
"Kyaaa! Tolong!"
"Seseorang tolong!"
"Ibu! Ibu! Kamu dimana!"
Itu benar-benar kacau. Monster muncul dari dalam Gate dan langsung membantai orang-orang. Para Player Rusia berusaha untuk mengevakuasi dan menahan para monster namun mereka terlalu lemah dan jumlah monster benar-benar luar biasa banyak.
"Groaaaaar!!!"
Ogre setinggi 4, Meter dengan pedang besar di tangannya meraung keras. Itu adalah Ogre King, monster High Rank.
Raungan monster level itu benar-benar membuat manusia biasa dan Player level rendah terintimidasi dan tidak bisa bergerak.
Ogre itu tersenyum seolah-olah itu benar-benar menarik.
"Groaaar!"
Dengan teriakan itu semua Ogre lainnya segera menuju ke arah para Player yang sudah datang.
"Semuanya tahan! Biarkan para warga mundur dulu!"
Seorang pria dengan armor full plate berteriak. Mendengar itu semuanya memasang wajah yakin.
"Benar, tank bertahan!"
"""Taunt!"""
"""Endurance Buff!"""
Tank menyiapkan perisai mereka dan para support memberikan Buff untuk meningkatkan defense para Tank. Sementara itu para penyihir mulai merapal mantra untuk memberikan damage tambahan.
"Serang!"
"""Oooo!"""
Kedua belah pihak bentrok, satu persatu Skill dikeluarkan. Namun, levelnya berbeda. Tidak memiliki Player Skill benar-benar fatal kali ini.
"Guhaa!"
"Sialan! No damage!"
Perlahan-lahan manusia mulai di dorong mundur. Semuanya benar-benar putus asa. Namun saat itu tiba-tiba sebuah suara terdengar.
"Tanah Orang Mati. Smelt Of Death."
[Semua orang hidup akan melemah sebanyak 7%. Semua Undead akan memperkuat sebanyak 10%.]
"Summon Undead."
"Blessing of Star!"
[Semua Status meningkat sebanyak 100%.]
Semuanya bingung, pasukan Undead dan Buff luar biasa. Mereka melihat ke arah suara dan dua orang perempuan kembar terlihat.
"Oh, Erica dan Nina dari Guild Deicide!?"
"Semuanya, kita bisa! Ayo maju sekali lagi!"
"""Oooo!"""
Semangat yang awalnya padam kembali menyala. Pertempuran kembali dimulai. Undead milik Nina benar-benar banyak dan maju seperti gelombang pasang. Kekuatan Undead setara dengan para Player namun teknik mereka lebih bagus. Jadi, apa yang akan terjadi jika begitu? Tentu saja para Ogre akan didorong mundur.
"Para Mage Berikan sihir dasar untuk mengganggu sisi kanan!"
"Support berikan Heal!"
Apalagi dengan arahan dari keduanya, itu lebih terorganisir dan perlahan-lahan jelas bahwa mereka menang.
Ogre King yang melihat itu tidak senang. Dan mulai bergerak. Hanya dengan bergerak saja ancaman dan auranya benar-benar mengerikan.
"Hey Erica, apakah menurutmu itu mungkin?"
"Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin hal seperti itu?"
Keduanya adalah tipe dukungan bukan damage dealer utama. Tidak mungkin mereka bisa menang melawan Ogre King yang memiliki kekuatan dan vitalitas yang konyol.
"Cih. Jadi, haruskah kita menunggu bala bantuan?"
"Mungkin begitu…"
Keduanya benar-benar memiliki wajah kaku, mereka tidak tahu berapa lama mereka mampu menahan Ogre King ini.
"Serahkan saja pada kami!"
"Benar! Dengan dukungan kalian berdua kita pasti bisa!"
"Ada Kolarov Fancy juga! Percaya saja!"
Semuanya berbicara. Mereka benar-benar takut, namun entah bagaimana mereka bisa hanya dengan menahan. Kolarov, salah satu Rank S tidak senang karena harus mengikuti perintah dari dua Rank S luar negeri namun ini bukan waktunya kebanggaan mematahkan rasionalitas.
Erica dan Nina saling memandang dan tersenyum.
"Baik ayo lakukan!"
"""Ooool!"""
"Groaaaaar!"
"Sanctuary!"
