The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 20 - Amerika!


__ADS_3

Guild Trouble terbang menuju ke Amerika Serikat pada hari ketiga setelah Stampede terjadi. Mereka dibuat terkejut dengan nama Ethan yang muncul di Hall of Fame. Siapa yang menduga Ethan akan pergi ke Lantai 2 dan menyelesaikan Lantai 2.


Begitu sampai di langit Texas, Amerika Serikat, pesawat perlahan mulai mendarat turun. Texas merupakan salah satu wilayah yang masih selamat setelah Gatel Collapse dan Stampede.


Turun satu persatu, Trouble Guild sudah disambut dengan lusinan limosin dan orang-orang dengan setelan jas formal. Seorang wanita dengan rambut pirang pendek, berjalan mendekat.


"Selamat datang, Trouble Guild."


Michael yang memiliki skill bahasa Inggris terbaik, menjadi perwakilan Trouble. "Nice to meet you, Mrs Claire. Thank you for the welcome."


Catatan: Mulai dari sini, Michael dan Claire akan berbicara menggunakan bahasa Inggris. Hanya saja, saya tulis dengan bahasa Indonesia.


Claire hanya membalas dengan anggukan kecil sapaan dari Michael. Dia kemudian membimbing anggota guild. "Silahkan masuk ke dalam mobil. Kami akan mengantarkan anda semua ke Hotel."


Pria dengan setelan jas membukakan pintu limosin. Trouble Guild masuk ke dalam dengan dua orang untuk satu mobil.


Mobil segera berjalan. Dalam perjalanan, terlihat jika Texas tidak hancur separah itu. Mereka perlahan mulai pulih dari kehancuran yang mereka derita.


Perjalanan dari Bandara ke Hotel hanya memakan waktu lima belas menit. Trouble Guild benar-benar dibawa ke Hotel 5 Bintang yang membutuhkan waktu beberapa bulan untuk melakukan reservasi.


"""Selamat datang."""


Puluhan Staff berbaris untuk menyambut kedatangan Trouble Guild. Pihak Hotel bahkan menyediakan karpet merah khusus untuk menyambut Trouble Guild. Perlakuan yang berlebihan itu tidak membebani anggota Trouble Guild yang sudah pernah mengalaminya dan bahkan sering di masa lalu.


Claire berhenti dan berbalik memandang Trouble Guild. "Jika anda semua memiliki sesuatu yang dibutuhkan, jangan ragu untuk meminta para pelayan. Kami akan selalu sediakan kebutuhan Anda semua selama di sini."


"Jika begitu, kami akan merepotkan untuk sementara waktu."


Claire membungkuk dan pergi dari Hotel tanpa mengatakan apa-apa lagi. Trouble Guild juga segera pergi ke kamar mereka masing-masing. Mereka harus menjaga stamina karena besok, mereka segera pergi untuk membebaskan wilayah yang terkena dampak Stampede.


***


Keesokan harinya, Trouble Guild kedatangan tamu yang tidak lain adalah, Hunter yang digadang-gadang sebagai nomor 1 dalam kekuatan, Gordon Canaries.


"Paman Gordon. Lama tidak bertemu~" Nina menyapa Gordon dengan senyum cerah dan nada santai seperti keponakan yang menyapa sang paman.

__ADS_1


Mendengar itu, anggota guild lainnya menahan tawa mereka. Tidak ada yang pernah membayangkan orang tampan seperti Gordon dipanggil paman oleh anak SMA.


Gordon juga sedikit tersenyum pahit mendengar panggilan Nina terhadapnya. Namun, dia tidak marah dan balas menyapa dengan nada informal. "Lama tidak bertemu, Nina. Anggota yang lain juga."


Jun tersenyum kecil. "Lama tidak bertemu, Gordon. Terima kasih sudah menerima proposal kami."


"Jangan khawatir tentang itu. Amerika saat ini sangat membutuhkan bantuan. Jadi, Monster seperti kalian akan sangat membantu." Gordon tertawa lebar ketika dia mengatakannya.


Di situasi saat ini, tidak banyak Negara yang ingin kekuatan Negara lain masuk ke dalam Negara mereka. Karena itu, Trouble Guild hanya bisa pergi ke Amerika Serikat dimana mereka memiliki hubungan baik dengan salah satu tokoh penting di Amerika, Gordon Canaries.


"Yah, ayo kita lanjutkan percakapan kita nanti. Sekarang, kita harus cepat-cepat pergi membantu garis depan," ucap Li Mei.


Mendengar itu, Gordon mengangguk. "Jika begitu, ayo pergi bersama."


"""Ya."""


Menggunakan jalur udara, Trouble Guild dan Gordon pergi menggunakan Helikopter. Dari langit, bisa terlihat jelas seberapa parah kerusakan Amerika Serikat terutama di wilayah yang dekat dengan California seperti Los Angeles dan Las Vegas.


