The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 25 - Carmila dan Gordon.


__ADS_3

Awal Juli, di Guild Base Trouble, dua Hunter yang termasuk dalam jajaran Hunter Terkuat, datang untuk sebuah kunjungan. Hal ini membuat banyak orang penasaran tentang tujuannya.


"Selamat datang, Gordon, Carmila." Ethan yang masih mengenakan tongkat untuk membantunya berdiri, menyambut keduanya yang baru saja turun dari helikopter mereka.


Carmila terlihat bingung ketika melihat Ethan. Dia tidak tahu Ethan merupakan bagian dari Trouble Guild.


Sementara itu, Gordon tersenyum lebar dan berjalan mendekati Ethan.


"Lama tidak bertemu! Bukankah kamu terlalu lama mengundangku? Aku pikir kamu tidak memiliki skill yang bagus dan tidak menjadi Hunter!" Gordon memukul bahu Ethan dan tertawa dengan keras.


Carmila semakin dibuat bingung. Ini pertama kalinya Carmila melihat Gordon bertingkah akrab dengan seseorang.


Ethan menepis tangan Gordon dengan ringan dan menyapa Carmila yang bingung. "Ini pertama kalinya kita berjumpa, Lady Carmila. Saya Ethan Austin, Guild Master Trouble Guild."


"A– Anda Ethan Austin!?" Carmila terkejut dengan nama tidak terduga yang muncul.


Ethan Austin. Keberadaannya masih menjadi rumor. Ketika awal 10 Hunter Terkuat muncul, banyak orang tidak sepakat dengan Ethan menjadi peringkat 1. Alasannya sederhana, karena kekuatannya tidak diketahui. Namun, ketika Hunter lain akhirnya naik ke Lantai 2 dan melakukan ujian. Tidak ada yang bahkan bisa menembus ronde sepuluh. Karena itu, opini tentang Ethan semakin liar ke arah positif.


Ethan tertawa kecil melihat respon Carmila yang sangat terkejut. Itu sangat berbeda dari respon orang yang ada di sekitarnya ketika mengetahui Ethan melewati Lantai 2.


"Sepertinya anda sudah mengenal saya, ya?"


"Tentu saja! Tidak ada manusia di Bumi yang tidak tahu nama anda!" Carmila berbicara dengan mata berbinar seperti penggemar yang bertemu idolanya.


Gordon dan anggota Trouble Guild lainnya saling memandang satu sama lain dengan terkejut. Gambaran Valkyrie dari Amsterdam yang mereka tahu benar-benar sudah lenyap sekarang ini.


Ethan juga sedikit terkejut dengan balasan penuh semangat dari Carmila. Ethan berusaha yang terbaik untuk tidak tertawa dan mempertahankan senyum.


"Begitu … ayo kita lanjutkan pembicaraan setelah kalian beristirahat lebih dulu."


Carmila yang mungkin sadar tingkahnya kekanak-kanakan, mengangguk dengan pipinya yang diwarnai merah merona.


Gordon dan Carmila diantar masuk ke dalam Trouble Guild dan diberikan kamar masing-masing untuk mereka.


***


Malam hari, seluruh anggota Trouble Guild makan malam bersama Gordon dan Carmila.


"Jadi … Pandai Besi Nemea, juga berasal dari Trouble Guild?" Carmila lagi-lagi terkejut dengan tokoh penting lain yang muncul.


Sudah menjadi rahasia umum jika senjata yang bagus akan menjadi nyawa tambahan bagi para Hunter. Senjata terbaik yang ada di pasaran untuk saat ini adalah, senjata yang dibuat oleh Master Pandai Besi Nemea. Banyak Guild besar berusaha merekrut Nemea dan berakhir tanpa hasil.


Leo yang mendapatkan tatapan kagum dari Carmila, menggaruk lehernya dengan malu-malu. "Aku tidak sebaik itu. Aku hanya melakukan sesuai dengan buku yang Guild Master berikan padaku, hehehe."


Mendengar itu, tatapan Gordon dan Carmila sekali lagi ditujukan pada Ethan. Ethan berusaha menahan wajah pokernya.


