
Seluruh Hunter yang ada di Amerika, berkumpul di depan Menara yang ada di California. Mereka awalnya sangat optimis. Tidak hanya 5 Hunter Rank S akan ikut. Hunter Misterius yang muncul secara tiba-tiba dengan kekuatan yang tidak masuk akalnya ikut serta dalam Raid.
Namun, rasa optimis itu pupus ketika mereka melihat Monster di depan mereka. Seekor ular dengan sisik biru menatap ke arah para Hunter dengan ekspresi lapar.
"Mo– Monster itu sangat berbeda dari Goblin dan Orc."
"Bagaimana cara untuk mengalahkannya?"
Moral Hunter dengan Rank Rendah mulai turun. Hunter Rank tinggi juga gugup. Namun, untungnya mereka tidak sampai ke tingkat skeptis atau ragu.
Ular itu yang sudah lapar, berteriak dengan suara keras. "Kieeeek!"
[Terkena debuff. Status Stamina dan Dexterity berkurang 10%.]
"Ugh. Tubuhku menjadi sangat berat!"
"Hah … aku bahkan kesulitan bernafas."
"Telingaku seperti akan pecah."
Semua orang mengalami efek debuff. Erica yang kebal terhadap serangan mental, memberikan buff untuk Jun yang akan menjadi Main Tank.
Ular itu tidak menunggu hingga Hunter mulai pulih. Dia dengan mulut terbuka lebar, berniat menelan semuanya dengan utuh.
Jun yang sudah pulih lebih awal karena bantuan Erica, menarik agro. "!"
Ular besar itu berpindah jalur dan mulai menargetkan Jun.
Wajah Jun menjadi kaku. Tidak mungkin dia bisa menahan jika dia akan ditelan hidup-hidup.
"!" Silvia yang pulih setelah Jun, segera merapalkan mantra yang menciptakan tembok api di antara Jun dan Ular tersebut.
"Kieeek!" Ular itu meraung ketika panas api menyengat kulitnya.
Slash! Slash!
Dua kilatan cahaya muncul secara bersamaan dalam waktu yang sangat singkat. Li Mei yang entah sejak berada di bagian belakang tubuh Ular besar itu, menyerang titik yang sama terus menerus hingga menyebabkan kulit ular itu terlepas.
"Kieee!" Ular itu meraung karena rasa sakit yang luar biasa.
Ular yang kesakitan mulai mengibaskan ekornya untuk menyingkirkan makhluk kecil yang mencoba untuk menyakitinya.
"!"
"!"
"!"
Hunter penyihir mulai menyerang dengan sihir mereka. Sementara itu, Nina bertugas memberikan debuff kepada Ular besar itu.
"Kieeek!" Ular itu meraung marah. Dia mengincar ke arah para penyihir kali ini.
"Tank! Tahan! Jangan biarkan Ular itu menyerang penyihir!" Jun pemimpin role Tank berteriak.
"Hah! Tentu! Kami adalah, benteng hidup!"
"Aku memilih mati daripada dilewati ular ini!"
Tidak hanya para Tank, Damage Dealt fisik juga mulai bergerak.
"Semuanya, serang dengan skill terbaik kalian dan segera mundur!" Arya berteriak memimpin Damage Dealt lain untuk maju.
__ADS_1
"""Oke!"""
Bam!
Ular itu menabrak dinding besi yang terbuat dari para Hunter Tank.
Bam!
Para Tank didorong mundur. Beberapa bahkan ada yang patah tulang karena benturan.
"Ugh! Apakah ular itu sebenarnya sebuah Tank sungguhan!?"
"Ganti posisi! Mereka yang cedera mundur untuk disembuhkan lebih dulu!"
Pertarungan terus berlanjut. Mereka terus melakukan taktik yang sama membuat Ular itu menjadi kesal.
Ular itu menarik nafas dalam-dalam hingga tenggorokannya berubah menjadi seperti seekor katak.
Melihat itu, bukan hanya anggota Trouble Guild, semua orang yang bermain game tahu tentang serangan tersebut.
"Semuanya mundur! Mundur!"
"Serangan AoE akan datang! Mundur!"
Dengan tergesa-gesa, mereka semua mundur. Namun, sebelum ular itu bisa menembakkan nafas, sebuah panah yang dilapisi petir menembus tenggorokan ular tersebut.
"!?" Ular tersebut terkejut dengan rasa sakitnya. Akibatnya, nafas dengan racun korosif tersebut menjadi tidak terarah dan hanya berceceran.
Melihat itu, Hunter lain menghela nafas lega. Mereka mencoba sekali lagi untuk maju sebelum mereka berhenti ketika dua awan hitam yang terkonsentrasi menggumpal di atas langit California.
Gordon sudah selesai mempersiapkan skill yang sama ketika Raid Gate Collapse saat itu. Konsentrasi Mana yang luar biasa membuat para penyihir bahkan malu dan gemetar.
Bzzt– Bam!
Kilatan cahaya petir yang seperti tombak menusuk tepat di atas kepala ular biru tersebut dan mengoyak sisik indah birunya.
