
Penarikan diri Trouble Guild memberikan dampak yang sangat signifikan bagi Asosiasi Hunter dan Pemerintah Indonesia. Beberapa Orange Rank Gate tidak dapat diselesaikan dan Gate Collapse terjadi.
Selain itu, Magic Stone yang didapatkan Asosiasi dari pajak, mulai berkurang dan APBN membengkak karena pengeluaran yang digunakan untuk membangun beberapa Kota, tidak diikuti pemasukan yang stabil. Magic Stone yang menjadi sumber dana utama selama ini jumlahnya menurun tajam.
Kepercayaan masyarakat terhadap Presiden dan Kabinetnya segera mencapai dasar. Masyarakat menyalahkan Pemerintah atas kepergian Trouble Guild dan membuat keamanan memburuk.
Pemerintah mencoba berbagai cara untuk menenangkan masyarakat dan mencoba mencari jalan ke luar. Namun, semuanya buntu dan tidak membuahkan hasil yang sesuai. Aksi unjuk rasa dari masyarakat di Indonesia, terutama Jawa Timur, akhirnya pecah.
Presiden Sobri Arya menggertakkan giginya. Wajahnya memerah dan tubuhnya gemetar karena rasa marah. Dia tidak percaya akan mengalami hal sulit karena berurusan dengan beberapa anak muda.
"... Anj*ng! Meskipun enggan, aku benar-benar harus membawanya kembali ke Indonesia ini."
Presiden Sobri Arya tahu jika hanya ada satu cara untuk menenangkan masyarakat yaitu, membuat Trouble Guild kembali membantu mengatasi Gate di Indonesia.
Presiden memandang Ajudannya yang hanya berdiri diam meskipun ada seseorang yang sedang marah. "Kirim surat kepada anak sialan itu. Pemerintah siap untuk berunding kembali mengenai masalah yang sebelumnya."
"Mengerti, Pak." Ajudan itu mengangguk dan segera melaksanakan tugasnya.
Presiden Sobri Arya yang ditinggal seorang diri, menjadi sangat gila hingga membanting barang-barang yang ada di ruang kerjanya untuk melampiaskan amarahnya.
"Urgh! Aku akan membuatnya bekerja dengan keras untuk bayaran karena merugikan Negara!"
***
Sementara itu, Ethan membawa Erica dan Nina menyelesaikan Lantai 3 Menara. Waktu yang sangat terbatas membuat mereka melakukannya begitu tergesa-gesa.
Splash! Splash!
Ethan menebas Soldier Ants dengan satu tebasan atau tusukan pedang baru di tangannya. Pasukan yang terdiri dari ratusan semut tidak mampu untuk menghentikan kemajuan Ethan yang sudah mencapai level 52 setelah menyelesaikan Lantai 2.
"... Apakah ini Lantai yang sama dengan anggota Guild lainnya selesaikan?"
"Tempat yang seharusnya selesai 7 hari … aku merasa ini akan selesai dalam satu hari."
Nina dan Erica yang sejak awal tidak bertarung, merasa sama sekali tidak berguna. Mereka membayangkan ekspresi seperti apa yang anggota Guild miliki ketika mengetahui kecepatan penyelesaian mereka sekarang ini.
Ethan yang sejak awal maju, berhenti di terowongan yang buntu. Dia berbalik dan melepaskan niat membunuh yang sangat kuat. "Keluarlah. Aku tahu kamu bersembunyi di sana seperti seekor tikus."
"Oh? Seperti yang diharapkan dari seseorang yang memuncaki Hall of Fame. Kamu memiliki kemampuan yang cukup bagus untuk manusia."
Erica dan Nina menjadi waspada karena kemunculan seorang pria dengan kulit pucat dan terlihat mengenakan jubah merah dengan hiasan bulu hitam di sekitar kerahnya. Auranya membuat Erica dan Nina merasa dingin hingga ke tulang.
"Bajingan ini berani sekali muncul di hadapanku!" Alice berteriak penuh kebencian dan amarah dari dalam cincin Ethan.
Ethan di sisi lain cukup tenang meski dia terkejut dengan kemunculan sosok yang tidak terduga. Siapa yang menduga jika salah satu dari 8 Vampire Lord, Dracula Bizantium, datang menemuinya di Lantai 3.
__ADS_1
Dracula memandang cincin yang Ethan kenakan dan tersenyum mengerikan. "Kamu memiliki item menarik. Serahkan item itu padaku. Dengan itu, aku akan membiarkanmu mati tanpa rasa sakit."
Ethan menggaruk kepalanya dan tertawa geli sebagai balasan untuk kata-kata Dracula yang begitu percaya diri. "Kamu mengatakan seolah kamu mampu membunuhku dengan mudah, Tuan dengan fetish darah."
Dracula tercengang sesaat ketika mendengar balasan berani Ethan sebelum tertawa keras hingga menggema di seluruh Lantai 3. Sepasang taring mencuat dari mulutnya dan matanya memancarkan kilau mengancam.
"Kamu memiliki mulut yang buruk. Jika begitu, aku harus mulai dari mencabik mulutmu dulu, kan?"