"Kamu bahkan tahu tentang Teknik Blacksmith?"


"... Apa sebenarnya yang tidak kamu bisa?"


"Kakak itu bukan manusia~ kami semua bahkan tidak bisa mengalahkan dia dalam sparing meskipun menyerang bersamaan." Nina menambahkan omong kosong lain, membuat Carmila dan Gordon menjadi merasa aneh dan takut alih-alih kagum.


"Bisakah kalian berhenti membuat seseorang menjadi tidak manusiawi? Ada beberapa hal yang aku tidak bisa juga di Dunia ini."

__ADS_1


"Oh? Apa itu?"


Semua orang menatap Ethan dengan penasaran. Sejauh ini, mereka tidak pernah melihat Ethan yang tidak bisa melakukan suatu hal.


"Aku tidak pernah bisa kalah."


Suasana menjadi hening seketika. Ekspresi semua orang terlihat sangat kecewa.


"Begitu."


"Yah, tentu saja. Salahku berharap banyak."


Semua orang kembali makan seolah mereka tidak mendengar apapun. Respon mereka membuat Ethan rusak secara psikologis.


"... Aku tidak akan pernah bercanda lagi."


"... Mungkin, sebenarnya apa yang tidak kamu bisa lakukan adalah, membuat lelucon."


***


Keesokan paginya, Ethan dan yang lainnya berkumpul di tempat latihan yang baru selesai dibangun. Anggota Trouble Guild duduk di pinggiran menonton latih tanding antara Ethan dan Gordon.


"!" Gordon melancarkan tiga tusukan beruntung dalam waktu singkat.


Ethan dengan santai hanya menggeser beberapa bagian tubuhnya tanpa beranjak dari tempatnya. Itu pertunjukan yang mampu membuat orang kesal.


Gordon tidak terkecuali. Dia yang kesal mencoba menyerang Ethan dengan sekuat tenaga. Setiap serangannya dipenuhi dengan kekuatan yang luar biasa besar. Suaranya ketika memotong udara terdengar nyaring di telinga semua orang yang ada di tempat itu.


Ethan yang terus menghindar, tiba-tiba saja menyerang balik ke bahu kanan Gordon. Gordon beruntung Ethan tidak menggunakan pedang sungguhan. Jika tidak, dia sudah kehilangan satu tangannya.


Gordon mencoba memperbaiki posturnya. Namun, sebelum dia siap, Ethan menendang kaki kanan Gordon dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur.


Carmila terkejut. Dia tidak percaya Gordon akan dikalahkan dengan begitu mudah seperti anak kecil.


"Oh. Aku kasihan padanya."


"Itu mengingatkanku pelatihan neraka dulu."


"Itu benar-benar menghancurkan mentalku."


Anggota Trouble Guild menggumamkan hal-hal yang tidak bisa Carmila pahami. Dia merasa dirinya aneh ketika berkumpul bersama mereka semua.


Namun, dari semua orang, Gordon adalah, yang paling terkejut. Dia diam dengan kepala tertunduk mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.


"Pergilah minta Erica merawatmu." Ethan menarik kembali Gordon dari lamunannya.


Gordon memandang Ethan yang terlihat sangat tinggi sekarang. Itu adalah, kali kedua Gordon merasakannya. Perasaan yang sama seperti 5 tahun lalu ketika Ethan datang membawa salinan dari mesin VR pertama di Dunia.


"... Bisakah kamu memberitahu alasan kenapa aku bisa kalah begitu mudah?"


"Kamu tidak memiliki dasar. Bangunan tanpa dasar yang kokoh mudah dihancurkan."


"Tidak mungkin. Setelah Raid Stampede, aku terus berlatih dasar setiap hari!" Gordon menjadi emosional mendengar kata-kata yang terdengar seperti menolak semua usahanya.

__ADS_1


"Itu hanya dua bulan. Selain itu, mungkin apa yang kamu latih sudah salah sejak awal. Tentang dasar yang aku maksud, bukan hanya mengayun senjata. Kamu harus mengayunkan dengan kecepatan, kekuatan, dan waktu yang cocok. Itulah yang nanti akan menjadi dasar."