Kemudian, serangan kedua datang dari langit sekali lagi. Kali ini bukan Gordon, melainkan Silvia.
"."
Bzzt!
Petir emas turun dengan kecepatan luar biasa. Tanpa suara gemuruh keras seperti serangan Gordon, petir emas itu benar-benar menyerang tetap di titik yang sama dengan tempat Gordon menyerangnya. Hasilnya, itu luka yang sangat fatal hingga tidak mungkin untuk selama lagi.
"Hunter Rank Rendah! Cepat serang ular itu!"
""Baik!""
Hunter Rank rendah menyerang ular yang sudah sekarat tersebut. Sebelum akhirnya diakhiri oleh salah satu Rank A Amerika, Joseph Smith.
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda–]
Pop up kenaikan level muncul di hadapan semua Hunter tanpa terkecuali.
"Oh! Kita menang! Kita hidup!"
"Inilah Amerika!"
__ADS_1
"Hahaha! Rasakan itu dasar bajingan!"
Antusiasme pecah. Semua orang benar-benar senang dengan kemenangan mereka. Beberapa dari mereka bahkan sampai menangis.
Anggota Trouble Guild tidak terkecuali. Mereka berkumpul dan tertawa lega satu sama lain.
"Huh … itu cukup melelahkan."
"Haha. Bertarung melindungi lebih banyak orang sangat sulit."
Gordon mendekati anggota Trouble Guild. "Kerja bagus. Terima kasih atas bantuan kalian."
Jun yang paling lelah di antara semuanya, hanya membalas dengan anggukan dan senyum lelah. "Ya. Terima kasih untukmu juga, Gordon."
Saat itu, beberapa orang yang tidak dikenal mulai mencoba untuk mendekat.
"Apakah kalian dari Trouble Guild atau apapun itu? Kalian memiliki kemampuan yang lumayan bagus."
"Erica, kan? Bagaimana jika kita bertukar nomor telepon? Kemudian, kita bisa menghabiskan malam bersama–"
Beberapa pria mencoba untuk menggoda para gadis. Namun, begitu Erica digoda, nafsu membunuh membuat semua orang membeku. Anggota Trouble Guild menghunus senjata mereka ke arah pria yang mencoba untuk menggoda Erica. Bukan hanya anggota Trouble Guild, bahkan Gordon menunjukkan permusuhan yang sangat intens.
"Kami tidak ada niat untuk berhubungan baik dengan kalian. Jadi, lebih pergi dari tempat ini." Kiaa memperingatkan mereka dengan nada mengancam.
"Apa maksudmu? Hanya sebuah Guild dari Negara kecil–"
Slash!
Pedang Michael memotong beberapa helai rambut pria yang mencoba memuntahkan omong kosong.
"Tidak ada kesempatan kedua. Lain kaki, telingamu yang akan lepas."
"Hey. Itu bukan cara tamu–"
"Bisakah kalian diam? Mulut bau kalian mengganggu tamuku yang berharga. Jika kalian tidak memiliki kemampuan, setidaknya memiliki malu." Gordon melerai sebelum Michael benar-benar menebas telinga pria yang mencoba berbicara lagi.
Pria yang telinganya hampir hilang menjadi pucat. Itu hanya beberapa milimeter lagi sebelum pedang Michael sampai di telinga pria itu.
"Cih. Orang yang tinggal di Negara terbelakang, memang tidak tahu sopan santun."
"Hah. Jika bukan karena Gordon–"
Mereka mulai pergi satu persatu sambil menggerutu membuat alasan yang konyol demi menutupi rasa takut dan malu mereka.
"Apakah semua orang di Amerika memiliki otak seperti simpanse?" Nina mencibir dengan ekspresi jengkel.
Gordon sebagai orang Amerika, hanya tersenyum pahit mendengar cibiran Nina. "Tidak semuanya. Mereka hanya orang yang gagal dan kebetulan saja mendapatkan hal baik ketika Sistem muncul."
Nina mengerutkan kening. "Seperti protagonis di Manga? Mereka benar-benar penuh dengan dirinya sendiri."
Gordon hanya tersenyum pahit. Tidak ingin memperpanjang topik, dia mencoba mengubahnya. "Jika begitu, bagaimana jika kita kembali ke Hotel? Aku pikir kalian akan lelah."
"Kedengarannya bagus. Aku ingin mandi." Hu Tao terlihat sangat senang.
Nina terkejut dengan kehadiran Hu Tao yang begitu tiba-tiba. "Hey, kamu dari mana saja?"
"Hm? Aku melawan Monster lain seperti Goblin dan Orc yang mencoba mendekat~"
Nina membelalakkan matanya. "Sendirian? Sejak kapan kamu menjadi sangat kuat?"
"... Itu karena aku sangat membenci Orc. Daripada aku melawan ular itu, aku lebih memilih membantai para Orc." Hu Tao terlihat sangat menakutkan ketika dia memiliki dendam terhadap sesuatu. Nina bersumpah tidak akan membuat Hu Tao dendam terhadapnya.
__ADS_1