
Paginya, kami segera bersiap. Tidak ada waktu untuk membuang waktu lagi.
"Seperti yang aku katakan, pertama kita akan membersihkan 100m² di sekitar sini sebagai pusat. Tempat ini akan menjadi pangkalan kita kedepannya."
Karena memiliki waktu 6 hari, tidak masalah membersihkannya perlahan-lahan. Selain itu, aku tidak mengambil satu negara sebenarnya, hanya satu pulau saja. Benar-benar gila mengambil alih satu negara.
" kita akan menggunakan bubuk penarik monster?"
"Tentu saja, itu adalah cara paling efektif."
Tidak ada yang lebih efektif daripada monster yang datang secara langsung pada kami untuk mati. Sangat tidak efisien jika kita mencari berkeliling pulau. Selain itu, aku tidak akan membasmi semuanya karena aku harus menyisakan sejumlah monster sebagai sarana pelatihan nanti untuk para siswa.
"Sebelum itu, apakah kamu bisa merasakan Death Aura disini Nina?"
"Ya, haruskah aku menyerapnya?"
"Benar, namun perlahan-lahan agar tidak menjadi racun."
"Mengerti. Absorb."
Racun berwarna hitam abu-abu mulai terserap oleh sebuah lubang yang dibuat oleh Nina. Itu tidak lama dan Nina segera berhenti.
"Terlalu banyak dan tebal… jika dilanjutkan akan berbahaya."
"Begitu? Yah, sekarang ayo kita mulai."
Aku menaburkan bubuk penarik monster. Semuanya sudah bersiap dengan sihir dan senjata mereka.
"Summon Undead."
Ratusan Skeleton Warrior muncul… sangat banyak. Apakah itu hasil evolusi dari para Goblin Skeleton? Benar-benar luar biasa. Selain Skeleton bahkan ada beberapa Lich.
"Apakah itu Vampir muda yang aku berikan?"
"Benar, untung saja aku bisa menyambungkan kepala mereka."
Gila… Vampir dijadikan Undead. Itu luar biasa. Alice sepertinya sedikit rumit melihat ras nya menjadi Undead seperti itu.
Dukdukduk.
Sekelompok langkah kaki terdengar. Tanah bergetar. Dan rumah-rumah hancur diinjak-injak oleh monster setinggi 3 meter. Apalagi jumlahnya benar-benar banyak.
"Ogre? Ogre itu seharusnya level 50-70. Dan itu termasuk dalam Gate Kuning."
Selain ogre ada juga Orc, Goblin atau Kobolds, serta beberapa Spider Solitaire, Undead dan juga Rockbird.
"Blessing of Star."
"Smelt of Death. Tanah Orang Mati."
Tiba-tiba miasma yang sangat tidak biasa keluar dari tanah… semua Undead akan mendapatkan Buff dan semua makhluk hidup akan perlahan-lahan mati.
""Bloodfest.""
Aku dan Alice menggunakan Skill yang sama. Dan dua domain darah tercipta. Alice membuat ratusan jarum darah dan menyerang.
"Grand Sonata."
Triiing…
Nada yang dalam terdengar. Dan puluhan jarum darah muncul dan membunuh monster satu persatu. Tentu saja aku mencoba mengurangi HP dari Ogre, namun karena Regenerasi miliknya, itu cukup menyebalkan.
"Alice kenapa kamu tidak mulai saja?"
"Begitu? Stolz."
Sabit merah hitam muncul, dan Alice segera menuju ke sekawanan Orc di depan… serius, berapa kali pun aku melihat aku tidak bisa terbiasa dengan gadis cantik di kelilingi orc atau goblin.
"Death Slash."
Alice mengayunkan sabitnya dan memutarnya. Orc mencoba menahannya dengan tongkat kayu mereka. Tentu saja itu hanya tindakan bodoh. Ada beberapa yang menggunakan pedang namun itu hanya mengayun dengan asal, tidak mungkin itu bisa menyentuh Alice.
"Erica, Sanctuary."
"Mengerti, Sanctuary."
Sebuah Kubah Cahaya muncul, bersamaan dengan itu, Tanah Orang Mati sudah berakhir. Kali ini Undead semuanya dilemahkan kecuali sekutu tentu saja. Semua Skeleton Warrior dan Skeleton Beast benar-benar melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Beberapa hancur namun itu masih unggul bahkan saat kalah jumlah.
