The Last Human Return.

The Last Human Return.
Bab 12 - BBQ dan Tomat (Lagi)


__ADS_3

Sementara Ethan tidak sadarkan diri. Beberapa dari anggota guild kembali ke Bumi untuk mengurus urusan di Bumi. Bagaimanapun, mereka masilah sebuah Guild yang memiliki pengaruh besar.


Di Kastil Tua, tersisa Erica, Nina, Arya, dan Ethan yang tidak sadarkan diri.


Erica datang setiap pagi dan sore untuk merawat Ethan di pagi dan sore hari dengan sihir . Sesekali, anggota guild akan membawakan herbal untuk mempercepat pemulihan Ethan.


Pada hari kedua tidak sadarkan diri, Ethan akhirnya membuka matanya perlahan.


"Ha … us." Ethan merasa tenggorokannya sangat kering hingga sakit untuk berbicara.


Namun, ketika kesadarannya semakin jelas, seluruh badannya menjerit kesakitan. "Ugh."


Ethan tidak bisa bergerak. Seluruh ototnya rasanya seperti pecah dan tidak bertenaga.


Ethan mencoba mencari orang di ruangan tersebut. Untungnya, aku menemukan Erica yang tertidur di sisi ranjang tempat tidurnya


Entah karena terganggu dengan suara Ethan atau hal lain, Erica perlahan membuka matanya. Ketika matanya melihat Ethan yang sudah sadar, air mata mulai menggenang di ujung matanya.


"Kakak …?" Erica memanggil dengan suara lirih, terlihat tidak percaya.


Ethan tersenyum sakit melihat kondisi Erica yang sangat berantakan. Matanya bengkak dengan kantung mata hitam besar. Rambut hitamnya yang indah menjadi berantakan dan bercabang.


Ethan berusaha menggerakkan tangannya untuk menyeka air mata Erica. "Jangan khawatir. Aku– uhuk! Uhuk!"


Erica terkejut ketika Ethan mulai batuk dengan suara keras dan kering. "Kakak! Jangan memaksakan diri! Aku akan ambilkan air lebih dulu!"


Erica mengambil air minum yang sudah disediakan di laci samping ranjang. Namun, air itu tidak langsung diberikan kepada Ethan, melainkan Erica minum sendiri.


Ethan terkejut dengan tindakan Erica yang sangat jahat. "Erica, kamu–"


Erica tiba-tiba mendekat dan merampas bibir Ethan. Ethan membelalakkan matanya. Dia tidak bisa bergerak dan hanya membiarkan air mengalir di kerongkongan keringnya. Ethan bahkan tidak merasakan air tersebut. Otaknya benar-benar kosong dengan tindakan Erica yang tidak biasanya itu.


Setelah beberapa kali mengulang hingga air di gelas habis, Erica menarik wajahnya. Dia terlihat malu, tetapi, tidak seperti biasanya yang memerah hingga ke telinga dan lehernya.


"Ini perawatan dari Saint. Jadi, aku harap Kakak seger sembuh." Erica membuat alasan bahkan sebelum Ethan menanyakan maksud tindakannya.

__ADS_1


Ethan hanya tertawa kecil. Seorang gadis pemalu yang berubah menjadi Tsundere. Di mata Ethan, itu sangat lucu hingga membuat Ethan akan mati karena terlalu tinggi kadar gula darahnya saat ini.


Pintu kamar terbuka sebelum Ethan membalas omongan Erica. Orang yang masuk adalah, Nina yang tetap berada di Kastil Tua.


"Erica, sudah saatnya bergantian menjaga Kakak– Kakak?" Nina membelalakkan matanya ketika dia melihat Ethan yang sudah sadar.


Ethan tersenyum kecil dan melambaikan tangan kepada sepupu kecilnya itu.


Nina tanpa berpikir dua kali, segera berlari dan memeluk Ethan dengan kuat. "Kakak! Syukurlah kamu bangun! Aku takut aku tidak memiliki kesempatan untuk membalas kebaikan Kakak!"


Ethan merasa seluruh tubuhnya menjerit sakit. Namun, dia tidak bisa mendorong Nina yang saat ini menangis karena senang dengan kesembuhan dirinya.


Untungnya, Erica yang melihat ekspresi kesakitan Ethan, berusaha untuk menenangkan Nina. "Nina, Kakak baru saja sadar. Kamu akan membunuhnya jika memeluknya terlalu erat seperti itu."