Kata-kata Ethan seperti sebuah petir di siang bolong untuk Gordon. Dia tidak menyangka dasar yang coba dibangun olehnya adalah, sebuah kesalahan.


"Aku mengerti. Terima kasih atas sarannya." Gordon bangun dan pergi ke tepi lapangan latihan untuk mendapatkan perawatan.


Carmila menggantikan posisi Gordon. Dia membawa tameng dan pedangnya berdiri di jarak sedikit lebih dekat dibandingkan Gordon sebelumnya.


Sebelum memulai pertandingan, Carmila berbicara dengan Ethan. "Anda benar-benar luar biasa, Tuan Ethan. Mempermainkan Gordon seperti anak-anak."


Ethan hanya membalas dengan sedikit mengangkat bahu atas pujian Carmila. "Belum ada tujuh bulan Gordon memegang senjata. Jadi, di mataku, Gordon memang terlihat seperti anak-anak."


"Memang. Seperti yang anda katakan." Carmila mengangguk dan tidak mengatakan apapun lagi.


Setelah tidak ada lagi yang harus dibicarakan, Ethan dan Carmila mulai mengambil sikap bertarung.


Carmila hanya menunggu. Bagaimanapun, dia sadar kalah dari Ethan dalam hal teknik. Jadi, Carmila berencana melakukan counter ketika Ethan lengah.


Menyadari rencana Carmila, Ethan tanpa peringatan menendang tanah dan mendekat dengan sangat cepat membuat respon Carmila terlihat lambat.


Tang!


Suara keras bergema ketika pedang besi dan tameng saling beradu.


"Ugh!?" Carmila terkejut dengan kekuatan Ethan. Tangannya mati rasa hanya dengan satu serangan.


"Hanya karena lawan cepat, tidak berarti mereka lemah." Ethan memberikan nasihat dan menghilang dari pandangan Carmila.


Carmila terkejut dan merasakan krisis hebat dari sisi kanannya. Dia secara refleks menggeser tubuh dan perisainya ke arah bahaya datang.


Tang!


"Ngh!" Carmila sekali lagi terdorong dan kali ini jauh lebih jauh membuat posturnya goyah.


Ethan tidak berhenti. Kali ini Ethan menyerang dari depan dengan sangat cepat.


Carmila mati-matian mencoba untuk menahan rentetan serangan yang seperti sebuah badai. Bahu dan pahanya terasa sakit karena Ethan menyerang ke arahnya.


Saat itu, Carmila melihat sebuah celah. Dia dengan cepat menggunakan skillnya. "!"


Perisai Carmila diselimuti aura biru tepat sebelum pedang Ethan menyentuhnya. Skill yang membuat serangan seseorang berbalik. Carmila sudah menunggu waktu terbaik untuk menggunakan Counter ketika Ethan akan melancarkan serangan yang cukup kuat untuk membuat dirinya sendiri terluka.


"Tidak buruk." Pedang Ethan berhenti hanya dalam jarak beberapa milimeter dari perisai. "Namun, kamu seharusnya jangan berhenti karena yakin semuanya akan sesuai rencana."


"Aduh!" Carmila memegangi lututnya yang ditendang oleh Ethan.


Carmila yang jatuh berlutut tidak mungkin bisa bertahan lagi. Pedang Ethan sudah menempel di lehernya. Itu adalah, kekalahan total Carmila.


"... Aku kalah." Carmila dengan suara lemah mengakui kekalahannya.


Carmila tidak berharap menang. Namun, mengejutkan dia tidak bisa menahan Ethan lebih dari lima menit.


"Minta Erica untuk menyembuhkan dan selama tiga hari ke depan, lakukan latih tanding dengan anggota Trouble Guild lainnya. Aku pikir itu akan berguna sebelum kalian melakukan Raid di Lantai 3 nanti."

__ADS_1


"Baik. Terima kasih atas bimbingannya."


__ADS_2