"Ini … jauh lebih parah dibanding Indonesia, kan?" Arya terkejut melihat seberapa parah kerusakan pada infrastruktur.


Gordon terlihat iri ketika Jun berbicara. "Huh. Indonesia sangat beruntung memiliki kalian. Padahal, menurut citra satelit yang kami tangkap, Indonesia memiliki jumlah Gate paling banyak ketika Gate Collapse belum terjadi. Namun, dalam waktu singkat, Gate di sana berkurang drastis dan korban jiwa diminimalisir."


"Itu karena kita memiliki Guild Master yang luar biasa."


"Benar. Kakak adalah, yang terbaik!"


Gordon tersenyum kecil dengan senyum iri. "Yah, sekarang pun, jika bukan karena Ethan, Dunia mungkin akan mengalami kiamat sungguhan, bukan hanya kehancuran besar."


Mereka semua iri pada Ethan. Namun, mereka lebih mengagumi daripada kesal padanya. Itu karena mereka menyadari jika kekuatan besar yang Ethan miliki, datang dengan tanggung jawab yang sama besarnya.


Jarak dari Hotel ke Basecamp sementara adalah, 5 KM. Jadi, dalam waktu kurang dari 10 menit, mereka sudah sampai di Basecamp tempat di mana Pasukan Amerika Serikat berkumpul dan membangun garis depan pertahanan.


Begitu mereka turun, seorang Sersan mendekati Gordon. Dia terlihat senang ketika Gordon datang. "Selamat datang, Tuan Gordon. Apakah anda akan bergabung dalam Raid kali ini?"


Gordon mengangguk dan menunjuk ke arah Trouble Guild. "Benar. Namun, bisakah kamu membagi tim-ku hanya dengan anggota yang aku bawa saat ini?"

__ADS_1


Sersan itu melihat ke arah Trouble Guild dan ekspresi wajahnya berubah. "... Apakah anda yakin, Tuan Gordon? Saya bisa memasukkan anda ke dalam tim berisikan Hunter Rank B atau lebih tinggi."


"Hah!? Kami–!" Nina hendak marah. Namun, Erica segera membungkam mulutnya.


Kekhawatiran dan skeptisisme dari Sersan itu bisa dipahami. Anggota Trouble Guild semuanya terlihat sangat muda. Selain itu, alih-alih Hunter, penampilan mereka lebih terlihat layaknya artis, model, atau publik figur lainnya.


Gordon menatap tajam ke arah Sersan. Dia memancarkan aura dari orang yang berkuasa di atas orang lain. "Apa sekarang ini, kamu sedang mempertanyakan keputusanku?"


Sersan itu segera menggelengkan kepalanya dengan wajah pucat. "Te– Tentu saja tidak, haha. Tentu, aku mengizinkan anda membentuk tim dengan anggota yang anda bawa, Tuan Gordon."


Dunia sudah berubah. Hunter Rank S jauh lebih dihormati dibanding seorang Jenderal. Jadi, tentu saja hanya seorang Sersan tidak akan menentang apa yang Gordon katakan.


"Bagus. Jika begitu, kami akan berangkat dalam waktu 15 menit."


"M– Mengerti."


Gordon memandang ke arah anggota Trouble Guild yang cukup terkejut melihat bagaimana sikap Gordon yang sangat tegas dan mendominasi. Mereka benar-benar lupa jika Gordon adalah, Orang Terkaya dan Hunter Terkuat di Dunia jika Ethan tidak dimasukkan dalam daftar yang terakhir.


"Jika begitu, ayo kita bersiap. Kita akan pergi ke titik di mana mendekati Menara."


""Ok.""


***


Di Arena Lantai 2 yang sekarang masih terlarang karena dalam masa perbaikan, Alice duduk di tengah-tengah Arena yang hancur. Dia meletakkan kepala Ethan di atas pangkuannya.


"... Darahnya benar-benar beraroma manis." Alice meneguk air liur, memandang leher Ethan.


Alice sudah menahannya sejak lama. Namun, aroma manis dari darah Ethan membuatnya akan kehilangan akal kapan saja. Bukan hanya beraroma manis, darahnya benar-benar kaya dengan energi sihir.


"... Aku akan mendapatkan sedikit sebagai bayaran sudah menyelamatkan nyawamu." Alice yang tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, menggigit leher Ethan dan menghisap darahnya.


"Hmp!?" Pupil Alice melebar ketika dia merasakan begitu banyak energi sihir murni mengalir di tubuhnya. Energi sihir itu begitu besar layaknya sebuah ombak di Magic Core Alice.


‘Dengan ini, aku bisa mempercepat membentuk tubuh fisik!’

__ADS_1


Alice pada akhirnya menyerap terlalu banyak darah Ethan dan hampir pada tingkat mengubahnya menjadi Vampire yang seperti dirinya. Beruntung kontrak yang mereka buat, membuat Alice berhenti.


__ADS_2