Sebuah kubah emas yang akan melakukan Heal selama 5 menit muncul. Nina juga mengarahkan para Undead yang dimilikinya untuk mengepung Ogre King tersebut.
"Penyihir fokus pada serangan yang memiliki penetrasi! Atau jika ledakkan setidaknya yang bisa memberikan beberapa damage!"
"Support berikan Buff untuk meningkatkan Strength para damage dealer! Jangan semua Tank diberikan Buff! Berikan saja pada mereka yang akan terkena serangan!"
3 Lich milik Nina menggunakan 3 Sihir Dark Arrow. Para penyihir juga mulai membuat sihir mereka.
"Bagian kanan! Jangan terlalu memberikan damage karena agro akan berpindah!"
"Assassin dan thief incar saja sendinya!"
"Ranger cukup ganggu penglihatan nya. Tidak harus terkena!"
Instruksi diberikan satu persatu. Ogre King benar-benar kesal dengan itu dan dia mengangkat pedangnya tinggi. Melihat bahwa itu bahaya Erica bergerak cepat. Nina juga.
"Semuanya menjauh!"
"Aegis!!"
Semuanya bingung, beberapa terlambat untuk mundur, namun beruntung bahwa perisai kekuningan muncul melindungi mereka. Namun itu tidak sempurna, beberapa terkena serangan dan bahkan cukup fatal.
"Kuh!!"
"Guha!"
Sekitar 10 orang… Erica menilainya dan mengambil keputusan.
"Assassin dan thief bawa orang-orang itu mundur! Sisanya tetap sama seperti sebelumnya! Namun hati-hati dengan serangannya!"
"""Okey!"""
Merasa bahwa Erica dan Nina adalah yang paling merepotkan, Ogre King mencoba menerobos kerumunan para Player. Melihat itu para Tank segera mengambil inisiatif.
"Lindungi Sang Saint!"
"Lindungi My Dark!!"
"Stone Body!"
"Carokan!"
"Vengeance!"
Semua Skill Defense dikeluarkan. Mereka benar-benar takut. Namun jika dua orang itu kalah, maka tidak ada harapan juga bagi mereka.
__ADS_1
"Bone Wall!"
"Light Barrier!"
Erica dan Nina juga memberikan sihir perlindungan. Ogre itu mengayunkan pedang besarnya mencoba menerobos…
Prang!
Dengan mudahnya, Skill Barrier milik dua orang itu hancur. Namun itu cukup untuk memperlambat momentum Ogre King.
"Guha!"
"Kuhk!"
"Argh!"
Luka fatal dari para Tank. Tameng dan armor mereka terbelah menjadi dua. Itu benar-benar mengerikan. Mereka terpelanting ke belakang, dan menabrak kawannya.
"Semuanya lindungi keduanya! Jika tidak Feyn benar-benar akan membunuhmu!"
Salah satu mereka berteriak. Erica dan Nina terkejut dengan apa yang dikatakan orang itu. Jika mereka berpikir begitu, itu tandanya bahwa dia adalah pemain Magic Continental!
"Blade Repsol!"
"Air Strike!"
"Rhino Punch!"
Semua Skill dikeluarkan. Itu benar-benar memberikan damage mengerikan jika disatukan. Ogre King tidak bisa membiarkan hal seperti itu. Jadi dia berbalik, dan mengayunkan pedang nya.
"Kuha!"
"****, itu benar-benar sakit!"
Para Undead Skeleton Warrior sudah mulai berkumpul dan mengelilingi Ogre King. Ogre King benar-benar kesal karena serangga yang tidak ada habisnya.
"Groaaaaar!"
Sebuah aura ungu muncul di pedang milik Ogre King. Dan melakukan ayunan besar memutar.
"Kuh! Bone Wall! Bone Wall!"
"Aegis!"
"Ice Wall!"
"Barrier!"
"Shield!"
Semuanya sibuk menggunakan sihir pertahanan, namun itu benar-benar hancur. Perbedaan levelnya benar-benar luar biasa. Apalagi, Erica dan Nina tidak melakukan Control Magic yang benar.
"Kuha!"
"Ah!"
