
"Sekarang waktunya penghakiman."
Ratusan Panah darah yang berisi mana petir tercipta. Itu siap langsung menyerang ke arah Ouroboros.
""Jangan sombong!!!" Ouroboros berteriak kesal. Penghakiman!? Apostle seperti dia akan dihakimi oleh ras yang lebih rendah!? Bahkan penghinaan ada batasnya!
"Gluttony!!"
Gluttony menelan semua panah darah yang Feyn siapkan. Namun Feyn sama sekali tidak panik dan masih tersenyum.
"Ohho, itu bagus, makan yang banyak."
Merasa ada yang salah Ouroboros berpikir. Namun tiba-tiba rasa sakit menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Guha!"
Rasa panas dan nyeri terbakar muncul dari dalam perutnya. Ouroboros bingung. Tidak mungkin itu adalah racun, karena dia memiliki kebal terhadap racun…
"Bagaimana? Itu adalah racun dari sesama apostle. Racun dari Mawar 10.000 Duri milik Aulrane."
Ya, bahkan jika dia memiliki kebal terhadap racun, namun itu hanya saja jika racun yang lebih lemah daripada resistensi miliknya. Lalu bagaimana jika racun yang sama atau bahkan lebih unggul daripada Resistensi miliknya? Tentu saja akan seperti ini.
""Kamu sialan! Beraninya kamu bermain kotor!!"" Ouroboros benar-benar kesal, dia dipermalukan berkali-kali oleh orang ini. Dia menyiapkan serangan sihir tingkat bencana miliknya.
""Mati dasar hama!!! Imoogi Breath!!""
Nafas yang sangat besar mengarah langsung ke Feyn. Feyn yang melihat itu panik dan segera menggunakan langkah angin miliknya. Namun sepertinya tidak mungkin, jadi dia mempersiapkan Skill untuk menahannya.
"Sword of Abgrund, Abyss Flame!" Sebuah tebasan dengan api hitamnya mencoba memotong nafas itu menjadi dua. Namun tentu saja tidak berhasil.
Bang!
Sebuah gema ledakkan tercipta. Ouroboros benar-benar yakin bahwa itu pasti akan mati. Dan dia tertawa keras.
""Kuhahahaha, hanya karena kamu sudah sampai ke ranah ilahi bukan berarti kamu benar-benar hebat! Kamu berbicara besar namun mati hanya dengan satu serangan.""
Jujur saja dia benar-benar takut, namun sepertinya dia terlalu waspada pada orang itu.
"Kamu juga sama, waspada selama di medan perang. Death Slash."
Alice muncul dan menebas tepat di leher Ouroboros dengan sabitnya. Ouroboros terkejut dengan itu.
""Apa!? Guha!""
Darah Hijau keluar berceceran, namun itu masih jauh dari luka fatal. Ya, seperti yang diharapkan dari Bencana.
""Beraninya kamu!! Seorang Mortal melakukan ini padaku!"" Teriak Ouroboros marah.
Dia benar-benar marah sekarang, dua orang mortal berani mengganggunya dan bahkan melukai nya.
""Pergi bersama dengan pasanganmu Ken neraka!""
Dengan cepat, Ouroboros bergerak mencoba menelan Alice utuh-utuh. Alice menahannya dengan Blood Fest namun itu sia-sia.
"Kuh!"
Blood Fest hancur hanya dalam sekali tabrakan. Namun itu sudah lebih dari cukup.
"Bukankah sudah diperingatkan? Jangan lengah di medan perang. Blood Thunder, Galburg."
Pzzzt.
Serangan cepat dari tombak darah dengan mana petir yang terkandung di dalamnya segera menerjang ke arah Ouroboros. Ouroboros menahannya dengan mana barrier namun itu sia-sia.
Jleb.
Suara memotong daging terdengar. Itu dengan mudah menembus tubuh dari Ouroboros yang sangat besar itu.
"Alice."
"Ya. Reaper of Soul."
Dengan Alice sebagai finishing, itu benar-benar berakhir. Kepala Ouroboros jatuh ke tanah segera.
[Anda mendapatkan pencapaian luar biasa.]
[Nama anda akan tercatat di Hall of Fame.]
[Anda mendapatkan Soul Stone.]
[Anda mendapatkan Tombak Mitos Galburg.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
__ADS_1
[Anda naik level.]
[Anda…]
[Anda…]
[Anda berhasil membunuh 4 Bencana, anda mendapatkan Gelar : Musuh Alami Bencana.]
