The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 32 - Ymir Tomb


__ADS_3

Menyembunyikan keberadaan mereka, Li Mei dan Kiaa mengekor dari jarak yang aman.


Li Mei memandang Kiaa yang berada di tepat di belakangnya. "Mundur sampai jarak terjauh busurmu dapat menjangkau. Aku akan mengikuti mereka di depan."


Kiaa mengangguk. Tidak seperti Li Mei yang memiliki skill [Blurred Human] yang mampu mengurangi hawa keberadaannya hingga 90%, Kiaa tidak memiliki skill kamuflase. Jadi, dia hanya mengandalkan kemampuan alaminya yang rawan terdeteksi oleh skill.


Monster di dalam Tomb Ymir ini berada di level 100. Kedua Oni menembus dengan kekuatan destruktif yang luar biasa mengabaikan perbedaan level. Efek samping melakukan terobosan dari depan seperti itu, tentu saja stamina mereka akan terkuras.


Pihak lain, Li Mei dan Kiaa sama sekali tidak bertarung dan hanya menunggu kedua Oni kelelahan dan menjadi lengah. Membunuh keduanya akan meningkatkan experience point yang dibutuhkan untuk naik beberapa level.


Semakin dalam mereka masuk, semakin banyak Monster. Selain itu, terdapat jebakan yang dipasang secara acak di dalam makam ini. Namun, kemampuan fisik Oni yang luar biasa cukup kuat untuk menangkal sebagian jebakan.


Begitu masuk ke bagian paling dalam dari makam, seekor kadal dengan sisik abu-abu metalik yang terlihat seperti logam membuka matanya. Kadal tersebut memiliki mata unik yang terlihat mirip dengan narutomaki dengan warna putih dan spiral merah muda.


"Memasuki makam Her Majesty … sama sekali tidak termaafkan."


Darah berhenti mengalir dan wajah kedua Oni membiru begitu menyadari Monster apa yang ada di hadapan mereka sekarang.


"Sialan. Itu Basilika! Ayo kabur!"


Kedua Oni itu berusaha untuk kabur dari makam tersebut. Namun, Basilika sama sekali tidak berniat membiarkan mereka untuk kabur setelah memasuki makam Dewi yang dilayaninya. Membuka mulutnya, Basilika menembakkan nafas racun menutup jalan pintu ke luar.


"Ck!" Oni mendecakkan lidahnya dan berbalik bersiap untuk bertarung.


Basilika tidak membiarkan Oni mengambil kesempatan untuk bersiap dan menerjang dengan sangat cepat. Dia berniat menusuk tubuh Oni dengan tanduk runcing yang ada terletak di dahi.


Clank!


Oni satu berhasil mengubah arah serangan Basilika dengan pedang besarnya. Oni kedua yang memegang pedang panjang, menyerang punggung Basilika dengan pedangnya yang dilapisi api ungu.


"!"


Clank!


Tebasan sepenuh tenaga dari Oni dua, memantul ketika beradu dengan sisik metalik Basilika. Oni dua terdorong mundur dan tubuhnya gemetar karena mengalami recoil akibat serangan.


Basilika berbalik. Pada saat itu, mata mereka saling memandang satu sama lain. Tubuh Oni dua mulai mengalami petrification di mulai dari ujung kaki.


"!"


Oni satu mencoba menyerang sendiri achilles Basilika dengan bilah yang dilapisi api putih terang.


"Kieeek! Sakit!" Basilika berteriak sedih karena kesakitan.


Serangan Oni satu memang berhasil. Sialnya, pedangnya tersangkut di daging Basilika dan tidak dapat ditarik.


Basilika mengayunkan ekornya dengan sangat keras menghantam tubuh Oni satu dan Oni dua yang mulai membatu sebagian dan tidak dapat bergerak.

__ADS_1


Jleb!


"Gieeek!" Basilika tiba-tiba menjerit penuh rasa sakit ketika jantungnya hampir tertusuk.


Li Mei yang sudah menunggu, menyerang tepat bagian jantung dari Basilika yang merupakan kelemahan Basilika. Namun, dengan serangan yang sudah sangat dalam, Li Mei belum mampu untuk membunuh Basilika.


"Siapa!?" Berani sekali menyerang secara diam-diam!" Basilika mencari sekeliling pelaku yang menyerangnya. Namun, dia tidak bisa menemukannya sama sekali.


Jleb!


"Argh!" Serangan lain datang tepat di tempat yang sama.


Li Mei segera mundur dan berlari ke arah para Oni. Dia akan menyerahkan pembunuhan terakhir kepada Kiaa. Tugasnya sekarang menyingkirkan gangguan eksternal seperti para Oni.


Melihat Li Mei yang semakin dekat, para Oni terlihat ketakutan seperti melihat Malaikat Pencabut Nyawa pada diri Li Mei.


"Tu– Tunggu! Berhenti–"


Splash!