Barisan belakang terpelanting. Tidak ada yang bisa berdiri lagi. Erica dan Nina kehabisan mana. Terutama Nina, dia menggunakan terlalu banyak Undead. Itu menggerogoti mana miliknya seperti kanker. Erica tidak jauh berbeda. Dengan mendukung banyak Tank dan Barisan depan, mereka benar-benar kesulitan. Itu adalah situasi putus asa. Setengah dari mereka sudah tewas.
"Aku bahkan masih jomblo. Sialan. Uhuk."
Nina muntah darah. Dia sudah tidak bisa bergerak. Ogre King menuju ke arah keduanya.
"Thunderbolt!"
Pzzzt!
Sambaran petir turun dari langit. Itu mencoba meledakkan tubuh Ogre King segera menjadi abu. Namun Ogre King memiliki intuisi yang kuat, itu bisa dihindari dengan selembar kertas.
"Maaf terlambat, aku benar-benar sibuk tadi."
Gordon datang dengan senyum percaya diri. Sebenarnya dia benar-benar panik dalam hatinya. Dia tidak tahu apa yang akan Feyn lakukan jika keduanya terluka bahkan mati.
"Huh, tidak masalah. Senang bantuan datang."
Nina tersenyum. Erica juga sama. Bantuan yang datang benar-benar kompeten dimana mereka kekurangan daya tembak sekarang.
"Berikan aku dua menit. Aku akan memulihkan mana milikku."
Gordon tersenyum lebar dan menghadap ke Ogre King. Jelas bahwa Ogre itu juga waspada.
Tanpa aba-aba, keduanya segera menutup jarak. Dengan penguatan tubuh, Gordon maju dengan cepat.
Bang!
Suara yang seharusnya tidak keluar dari besi dan besi terdengar. Keduanya melakukan pertarungan teknik yang luar biasa.
"Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan orang itu! Bola petir!"
Dari belakang tubuh Gordon, sebuah bola petir menyambar mencoba menembus jantung Ogre namun itu bisa dibaca dan dihindari.
"Triple Stab!"
"Goaar!"
3 tusukan tombak ditahan dengan baik oleh pedang besar Ogre. Ogre memutar tombak Gordon dengan pedang bermaksud untuk melakukan Parry. Namun Gordon tersenyum dan melakukan tendangan ke arah dagu.
"Guh!"
Itu tidak kuat namun cukup untuk mengguncang kepala Ogre King. Gordon mundur untuk mengambil nafas dan sikap lagi.
"Blessing of Star!"
[Semua status meningkat sebanyak 100%.]
Kekuatan luar biasa mengisi tubuh Gordon. Itu benar-benar luar biasa.
"Ayo kita mulai ronde kedua."
Petir menyelimuti seluruh tombak milik Gordon. Dan sama seperti sebelumnya, keduanya menendang tanah untuk menutup jarak. Kali ini benar-benar cepat. Itu tidak bisa diikuti oleh mata normal.
"Hahaha itu menarik! Spear of Thunder, Vajra!"
Dengan energi petir yang luar biasa Gordon mendorong tombaknya. Ogre itu mencoba melawan dengan mana yang sama dan ledakkan konyol terjadi.
Bang!
Asap mengepul, dan listrik statis menyala. Namun keduanya benar-benar tidak peduli dan kembali melakukan combat. Perlahan-lahan Ogre King terdorong mundur.
"Smelt Of Death. Weak."
Dengan itu saja kekuatan mulai timpang. Gordon tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia mencoba mengiris leher Ogre King namun itu tipis dan dangkal. Gordon memutar tombaknya dan itu menusuk tepat di jantung Ogre King.
"Thunderbolt!"
Pzzzt.
"Gugaaaaa!"
Listrik mengalir tepat di tubuhnya, Ogre King tidak bisa melawan lagi. Vitalitas sudah menghilang dari matanya dan dia ambruk ke depan.
Gordon yang menang benar-benar kelelahan. Nafasnya benar-benar berantakan.
"Ini lebih sulit daripada Elder Trent yang aku lawan sebelumnya."
Mana miliknya benar-benar tipis. Itu sangat sulit. Berbeda dengan Elder Trent yang bisa dikalahkan dengan mudah karena kompatibilitas yang mendukung.
"Apakah kalian tidak apa-apa?"
Gordon bertanya kepada Erica dan Nina. Keduanya menahan monster seperti itu hanya dengan beberapa orang Rank B dan A. Itu benar-benar luar biasa.
