The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 44 - 2 Bencana.


__ADS_3

Di Australia, Melbourne. Sosok yang terdiri dari ratusan Ivy dan tanaman lainnya terlihat. Tinggi sekitar 10 Meter. Itu adalah Rasul Ruler of Lustful Lilith yang sudah bermanifestasi sejak seminggu yang lalu.


""Hmm, sepertinya Fafnir sudah dikalahkan.""


Dia bergumam, dia sudah bisa merasakan mana Fafnir yang luar biasa bahkan dari jarak ini. Namun itu tiba-tiba lenyap setelah 8 Jam bermanifestasi. Itu aneh.


""Apakah mungkin untuk mengalahkan Fafnir oleh manusia… dia adalah yang terkuat dari kami.""


Walaupun itu adalah 10 Bencana, namun itu juga memiliki peringkat, dan Fafnir berada di peringkat teratas di antara mereka. Itu karena dia adalah Rasul dari 7 Great Disaster terkuat, Ruler of Pride Tuan Astaroth.


""Jika begitu aku harus segera bergerak. Tidak mungkin orang itu akan baik-baik saja setelah mengalahkan Fafnir.""


Aulrane mulai bergerak. Apa yang dituju adalah Utara dari Australia. Indonesia.


Rasul lainnya yaitu Ouroboros juga merasakan ada yang aneh saat tiba-tiba mana milik Fafnir menghilang. Dia berada tepat di Sudan dan dia bisa merasakan lebih jelas mana yang dimiliki oleh Fafnir.


""Hah, apakah dia kembali? Atau…""


Sebuah pikiran tidak masuk akal terlintas di kepala Ouroboros, namun dia segera menolaknya. Itu tidak masuk akal sama sekali.


""Tidak mungkin dia mati karena manusia. Bahkan kami tidak bisa mengalahkan monster itu.""


Namun tidak ada hal lain yang bisa dipikirkan. Jika dia tidak kalah maka kemana mana yang menghilang tiba-tiba?


""Sepertinya dunia ini lebih berbahaya daripada yang diduga. Aku harus bergerak.""


Ouroboros yang berwujud sebagai Ular Hitam legam. Perwujudan dari kekacauan. Segera berjalan menuju ke dataran China setelah melahap semua yang ada di Benua Afrika.


""Aku sudah lapar.""


Dua Bencana sedang menuju ke arah manusia. Bisakah manusia bertahan saat Feyn tidak sadarkan diri?


Di Tver kota terdekat dari Moscow, tepatnya di sebuah hotel bintang lima Roshi Hotel, anggota Guild Deicide sedang mengadakan rapat. Itu adalah Alice yang membuka pembicaraan.


"Kita tidak bisa berdiam diri lebih lama. Aku bisa merasakan mana yang setara dengan Fafnir yang baru saja kami kalahkan."


Suasana menjadi sangat berat… monster yang setara Fafnir… bagaimana cara mereka mengalahkannya? Bahkan saat ini Feyn tidak sadarkan diri dan kondisinya benar-benar kritis.


"Jika begitu… apakah itu di sekitar Afrika atau Australia?"


"Benar, dan sepertinya… mereka mulai bergerak."


Merasakan ada yang aneh dari kata-kata Alice, Hermes mengerutkan keningnya…


"Tunggu, mereka? Apakah lebih dari satu?"


"Benar, tepatnya dua dari mereka. Dan keduanya sudah bergerak."


Keputusasaan terlihat di wajah mereka. Dua dari monster level Fafnir yang bahkan mereka tidak bisa kalahkan? Itu benar-benar omong kosong.


"Bukankah ini kiamat…"


"Bisakah kita mengalahkannya…"


Mereka ingat dengan jelas bahkan dengan Skill Unik mereka bahkan itu tidak menggores Fafnir sama sekali. Wajar jika mereka skeptis dan putus asa. Melihat trend yang buruk dari semuanya, Hermes berbicara lagi.


"Untuk saat ini, ayo kita kembali. Dan jika itu dari Benua Australia maka kemungkinan tujuannya adalah Indonesia."


"Benar, selain itu kita tidak harus melawannya sendirian. Kita bisa meminta bantuan dari seluruh Player dari seluruh dunia. Ini bukan lagi krisis suatu negara."


Mendengar perkataan Hermes dan Gordon, semuanya memiliki senyum di wajah mereka. Benar, tidak perlu panik. Mereka tidak sendirian. Dan saat ini adalah waktunya mereka untuk mendukung Feyn yang tidak berdaya. Bukankah itu luar biasa?

