The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 28 - Counter


__ADS_3

Sesuai yang diperhitungkan oleh Ethan dan Li Mei. Red Bulls Guild memberikan pernyataan tentang Trouble Guild yang melakukan serangan terhadap anggota Red Bulls di Lantai 3 Menara. Tuduhan tersebut bahkan dilengkapi dengan bukti video di mana Trouble Guild seolah memancing semut untuk mendekati Red Bulls Guild.


[Mereka sangat sampah. Sejak awal aku tidak suka mereka.]


[Bah! Mereka benar-benar star syndrom. Menyusu pada Ibumu!]


[Oh, kupikir mereka orang-orang yang baik. Sial.]


Opini negatif terhadap Trouble Guild memenuhi kolom komentar di channel Sistube pribadi Red Bulls Guild. Tentu saja ada beberapa yang tidak percaya, terutama orang-orang di Indonesia. Mereka yang sudah berbincang dengan Trouble Guild, menyangkal pernyataan dari orang-orang Red Bulls Guild.


Permasalahan ini semakin memanas ketika media-media mulai meliput tentang masalah ini dan memberikan judul yang provokatif.


Ethan yang sedang berada di dalam mobil, tidak mampu menahan senyumnya membaca surat kabar online maupun media cetak berisikan berita menjelekkan nama Trouble Guild.


"Tuan. Kita sudah sampai." Sopir pribadi dari Canaries Corporation, memberitahu Ethan ketika mobil sampai di tempat tujuan.


Di luar sudah begitu banyak wartawan. Kamera semuanya diarahkan kepada mobil limosin yang Ethan tumpangi.


Membuka pintu, Ethan turun dari mobil dengan kacamata hitam. Segera, puluhan rana kamera segera menghujani Ethan. Tentu saja merek tidak tahu identitasnya. Namun, kehadiran Ethan di tempat ini menunjukkan jika identitas Ethan kemungkinan setara dengan Gordon atau Carmila.


"Ethan. Akhirnya kamu datang."


"Salam, Tuan Ethan." 


Gordon dan Carmila datang untuk menyambut Ethan. Dua dari 10 Terkuat bersikap sangat sopan di depan seorang pria muda yang belum berusia 30 tahun. Wartawan sudah bisa mencium aroma berita panas.


Ethan menjabat tangan Gordon dan Carmila. Ketiganya lalu duduk di kursi yang tersedia. Hari ini, mereka akan mengadakan pers dan media dipanggil dari seluruh Dunia. Tentu saja, media yang memberikan berita buruk tentang Trouble Guild, tidak diundang ke tempat ini.


Ethan yang duduk di tengah-tengah, memandang ke sekeliling lautan manusia yang menunggu Ethan mengungkap identitasnya. Melihat raut wajah mereka, terlihat mereka semua tidak sabar untuk mengajukan pertanyaan.


Mengetuk mic, Ethan menyapa para wartawan yang hadir. "Senang bertemu dengan anda semua. Mungkin kalian bertanya-tanya, ‘Siapa anak ini?’ atau ‘Apa hubungan anak ini dengan Carmila dan Gordon?’, kan?" 


Semua wartawan mengangguk serempak. Tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. Mereka sangat amat penasaran dengan identitas Ethan. Tentu saja, ada beberapa yang sudah mengetahuinya. Ethan cukup terkenal sebagai seorang profesional gamer.


Melihat raut wajah tidak sabar para wartawan, Ethan tersenyum kecil dan memperkenalkan dirinya di depan umum untuk kali pertama. "Aku Ethan Austin, Master Guild Trouble. Alasan mengapa aku mengadakan pers kali ini, tentu saja karena isu yang beredar belakangan."

__ADS_1


"Ethan … Austin?"


"Mungkinkah …?"


"Ini jackpot! Segera ambil fotonya sebanyak mungkin! Berita ini akan menjadi headline!"


Wartawan menjadi menggila dengan perkenalan Ethan. Identitas mengenai Ethan Austin terus menjadi perbincangan hangat di sosial media dan komunitas. Karena Ethan yang tidak pernah menampakan dirinya, banyak Ethan Austin palsu yang mencoba mengaku sebagai dirinya. Sayangnya, tidak ada yang mempercayai Ethan palsu itu.


Lalu, bagaimana dengan sekarang? Kehadiran Gordon dan Carmila, serta sikap mereka terhadap Ethan sudah menjadi bukti kuat identitasnya.


Clap!


Suara tepuk tangan Ethan membuat ruangan pers menjadi senyap seketika. Ini adalah, kemampuan yang dimiliki oleh seseorang ketika sudah menguasai magic control hingga tingkat tertinggi. 


Tanpa kehilangan senyum menyejukkan dari bibirnya, Ethan melanjutkan berbicara. "... Seperti yang semua orang tahu, Trouble Guild sedang dihadapkan dengan fitnah dari beberapa pihak. Sebagai Guild Master, aku di sini untuk memberikan tanggapan mengenai fitnah dan rumor yang beredar di internet."


"Pertama. Kami tidak melakukan penyerangan sama sekali terhadap anggota Red Bulls Guild. Kami memiliki bukti video yang menunjukkan mereka yang mati ditinggalkan oleh rekan mereka. Ah, kalian bisa mengkonfirmasi tentang hal ini pada Tuan Gordon dan Lady Carmila di sini."


