The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 35 - Retribution


__ADS_3

"Ck! Ini benar-benar tidak ada akhirnya!" Nina mengeluh karena monster terus datang siang malam.


Hunter Malaysia benar-benar terdorong mundur dari Benteng di Kuala Lumpur. Mereka membangun markas pertahanan baru di Shah Alam. Beruntung, tidak terlalu banyak korban jiwa yang tercipta.


"Kamu benar … aku sangat lelah karena terus menggunakan sihir terus menerus." Silvia memiliki kantung mata yang menghitam dan pipinya menjadi sangat cekung seperti orang busung lapar.


"Namun, orang paling lelah adalah … Erica." Jun memandang Erica yang sibuk mengurus orang-orang yang terluka berat atau ringan.


"Dia benar-benar memaksakan dirinya. Meskipun begitu, mungkin itu alasan Kakak menyukainya."


"Tetap saja … mengingat kesan pertama yang begitu buruk, Erica benar-benar membantu mereka tanpa pamrih. Itu luar biasa."


Beberapa Hunter bahkan mulai memanggil Erica dengan sebutan Fairy Saintess. Itu karena kecantikannya dan kebaikan hatinya yang sangat dikagumi terutama oleh para laki-laki. Tentunya, beberapa orang bodoh berusaha mendekati Erica. Namun, semuanya habis dipukuli oleh Jun dan Hunter lain yang menjadi bagian dari fanbase resmi Erica.


[Lantai 4 Menara Berhasil Diselesaikan.]


[Stampede akan dihentikan.]


[Waktu Hingga Stampede Berikutnya: 90 D.]


Pesan yang sudah ditunggu-tunggu oleh semua orang akhirnya muncul ketika beberapa orang sudah putus asa.


"Keduanya akhirnya berhasil menyelesaikannya."


"Itu sangat lama. Namun, aku senang mereka berdua selamat."


"Itu benar. Mereka benar-benar menyelamatkan kita."


Jun, Silvia, dan Nina tersenyum lega melihat pesan tersebut. Alasan utamanya karena mereka senang mengetahui jika dua rekan mereka yang berharga ternyata selamat dan berhasil menyelamatkan Lantai 4.


Nina mengepalkan tinjunya dengan erat dan matanya berapi-api. "Sekarang, monster sialan itu, aku akan memburu mereka sampai tidak lagi tersisa."


Silvia dan Jun saling memandang satu sama lain dan tertawa mendengar kata-kata Nina. Namun, mereka setuju dengan ucapan Nina. Mereka sangat kesal dengan monster yang tidak berhenti setiap harinya itu.


***


"Lain kali terjadi Stampede, lebih baik anggota lain yang datang ke Amerika Serikat, aku mohon." Gordon berdiri di samping Ethan dengan senyum pahit. Gordon memandang seekor Golden Ult Serpent yang terlihat begitu mendominasi dan kuat.


Beberapa jam sebelum Stampede benar-benar berakhir, seekor Monster ular muncul dari Menara. Golden Ult Serpent, Monster dengan sisik emas indah dan memiliki pertahanan yang kuat terhadap serangan fisik maupun sihir. Normalnya, Golden Serpent ini akan tinggal di wilayah Lantai 12. Ini membuat Ethan terkejut ketika melihatnya muncul.


"Berhenti menyalahkanku. Lebih baik kamu menghindar."

__ADS_1


"Apa maksudmu–"


"Kieeek!"


Ratusan sisik emas terbang menuju ke arah Gordon dan Ethan. Bukan hanya mereka berdua, tetapi, Hunter lain juga terkena serangan dari sisik emas ular tersebut.


"Kuhk!?"


"Argh! Sakitnya!"


"F*ck!"


Beberapa orang terlambat menghindar dan mereka mengalami luka yang fatal bahkan ada yang terbelah menjadi dua begitu saja karena sisik emas. Gordon merasa tulang punggungnya merinding melihat pemandangan itu. Jika dia tidak diberikan peringatan, dia benar-benar akan bernasib sama seperti mereka.


"." Ethan bergumam dan sebuah domain yang menutupi sebagian kecil medan perang muncul. "Gordon, Alice, kalian bisa menyerangnya. Aku akan memberikan support untuk kalian berdua, jadi jangan khawatir."


Ethan mengangkat tangannya dan puluhan jarum darah terbentuk. Kemudian, dengan satu ayunan, jarum darah itu mulai menyerang ke arah Golden Ult Serpent.


Merasakan bahaya, Golden Ult Serpent berusaha untuk kabur. Karena dia ular, fleksibilitas tubuhnya sangat tinggi sehingga dia bisa menghindar walaupun tidak sempurna karena masih sedikit tergores.


"Ke mana kamu ingin pergi?" Alice muncul di samping tubuh Golden Ult Serpent dan menyerang dengan sabit miliknya.


Bam!