"Aku oke. Bisakah kamu membawa orang-orang yang terluka?"
"Tentu. Silahkan istirahat."
Gordon segera bergerak dan Erica serta Nina istirahat untuk memulihkan mana milik keduanya.
"Aku harap yang lainnya aman."
__ADS_1
Sementara itu ditempatkan lainnya, Feyn benar-benar mendominasi. Itu membantai para monster tanpa ampun.
"Moonlight Sonata."
Tring~
Nada yang tenang, namun itu mimpi buruk untuk para Hobgoblin atau Goblin tinggi lainnya. Ratusan jarum darah muncul. Feyn sudah terbiasa dengan Skill miliknya jadi kekuatan serangannya benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Satu persatu tubuh para Goblin tertembus tidak bisa menahannya. Para Player yang melihat itu melebarkan mata. Jika itu Goblin biasa mereka tidak akan terkejut. Namun Goblin Knight, Goblin Warrior, Shaman Goblin, Mage Goblin serta General dan Goblin King benar-benar konyol melihatnya dibantai dengan mudah.
"Mati saja dengan cepat, kalian benar-benar merepotkan."
Hanya dalam 5 menit, serangan dari Gate Hijau yang runtuh selesai oleh Feyn. Dan dia segera menuju ke tempat lainnya.
Sementara itu Felicia, Claire dan Alexander Rosicky Rank S Rusia dan Guild Beel bekerja sama di kota Tver. Lawannya adalah Lizardman. Mereka benar-benar kuat.
"Taunt!"
Felicia menarik agro. Tank lainnya juga sama.
"Serang!"
Mage segera mengeluarkan sihir mereka. Lizardman memiliki resistensi yang kuat terhadap tebasan karena sisiknya.
"Utamakan atribut api! Jika tidak ada Es!"
"Unit jarak dekat serang!"
""""Oooo!""""
Alexander dengan dual sword masuk ke dalam kerumunan para Lizardman. Dengan mana yang melapisi pedang dia dapat melukai para Lizardman walaupun tidak membunuhnya. Namun itu tidak masalah, yang di belakang akan menyelesaikannya.
Saat itu salah satu Lizardman mencoba untuk menusuk punggungnya dengan Trisula. Alexander terkejut dan mencoba menghindar. Namun serangan tidak datang, saat itu leher lizardman itu putus.
"Jangan terpisah, bergabung dengan yang lainnya."
Setelah mengatakan itu, Claire hilang. Alexander memandang kosong ke arah tempat Claire tadi…
"Keren…"
Namun itu hanya sesaat dan itu diganti dengan semangat yang membara di matanya.
"Aku harus terlihat keren!"
Cinta itu memang seperti itu. Bisa membuat seseorang bersemangat tanpa alasan.
"Light Sword, Durandal!"
Cahaya menyelimuti pedang Felicia dan dia memotong langsung dua kepala lizardman. Melihat gerakan lizardman, dia tiba-tiba tersenyum pahit.
"Jika ini adalah aku dua bulan yang lalu dan tidak pergi ke Guild Deicide maka tidak mungkin aku bisa melihat gerakan mereka dengan jelas."
Sambil mengingat neraka dua hari yang sudah dia lalui saat itu, dia terus menerus menebas dan menahan serangan musuh dengan pedang dan perisainya.
Claire juga mendukung orang-orang yang terancam bahaya. Support walaupun terkadang terlambat namun melakukan tugasnya dengan baik sehingga itu berhasil mendorong mundur para Lizardman dan Lizardman tingkat tinggi. Lord Lizardman bergerak. Dengan Trisula emas miliknya, itu mendorong ke depan. Dan air bah terjadi.
"Angelic Shield!"
"Kongo Body!"
"Shield!"
Para Tank mencoba menahan aliran dan momentum dari air itu. Sementara itu, mage dan Ranger akan menyerang dari belakang. Lizardman lainnya menjadi semakin gesit ketika tanah menjadi lebih basah dan lembab.
"Mereka menjadi semakin cepat! Claire dan Alexander! Bisakah kalian mendukungku untuk melawan Boss itu?"
Menilai bahwa akan merugikan jika mereka mengulur waktu, Felicia memutuskan bahwa yang terbaik adalah dengan mengalahkan Boss mereka. Jumlah Lizardman juga berkurang banyak sudah hanya tinggal puluhan.