__ADS_1


"Sepertinya kalian sudah mengerti. Sekarang ayo kita bersiap untuk kembali."


"""Ya."""


Semuanya bubar dan bersiap-siap untuk segera kembali ke Dieng.


"Apa ini?"


Sementara itu Feyn, yang tidak sadarkan diri sedang melihat mimpi yang aneh. Ini adalah mimpi dengan sudut pandang ketiga. Dan apa yang terlihat adalah… masa lalunya.


"Erica! Nina!! Tidak, jangan mati!!"


Erica dan Nina yang tubuhnya sudah menjadi dingin. Selain itu, perut keduanya yang membuncit… keduanya ditangkap oleh para Goblin dan dipaksa melahirkan anak-anak mereka.


"Jun, Risk, Rara…"


Jun yang merupakan teman masa kecilnya dan Risk yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri juga mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya dan luka tusukan tepat di perut. Rara memiliki nasib yang sama dengan Erica dan Nina.


"Tidak! Tolong aku! Kumohon!"


"Anakku! Kamu dimana!?"


"Ibu! Ibu! Aku takut!"


"Kyaaa!"


Stampede yang terjadi. Dia yang masih lemah dan selalu lari ketakutan melihat semua itu dengan tidak berdaya. Mayat-mayat yang menjadi dingin. Bau amis dari daging dan darah. Itu terlalu realistis untuk disebut sebagai mimpi biasa.


Kemudian, dimulai dengan munculnya Bencana pertama… dia saat itu sudah menjadi Player. Namun di depan Bencana itu dia benar-benar tidak berdaya dan sangat takut. Player lainnya mati di hadapannya. Namun dia selamat karena lari terlebih dulu.


Pemandangan berubah lagi, itu adalah masa-masa dia melawan ras di lantai tengah. Mereka tidak jauh berbeda dari manusia.


"Kamu! Kamu benar-benar gila! Melakukan pembantaian seperti ini! Kamu tidak akan pernah bahagia!"


Hal yang sama terjadi pada Ras Dark Elf, Mazoku dan Vampir. Serta beberapa Ras lainnya seperti Dhampir, Dagon.


Kemudian dia bertemu dengan Alice yang hampir mati karena melawan para Vampir sendirian. Emosi kembali ke hati Feyn. Keduanya naik Menara dan bertujuan untuk mengalahkan mereka yang berdiri di atas. Keduanya tiba di Lantai 45. Melawan 9 Bencana dan 2 Great Disaster… hasilnya adalah kemenangan dengan bayaran kematian Alice. Sekali lagi, Feyn kehilangan orang yang berharga. Dan dendamnya lebih menggebu-gebu. Dia akhirnya sampai di Lantai 48… 5 Great Disaster tersisa. Feyn melawan mereka berlima sekaligus… dan hasilnya dia mati.


Melihat semua itu, untuk pertama kalinya Feyn mengerutkan kening kesal tidak seperti ekspresi biasanya.


"Apa maksudnya ini?"


Dia sama sekali tidak mengerti. Kenapa tiba-tiba mimpi ini muncul? Dia sudah tidak memiliki penyesalan lagi terhadap masa lalunya. Tidak, dia mencoba untuk tidak menyesalinya. Namun bagi Feyn, itu adalah yang tidak pernah akan dia bisa mengerti.


Saat itu sebuah gambaran yang tidak pernah dia ingat muncul. Gambaran yang sangat cepat. Timeline yang berbeda dimana terkadang dia mati di awal, dia yang dikhianati oleh Alice atau Erica… semuanya benar-benar tidak bisa dia mengerti sama sekali. Suara-suara yang mengganggu terdengar.


"Hentikan… sialan… hentikan…"


Feyn kesal. Kenangan masa lalunya perlahan-lahan muncul dan diperjelas… dia benar-benar tidak mengerti.


"Apakah kamu benar-benar akan melakukan ini?"


Sebuah fragmen kenangan aneh muncul. Seorang perempuan dengan rambut merah muda dan mata merahnya berbicara dengan khawatir pada seorang pria dengan rambut silver dan mata merah. Pria itu mengelus pipi wanita itu dan berbicara lembut.


"Benar, bahkan jika aku harus mengulang 100x aku harus menghentikan mereka yang mencoba menginvasi Menara."


"Tapi…"


Pria itu mencoba meyakinkan, namun wanita itu masih khawatir. Dan saat itu pria itu mencium wanita itu.