Aku mengeluarkan Katana, dan ikut turun. Tidak ada salahnya ikut dalam perburuan jarak dekat.
"Sword of Abgrund, Yin Energi."
Sebuah energi dingin melapisi Katana, itu memotong monster seolah-olah itu hanya sebuah tahu. Sangat mudah. Namun tujuan Feyn adalah Ogre disana. Jadi dia menerobos masuk. Sementara itu Alice mengikuti sambil menjaga punggungku.
10 Ogre… itu benar-benar sesuatu.
"Roar!!!"
"Groaaar!!"
[Anda terkena Fear, Agility berkurang 5%.]
Gila tubuhku tiba-tiba menjadi berat… padahal Spirit sudah tumbuh cukup banyak. Benar-benar game sialan.
"Sword of Abgrund, Throne Abyss."
Energi berbentuk duri gelap menyelimuti Katana. Itu benar-benar mengancam. Ogre segera maju, namun tiba-tiba sebuah sayatan memotongnya menjadi dua. Itu adalah Alice. Feyn segera berlari menuju ke arah Ogre lainnya.
"Ess Style, Butterfly Dance."
Seperti kupu-kupu di Padang Bunga, Feyn menari-nari di medan perang, setiap sayatan akan meninggalkan luka yang cukup fatal. Apalagi efek dari Sword of Abgrund yang menyebabkan efek abnormal.
__ADS_1
"Mozart, Sonata no. 7."
Tarian kupu-kupu yang diikuti dengan alunan musik, itu benar-benar indah namun mematikan. Kali ini 2 Ogre jatuh dan beberapa masih selamat namun lukanya benar-benar parah.
"Groaaar!"
7 Ogre itu membanting pedang mereka ke tanah dan tiba-tiba puluhan jarum bumi muncul menyerang ke arah Feyn.
"Langkah angin."
Dengan langkah angin, dia segera menghindar semua jarum, beberapa hampir kena. Dan saat semuanya sudah berhasil dihindari dua pedang besar mencoba menggunting Feyn…
"Death Slash!"
"Corrupt Javelin!"
Tebasan Sabit memotong tangan Ogre dan Lembing gelap menusuk tepat di bahu ogre lainnya. Memanfaatkan celah itu, Feyn bermanuver dan segera melompat untuk memotong kepala kedua ogre tadi.
"Ess Style, Cebre."
Itu memotong tepat dengan rapi. Setelah dua ogre itu, Feyn segera menuju ke 5 Ogre yang tersisa.
"Groaaar!"
Tebasan dan ayunan pedang sepanjang 2 meter benar-benar mengerikan. Apalagi jumlahnya tidak hanya satu. Namun dengan pengalamannya sebagai manusia terakhir yang hidup dia berhasil menghindar semua serangannya dan melakukan serangan balik.
Slash.
Dengan satu ayunan satu kepala jatuh ke tanah. Itu diulangi ke 4 Ogre lainnya juga. Setelah mengalahkan 10 Ogre, Feyn juga ikut membantu mengalahkan ikan kecil lainnya.
"Sword of Abgrund, Jormungand."
Dengan satu tebasan ular hitam besar sepanjang 5 meter menelan semua monster kecil. Tidak hanya yang tertelan oleh api yang mati namun yang terkena percikan juga terluka parah.
"Crescent Moon!"
"Sacred Sword, Dzulfikar!"
Sebuah tebasan berbentuk bulan sabit dan Sacred Sword besar turun menghujam tanah dan menghempaskan para monster. Itu adalah pembantaian sepihak. Tidak mungkin untuk menang bagi para monster.
"Lightning!"
Sebuah petir menyambar semua musuh. Lightning tidak sefleksibel Sihir petir namun kegunaannya masih bagus. Selain itu, Domain darah masih terus menerus menembakkan duri darah ke arah para monster dan itu terus menerus memulihkan mana milikku.
Hanya dalam 30 menit, ratusan monster berhasil dibersihkan. Itu benar-benar melelahkan.
"Huh… lelahnya."
"Sungguh, ini hanya satu pulau, bagaimana jika itu satu negara atau Benua."
Ya, sepertinya aku terlalu sombong. Perjalanan untuk mencapai puncak Menara dan menjadi Terkuat masih sangat jauh. Sialan. Tunggu saja kalian semuanya.
"Kalian istirahat saja dulu, aku akan mengamankan beberapa bagian monster dan batu ajaib mereka."
