
"Selamat datang, Nak Ethan."
Kedatangan Ethan disambut secara pribadi oleh Presiden Republik Indonesia saat ini, Sobri Arya bersama dengan jajaran kabinetnya. Selain orang-orang dari pemerintah, ada beberapa wartawan yang datang untuk mengambil gambar pertemuan Presiden dan Hunter yang saat ini menjadi perbincangan paling panas di Sistube.
"Suatu kehormatan karena mendapat undangan dari anda, Pak." Ethan memberikan salam yang terdengar begitu hambar. Dia tidak tidak berusaha menyembunyikan kurangnya antusiasme.
Sikap Ethan tentu saja mendapatkan begitu banyak tatapan tidak senang dari beberapa orang pemerintah. Namun, senyum ramah Presiden Sobri tetap terpasang di wajahnya seolah tidak menyadari atau dia berpura-pura tidak menyadari emosi Ethan.
"Ayo. Kami sudah menyiapkan jamuan makan malam."
"... Ya."
Mengikuti dari belakang Presiden, Ethan merasa telinganya akan pecah karena mendengar mengenai omong kosong rencana pemerintah menangani Menara dan Gate di masa depan.
"Terlebih, memiliki bakat yang luar biasa seperti Trouble Guild, Indonesia mungkin bukan lagi hanya mimpi untuk menjadi Negara Adidaya."
Ethan berusaha untuk tidak memukul wajah tidak tahu malu Presiden dan hanya diam mendengarkan setiap omong kosong yang Presiden sampaikan.
Akhirnya, Ethan sampai di ruang perjamuan. Di meja makan, beberapa menu dari beberapa wilayah di Nusantara disediakan.
Presiden menepuk bahu Ethan dengan ringan dan menyuruhnya untuk duduk. "Kamu bisa duduk untuk menikmati makan malam yang koki terbaik hidangkan."
"Terima kasih, Pak."
Ethan duduk begitu Presiden Sobri duduk. Meskipun membosankan, Ethan setidaknya akan memakan sesuatu yang membuat perutnya tersenyum senang.
"Ethan, apakah kamu sudah memiliki pasangan?"
"Yah, anak muda seharusnya sudah memilikinya, kan? Hahahaha!"
__ADS_1
"Jika belum, saya punya sepupu–"
Ethan berusaha mengabaikan setiap omong kosong yang orang-orang tua di sekitarnya katakan. Rasa makanannya menjadi hambar karena suasana yang begitu tidak nyaman.
Tidak tahan lagi, Ethan memandang Presiden Sobri dan memulai pembicaraan yang serius. "Bisakah saya berbicara sekarang, Pak? Saya akan menjawab beberapa hal yang anda dan menteri lain katakan sebelumnya."
"Hm? Tentu, silahkan berbicara." Presiden Sobri mengangguk dengan senyum kecil memberikan izin untuk Ethan berbicara.
"Pertama. Kami, Trouble Guild tidak berniat menjadi bagian yang terikat dengan NKRI. Namun, kami akan melindungi NKRI apabila terjadi invasi entah dari Negara lain atau Monster." Ethan menegaskan di sini jika dia tidak berniat untuk menjadi Hunter tetap di Indonesia.
Suasana ruangan itu menjadi senyap. Ekspresi para orang tua yang awalnya senang menjadi gelap.
"... Apakah kamu serius mengatakan itu?" Presiden Sobri sudah tidak lagi memiliki senyum ramah.
Ethan sama sekali tidak takut dengan tatapan dari Presiden Sobri. Dia kembali berbicara. "Kami, Trouble Guild sekarang sedang dalam hubungan kerja sama dengan Canaries Corporation serta Keluarga Basten. Anda bisa mengatakan Tuan Gordon, Lady Carmila, dan Trouble Guild, mengambil sikap netral dan akan membantu siapapun yang memberikan bayaran sesuai."
"Kamu menjual Negara hanya untuk uang!?"
Sumpah serapah diteriakkan oleh para orang tua yang marah dengan kata-kata Ethan. Ethan tidak senang dengan kata-kata mereka dan mengeluarkan niat membunuh yang cukup untuk membuat Goblin ketakutan.
"... Anda benar-benar mengatakan itu? Ketika Gate Collapse terjadi. Di mana kalian semua? Lalu, apakah kalian pernah memasuki Gate? Berapa banyak?" Ethan berbicara dengan nada rendah yang menusuk rasa takut semua orang.