"Jangan khawatir… aku tidak sendiri…"

__ADS_1


Itu berakhir disana. Dia tidak tahu siapa itu dan kenapa dia melihat itu. Wajahnya juga tidak terlihat sama sekali.


"Kenapa? Dan… siapa?"


Dia memikirkan itu, namun fragmen kenangan buruknya muncul lagi. Kata-kata kutukan dari para korban yang sudah dibunuh olehnya terdengar.


Namun kali ini Feyn sama sekali tidak terganggu. Dia mengerti sekarang… kenapa ini muncul dan kenapa saat ini. Itu jelas.


"Begitu… apakah bahkan jika aku tidak merasakan apa-apa sebenarnya aku benar-benar terbebani."


Ya, saat dia mengakui itu, sesuatu yang berat terhapus dari hatinya. Hatinya menjadi lebih tenang. Dan alasan kenapa itu muncul saat ini.


"Apakah aku sudah mencapai ranah Demi God."


Ya, manusia tidak bisa mencapai ranah ini selama dia memiliki penyesalan dalam dirinya. Feyn yang di masa lalu tidak bisa terlepas dari masa lalunya sehingga dia tidak bisa naik ke ranah Demi God.


Saat itu energi ilahi mengalir dalam tubuhnya. Ya, dia sudah tidak harus terikat dengan masa lalunya. Dia sudah merubah masa lalunya. Dan satu lagi fakta yang dia sadari dari ini adalah…


"Ini bukan pertama kalinya aku melakukan Regresi atau Reinkarnasi."


Dia tidak tahu sebagai siapa, namun jelas bahwa dia pernah hidup saat Ragnarok. Tidak, bahkan jauh sebelum Ragnarok. Namun itu masih samar. Dia masih butuh beberapa petunjuk untuk itu.


"Sayang sekali Fafnir, kutukan yang kamu berikan padaku justru malah membuatku semakin kuat."


[Anda menyadari identitas mini world ini.]


[Mini World hancur.]


[Anda terbebas dari Unlimited Nightmare.]


Saat itu perlahan-lahan kesadaran Feyn menghilang dan dia kembali pada keadaan tidak sadarkan diri sama sekali.


Seluruh Dunia benar-benar panik sekarang. Pasalnya, dua Monster level Bencana muncul. Seluruh Player dikumpulkan untuk mengalahkan mereka. Beberapa dikirimkan ke China dan yang lainnya ke Indonesia. Guild Deicide, dan beberapa Player Rank S dan Player Rank A-B bersiap di daerah sekitar Pulau Kupang NTT.


Sementara itu para Player di China dipimpin oleh Gordon, Felicia, Claire, Chu Namgu dan Kei Ling dan Support Rank S Stephanie Zea.


Chu Namgu berbicara dengan Gordon yang berdiri tegap dengan wajah kaku.


"Apakah kamu benar-benar tegang?"


Chu Namgu tidak melawan langsung Bencana jadi dia tidak bisa mengetahui tingkat bahaya dan kekuatan mereka.


"Tentu saja, jika Feyn tidak memaksakan dirinya untuk menguras bahkan mana terakhir tidak mungkin kita menang. Dengan Skill Unik gabungan dari aku dan yang lainnya bahkan tidak bisa menggores tubuhnya."


Gordon sengaja berbicara keras. Itu karena banyak yang meremehkan Bencana karena itu kalah oleh 12 orang saja.


Chu Namgu menjadi kaku wajahnya. Dia tahu kekuatan Gordon, dan kekuatan Feyn yang berhasil mengalahkan monster dengan aura mengerikan bahkan hanya jarinya saja itu benar-benar tidak bisa dia pahami.


"Sepertinya… China dalam masalah."


"Ya, dan jika China jatuh maka…"


Hampir seluruh Player berkumpul. Jika China jatuh maka siapa yang bisa menghentikan Bencana lagi?


"Itu sulit."


Saat itu, sebuah pesan masuk ke unit informasi.


"Sebuah ular sepanjang 30 Meter terlihat sedang menuju ke arah kalian! Itu sangat cepat, kemungkinan akan sampai dalam waktu 5 menit!"


Mendengar itu unit informasi memberitahu pada Komandan, Lu Bu yang akan memimpin dengan Skill command dan Battlefield Knowledge.

__ADS_1


"Semuanya bersiap! Musuh akan muncul dalam 4 menit lagi!"


Mendengar itu semuanya bersiap-siap. Pertempuran yang akan menentukan keberlangsungan hidup seluruh umat manusia akan dimulai.


__ADS_2