Gordon dan Carmila menganggukkan kepalanya, memvalidasi apa yang Ethan katakan. Wartawan terkejut. Jika apa yang Ethan katakan benar, Red Bulls Guild benar-benar sudah melanggar hukum dan HAM.


Wartawan mulai berisik sekali lagi. Mereka yang hadir di sini tidak menyudutkan satu pihak karena video yang Red Bulls gunakan sebagai bukti, semuanya sudah diedit seolah membuang bagian terpenting.


Apabila yang Master Guild Trouble katakan benar, tentu saja ini akan sangat gempar. Red Bulls mungkin akan kehilangan sponsor utama mereka dan peringkat mereka terancam turun.


"Mr Ethan. Apa yang akan anda lakukan terkait masalah ini?"


"Apa lagi? Trouble Guild, Canaries Corporation, dan House of Basten, akan mengambil jalur hukum untuk membersihkan nama kami. Tidak hanya kepada Red Bulls Guild tetapi, media."


Wartawan lain menahan nafas. Mereka bersyukur tidak ikut menerbitkan berita yang menyudutkan Trouble Guild. Melawan Trouble Guild, Canaries, dan Basten, hanya berarti nasib mereka berakhir.


***


Internet dengan cepat dipenuhi dengan berita tentang kemunculan Ethan Austin di publik pertama kali dan statement yang disampaikannya dalam pers saat itu. Video yang disebutkan oleh Ethan, semuanya dipublish secara bersamaan di tiga channel yang berbeda.


Dalam sekejap mata, opini publik mulai berbalik. Mereka yang awalnya menghina Trouble Guild, menyerang Red Bulls Guild. Media yang sebelumnya memojokkan Trouble Guild, segera menurunkan berita yang sudah mereka naikkan karena takut melawan Canaries Corporation dan Basten Family.

__ADS_1


Jon Viver yang melihat semuanya di TV dan Internet, tidak dapat menahan amarahnya. Vena di seluruh tubuhnya mencuat dan wajahnya dipenuhi darah yang naik ke kepala plontosnya bersamaan dengan amarahnya yang sudah di ujung ubun-ubun.


"Sialan! Berani sekali Guild dari Negara antah berantah seperti mereka membalas kami, Red Bulls Guild!" 


Crank!


Gelas wine pecah karena dilempar dengan keras oleh Jon. Dia sudah mendapatkan begitu banyak tekanan dari sponsor. Jika dia terus seperti ini, kemungkinan dia akan diberhentikan dari posisi Guild Master!


"Aku tidak akan memaafkanmu! Tunggu saja, aku pasti akan membalas penghinaan ini!" Jon bersumpah dengan matanya yang memerah karena amarah. Dia tidak akan membiarkan Ethan serta mereka yang mendukungnya, hidup tenang setelah apa yang mereka lakukan.


***


"Guild Master, Jon sudah benar-benar dicopot dari jabatannya sebagai Master Guild Red Bulls." Sebuah kabar yang sudah ditunggu akhirnya datang seminggu kemudian.


Ethan yang sedang sibuk mengurus dokumen, berhenti sejenak dan menatap Li Mei yang secara resmi sekarang menjadi Wakil Guild Master. 


"... Itu bagus. Tangkap orang itu dan buat seolah menghilang atau kecelakaan. Setelah itu, kirim Jon ke tambang yang kita temukan di Menara."


Ethan tidak berencana untuk membunuh Jon dengan mudah. Dia akan membuat seolah Jon kabur menggunakan bantuan dari pihak ketiga. Setelah itu, Ethan akan mendapatkan budak tambang gratis. 


Serangan yang Ethan layangkan melalui media hanya untuk rencana membuat Jon serta anggotanya menjadi budak tambang.


Li Mei merasa kasihan kepada Jon. Dia benar-benar sudah menginjak ekor Naga sekarang. Namun, nasibnya sudah ditentukan ketika dia melawan Trouble Guild yang Ethan bangun dengan usahanya sendiri.


"Apakah ada laporan lain?" 


Li Mei mengeluarkan sebuah surat resmi yang dikirim oleh Presiden Indonesia untuk Ethan sebagai Master Guild Trouble. "Surat dari Istana Presiden datang dua jam yang lalu. Ini berisi undangan jamuan makan malam pribadi dengan Presiden."


Ethan menatap surat itu dengan ekspresi muak. Jelas sekali Pemerintah berusaha mencoba meminta Ethan dan Trouble Guild untuk bergabung dengan Asosiasi Hunter Indonesia.


"Aku tidak ingin pergi. Namun, mau bagaimana lagi." Ethan tidak bisa menolak undangan dari seseorang dengan pangkat Presiden, Pemimpin Negara. "Kirim surat balasan jika aku akan hadir dalam jamuan makan malam."


"Mengerti."


Ethan menyandarkan punggungnya dan menatap langit-langit yang ruangan yang tampak sempit.

__ADS_1


"Hah …." Ethan menghela nafas panjang. Dia merindukan Monster dan ingin memburu mereka untuk meringankan stress.


__ADS_2