The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 31 - Lantai 4


__ADS_3

"... Ethan tidak sadarkan diri lagi?"


Anggota Trouble Guild tidak terlihat terkejut lagi mendengar Ethan yang kehilangan kesadarannya, lagi dan lagi. Itu karena dia selalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu.


Masalah utamanya bukan Ethan yang kehilangan kesadaran melainkan, lawan yang Ethan hadapi. Ekspresi wajah semua orang menjadi suram karena mengetahui seberapa mudah penduduk di lantai yang lebih tinggi, ikut campur dalam urusan lantai bawah.


"Mengapa kalian sangat takut? Untuk sementara seharusnya tidak akan ada masalah. Untuk menuruni Menara, membutuhkan artefak dengan peringkat Epic setidaknya. Bahkan mereka penduduk lantai atas akan terkena penalti 80% status mereka dikurangi." Alice mencoba menenangkan anggota Trouble Guild dengan menjelaskan aturan Menara.


Jika penduduk di lantai atas bisa turun sesuka hati, keseimbangan akan benar-benar rusak. Oleh karenanya, Menara membuat sistem yang rumit untuk menyeimbangkan kekuatan.


"Namun, bagaimana dengan Lantai 4? Guild Master belum pernah menceritakan tentang Lantai 4." Hu Tao menanyakan masalah lain yang mendesak juga.


Hanya kurang dari 3 Minggu lagi Stampede akan terjadi. Beberapa Guild sudah mencoba menyelesaikan Lantai 4 tetapi, semuanya pulang dengan keadaan gagal total.


Alice menunjuk Li Mei dan Kiaa. "Kalian berdua sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan Lantai 4. Kalian memiliki keahlian senjata terbaik."


Li Mei dan Kiaa terkejut ketika Alice merekomendasikan mereka berdua. Tantangan di Lantai 4 hanya untuk ke luar dari labirin. Namun, semua skill aktif akan terkunci. Jadi, kesulitan dari Lantai 4 meningkat drastis.


Alice memilih keduanya bukan tanpa alasan. Kiaa memiliki kemampuan memanah yang luar biasa bahkan tanpa bantuan skill. Dia juga berlatih untuk mendeteksi jebakan dan jejak kaki. Di sisi lain, Li Mei memiliki deteksi dan kamuflase terbaik. Teknik belatinya juga berada di atas semua Player dengan senjata yang sama.


Alice memberikan penjelasan tentang penilaiannya setelah mengamati Trouble Guild dari dalam cincin Ethan.


Li Mei dan Kiaa saling memandang. Sejujurnya mereka takut. Namun, bukan berarti mereka sama sekali tidak percaya diri. Mereka belum pernah benar-benar bertarung dalam situasi hidup dan mati dipertaruhkan.


Li Mei menghela nafas untuk membuang emosi negatifnya dan mengangguk dengan tatapan bertekad. "Jika begitu, aku akan menyelesaikan Lantai 4 secepatnya."


Kiaa tidak bisa menolak ketika Li Mei sudah mengajukan dirinya dengan begitu berani. Kiaa tersenyum lembut memandang rekannya seolah akan berpisah selamanya.


"Sangat menyenangkan bersama kalian selama ini."


"Berhenti mengucapkan kata-kata seperti bendera kematian."


Akhirnya, diputuskan jika Li Mei dan Kiaa akan berangkat besok. Malam itu mereka berpesta melepaskan kepergian Kiaa dan Li Mei yang dianggap tidak akan kembali lagi.


***


Di Lantai 38, Dracula Bizantium mengalami luka dalam yang cukup parah. Mana Heart miliknya kacau karena avatar pribadinya dikalahkan oleh manusia yang baru sampai di Lantai 3.

__ADS_1


"... Monster itu. Apakah dia benar-benar manusia?"


Dracula benar-benar meragukan identitas Ethan sebagai manusia. Menurut laporan dari Vampire di bawahnya, Dunia yang disebut Bumi ini, tidak memiliki memiliki budaya Martial Art atau Magic. Namun, Ilmu Pedang serta magic control Ethan berada di level yang sangat tinggi sampai Dracula harus menggunakan Unique Ability dan masih dikalahkan meski hanya sebatas avatarnya, bukan tubuh utamanya.


Namun, Dracula tidak kembali dengan tangan kosong. Ketika bertemu dengan Ethan, Dracula bisa merasakan mana dan niat membunuh Alice. Dracula tidak mungkin lupa mana pattern dan niat membunuh yang membuat tubuhnya gemetar hanya dengan mengingatnya saja.


"... Ketika kita bertemu lagi, saya akan menjadikan anda menjadi milik saya pribadi, Lady Alice."


***


[Anda memasuki Normal Labyrinth.]


[Hanya mereka yang normal yang diizinkan untuk memasuki tempat ini. Artefak dan Skill Aktif disegel selama berada di Normal Labyrinth.]


[Misi: Cari Jalan Kabur.]


