The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 16 - Alice de Eyus


__ADS_3

Gate Collapse benar-benar mengguncang seluruh Dunia. Banyak aktivitas umat manusia terhenti. Siaran televisi bahkan tidak bisa bekerja. Internet putus di beberapa lokasi. Kerugian dari hal ini adalah, krisis moneter terburuk sepanjang sejarah.


"Uang kertas tidak lagi memiliki nilai."


Sudah mustahil untuk memperbaiki nilai mata uang lagi. Sekarang bahkan satu roti jauh lebih berharga dibanding dengan 100 USD.


Meskipun begitu, Sistem benar-benar sangat membantu. Mereka menyediakan Sistem Koin yang membuat tidak mungkin terjadi inflasi. Selain itu, ada fitur lain seperti komunitas dan juga Sistube, tempat untuk mengupload video. Dengan ini, Ethan bisa tahu banyak tentang apa yang terjadi di seluruh Dunia.


"Bukankah ini akan menimbulkan penyalahgunaan?" Erica yang menempel pada Ethan, berbicara dengan khawatir.


"Ketika merekam atau mengambil gambar, panel sistem akan muncul. Jadi, mustahil untuk melakukan hal-hal tercela seperti pelecehan."


Erica daripada merasa lega, dia memasang wajah aneh. "... Sistem ini sangat bermoral dalam sisi yang tidak terduga."


"Kan?"


Mengesampingkan obrolannya dengan Erica, Ethan memeriksa video tentang penaklukan Monster di banyak Negara. Satu yang membuat Ethan tertarik adalah, video Gordon yang menggunakan unique skillnya. Dia membunuh ratusan Monster dengan satu serangan. Itu luar biasa mengesankan.


Namun, untuk Ethan dan Erica, apa yang Gordon lakukan tidak lebih dari pertunjukan.


"... Paman Gordon memang kuat. Namun, terlalu banyak mana yang terbuang sia-sia."


"Inilah kenapa pentingnya melatih [Magic Control] dan [Magic Manipulation]."


Erica mengangguk. Karena sebelumnya tidak ada target pembanding, Erica tidak tahu seberapa penting teknik yang Ethan ajarkan sebagai fondasi.


Setelah video berakhir, Erica menatap Ethan dengan ekspresi serius. "Kakak. Apakah Kakak akan pergi ke Menara lagi dalam waktu dekat?"


Ethan bingung mengapa Erica membahas hal itu tiba-tiba. "Hm? Kenapa menurut Erica seperti itu?"


"Tidak. Hanya saja … aku merasa tujuan Kakak di Menara belum selesai waktu itu, kan?"


Ethan tidak bisa menahan senyumnya melihat Erica yang mengatakannya dengan ekspresi rumit itu. Jelas dia tidak ingin Ethan pergi. Namun, dia tidak bisa egois menahan Ethan ketika Ethan sedang melakukan yang terbaik untuk kemanusiaan itu sendiri.


Ethan menepuk kepala Erica dan tersenyum kecil. "Itu benar. Aku akan pergi besok. Jadi, Saintess, bagaimana caramu akan mengantarkan kepergian Tuan ini?"


Erica menundukkan wajahnya yang memerah. Dia melirik sedikit ke wajah Ethan dengan malu-malu.


"Saya ingin Tuan pergi dengan rasa puas."

__ADS_1


***


Ethan berlari di hutan Lantai 1. Dia sudah berlari sejak dua jam lalu dan tidak berhenti sama sekali. Tujuannya adalah, sebuah tempat tersembunyi di gurun pasir yang berada di Selatan Geografi Lantai 1. Jika Ethan berlari tanpa henti, dia akan sampai dua hari kemudian. Itulah seberapa jauh tujuannya.


Ethan yang bosan hanya berlari, memutuskan untuk memeriksa status window miliknya.


"Status."


Ding!


[Name: Ethan Austin.


Race: Human


Level: 5


Trait: Void Monarch


Strength: 10 Stamina: 10 Constitution: 10 Dexterity: 10 Mana: 10


Status Poin: 55


Skill: Flawless Swordsmanship[E-] Regenerasi[E-] Eating[E-] Cloud Flawless Step[E-]


]


Ethan memandang panel statusnya. Dia menyentuh dagunya, memikirkan cara berkembang terbaik yang bisa dipikirkan. Di masa lalu, Ethan hanya fokus meningkatkan Strength dan Mana. Namun, Ethan tidak berencana untuk mengulanginya.


