak laki-laki itu, Ethan Austin, mengelus dagunya. "Aku benar-benar mengalami regresi, ya?"
Meski awalnya dia berpikir semua ini hanya kilas balik sebelum kematiannya, Ethan menjadi yakin jika sekarang dia kembali ke masa sebelum Bumi mengalami invasi.
"Aku yakin ini berkaitan dengan Sistem dan [Supreme Being] yang disebutkan."
Ethan tidak tahu siapa [Supreme Being] itu. Akan tetapi, melihatnya mampu mengintervensi Akashic Records membuat Ethan yakin [Supreme Being] merupakan sosok yang paling mendekati dengan konsep [Tuhan] itu sendiri.
[Anda mendapatkan pencapaian luar biasa.]
__ADS_1
[Sebagai hadiah, Anda mendapatkan: Seed World.]
[Experience Records Anda ditukar menjadi Karma.]
[Anda mendapatkan 1.000.000 Karma.]
Rentetan pop up muncul dj depan matanya yang membuat Ethan tersentak. Layar interface dengan tampilan yang tidak asing membuat Ethan yakin segala hal yang dialaminya bukan mimpi semata.
"... Meski begitu, ini berlebihan." Ethan tersenyum pahit melihat hadiah dari Akashic Records.
Karma merupakan mata uang yang nantinya akan digunakan untuk membeli barang di Sistem Shop. Begitu Dimensional Barrier hancur, uang kertas akan kehilangan nilai mereka. Perbandingan uang kertas dengan Karma saat itu adalah, 1 : 100.000. Tentu, dalam bentuk USD.
Mengesampingkan mengenai karma, Ethan lebih penasaran terhadap [Benih Dunia]. Ini kali pertamanya mendengar tentang [Benih Dunia].
[Benih Dunia]
Deskripsi: Sebuah Benih yang menjadi awal mula terbentuknya sebuah Dunia Baru. Kecepatan pertumbuhan Dunia tergantung dari [Mana] yang menyokong inti Dunia.
]
Tubuhnya tersentak begitu membaca deskripsi item yang tampak sukar dipercaya. Dia berkedip dan menggosok matanya sebelum membaca deskripsi item sekali lagi. Akan tetapi, tulisannya tidak berubah.
Rahang Ethan jatuh menyentuh lantai. "... Serius. Ini terlalu berlebihan."
Ethan merasakan dingin di tulang punggungnya. Keuntungan datang dengan tanggung jawab. Ethan tidak mempercayai kebaikan murni.
"... Apakah, [Supreme Being] menginginkan sesuatu dariku?"
Pikiran Ethan penuh dengan spekulasi. Akan tetapi, tanpa adanya petunjuk, mustahil menemukan apa yang Supreme Being ingin darinya.
"Ayo kita pikirkan itu. Sekarang, ada hal yang lebih penting dari itu ...." Ethan mengepalkan tangannya dengan erat. Niat membunuh bocor membuat ruang berderit akibat tekanan darinya. "7 Great Disaster ... kali ini hasil akhirnya akan berbeda."
__ADS_1