Kiaa dan Li Mei yang mendarat di Lantai 4, membaca pesan dari Sistem. Sesuai informasi yang tersedia, misi kali ini kabur dari Labirin ini, dengan skill aktif, artefak, dan mana yang diblokir.


"Ayo kita bergerak."


Li Mei tidak ingin membuang waktu terlalu lama, segera mengambil langkah memimpin di depan. Karena mereka tidak memiliki peta seperti saat di sarang semut, sekarang mereka harus mencari sebuah jalan yang tepat dari ratusan opsi jalan.


Sebuah rawa yang berisikan setumpuk slime hijau, terbuka ketika Li Mei melucuti jebakan. Jebakannya semakin beragam ketika mereka semakin masuk. Guillotine, gas beracun kasat mata dan tanpa bau, bahkan hujan anak panah dan tombak.


"Tunggu." Li Mei menghentikan langkah ketika berada di pertigaan lainnya.


Kiaa dengan patuh berhenti di sisi Li Mei dan berusaha untuk menghapus hawa keberadaannya sebanyak mungkin tanpa menggunakan skill.


Li Mei mengintip dan menemukan dua sosok berkulit ungu dan sebuah tanduk rusa di dahi mereka. Meski mereka tidak menggunakan mana, aura yang dipancarkan keduanya sudah cukup membuat Li Mei merasa merinding hingga bulu kuduknya terangkat.


"Hm?" Salah satu dari humanoid berkulit ungu itu menoleh ke belakang.


Rekannya yang melihat itu, bertanya. "Ada apa, mengapa kamu berhenti?"


"... Tidak. Aku merasakan ada seseorang yang mengawasi."


Rekannya mendecakkan lidahnya jelas tidak percaya dengan perkataannya. "Ck. Apa kamu lupa kita berada di mana? Tempat ini sama sekali melarang penggunaan skill. Jika ada seseorang, aku pasti bisa merasakannya."

__ADS_1


"Namun–"


"Cepatlah. Kita harus menemukan Tanduk Emas Galleus lebih dulu dari Bangsa Vampire durjana!" Rekannya meninggalkan dia di belakang sambil menggerutu kesal.


Keduanya segera pergi meskipun salah satu dari mereka masih tidak begitu yakin. Dia merasakan sebuah firasat tidak menyenangkan.


Li Mei dan Kiaa menghembuskan napas begitu kedua Oni menjauh. Mereka benar-benar ketahuan. Beruntung mereka sedang terburu-buru.


"Bagaimana menurutmu, Kiaa? Apakah kamu berpikir kita bisa menang melawan mereka?" Li Mei menanyakan penilaian Kiaa tentang dia Oni tadi.


Kiaa berpikir sejenak dan menggelengkan kepalanya dengan ekspresi mengatakan itu adalah, mustahil. "Level mereka mungkin sekitar level 70. Kita yang hanya berada di level 35 mustahil untuk menang dalam konfrontasi langsung."


Li Mei memiliki satu pemahaman dengan Kiaa. Melawan mereka dalam duel dari depan adalah, tindakan paling konyol. Namun, semuanya berbeda jika itu adalah, serangan dari belakang. Dengan passive skill mereka, damage yang dihasilkan bisa membunuh musuh dengan satu serangan.


"Ayo kita fokus untuk menyelesaikan Lantai 4 dulu. Ini prioritas utama kita." Kiaa menghentikan sebuah ide gila dari Li Mei.


"... Kamu benar. Sepertinya aku terlalu terpengaruh oleh Guild Master."


***


Seminggu berlalu. Kiaa dan Li Mei benar-benar terjebak di Lantai 4. Rasa stress dan frustasi menumpuk membuat tubuh mereka terasa sangat lelah.


Jika ada hal baik, itu adalah, peti harta karun. Mereka benar-benar mendapatkan peti harta karun sungguhan di antara para Mimic. Mereka mendapatkan sebuah kunci silver, dua potion penyembuhan, dan benih rumput bulan.


"... Aku berharap ini akan berakhir sebelum bertemu dengan para manusia ungu sekali lagi."


Keinginan tulus Kiaa benar-benar dihancurkan oleh takdir. Mereka yang sudah berjalan dengan begitu hati-hati dan ke arah yang berlawanan dari manusia ungu, justru kembali bertemu.


"Tempat ini benar-benar ada." Oni yang tempramen, menyeringai senang melihat sebuah ruangan tersembunyi yang mengarah ke dalam tanah. "Hehe, dengan ini, kita akan dipromosikan menjadi Tetua!"


"... Kamu benar. Jika kita menemukan Tanduk Emas Galleus, kita pasti akan dipromosikan."


"Jika begitu, ayo segera masuk."


Kedua Oni segera menuruni tangga yang mengarah ke bawah tanah.


Li Mei dan Kiaa yang bersembunyi di kejauhan, saling memandang dan mengangguk. Setelah menunggu beberapa saat, keduanya segera ikut masuk ke dalam ruangan tersembunyi.

__ADS_1


[Anda memasuki Ymir Tomb.]


[Skill dan Mana yang diblokir diizinkan di dalam Ymir Tomb.]


__ADS_2