"Kieeek!" Golden Ult Serpent mencoba untuk menyerang Alice dengan taringnya.


Alice menyeringai lebar tidak takut meski dia berhadapan dengan mulut besar ular tersebut. Alice tahu dia bisa mempercayai sang kontraktor.


Lima tombak darah mengarah langsung ke mulut Golden Ult Serpent yang terbuka lebar. Kecepatannya jauh di atas kecepatan Golden Ult Serpent menutup mulutnya.


Jleb!


Itu menancap dan meleleh pada saat berikutnya di dalam mulut Golden Ult Serpent. Rasa sakit yang membakar memenuhi mulut Golden Ult Serpent dan dia mulai menggila.


"Kieeek! Shaaa!"


Membanting ekornya ke segala arah, awan debu naik. Beberapa Hunter yang tidak beruntung hancur menjadi daging tumbuk.


"Ini akhirnya." Gordon yang melayang di udara, mengincar sebuah sisik terbalik di punggung Golden Ult Serpent. "!"


Petir keemasan yang sangat panas dilemparkan dengan kekuatan dan kecepatan penuh Gordon.

__ADS_1


Bam!


Suara ledakan yang sangat kuat menggema di sekitar area tersebut. Awan debu naik dan suhu naik dengan sangat drastis.


Ethan yang tidak terpengaruh bahkan oleh debu yang berterbangan, mengerutkan keningnya melihat seberapa destruktif serangan Gordon. "Dia benar-benar yang terbaik dalam hal kekuatan untuk menghancurkan."


"... Itu yang kamu katakan setelah membelah dua Arena Lantai 2?" Alice mengomentari monolog yang Ethan gumamkan.


Begitu awan debu menghilang, Golden Ult Serpent sudah mati dengan lubang di kepalanya.


Tubuh Ethan gemetar melihat di mana serangan Gordon. Air mata berkumpul di matanya. "Sial. Bajingan gila itu! Dia benar-benar menghancurkan otak dari Golden Ult Serpent!?"


Ethan sudah mengincar otak dari Golden Ult Serpent ketika pertama kali muncul. Berbeda dengan monster lain, Golden Ult Serpent menyimpan energi di dalam otaknya alih-alih jantungnya. Golden Ult Serpent mengandung banyak energi panas yang dapat mengurangi efek samping dari Immortal Black Peach!


Alice tidak tahu apa yang membuat Ethan begitu depresi. Namun, melihatnya begitu putus asa membuat Alice merasa sangat senang dan sangat lega.


"Heh." Alice tersenyum merendahkan dan berpaling agar tidak ketahuan karena menertawakannya.


***


Amerika Serikat adalah, Negara pertama yang berhasil mengakhiri mimpi buruk Stampede. Kemudian, diikuti oleh Malaysia di urutan nomor dua, dan Belanda di urutan ketiga.


Komunitas menjadi sangat ramai. Asosiasi Hunter dari masing-masing Negara semuanya mengunggah video tentang Stampede di Sistube. Sorotan utama, jatuh kepada serangan Gordon yang terhadap Golden Ult Serpent pada saat terakhir Stampede.


[Kekuatan itu sangat destruktif.]


[Seperti yang diduga. Gordon merupakan Hunter Terkuat!]


[Ethan tentu saja kuat. Namun, kekuatan destruktif orang itu masih kalah dari Gordon.]


[Jadi, haruskah kira mengubah urutan Hunter Terkuat?]


Perdebatan mengenai siapa yang paling kuat di antara Ethan dan Gordon mencuat. Kekuatan serangan Gordon di akhir sungguh membuat banyak orang merinding. Tidak heran para penggemar Gordon ingin membuat Gordon diakui sebagai Hunter Terkuat.


[Apa maksudmu? Lihatlah secara keseluruhan. Ethan membunuh Monster jauh lebih banyak dari Gordon.]


[Pada pertarungan satu lawan satu, serangan kuat Gordon tidak akan dapat digunakan karena casting sihirnya terlalu lambat.]


[Selain itu, di antara semua Hunter, hanya Ethan yang tidak terlihat serius sama sekali.]


[Dia hanya menggunakan pedang tanpa skill dan masih lebih unggul dari semua Hunter Amerika. LoL!]

__ADS_1


Penggemar Ethan memberikan perlawanan untuk mempertahankan posisi Ethan di peringkat satu Hunter Terkuat. Hal ini menyebabkan komunitas menjadi sangat panas.


Namun, di balik perseteruan antara kedua kubu penggemar, terdapat berita yang menyakitkan. Sebagian dari tanah Thailand sudah jatuh. Hal yang serupa terjadi di Argentina dan Saudi Arabia. Lalu, Benua Afrika … sudah sangat sulit untuk dijelaskan. Di Benua itu jumlah monster sudah lebih banyak dari manusia yang tinggal.


__ADS_2