
Beberapa menit sebelum Stampede. Ethan yang sudah selesai memulihkan stamina dan mana miliknya, bangun. Dia sudah membeli senjata baru berupa Katana yang terbuat dari pasir besi magis. Meskipun tidak sebaik Sword of Fanta, pedang itu masih cukup bagus.
[Ronde ke-20 segera dimulai.]
[Bangkitnya Mitos.]
Kali ini, tekanan yang sangat mengerikan menekan bukan hanya Ethan bahkan seluruh Arena.
"Tekanan ini sangat luar biasa. Tidak banyak yang memiliki tekanan sekuat ini. Aku sarankan menyerah dari sekarang, manusia. Kamu mungkin akan mati." Alice memperingatkan dengan nada rendah. Bahkan Alice merasa terancam menandakan musuh bukan hanya merepotkan. Namun, sangat mengerikan.
Sosok humanoid dengan seluruh tubuhnya yang dipenuhi oleh otot keras seperti batu ditutupi api biru, keluar dari gerbang tempat Monster lain muncul. Karena ukurannya, gerbang itu hancur dan memperlihatkan ukuran asli sosok tersebut yang hampir setinggi gedung dua lantai.
"Seperti yang diharapkan dari ras kuno." Ethan bergumam dengan nada kagum melihat seberapa tinggi sosok di depannya.
Sementara Alice bingung harus terkejut dengan ukuran sosok tersebut atau terkejut karena sikap Ethan yang sangat tenang seolah tidak ada yang terjadi.
"Aku belum pernah melihat raksasa sekuat itu. Jadi, aku sarankan untuk mundur. Aku tidak bisa membantu untuk menolong jika kamu akan mati." Alice memperingatkan Ethan sekali dengan nada rendah.
"Jangan khawatir. Aku tidak akan bertarung jika aku akan kalah." Ethan berbicara dengan senyum santai.
Ethan ingin melihat sudah seberapa kuat dirinya. Inilah saatnya Ethan menunjukkan semua kartunya di pertempuran yang sesungguhnya.
Raksasa kuno berdiri diam di tempatnya dengan wajah sombong. Dia jelas membiarkan Ethan untuk melakukan serangan pertama.
Ethan tidak tersinggung. Orang yang lebih lemah harus mengikuti yang kuat. Jadi, Ethan memilih untuk menyerang lebih dulu. Melukai ujung jarinya sendiri, dan ketika setetes darah jatuh, Ethan bergumam. "."
Setetes darah berubah menjadi sebuah Domain yang menutupi seluruh Arena. Cincin di tangannya bergetar karena emosi terkejut Alice. Tidak pernah terbayang jika Unique Skill miliknya akan digunakan oleh seorang manusia biasa yang belum melewati Lantai 1.
"Kamu, kapan kamu memiliki skill-ku?" Alice jelas terkejut. Bukan hanya menyalin, Ethan menggunakan Unique Skill-nya dengan sempurna.
Ethan tidak menjawab pertanyaan Alice. Ratusan jarum darah muncul dari domain. Ethan tersenyum kecil memandang Raksasa Kuno yang masih tidak terlihat terancam.
"Un. Ayo kita mulai."
Ratusan jarum yang melayang itu menyerang tubuh Raksasa Kuno. Namun, Raksasa Kuno tidak sama sekali menghindar dan menahan jarum darah dengan kulitnya yang keras seolah ingin memperlihatkan perbedaan level mereka.
"Hey. Kamu hanya membuang-buang Mana. Hal itu tidak– !?" Alice mencoba untuk menyadarkan Ethan jika serangannya hanya sia-sia. Namun, Alice tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika dia menyadari tujuan Ethan.
Tubuh Raksasa Kuno itu membeku sesaat. Efek dari ditambahkan dalam jarum darah sebelumnya. Raksasa Kuno itu mencoba untuk bergerak. Namun, sudah terlambat. Meski tidak akan bertahan lama, itu sudah cukup bagi Ethan.
Menghentikan , Ethan sedikit menekuk pinggangnya. Tangan Ethan menggenggam gagang katana dan kaki kanannya di depan sebagai tumpuan. Magic power dalam jumlah yang sangat gila, bisa dirasakan dari balik sarung katana Ethan.
Step.
Ketika Ethan mengambil satu langkah maju, udara di tempat tersebut bergetar. Mana mulai beriak dan ruang mulai retak.
"Ketika Raja mengambil langkah pertama, Langit dan Bumi bergetar."
Step.
Ethan mengambil satu langkah lagi. Kali ini, semua udara terasa seperti lenyap. Rasanya sangat sesak dan mencekik.