Setelah banyak pertimbangan dan simulasi di kepalanya, Ethan mendistribusikan statusnya.


[Agility 10 » 40.]


[Stamina 10 » 30.]


[Mana 10 » 15.]


Begitu dia mendistribusikan poin status, Ethan bisa merasakan tubuhnya seperti besi yang ditempa oleh pengerajin. Ethan bisa merasakan perbedaan jelas di bagian kaki dan paru-paru.


"Sekarang ...." Ethan mengeluarkan satu buah Immortal Black Peach dari dalam Inventory. Sekarang, Ethan berencana untuk meningkatkan jumlah Mana di tubuhnya. "... Aku harap aku selamat setelah mengkonsumsi Elixir berharga ini."

__ADS_1


Ethan mencari tempat yang sekiranya aman. Dia pindah ke sebuah celah kecil yang berada di dasar jurang. Tempat itu sangat kecil sehingga bisa dipastikan bukan sarang dari monster buas atau makhluk ilahi.


Duduk dalam posisi meditasi, Ethan memasukkan Immortal Black Peach ke dalam mulutnya.


"Ugh!?" Ethan mengerang karena rasa dingin yang menjalar di kerongkongannya.


Tidak membiarkan dirinya tertelan oleh Yin Energy di dalam Immortal Black Peach, Ethan menggunakan salah satu teknik yang diciptakannya ketika berada di tengah-tengah Void di masa lalu.


[Mempelajari Void King Meditation.]


[Menggunakan Void King Meditation.]


[Yin Energy ditekan dan diarahkan menuju Magic Core.]


[Tingkat penyerapan elixir diperkuat 90%.]


Pesan mulai muncul di hadapan Ethan. Namun, dia tidak bisa membacanya. Dia sibuk menuntun Yin Energy yang mengamuk di tubuhnya, memasuki lautan mana di jantungnya. Sebuah kesalahan kecil mengakibatkan kematian.


Setelah satu jam, Ethan yang kulitnya membeku, perlahan membuka matanya. Tidak ada lagi Yin Energy yang mengamuk. Dia terlihat begitu tenang seperti mata air yang begitu dalam.


[Mana 15 » 100.]


Ethan tersenyum lemah. Dia ingin berteriak. Namun, tubuhnya sangat lemah, terkena radang dingin. Ethan mencoba api unggun untuk menghangatkan tubuhnya yang setengah beku.


‘Immortal Black Peach memiliki efek yang mengerikan. Namun, efeknya bagus.’


Ethan sangat puas dengan hasilnya. Meski dia hampir mati, hasilnya sekarang, Mana Ethan sudah berada di tiga digit. Hampir setengah dari Hunter hanya bisa bermimpi untuk memiliki 100 poin status pada Mana.


"Selanjutnya, aku akan melakukan menggiling level dan melanjutkan rencana."


Ethan yakin rencananya akan selesai kurang dari seminggu. Sekarang, dia hanya perlu menunggu.


***


Dahulu, di zaman ketika eksistensi yang disebut Dewa hidup di Menara. Makhluk yang mencapai keilahian setelah melalui begitu banyak percobaan yang Menara berikan. Tujuan yang diincar oleh semua orang yang ingin mencapai Menara, itulah Dewa.


Terdapat begitu banyak ras dan fraksi di Menara. Namun, di antara ratusan hingga ribuan fraksi, terdapat 10 Fraksi yang berkuasa di atas fraksi-fraksi kecil lain di Menara. Alasan mengapa 10 Fraksi ini sangat kuat karena, Pemimpin mereka yang begitu kuat. Pemimpin dari 10 Fraksi Besar disebut sebagai 10 Tyrant Ruler.


Salah satu dari 10 Tyrant Ruler adalah, Blood Queen dari Race Vampire, Alice de Eyus. Dia terkenal sebagai yang terkuat di antara 10 Tyrant. Kekuatannya berasal dari Soul Weapon yang tercipta dari darah dan jiwanya, [Blood Thirsty Rapier].

__ADS_1


Sayangnya, Alice de Eyus berakhir dengan sangat tragis. Dia dikhianati oleh bawahannya dan 9 Tyrant King lainnya ketika 7 Outer God muncul di Menara. Melawan 9 Tyrant King dan 7 Outer God, Alice benar-benar kalah telak. Dia mundur ke Lantai 1, menyegel dirinya sendiri berharap suatu hari nanti memberikan balasan kepada orang-orang yang sudah mengkhianati dia. Dia hanya memiliki satu tujuan yaitu, pembalasan.


__ADS_2