Tidak, setidaknya kalian bisa basa-basi ingin membantu? Aku benar-benar sedih. Aku membongkar mayat monster dengan perasaan sedih. Ngomong-ngomong, jumlahnya benar-benar luar biasa banyak. Terutama Goblin dan Orc… apakah ada wanita yang tertangkap? Itu bencana.
"Mungkin ini akan lebih sulit dari yang diduga."
Ini hanya pulau kecil… bagaimana dengan 2 pulau besar? Monster apa yang ada disana? Itu saja sudah membuatku mual. Mungkin monster High Rank akan keluar. Bahkan di sini Ogre sudah keluar.
"Uh, haruskah aku mengajak semua anggota Guild Deicide?"
Ya, bukankah akan lebih mudah jika begitu? Namun itu tidak baik… aku harus naik level lebih dan lebih lagi… Alice juga sama, tidak mungkin dengan level kami sekarang untuk menang melawan orang di atas.
Setelah selesai aku kembali ke pangkalan sementara. Dan aku terkejut bahwa ketiganya menyiapkan makanan…
"Aku kembali, ada apa ini?"
"Selamat datang, tidak ada kami hanya ingin mencoba masak."
"Benar, buruk jika kakak terus yang masak."
"Dan… latihan menjadi istri…"
Mendengar kata-kata Alice, semuanya memerah bahkan aku. Istri ya… entah apakah bisa terwujud atau tidak.
"Tapi ini bukan Nina yang membuatnya kan?"
Semuanya terlihat… normal. Tidak ada tanda-tanda racun atau hangus… semuanya aman-aman saja.
"Hey, apa maksudnya!!? Dan aku membantu memotong sayuran!"
Begitu… lega rasanya Nina tidak ikut dalam pembuatannya… karena itu mengerikan.
Aku mengabaikan protes Nina, dan segera duduk.
""""Selamat makan.""""
Aku mencoba mencicipi sedikit… hmm, itu pas. Ya, tidak asin atau terlalu manis. Sup ini benar-benar enak.
"Kakak, apakah kita akan terus melakukan ini?"
"Benar, aku juga sudah meninggalkan beberapa mayat monster di depan agar beberapa monster lainnya datang."
Bau daging dan darah akan membawa monster lainnya datang. Karena itu, kamu harus membersihkan semuanya sebelum monster lainnya datang. Itu adalah akal sehat. Namun akal sehat itu tidak perlu sekarang, karena kami butuh monster mendekat.
"Dan Erica, bisakah kamu terus menyerap Death Aura yang ada? Jangan berlebihan."
"Tentu, setiap naik level itu mungkin menyerap lebih banyak."
Itu bagus. Setelah makan aku kembali ke kamarku. Ini untuk memeriksa status milikku. Maksudku, aku sudah lama tidak memeriksanya bukan?
__ADS_1
"Status."
Status.
Nama : Feyn Austin.
Level : 55
Usia : 19 Tahun.
Inti : Emas *5.
Sifat : Bintang Paling Terang, Berhati Dingin.
Strength : 65 Stamina : 125 Agility : 127 Mana : 155 Energi : 150 Rift : 100 Spirit : 10
Sp : 0
Keahlian Unik : King Void, Fusion, Copy, Blood Fest, Gluttony.
Keahlian : Memori[-], Bloody Sonata Sword Lv 10, Stamina Recovery Lv 9, Regenerasi Lv 10, Intuisi Liar Lv 6, Penciuman Tajam(small) Lv 5, Sihir darah Lv 10, Sword of Abgrund Lv 9, Lightning Lv 7, Langkah Angin Lv 9, Stealth Lv 5.
Hmm, ini adalah tipe yang ideal. Ini sama persis dengan apa yang aku sudah latih di game walaupun berbeda dengan yang dulu. Dulu aku hanya fokus pada Strength dan mana namun sekarang aku akan mencoba tipe kecepatan… itu baik-baik saja aku rasa.
"Karena efek Gluttony, inti dengan cepat naik dan energi meningkat pesat."
Selain itu, aku belum menambah jumlah Skill lagi. Dan juga, bisakah aku melakukan report dan boikot? Game ini tidak masuk akal! Berapa banyak monster yang sudah aku bunuh namun level masih tidak bertambah sialan!!!