"Mengerti, serahkan padaku."
"Mengerti."
Ketiganya menembus formasi para Lizardman.
"Jangan biarkan para kroco ini menahan ketiganya!"
"Benar! Jangan mau kalah dengan para kroco ini!"
"""Ooooo!!!"""
Teknik gelombang manusia adalah yang terbaik. Karena semua kroco itu menahan para Player lainnya, ketiganya bisa sampai ke Boss monster itu.
"War Maiden!"
[Status musuh berkurang 3%, dan semua sekutu meningkat sebesar 6%]
Armor emas dan helm emas muncul menutupi tubuh Felicia. Itu meningkatkan defense miliknya secara signifikan.
"Taunt!"
Lizardman segera maju dan mencoba menusuk perisai milik Felicia. Itu jelas merupakan serangan penetrasi. Jadi Felicia alih-alih bertahan, dia justru melakukan Parry untuk menggeser arah serangan musuh.
Tang!
Lizardman itu terkejut dan kehilangan keseimbangan. Akibat meremehkan lawan, itu berakibat fatal untuknya.
"Pedang Es, 12 Teratai Biru!"
Alexander segera menggunakan salah satu teknik dari Skill unik miliknya. Efek teratai biru mengembun di sekitar pedang dan memberikan kerusakan yang cukup parah di bagian punggung Lizardman.
"Kieeek!"
Itu benar-benar kesal, dan Trisula itu dilapisi dengan elemen air yang besar lalu dihentakkan ke tanah olehnya.
"Kuh Angelic Shield!"
Felicia mencoba menahannya, namun itu benar-benar sulit. Dan dia didorong mundur. Apalagi itu adalah serangan area. Itu membanjiri daerah sekitar dan menyulitkan mereka bergerak.
"Dagger Suck."
Saat itu Claire yang tidak terlihat muncul menusuk tepat di luka yang terbuka di punggung Lizardman. Skill unik miliknya hampir sama dengan milik Feyn dan para vampir yang bisa menghisap darah musuh. Namun seperti yang diharapkan dari Skill unik. Itu tidak hanya di sana, namun juga itu memberikan efek pendarahan dan racun.
Lizardman yang merasakan sakit luar biasa segera memutar tubuhnya dan menebas dengan Trisula miliknya. Claire terlambat merespon dan itu terkena tepat di tangan kirinya.
"Nyonya Claire!"
"Kuh."
"Beraninya kamu!"
Alexander benar-benar kesal. Dia memaksimalkan output daya sihir ke pedang yang dia gunakan.
"Pedang Es, Nol Mutlak!"
Dengan suhu nol derajat, es yang mengelilingi pedang perlahan-lahan membekukan pedang. Alexander segera menutup jarak. Felicia mendukungnya juga dengan menggunakan Skillnya.
"Light Sword, Excalibur!"
Energi cahaya terang menyelimuti pedang Felicia. Dua energi luar biasa mencoba menggunting Lizardman. Lizardman merasakan bahaya dan dia segera menggunakan Trisula miliknya untuk membuat barrier dari air.
Bang!
Cahaya yang menyilaukan dan kepingan Es turun dari langit… cahaya itu berlangsung selama 1 menit. Dan hasilnya jelas terlihat.
Tubuh lizardman itu terpotong tepat di leher dan pinggangnya.
"Kita menang!!"
"Hore!"
Suasana meriah tercipta. Dan perawatan dilakukan oleh para support pada mereka yang terluka. Korban jiwa hampir setengah dari awal Raid.
"Semoga saja yang lainnya aman."
Felicia bergumam dan melihat ke langit.
Alice tidak jauh berbeda dengan Feyn. Dengan Blood Fest dan juga Stolz dia dengan gila memenggal satu persatu kepala dari Monster Type Beast.
__ADS_1
Bahkan monster Boss saja dikalahkan dengan mudah olehnya. Itu adalah Taring Pedang, monster sejenis Singa betina dengan Taring panjang seperti pedang. Alice benar-benar kesal sekarang. Pengkhianatan ini mengingatkannya pada orang-orang di Lantai atas.
Matanya benar-benar dingin, dan dia segera menuju ke tempat kejadian lainnya.