Satu persatu notif muncul… itu cukup luar biasa. Apalagi level masih naik dengan bodoh. 'Sepertinya, apakah aku menjadi lebih mudah dalam naik level?'
"Kerja bagus Feyn," ucap Alice sambil mendekat ke sini.
"Kamu juga Alice," balas Feyn, "lebih dari itu, bisakah kamu membantuku untuk membongkar? Ada beberapa bahan yang aku inginkan."
Jika bukan sekarang sudah pasti beberapa orang akan meminta bagian mereka. Jadi sekarang aku harus mengambil bagian bagusnya.
Alice yang mendengar itu memiliki wajah buruk.
"Tidak, kenapa aku harus membongkar monster?"
Itu adalah penolakan… aku masih tidak mengerti kenapa sikap ratunya itu hanya muncul di saat-saat seperti ini.
"Jika kamu tidak mau maka tunggulah," ujar Feyn sambil berjalan menuju ke mayat Ouroboros. Pembongkaran berlangsung cukup lama.
Sementara itu di luar, Gordon dan yang lainnya bisa mendengar suara ledakan yang terjadi di dalam Domain milik Feyn. Chu Namgu berbicara dengan Gordon.
"Apakah… itu benar-benar tidak masalah menyerahkan pada keduanya?"
Chu Namgu tahu bahwa keduanya kuat, namun dia tidak bisa membayangkan bahwa keduanya bisa menang melawan Ouroboros yang bahkan tidak bisa mereka gores.
Mendengar itu Gordon hanya tersenyum tanpa menjawab. Responnya benar-benar membuat Chu Namgu bingung, sampai tiba-tiba domain dibatalkan.
Semuanya bersiap jika saja keduanya sudah dikalahkan, namun apa yang mereka lihat benar-benar di luar dugaan mereka. Ouroboros yang tubuh dan kepalanya terpisah, lubang yang tercipta akibat ledakan yang terjadi antara pertarungan ketiganya… mereka juga bisa melihat beberapa listrik statis dan asap yang masih mengepul. Namun yang paling aneh bahwa keduanya benar-benar baik-baik saja. Apalagi mereka baru bertarung selama 30 menit. Itu sangat aneh dan tidak bisa mereka mengerti.
"Kamu kembali, itu lebih cepat dari yang diduga."
Gordon menyambut keduanya. Dia bisa merasakan bahwa keduanya menjadi lebih kuat dari terakhir kali keduanya bertemu. Padahal itu hanya 3 hari.
"Oh, tentu saja, kami adalah duet luar biasa."
"Berhenti berbicara omong kosong!"
Feyn berbicara sombong namun Alice memarahinya. Melihat keduanya yang bertukar kata-kata seperti itu, sama sekali membuat mereka bingung harus merespon seperti apa. Feyn yang menyadari itu memiringkan kepalanya dan berbicara.
"Hmm? Kenapa ini sangat sepi? Kita menang loh? Biasanya kalian akan berteriak seperti 'kita menang?' atau 'hore! Kami hidup!' begitu, kan?"
Mendengar itu, semuanya saling memandang dan baru saat itu sorakan kemenangan terdengar dari para Player yang berhasil hidup.
"Hore! Hore untuk hidup!"
"Hahaha, aku hampir mati!"
"Kami menang!"
Suasana suka cita dan terharu karena berhasil hidup dari situasi yang benar-benar mengerikan. Chu Namgu yang bisa dibilang sebagai perwakilan China mendekat.
"Tuan Feyn Austin, Lady Alice, saya sebagai warga China mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sudah kalian berikan. Warga China tidak akan melupakan kebaikan kalian ini. Dan kami pasti akan membayarnya."
Feyn tersenyum lembut melihat sikap dari Chu Namgu yang benar-benar tidak ragu untuk menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah, ngomong-ngomong, silahkan bagi Drop Item itu dengan merata. Aku harus kembali, jadi mungkin tidak akan sempat untuk menyapa Presiden China."
Sebenarnya, tubuh Feyn sudah menjerit keras. Dia belum pulih 100% namun dia langsung bertarung melawan monster kelas Bencana… itu benar-benar lelucon.
"Aku mengerti, aku akan menyampaikan keadaan anda kepada Presiden," balas Chu Namgu, "jika begitu, sesuai kata anda, kami akan membagikan Drop Item dengan adil," tambahnya dan langsung mundur dan berbicara dengan semua orang. Jenderal Lu Bu sekarang mendekat.
"Tuan Feyn Austin, Lady Alice, senang bertemu dengan kalian berdua, perkenalkan namaku Lu Bu, Jenderal angkatan darat China."