Kepala kedua Oni terlepas dari tubuh mereka ketika belati Li Mei melewati leher keduanya.


[Anda membunuh Kukuru, Oni Warrior.]


[Anda mendapatkan 78.000 Experience Point.]


[Anda mendapatkan 85.900 Experience Point.]


Li Mei berbalik untuk melihat apakah Kiaa sudah menyelesaikan pertarungan atau tidak. Kemampuannya memberikan kematian instan apabila dia menyerang tanpa disadari musuh.


"Kamu makhluk rendahan! Sekarang mati–"


Jleb!


Basilika yang sudah sangat marah pada Li Mei, tidak menyadari panah yang mengandung Rune sihir api tingkat 3, [Magic Bomb], melayang ke arah jantungnya yang sudah terbuka lebar.


Bam!


Ledakan tercipta di dalam luka. Basilika merasa penglihatannya menjadi buram. Tidak peduli sekuat apa Basilika, apabila jantungnya meledak, Basilika tentu saja akan kehilangan nyawanya sendiri.


"Heran Majesty … maafkan saya."


Air mata menetes dari mata Basilika. Dengan kesadarannya yang tersisa dan rasa cintanya pada Ymir, Basilika berniat untuk membunuh Kiaa, Li Mei, dan dua Oni yang sudah mati. Setidaknya, dia tidak ingin mati seorang diri.


Li Mei merasa punggungnya mengalami sengatan listrik melihat Basilika membuka mulutnya. Serangan yang sangat besar akan segera datang.


"Kiaa, segera dan bersembunyi!" Li Mei berteriak keras dan menjauh sejauh yang dia bisa.

__ADS_1


Wooosh!


Nafas hijau yang sangat korosif memenuhi ruangan tempat pertarungan terjadi. Semua yang tersentuh nafas hijau meleleh dan larut menjadi satu dengan nafas.


"Hah … Hah …."


"Itu benar-benar sangat berbahaya. Aku sama sekali tidak menyukainya."


Li Mei dan Kiaa yang selamat karena bersembunyi di dalam ruangan harta, merosot dan duduk di lantai karena terlalu lelah. Siapa sangka Basilika melancarkan serangan putus ada selesai itu di saat terakhir.


[Anda membunuh Basilika.]


[Anda mendapatkan 140.000 Experience Point.]


[Anda naik level.]


[Anda naik level.]


[Anda–]


Pemberitahuan kenaikan level sama sekali tidak berhenti. Experience yang mereka dapatkan sangat luar biasa banyak. Melihat itu membuat mereka bersemangat.


[Anda berada di Ruang Harta Ymir.]


[Anda hanya diizinkan membawa 3 Artifact dari Ruang Harta.]


Pesan Sistem lain muncul, baru lah Li Mei dan Kiaa menyadari setumpuk harta karun di mata mereka. Segunung emas dan senjata tingkat tinggi, mustahil seseorang dapat menahan perasaan serakah.


Namun, Li Mei dan Kiaa yang sudah melatih hati dan pikiran mereka melalui teknik Unweaving Heart, membuat mereka tetap rasional. Tidak ada keinginan mereka untuk membawa lebih dari 3 Artifact.


Memilih senjata yang sesuai dengan gaya bertarung mereka, Li Mei mengambil sebuah belati, mantel hitam, dan sebuah topeng. Sementara Kiaa, memilih sebuah busur putih yang terbuat dari kayu, kalung dengan permata kuning pucat, dan terakhir Tanduk Emas Galleus.


"Apakah kamu serius mengambil item tersebut?" Li Mei bertanya karena melihat item yang Kiaa pilih.


"Meski aku tidak tahu fungsi item ini. Namun, aku pikir akan merepotkan jika item ini jatuh ke tangan orang lain."


Kiaa tidak memiliki skill penafsiran. Meskipun begitu, untuk penduduk lantai atas mengorbankan dua item epic demi sebuah item, Kiaa yakin ini merupakan item yang akan sangat membantu jika berada di tangan rekan.


Li Mei mengangguk mendengar jawaban logis dari Kiaa. Jadi, dia tidak menanyakan keputusan Kiaa lagi. Li Mei mengalihkan pandangannya ke gerbang ruang harta.


"... Masalahnya sekarang adalah, nafas dari kadal itu, kan?"


Tidak dapat diprediksi kapan nafas itu benar-benar menghilang. Li Mei dan Kiaa yang sedang berpacu dengan waktu, merasa sedikit menyesal karena datang ke tempat ini lebih dulu alih-alih mencari jalan ke luar.


"Sepertinya kita tidak akan selesai tepat waktu."


Keduanya hanya bisa meminta maaf dan berdoa dalam hati mereka, semoga saja teman-teman mereka di Bumi mampu menahan stampede yang terjadi di seluruh Dunia.

__ADS_1


__ADS_2