Menyadari bahwa dia terlalu emosional, Nina melepas pelukannya. "Maaf, aku terlalu senang, hehe."


Ethan menepuk kepala Nina dengan lembut. "Ya, tidak apa. Kamu sudah merawatku selama aku tidak sadarkan diri, kan? Terima kasih."


"Hehehe." Begitu Ethan memujinya, Nina tidak kuasa menahan senyumnya.


"Kakak. Apakah Kakak ingin kembali ke Bumi?" tanya Nina dengan penasaran.


Ethan mengangguk. Outbreak Massive akan terjadi lusa. Ethan tidak bisa tetap berada tinggal di Menara.


"Ya. Namun, sebelum kembali, bisakah kamu membuat Undead untuk berpatroli di Kastil Tua ini?"


Nina mengangguk dengan senyum lebar dan dia memukul dadanya. "Tentu. Aku akan membuat Kastil Tua ini tidak tertembus. Jadi Kakak istirahat dengan tenang dan fokus pada pemulihan."


Ethan senang melihat Nina yang sangat percaya diri. Namun, Ethan mengalami kesulitan untuk menempatkan pandangannya di depan dua daging kenyal yang memantul ketika Nina memukul dadanya. Ethan mencoba melihat ke samping dan melihat Erica yang duduk di sana dengan pipi membengkak tidak senang.


Ethan hanya bisa tertawa getir. Dia senang memiliki dua mawar yang indah dalam artian tertentu.


***


Keesokan harinya Ethan kembali ke Bumi bersama dengan Erica, Nina, dan Arya. Untuk merayakannya, mereka memulai pesta BBQ di halaman belakang rumah Ethan.

__ADS_1


"Itu sangat mengejutkan ketika kamu pingsan, Ethan."


"Itu benar. Namun, itu menjadi lucu karena kamu tidak sadarkan diri setelah bertingkah keren."


"‘Tidak apa. Serahkan saja pada anggota lainnya.’ begitu, katanya, haha."


Ethan hanya diam saja dengan telinganya berwarna merah. Dia tidak memliki apapun untuk menyanggah ejekan dari anggota guild.


Nina yang menyadari jika telinga Ethan memerah, tertawa geli. "Hahaha! Lihat, Kakak malu! Ini momen yang sangat langka! Cepat, abadikan ini dan pajang di Museum Guild!"


"Serahkan padaku!"


Arya yang entah sejak kapan sudah memegangan sudah memegang kamera, dengan gesit memotret Ethan yang telinganya memerah karena malu.


Cekrek!


Semua orang berbondong-bondong menuju ke Arya untuk melihat hasil potretnya.


"Hey, biarkan aku lihat hasilnya!"


"Ck. Bagaimana dia bisa begitu kerena dengan telinga merah?"


"Yah, dia Ethan Austin."


Michael yang memiliki otak bisnis, segera menemukan cara untuk menghasilkan uang ketika dia melihat hasil foto. "Ini benar-benar mengesankan. Aku yakin akan ada banyak penggemar yang ingin membeli photobook Ethan."


Kiaa yang menyukai uang mendapati matanya berubah menjadi hijau. "Kita juga bisa menjadikannya sebagai pameran di Museum. Akan ada banyak orang berbondong-bondong datang untuk melihatnya."


Ethan merasa tidak nyaman ketika mendengar obrolan Kiaa dan Michael. Ethan tidak memahami bagaimana Michael berpasangan dengan Rara dibandingkan Kiaa. Mereka memiliki sifat cinta uang yang sangat mirip satu sama lain.


Pesta BBQ terus berlanjut. Obrolan tidak pernah berhenti. Tidak ada yang mengetahui hal buruk apa yang akan terjadi ketika mereka bangun pagi besok.


Erica yang duduk diam di samping Ethan,, berbisik di telinga Ethan. "Ini yang ingin anda lindungi, kan? Saya juga memiliki keinginan yang sama, Kakak."


Ethan hanya bisa terdiam ketika melihat senyum Erica di bawah cahaya bintang. Erica mungkin satu-satunya orang yang mampu membaca isi pikiran Ethan dengan begitu baik. Namun, Ethan senang karena seseorang memahami dirinya.

__ADS_1


__ADS_2