"Aku tahu tidak ada konsep exp yang jelas… dan poin exp untuk setiap individu berbeda. Semakin kuat dan berbakat semakin sulit naik level dan semakin tinggi poin yang didapat…"
Selain itu, status ini tidak bisa dijadikan acuan utama. Karena itu tidak terlalu valid. Karena bahkan orang dengan status level yang sama akan memiliki perbedaan dalam kemampuan aslinya. Atlet lari dengan orang no life jelas akan berbeda walaupun sama-sama tipe Agility. Atau Binaraga dengan gamer juga sama akan berbeda walaupun sama-sama tipe kekuatan. Itu adalah hal yang alami. Tubuh memaksimalkan potensi status.
"Tapi tetap saja… bahkan jika aku berbakat, tidak mungkin mengalahkan penghuni lantai atas dengan perbedaan level yang terlalu besar."
Bagaimana caranya mengalahkan monster level 250-800 dengan level 55? Itu mustahil. Aku bahkan tidak bisa memikirkan cara untuk menang.
"Yah, tidak perlu dipikirkan, sekarang fokus pada leveling saja."
Aku berhenti memikirkan sesuatu yang tidak berguna dan bersiap-siap untuk leveling di sore hari.
Di Menara, Silvia dan Kiaa sudah mulai masuk ke Lantai 4. Mereka bergerak cepat karena Feyn mengatakan bahwa mulai dari lantai 6 tidak akan ada batasan waktu dalam penyelesaian.
[Anda memasuki Lantai 4. Labirin Normal.]
[Labirin Normal : Hanya orang-orang normal yang bisa masuk ke sini. Karena itu Skill aktif dan Mana akan diblokir. Bertahan hidup dan cari jalan keluar!]
Melihat pesan yang ada, keduanya terkejut… tidak bisa menggunakan Mana dan Skill. Itu benar-benar bencana.
"Hey Kiaa, apakah ini serius?"
"Sepertinya begitu Sil. Maksudku, tentu saja Feyn akan menyuruh kami jika ujiannya seperti ini."
Silvia dan Kiaa adalah yang terbaik dalam Player Skill. Keduanya bisa menyembunyikan kehadiran sebanyak mungkin tanpa membutuhkan Status. Selain itu, karena hanya Skill aktif yang diblokir, keduanya adalah yang terbaik dengan Skill unik pasifnya.
"Jadi, haruskah kita maju?"
"Sepertinya begitu."
Keduanya segera maju. Seperti namanya, itu adalah Labirin dan jalannya benar-benar merepotkan. Selain itu ada beberapa jebakan yang dipasang.
"Hey, apakah kamu merasakan tanda?"
"Ya… ini monster bukan?"
Keduanya merasakan tanda dari monster. Tapi bukankah ini seharusnya tidak ada Mana? Bagaimana cara monster muncul…
"Sepertinya hanya Players yang terkena nerf."
"Sepertinya begitu. Haruskah kita lewat?"
"Tidak ada pilihan."
Mereka mematikan tanda sebanyak mungkin. Mengatur nafas dan menyatu dengan sekitar… keduanya perlahan mendekat dan apa yang mereka lihat adalah humanoid hijau yang akrab.
"Goblin?"
"Tidak, hobgoblin."
Ada 3 dari mereka. Silvia dan Kiaa bertukar pandangan dan mengangguk. Silvia menghilang dan Kiaa menyiapkan busurnya.
Hobgoblin memeriksa sekeliling. Mereka mencari makan. Namun mereka tidak sadar bahwa mereka sedang diburu.
Saat itu sebuah kilatan cahaya muncul dan salah satu kepala hobgoblin itu jatuh.
"Kieek!"
"Guy! Guy guy!!!"
Para Hobgoblin terkejut dan mencoba mencari dimana yang menyerang, namun Silvia sudah menghilang. Dan saat itu dari belakang sebuah panah menembus tepat di jantung Hobgoblin dan kematian instan terjadi.
"Guy!? Guy! Guy!"
Hobgoblin yang tersisa panik, namun dia tidak bisa menemukan penyerang. Sampai tiba-tiba, sebuah belati dingin menyentuh lehernya dan kesadarannya menghilang.
"Huh… level sekitar 30?"
"Sepertinya begitu."
Kiaa bergabung dengan Silvia lagi. Itu mudah. Apalagi, ini benar-benar gelap dan itu bagus untuk keduanya yang membuat mereka mudah bersembunyi.
"Ayo lanjutkan."
__ADS_1
"Ya."
Keduanya terus maju. Tidak ada waktu untuk disia-siakan.