The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 4 - Instruktur Iblis.


__ADS_3

Selama seminggu terakhir, Anggota Trouble Guild semua hanya fokus melatih fisik. Namun, untuk beberapa dengan ability sihir, Ethan menambahkan latihan [Mana Detection] dan [Mana Circulation]. Keduanya sangat penting bagi seorang Mage, Priest, bahkan seorang Vanguard. Kedua ability itu membantu dalam pertempuran.


"Guild Master!" Arya menerobos masuk ke kamar Ethan yang sedang merencanakan arah pertumbuhan keseluruhan anggota Guild Trouble.


Ethan melirik penyusup di pintu masuk. Arya, untuk beberapa alasan tampak terburu-buru.


"Ada apa?"


"Kak Kiaa dan Li Mei mengatakan mereka menemukan [Hell Gate] tidak jauh dari Mansion. Apa yang akan kita lakukan, Guild Master?"


Alis Ethan terangkat mendengar berita tidak terduga. Bibirnya melengkung naik memikirkan sebuah rencana terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan tim.


Di sisi lain, Arya merasa tulang punggungnya dingin. Dia sudah sangat hafal ketika melihat ekspresi Guild Masternya. Orang itu memikirkan sesuatu yang tidak masuk akal lagi.


Tebakan Arya benar. Ethan berbicara sesuatu yang tidak masuk akal dengan senyum tenang. "Beritahu anggota yang lain. Tiga hari lagi, latihan bertarung nyata akan dilakukan. Jika mereka tidak ingin mati, lebih baik untuk berlatih lebih keras."


Bibir Arya menggeliat menahan diri untuk tidak mengumpat Guild Masternya. Pertarungan nyata? Mereka bahkan belum seminggu berlatih! Itu sama saja meminta mereka untuk mati ... atau begitulah yang akan Arya katakan apabila pihak lain bukan seorang manusia bernama Ethan Austin.


"... Kamu akan ikut kan, Guild Master?"

__ADS_1


"Tentu saja. Jika kalian mati, aku tidak akan tidur nyenyak selama dua hari."


Arya menghela nafas lega. Kehadiran Ethan memberikan bentuk keamanan untuknya. Bagaimanapun, Ethan Austin tidak dipanggil sebagai Sword Sovereign tanpa alasan di usianya yang bahkan belum menginjak 25.


"Saya mengerti. Saya akan mengatakan ini pada anggota Guild lainnya."


Arya pergi begitu saja seperti bagaimana dia tiba-tiba muncul. Sulit dipercaya dengan kecepatannya itu, dia merupakan petarung tipe kekuatan.


"Hell Gate, ya? Aku penasaran musuh apa yang akan ada di dalamnya."


***


Ethan menekan pelipisnya melihat betapa tegangnya semua anggota Guild. "Hey. Mengapa kalian semua begitu tegang? Kalian bisa menganggapnya sebagai Raid yang biasa kita lakukan selama berada di [Eden] atau Last Blue, kan?"


Namun, kata-kata Ethan disambut dengan cemoohan oleh anggota Guild yang menganggapnya sangat tidak masuk akal.


"Wajar bagi manusia untuk takut akan hal yang tidak diketahui!"


"Kami mempertaruhkan nyawa kami. Tidak seperti VRMMORPG!"

__ADS_1


"Jangan samakan standar manusia biasa dengan seorang Iblis bernama Ethan!"


Balasan mereka masuk akal. Bagaimanapun, anggota Guild Trouble bukan seorang Regressor. Pengalaman bertarung mereka hanya terbatas di realitas virtual.


Namun, Ethan sama sekali tidak peduli. Dia akan merasa malu apabila mengakuinya sekarang. "Berhenti mengeluh. Jika kalian dalam bahaya, aku akan membantu."


Jadi, dengan dipimpin oleh Guild Master, Trouble Guild memulai ekspedisi Hell Gate pertama mereka.


Begitu melewati Hell Gate, sensasi berputar membuat mereka mual. Kepala mereka terasa tidak nyaman.


"Oh? Keberuntungan kalian sangat buruk." Suara getir Ethan bergema di telinga semua orang.


Anggota Trouble Guild mengerutkan kening. Udara lembab dan aroma busuk menyadarkan mereka dari sensasi pusing. Tempat di mana mereka berada sekarang adalah, sebuah Gua gelap tanpa adanya pencahayaan.


"[Light]."


Ethan menggunakan sihir tingkat dasar untuk menciptakan bola cahaya. Sesuatu yang tersembunyi di dalam kegelapan tersingkap. Puluhan Undead yang terbuat dari tulang belulang sudah mengelilingi Trouble Guild.


"Segera bergerak. Jika tidak, kalian mungkin akan mati."

__ADS_1


__ADS_2