Feyn melihat Lu Bu, itu besar mungkin sekitar 2 meter. Itu bahkan lebih tinggi daripada Gordon dan Jun. Feyn balas tersenyum ke arah Lu Bu.
"Ya senang bertemu denganmu Jenderal Lu Bu, aku Feyn Austin dan ini adalah pasanganku, Alice de Eyus."
"Senang bertemu denganmu."
Feyn juga memperkenalkan dirinya dan Alice. Itu itikad bukan? Pikirnya. Lu Bu membalas.
"Aku tahu, jika bukan karena anda, umat manusia mungkin sudah tidak ada sekarang," ucapnya. Itu bukan omong kosong. Menghentikan Stampede lantai 2, informasi Gate dan Cara mengalahkan monster, serta menghentikan terjadinya Gate Break di Rusia dan Indonesia. Jika bukan karenanya dia tidak bisa membayangkan hal buruk yang terjadi pada manusia. Tidak, dia hanya tidak ingin membayangkan.
"Walaupun berlebihan, namun aku akan menerimanya dengan senang hati," balas Feyn.
Tidak perlu berpura-pura rendah hati. Lu Bu senang dengan sikapnya yang tidak berpura-pura dan tersenyum.
"Pemerintah dan warga China tidak akan melupakan kebaikan yang anda berikan. Dan seperti yang dikatakan Chu Namgu tadi, kami akan memberikan imbalan yang pantas untuk ini."
Jika bisa mereka ingin merekrut keduanya untuk menjadi warga negara China, namun ini bukan saatnya untuk bersikap ambisius seperti itu.
"Ya, aku akan menantikannya Jenderal Lu," balas Feyn.
"Jika begitu aku pergi, maaf mengambil waktu yang berharga anda berdua," Karena tidak ada yang dibicarakan lagi, Jenderal Lu pamit.
"Tidak masalah."
Setelah berpisah dengan keduanya, Feyn menuju ke Gordon, Felicia dan Claire yang sedang menunggu.
__ADS_1
"Senang kalian berdua selamat."
"Aku senang kalian selamat, Felicia dan Claire juga…."
Jujur saja itu melegakan. Keduanya adalah bakat yang luar biasa. Tidak mungkin Feyn tidak merasa senang bahwa keduanya selamat.
"Ya, kalian berdua datang benar-benar pada waktu yang tepat, jika bukan karena kalian, kami mungkin sudah menjadi makanan ular itu."
"Benar, itu benar-benar mengerikan untuk dimakan hidup-hidup."
Keduanya mengingat kejadian sebelumnya, dan rasa dingin masih tertinggal di punggung mereka.
"Apakah kamu tidak senang dengan aku yang masih hidup?" Gordon memprotes, namun tidak ada yang mempedulikan. Kenapa aku harus peduli pada seorang pria? Bukankah itu adalah akal sehat bahwa lebih baik khawatir kepada seorang gadis cantik?
"Tidak, aku tahu kamu pasti akan selamat, bukankah aku sudah banyak memukul kamu selama 2 hari penuh saat itu? Jika kamu kalah aku benar-benar akan membawamu ke neraka itu," balas Feyn dengan senyuman yang manis. Semua gadis yang melihat senyum itu benar-benar terpesona. Sedangkan itu para pria mengutuk Feyn dalam hati mereka. Sementara itu perasaan yang berbeda dirasakan oleh Gordon dimana tubuhnya menggigil.
"Tidak, tentu saja aku baik-baik saja, sungguh," balasnya cepat. Dia mengingat neraka itu dan dia tidak mungkin ingin mengalaminya lagi.
"Itu bagus, jika begitu Felicia dan Claire, aku akan kembali sekarang, aku masih ada yang harus dilakukan," Feyn berbicara dengan kedua gadis itu. Itu karena dia sudah memberitahu Gordon.
"Tentu, serahkan disini pada kami."
"Benar, anda bisa melakukan apapun, untuk pembersihan dan penyelesaian serahkan ini pada kami."
Mendengar jawaban yang bisa diandalkan, Feyn tersenyum dan berbalik.
"Jika begitu, ayo pergi Alice," kata Feyn sambil mengangkat Alice ke pelukan putri. Alice terkejut dan seruan keluar dari mulut para gadis.
"Eh!? Apa yang kamu lakukan!? Turunkan aku! Ini memalukan!" Alice memprotes dengan wajah merah, namun Feyn sama sekali tidak peduli.
"Hahaha, ayo kita pergi Tuan Putri!"
