
Lima belas menit berlalu. Anggota Trouble Guild berkumpul bersama dengan Gordon yang membawa sekretaris pribadinya yaitu, Claire. Mereka sudah mengenakan equipment masing-masing dan bersiap untuk pergi.
"Jadi, bagaimana dengan posisinya?" Gordon bertanya sebelum mereka pergi.
"Aku pikir kita akan menggunakan Jun sebagai Main Tank dan Gordon sebagai Sub Tank. Sementara itu, Damage Dealt bisa diserahkan pada Arya dan Michael. Aku dan Claire akan pergi mengintai dan memetakan jalur. Sisanya terutama Silvia akan melakukan pembersihan dan mendukung Damage Dealt utama. Bagaimana?" Li Mei mengemukakan pendapatnya.
"Oh? Apakah aku akan menjadi Sub Tank?" Gordon menduga dia akan menjadi seorang damage dealt utama. Dia tidak menyangka akan diberikan peran sebagai Tank.
Li Mei memberikan alasan dibalik pendapatnya. "Ya. Kekuatan kamu memang luar biasa. Namun, itu tidak cocok untuk melawan musuh yang banyak. Jadi, lebih efektif apabila menahan musuh yang lolos dari aggro Jun. Rencana ini akan berubah apabila melawan Monster Boss."
Alasan Li Mei sangat solid. Apalagi, Li Mei ada alasan lain yang membuatnya tidak ingin Gordon menjadi Damage Dealt yaitu, efisiensi mana-nya sangat buruk untuk setiap serangan. Gordon benar-benar tipe penyihir yang sama seperti di dalam RPG lama atau Anime Comedy di mana hanya bisa menggunakan satu skill dan setelahnya, dia benar-benar tidak berguna.
Gordon yang tidak tahu pikiran Li Mei, mengangguk tanpa curiga. "Aku mengerti. Jika begitu, aku akan menjadi Damage Dealt ketika pertarungan melawan Monster Boss, kan?"
"Benar. Penetrasi dari sihir petir bagus untuk melawan musuh tipe Boss yang biasanya memiliki pertahanan kuat."
"Jika begitu, aku tidak akan protes lagi. Ayo kita segera pergi."
Setelah party terbentuk, mereka semua pergi dengan diantar oleh tatapan Hunter lain yang berada di tempat tersebut. Namun, tidak ada dari mereka yang berani bermain-main dengan Gordon.
Li Mei dan Claire berjalan lebih dulu. Li Mei yang memiliki kemampuan kamuflase terbaik dan Claire yang memiliki kemampuan deteksi terbaik. Keduanya memetakan setiap sudut Kota dengan sangat baik. Mereka mencari tempat dengan Monster paling banyak agar anggota party bisa membunuh mereka.
"!" Jun sebagai Main Tank, menarik agro dari para Monster.
"Kieeek!"
"Gugyaaa!"
Monster yang terdiri dari Lizardman, Orc, dan Ogre, tertarik agro dan menyerang ke arah Jun.
"Musuh datang! Bersiap!"
Arya dan Michael segera berlari ke arah para Monster dari kedua sisi. Sementara itu, Gordon menyerang dari belakang Jun mencegah musuh mendekati back liner mereka.
Splash! Splash!
Arya seperti binatang buas, dia menembus segala macam Monster dan menebas mereka dengan Great Sword miliknya. Michael, dengan tarian pedangnya, membunuh setiap Monster dalam tarian kematian.
Gordon sedikit tidak fokus ketika melihat bagaimana keduanya berkoordinasi dengan sangat baik hingga dia tidak sadar sebuah tinju Ogre melayang ke arahnya.
"!?" Gordon terkejut. Dia bersiap untuk menahan serangannya.
Bam!
Suara yang keras menggema. Namun, Gordon baik-baik saja. Jun dengan sigap melakukan cover dan menahan tinju Ogre.
"Gordon! Fokus!" Jun kembali fokus ke musuh setelah memperingati Gordon.
Gordon terkejut sesaat. Ini pertama kalinya dia merasa begitu inferior ketika berada di dalam party. Namun, bukan perasaan frustasi atau kekesalan. Gordon merasa sangat tertantang untuk mengikuti dan melampaui kemampuan party tersebut.
Gordon memperbaiki kuda-kudanya dan menyeringai. "Maafkan aku. Tidak akan ada yang kedua kalinya."