Ethan benar-benar tidak menyangka orang-orang tua ini akan begitu tidak tahu malu. Semua kerja keras yang Trouble Guild lakukan bahkan diabaikan dan tidak mendapat apresiasi. Pemerintah mengambil semua kredit prestasi itu untuk diri mereka sendiri.
Ethan melirik Presiden Sobri dengan ujung matanya. Ethan melemparkan foto citra satelit yang diambil oleh Satelit milik Canaries Corporation. Di sana, Indonesia ditutup oleh titik merah yang sangat banyak. Tidak butuh orang cerdas untuk memahami maksud titik merah dan jingga pada foto tersebut.
"Anda pikir semua Gate ini benar-benar hilang dengan sendirinya? Tentu saja tidak. Kami, orang-orang yang kalian sebut tidak memiliki jiwa nasionalis, membersihkan semuanya di luar pandangan masyarakat umum. Kemudian, tanpa tahu malu, orang-orang ‘nasionalis’ yang keberadaannya lenyap ketika bencana terjadi, mengambil semua kredit yang kami lakukan. Sungguh, itu contoh perilaku yang luar biasa."
Menteri Pertahanan, Alex, menutup matanya merasa malu karena sikap pemerintah. Hanya dia yang mengetahui seberapa besar pengorbanan Ethan dan Trouble Guild untuk mencegah bencana yang lebih buruk dari yang terjadi beberapa bulan lalu tersebut.
__ADS_1
Ethan yang sudah tidak memiliki mood untuk bernafas di tempat yang sama dengan orang-orang tidak tahu malu itu, segera bangun dan pergi. Namun, sebelum dia meninggalkan tempat itu, Ethan memberikan sebuah peringatan.
"... Jika memang kalian tidak membutuhkan kami, dengan senang hati kami akan pergi ke Negara yang memahami ideologi dan keinginan kami. Permisi."
***
Ethan duduk tengah-tengah tumpukan dokumen. Rekaman dari jamuan makannya menjadi sangat terkenal di Sistube. Akibatnya, puluhan surat datang dari berbagai Negara menyatakan bersedia menerima Trouble Guild dengan segala kondisi.
"Guild Master." Li Mei memanggil Ethan yang sedang sibuk.
"Hm? Apakah ada sesuatu?"
"Ya." Li Mei mengangguk dan menunjukkan sebuah artikel yang saat ini tersebar di komunitas. "Ada berita yang menyatakan Trouble Guild melakukan penggelapan pajak. Selain itu, rumor tentang anda yang mengatakan anda tidur bersama banyak gadis … meskipun itu fakta."
Ethan mengabaikan komentar sarkastik Li Mei dan membaca artikel. Orang yang pertama kali menyebarkannya adalah, Direktur Jenderal dari BPKP.
"Pada akhirnya, ini yang mereka pilih, kan?"
"Sepertinya mereka meremehkan karena kita masih muda, Guild Master."
Ethan meregangkan tubuhnya. Karena seperti ini, mereka akan melakukan sesuai dengan keinginan para orang-orang di Pemerintahan.
"Hm. Minta semua anggota Trouble Guild untuk tidak melakukan raid Gate di Indonesia."
"Hanya itu saja?" Li Mei bertanya lagi karena dia tahu Ethan bukan orang yang sederhana.
"... Selain Rania, hentikan penjualan senjata Leo untuk pasar Indonesia. Minta Michael dan Jun untuk berhenti membeli batu sihir yang Pemerintah Indonesia impor." Ethan menambahkan perintah yang terdengar begitu mengerikan untuk Negara berkembang seperti Indonesia.
Senjata buatan Leo saat ini merupakan senjata terbaik yang tersedia di Shop Sistem karena harganya yang murah dan kualitasnya yang sangat terjamin. Tentu saja, tidak ada orang yang tahu Blacksmith Leo merupakan bagian dari Trouble Guild. Tidak mendapat senjata dari Blacksmith Leo, akan menjadi pukulan yang sangat telak untuk Asosiasi Hunter Indonesia.
__ADS_1
Sementara menghentikan impor batu sihir … untuk saat ini hanya Kroos dan Corner yang membeli begitu banyak batu sihir dan menimbunnya. Selain itu, Ethan sudah mengajarkan cara mengolah, memurnikan, dan memanfaatkan batu sihir dari Monster untuk menjadi sebuah item. Keduanya pasti akan menjadi Raksasa di Industri Teknik Sihir masa depan.
Li Mei yakin jika Pemerintah Indonesia tidak akan menyangka seorang pria berusia 21 tahun, memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan dua Perusahan Internasional hanya dengan kata-katanya.