"Ketika Raja mengambil langka kedua, Langit dan Bumi menjadi satu."
__ADS_1
Raksasa kuno yang merasakan kematian mendekat, mulai memaksakan diri untuk bergerak. Untungnya, efek dari racun sudah habis. Raksasa kuno menembakkan api biru dari tinjunya. Tidak hanya satu. Namun, tujuh tinju api biru diarahkan.
"Hey! Kamu akan menjadi debu! Menghindar!" Alice mencoba mengingatkan Ethan. Namun, Ethan hanya bergeming.
Step.
Ethan mengambil langkah ketiga. Tujuh tinju api biru raksasa kuno menghilang. Mana dan udara di tempat tersebut lenyap bersamaan dengan tinju api sang Raksasa Kuno.
Ethan merasa mana heartnya akan meledak karena beban. Otaknya sudah mencapai batas, sirkuit magic miliknya mengalami overload. Namun, Ethan dengan sisa-sisa kesadarannya tersenyum dan mulai menarik Katana.
"Ketika Raja mengambil langkah ketiga, Langit dan Bumi kembali ke kekosongan."
Slash!
Dengan satu tarikan pedang, Ethan memotong waktu yang terputus hingga kembali berjalan. Tidak hanya waktu, Ethan bahkan memotong Arena dan raksasa kuno menjadi dua dengan potongan begitu sempurna.
[Anda menyelesaikan Ronde 20.]
[Rekor baru tercipta. Nama anda akan tertulis di Hall of Fame.]
[Anda akan naik ke Lantai berikutnya.]
[Anda mendapatkan prestasi luar biasa. Mendapatkan Title: "Pembunuh Mitos" dan "Giants Killer".]
[Syarat terpenuhi. Mendapatkan skill: Origin Fire.]
[Mendapatkan Title: Conqueror of Myth.]
[Mendapatkan: Egg Mythical Beast.]
[Level Up!]
[Level Up!]
[Level Up!]
[Level Up!]
[Level--]
Rentetan pesan muncul di hadapan Ethan. Namun, dia hanya mengabaikannya. Pandangannya perlahan-lahan mulai menjadi kabur. Sebelum dia pingsan, dia bergumam pelan.
"Tolong, simpan tubuh Raksasa itu ...."
Alice hanya diam melihat Ethan yang kehilangan kesadaran. Dia begitu terkejut dengan kemampuan Ethan yang di luar batas akal sehat. Seseorang yang baru menaiki Menara, mengalahkan Ancient Race. Alice tidak mungkin percaya jika dia tidak melihatnya langsung.
Alice sangat penasaran dengan Ethan dan banyak pertanyaan yang ingin ditanyakannya. Namun, saat ini, dia harus menjaga Ethan untuk selamat. Muncul dari dalam cincin, tubuh spiritual Alice, segera membuka [Dimensional Space] miliknya. Dia memasukkan mayat Raksasa dan mengeluarkan beberapa botol transparan yang memiliki cairan bening di dalamnya.
"Kamu belum boleh mati." Alice memasukkan setiap elixir dengan efek berbeda ke dalam mulut Ethan.
"Uhuk! Uhuk!" Ethan batuk dan cairan itu kembali dimuntahkan.
Alice mengerutkan kening ketika pakaiannya kotor karena batuk Ethan. Dia memasukkan setengah botol kaca sehingga Ethan tidak akan batuk dan memuntahkan elixir.
__ADS_1
Dahi Ethan mengerut ketika dia merasakan mimpi buruk. Dia melihat seorang pria tua di atas sampan kayu berteriak memanggil namanya dari sisi lain sungai merah.
***
Sebuah pesan muncul di seluruh Penduduk Bumi dan Menara. Setiap pihak terkejut karena hal berbeda.
[Lantai 2 Menara Berhasil Diselesaikan.]
[Stampede akan dihentikan.]
[Waktu hingga Stampede berikutnya: 90 D.]
[Hall of Fame diperbarui.]
[Lantai 2:
Ethan Austin - 20 Ronde
Zeus Olympus - 18 Ronde
Alice de Eyus - 17 Ronde
Brahma - 17 Ronde
Wu Kong - 15 Ronde
]
Pesan itu menandakan Stampede di Bumi sudah berakhir. Penduduk Bumi menghela nafas panjang, merasa lega dengan berita tersebut. Di sisi lain, Penduduk Menara terkejut akan perubahan yang muncul di Hall of Fame, setelah lebih dari 10.000 tahun tidak berubah.
__ADS_1