__ADS_1
Setelah itu, pertarungan menjadi sangat satu sisi. Gordon terus berkembang ketika dia mengawasi setiap gerakan dari anggota guild trouble. Gordon tidak lagi hanya asal menyerang. Dia mulai melakukan perhitungan meskipun masih banyak cacat dalam gerakannya.
Mereka berhenti ketika sampai di Santa Clarita, mereka memutuskan untuk beristirahat. Mereka sudah bertarung hampir selama 12 Jam dan matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat.
"Bertarung bersama kalian benar-benar sebuah pengalaman." Gordon tersenyum puas meskipun tubuhnya sangat lelah sekarang.
"Haha. Bertarung bersama kalian juga tidak buruk, Gordon, Claire. Itu jauh lebih baik dari party lain." Jun mengatakannya dengan mata mati ketika dia mengingat seberapa sulitnya bertarung dengan party random saat Gate Collapse.
Anggota guild lainnya juga mengangguk dengan ekspresi yang sama dengan Jun. Pengalaman bertarung dengan party random selama evakuasi di Indonesia saat itu sangat buruk hingga hampir ke tingkat yang membuat trauma.
Gordon hanya tersenyum kecil. Dia tidak tersinggung meskipun pujian yang Jun berikan tidak maksimal. Level mereka sangat berbeda hingga Gordon bahkan tidak berani membandingkan antara dia dan anggota Trouble Guild.
"Saya pikir kita harus kembali ke markas untuk memberikan laporan." Claire masuk ke dalam percakapan dan mengingatkan semua orang jika hari ini sudah hampir gelap.
Mendengar itu, semua orang yang asyik berbincang dan bercanda satu sama lain, melihat ke langit dan terkejut jika hari benar-benar hampir gelap.
"Aku setuju. Ayo kita segera kembali."
"Oke~"
Dengan satu suara, semua orang kembali melewati jalur yang sudah mereka bersihkan sebelumnya.
***
"Hey, bukankah itu Gordon dan party pemula itu? Mereka kembali dengan selamat."
"Yah, Gordon jelas melindungi mereka."
Satu persatu Hunter lain berbisik tentang party campuran antara Canaries Corporation dan Trouble Guild.
Gordon hampir tertawa mendengar komentar dari Hunter lain yang menebak-nebak tentang Raid mereka. Gordon merasa lucu dan miris melihat seberapa banyak orang-orang merendahkan anggota Trouble Guild yang seperti Monster.
"Selamat datang kembali, Tuan Gordon." Sersan yang sama seperti sebelumnya, datang menyambut kedatangan Gordon. Sersan itu bahkan tidak menatap ke arah anggota Trouble Guild yang ada tepat di samping Gordon dan Claire.
Nina dan Arya sangat kesal dengan sikap dari Sersan itu. Namun, ketika mereka merasakan tatapan dari Erica, mereka hanya menahan diri untuk tidak berkata-kata.
"Gordon, kami pergi untuk istirahat lebih dulu. Jika begitu, sampai jumpa." Jun mewakili semua anggota, pamit kepada Gordon. Jun benar-benar mengabaikan keberadaan Sersan.
"Oh, tentu. Istirahatlah. Aku akan mengupload video raid hari ini." Gordon yang bahkan belum membalas kata-kata Sersan, membalas kata-kata Jun dengan senyum lebar.
Sersan terjebak dalam situasi canggung. Jika orang di depannya bukanlah Gordon, dia benar-benar akan menembak kepalanya karena membuatnya kesal.
Sersan itu memaksakan senyumnya dan bertanya sekali lagi. "Tuan Gordon. Sejauh mana anda Raid hari ini?"
Gordon berhenti tersenyum ketika anggota Trouble Guild sudah menjauh dan melirik ke arah Sersan dengan ekspresi wajah arogannya yang biasanya.
"Santa Clarita." Gordon menjawab dengan singkat.
Sersan berusaha untuk tidak marah dan tetap tersenyum. "Begitu. Jadi, anda sudah sampai di Santa– Apa?"
Sersan itu menatap Gordon dengan mulut terbuka lebar. "A– Anda benar-benar sampai ke Santa Clarita?"