Dracula menghilang dan muncul dalam satu kedipan mata di depan Ethan. Jarinya yang memiliki kuku cakar yang panjang, berusaha meraih dan mencabik bibir Ethan.
Clank!
Ethan merespon tepat waktu dan menahan serangan Dracula. Namun, karena perbedaan status, dia terdorong mundur tanpa adanya luka fatal pada tubuh atau organ dalamnya.
"Oh? Kamu sepertinya cukup berkemampuan." Dracula sedikit terkejut Ethan bisa menahannya tanpa terluka sama sekali.
"!"
[Anda menerima berkah dari bintang-bintang.]
[Semua Status anda meningkat 20% selama 10 menit.]
Buff dari Erica membuat Ethan mengalami power up. Ethan memutar bahunya beberapa kali dan dia memberikan gestur untuk Dracula datang lagi.
Ethan sudah bisa menebak seberapa tinggi status Dracula dan Ethan menemukan jika Dracula saat ini bukan tubuh aslinya melainkan hanya avatar. Jadi, levelnya kemungkinan hanya sekitar 150 atau bisa sedikit lebih rendah dari itu.
Dracula menyeringai lebar. Namun, tatapannya dipenuhi amarah karena provokasi Ethan. "Jika kamu memang sangat ingin mati. Aku akan segera mengabulkannya."
Step!
Sama seperti sebelumnya, Dracula menendang tanah dan menutup jarak dalam sekejap. Cakar hitam yang dilapisi aura merah menyerang Ethan lebih cepat dari serangan sebelumnya.
Clank! Clank!
Ethan berusaha mati-matian berusaha menahan serangan Dracula. Ethan dipaksa bertahan menunggu momentum untuk menyerang balik. Namun, Ethan tidak menyukai gaya bertarung pasif seperti ini. Memasukkan sedikit Void Attribut, Ethan membuka celah secara paksa, menangkis dan mengubah arah serangan Dracula.
"Apa–" Dracula terkejut karena dia tiba-tiba kehilangan posturnya hanya dengan gerakan kecil.
Bilah yang dilapisi dengan Void Atribut, menebas tangan kanan Dracula hingga terlepas.
Splash!
"Argh!" Dracula mengerang karena rasa sakit yang sudah lama tidak dirasakannya itu.
Ethan sama sekali tidak membiarkan Dracula mengambil kembali posisinya dan mengejar. Bermanuver, Ethan kali ini mengincar Mana Heart Dracula.
__ADS_1
Dracula memegangi tangan kanannya yang terkoyak. Matanya dipenuhi amarah karena terluka oleh manusia biasa. "Kamu! Berani sekali manusia melakukan hal ini! !"
Darah yang menetes di tanah, segera naik dan menjadi segumpal bola raksasa menahan serangan pedang Ethan.
"Hm?" Ethan terkejut karena pedangnya dihentikan.
"Itu adalah, Unique Ability Dracula. Konsepnya sama dengan Unique Ability milikku, kecuali, tidak sampai ke ranah Domain." Alice memberikan penjelasan kepada Ethan.
"Hm. Aku tahu." Ethan sudah bertarung dengan Dracula selama beberapa kali dulu. Tentu saja, Ethan memahami skill Dracula. "Aku hanya terkejut dia menggunakan Unique Ability saat di bawah penalty. Dia pasti sangat kesal sekarang."
"Apa yang kamu gumamkan, matilah!" Dracula berteriak dan puluhan missile darah menyerang dari bulan darah.
"!"
"!"
Si kembar yang sudah mengawasi dan bersiap dengan spell defensif, segera merilis sihirnya untuk melindungi Ethan.
Bam! Bam!
Barrier yang dibuat oleh Erica dan Nina segera hancur tidak mampu menahan kekuatan Bloody Missile Dracula. Namun, waktu itu sudah lebih dari cukup untuk Ethan mengumpulkan energi sihir dalam jumlah besar pada ujung bilah pedangnya.
Wajah Dracula memucat ketika melihat jumlah energi sihir Ethan yang tidak masuk akal. "Ka– Kamu, orang gila ini!"
Ethan menyeringai dan dia melepas energi yang sudah dikumpulkannya itu. Hasilnya, ledakan dari energi abu-abu menelan bersama dengan Dracula sekaligus.
"Ugh!"
"Ung!?"
Erica dan Nina memejamkan mata karena terkejut dengan cahaya abu-abu selama beberapa saat.
Ketika cahaya mulai memudar, Erica dan Nina mencoba untuk memeriksa hasil pertarungan. Tentu saja mereka tetap waspada untuk hasil terburuk.
"Hah … Hah …."
Ethan berlutut di tengah-tengah kawah yang terbentuk karena energi pedangnya. Dia merasakan Magic Circuit di dalam tubuhnya memanas. Pandangannya juga mulai kabur dan kepalanya terasa sangat berat.
[Anda berhasil mengalahkan Avatar Dracula Bizantium.]
[Anda mendapatkan 180.000 Poin Records.]
[Anda mendapatkan Skill: Blood Suck.]
Ethan yang melihat pop up dari Sistem, tersenyum lega dan kehilangan kesadarannya karena kehilangan adrenalin setelah merasa tenang.
__ADS_1