Dengan begitu, keduanya segera bergerak dengan sangat cepat. Melihat itu semuanya benar-benar tidak bisa mengerti.
"Bukankah Feyn sudah berubah?"
"Sepertinya begitu. Entah bagaimana… lebih cerah?"
Memang benar, setelah perasaannya lebih ringan, Feyn menjadi lebih sering tersenyum. Itu membuat wajahnya yang biasanya keren dan dingin menjadi lucu dan tampan.
"Kalian… kalian tidak akan jatuh cinta padanya kan?" Gordon berbicara dengan suara gemetar. Melihat itu Felicia dan Claire saling memandang dan tertawa pelan tidak menjawab.
Di Lantai 48, 7 Makhluk luar biasa yang bahkan bisa menghancurkan manusia menjadi daging hanya dengan aura dan tekanan mereka sedang berunding.
""Sepertinya dunia lebih sulit daripada yang kita bayangkan.""
Sosok humanoid dengan kulit hitam dan tanduk hitamnya membuka pembicaraan.
""Sepertinya seperti itu, namun itu tidak akan mempengaruhi hasil akhir bahwa mereka akan hancur.""
Balasan sombong keluar dari seekor naga dengan panjang yang konyol. Kulit hitam putihnya yang keras memberikan kesan luar biasa.
""Ara, kamu benar-benar percaya diri Astaroth.""
Humanoid yang tidak berbeda dari manusia, namun dia memiliki kulit abu-abu, mata merahnya yang indah dan Rambut Silvernya yang berbeda dari manusia normal. Itu benar-benar cocok dianggap sebagai reinkarnasi dari kecantikan sejati.
Astaroth mendengus dengan kata-kata dari wanita itu.
""Hmph. Bahkan jika mereka bisa mengalahkan Apostle, tidak mungkin mereka bisa mengalahkanku Lilith.""
Itu tidak salah, perbedaan 7 orang ini dengan 10 Bencana benar-benar luar biasa. Itu bagaikan Bumi dan Langit. Lilith tidak membalas dan hanya tersenyum. Itu benar-benar mempesona, bahkan Belphegor dan Dewa luar lainnya meneguk air liur mereka.
""Begitu? Itu benar-benar luar biasa jika benar.""
""Berhenti, apa yang kami bahas disini adalah apa yang akan kita lakukan? Apakah akan biarkan saja atau haruskah kita ikut campur?""
Pria hitam legam tadi meleraikan keduanya, dan berusaha mengembalikan arah pembicaraan.
""Lakukan apa saja… aku benar-benar mengantuk,"" Belphegor menguap seolah-olah dia benar-benar tidak tertarik dengan apapun.
""Mari biarkan saja, aku juga ingin melihat ekspresi putus asa mereka ketika mereka mengira bahwa mereka bisa naik dengan mudah namun sadar bahwa perbedaan kekuatan kita terlalu besar,"" seekor kambing dengan banyak mulut berbicara. Ya, mereka bosan di Lantai 48. Di lantai 49 ada sesuatu yang mereka sama sekali tidak bisa kalahkan dan menahan mereka untuk tidak bisa naik ke lantai berikutnya. Dan entah dunia keberapa yang terakhir kali bisa sampai di Lantai 48… tidak, bahkan belum pernah ada.
""Aku setuju dengan Subh Niggurath, bukankah itu lebih menarik? Kalian juga sudah bosan bukan?"" Kali ini humanoid dengan wajah lalat tersebut setuju dengan pendapat dari apa yang disebut sebagai Subh Niggurath.
""Lakukan apapun yang kamu mau, aku tidak peduli,"" balas Astaroth tidak peduli. Walaupun dia adalah yang paling kuat, namun dia terlalu bangga dan sombong.
""Aku juga tidak keberatan,"" seekor kucing hitam menyatakan pendapatnya untuk pertama kalinya.
""Aku juga.""
""Ara, jika begitu aku juga sama.""
""Ya, tidak masalah.""
""Jika begitu maka sudah diputuskan, kita akan menunggu dan melihat saja.""
Ketujuhnya setuju untuk menunggu saat ini. Walaupun menarik perhatian 7 Great Disaster, beruntung bahwa mereka tidak turun tangan.
"Ah, aku benar-benar tidak sabar bertemu dengannya," Lilith berbicara dengan perasaan bahagia dari hatinya. Walaupun dia setuju untuk diam, dia sudah bersiap untuk turun ke Bumi.
"Tunggu aku, Irreguler."
Dengan senyuman di wajahnya yang cantik, Lilith segera pergi.
__ADS_1