__ADS_1
Santa Clarita memiliki waktu tempuh yang sangat lama bahkan jika hanya berjalan kaki dari Hollywood Walk of Fame tempat basis ini berada. Pulang pergi mungkin akan memakan waktu dua hari untuk orang normal. Jika bertarung melawan Monster, lupakan dua hari, seminggu belum tentu mereka sampai di Santa Clarita.
Gordon hanya mengangkat bahunya. "Aku akan mengupload videonya. Jadi, kamu bisa membuktikan tentang hal tersebut jika kamu ingin."
Gordon meninggalkan Sersan dan Hunter lain yang masih diliputi dengan tanda tanya.
***
Video Raid yang dilakukan oleh Gordon dan Trouble Guild menjadi sangat viral di Sistube. Itu karena, mereka benar-benar bertarung sebagai tim yang sesungguhnya. Dibandingkan dengan mereka, anggota raid dari guild lain akan terlihat seperti anak-anak yang mencoba bertarung bersama-sama.
- Guild Trouble ini. Bukankah mereka orang-orang yang menekan Gate Collapse di Indonesia?
- Mereka juga orang yang pertama kali masuk ke dalam Menara. Aku yakin karena gaya bertarung mereka sangat mirip.
- Rasanya seperti menonton Anime atau Film Fantasi!
- Teknik mereka benar-benar luar biasa. Gordon yang dikatakan sebagai Hunter Terkuat … menjadi sangat inferior jika dibandingkan.
Video tersebut mencapai ratusan ribu penonton hanya dalam satu malam. Hampir seluruh ulasannya dipenuhi dengan komentar positif dan kekaguman murni dari orang biasa ataupun Hunter rank rendah melihat teknik dan kemampuan kerjasama Trouble Guild.
Mulai dari video tersebut, Trouble Guild mendapatkan banyak panggilan dari banyak Negara. Entah untuk meminta mereka sebagai bantuan atau Hunter permanen di Negara mereka.
***
Satu minggu setelah melakukan Raid, Gordon, Claire, dan Trouble Guild hampir mencapai Menara. Semakin mereka mendekati Menara, semakin Monster yang ada di tempat tersebut sangat kuat.
Sebelum mereka maju lebih jauh, mereka memutuskan untuk melakukan setidaknya tukar pendapat di tempat yang cukup aman.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Aku pribadi sulit mengatakan jika kita bisa menang melawan ular besar yang berada di dekat Menara itu." Gordon membuka diskusi dengan pendapatnya.
Ular yang Gordon maksud adalah, ular sepanjang 5 meter dengan sisik biru yang terlihat sangat indah. Namun, melihat ukurannya yang begitu besar, bisa dipastikan Monster itu sangat kuat.
Erica terlihat tidak setuju dengan pendapat Gordon. Dia berbicara dengan ragu-ragu. "... Aku pikir kita bisa melakukannya jika kita serius."
Nina mengangguk dengan pendapat Erica. "Aku juga berpikir hal yang sama. Aku tidak merasa kita akan kalah jika kita menjadi serius."
Pupil Gordon melebar sementara Claire terlihat getir mendengar kata-kata si Kembar yang seolah mengatakan mereka belum serius selama seminggu ini.
Hu Tao mengangguk dan menambahkan pendapatnya. "Aku setuju. Namun, memikirkan masa depan, Hunter Amerika perlu level up. Menurutku lebih baik melakukan Raid dengan Player lain."
Pendapat Hu Tao hampir bisa diterima semua orang. Meskipun, beberapa masih tidak setuju.
"... Itu hanya menambah korban jiwa. Aku pikir lebih baik kita melakukannya sendiri." Silvia berbicara dengan wajah muram. Dia sudah melihat terlalu banyak kematian dengan matanya sendiri.
"... Apakah kamu ingin terus tinggal di sini, Silvia? Jika iya, maka, kita bisa berhenti memikirkan masa depan itu." Kiaa bertanya dengan wajah serius.
Silvia tidak bisa menjawab. Dia tahu, kebaikan setengah hati hanya sebuah kemunafikan. Jadi, dia tidak bisa menjawab dengan lantang meskipun, hatinya mengatakan jika pikirannya tidak salah.
Setelah Silvia terdiam, tidak ada lagi yang mencoba untuk menentang. Jadi, keputusan sudah bulat.
"Karena sudah seperti ini. Ayo kita minta kepada Hunter di Pos Pertahanan untuk segera bersiap."
__ADS_1