
Di Istana Kepresidenan RI, Bogor, Jawa Barat. Semua Menteri Kabinet dikumpulkan untuk membahas masalah mengenai Spiral dan Menara. Dunia menjadi sangat sibuk setelah video pertama Sistube dirilis.
Presiden Indonesia saat ini, Sobri Priyana, menatap Menteri Kabinetnya satu persatu. Itu adalah wajah yang menunjukkan kekecewaan dan kekesalan.
"Apakah kalian sudah melihat video dari Sistube dua hari lalu?"
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Presiden. Semua orang hanya menundukkan wajah mereka.
Brak!
Presiden membanting meja dengan keras dan berteriak kesal. "Bukankah kalian bilang jika lebih baik kita kumpulkan banyak super human dulu dan memperkuat Negara, setelah itu baru memulai meneliti Spiral? Apakah kalian sudah gila!"
Amarahnya meledak seperti gunung berapi yang sudah lama tertidur. Ini pertama kalinya Presiden terlihat begitu marah.
Itu wajar. Semua Menteri mengatakan untuk berinvestasi kepada superhuman yang tiba-tiba saja muncul dan mengabaikan Spiral sepenuhnya. Hal ini membuat Presiden sangat murka. Jika saja hal tersebut terus berlanjut, Indonesia mungkin tidak akan bisa bertahan.
Menteri Keuangan, Sherly Agustina, mencoba untuk menenangkan kemarahan Presiden. "Kami tidak ada, alasan, Pak. Namun, bukankah belum tentu makhluk yang ada di dalam Spiral itu keluar dan menyerang Bumi, kan?"
Sayangnya, itu adalah, kata-kata persuasif yang dangkal. Presiden melirik ke arahnya dengan tajam. "Jika begitu. Apakah kamu akan bertanggung jawab jika makhluk itu keluar dari sana, Bu Sherly?"
Mendengar itu, Menteri Keuangan terdiam. Tentu saja, tanggung jawab dari kematian banyak orang bukan hanya hukuman mati, tapi, denda dan kurungan. Menteri Keuangan bukan orang bodoh yang suka berjudi.
Saat itu, Menteri Pertahanan mengangkat tangannya untuk meminta izin berpendapat.
"Apakah kamu memiliki usulan, Pak Alex? Jika kamu hanya ingin membuat alasan, simpan itu untuk nanti. Saat ini aku hanya ingin mendengar sebuah saran."
"Ya, Pak. Saya memiliki sebuah saran."
"... Katakan."
"Sebelum kejadian terburuk terjadi dan Pemerintah akan kehilangan integritas di mata masyarakat. Lebih baik kita segera mulai membuat unit khusus untuk penanganan Spiral. Seperti yang dikatakan orang di video, kita bisa membuat Lembaga yang menampung superhuman dan mengatur mereka. Hal ini seperti menembak dua burung dengan satu batu, kan?"
Mendengar itu, Presiden terlihat berpikir sejenak. Proposal itu sangat menarik bukan hanya untuk Presiden, tetapi, Menteri lain.
"... Aku mengerti. Segera minta DPR untuk membuat rancangan undang-undang. Jangan lakukan hal bodoh apapun yang mengambil keuntungan dari undang-undang dengan begitu jelas."
"""Mengerti, Pak."""
***
Ethan pemilik video pertama Sistube, sedang membaca berita di Internet. Semuanya bergerak sesuai dengan rencana. Pemerintah di seluruh Dunia mulai membuat Lembaga khusus yang menampung Superhuman atau yang sekarang disebut Players.
"Semuanya benar-benar sesuai dengan keinginan Kakak, ya." Erica yang duduk di pangkuan Ethan, berseru kagum.
Ethan mengangguk, tetapi, dia memasang senyum pahit. "Meskipun, ini jauh lebih cepat dari dugaan."
Tidak sampai satu minggu setelah Ethan mengirim video, Pemerintah mulai mendirikan Asosiasi dan merancang undang-undang yang akan berkaitan dengan pengurusan superhuman dan Spiral.
Erica mendongak untuk menatap wajah serius Ethan yang sedang menatap komputer. "Aku terkadang merasa Kakak seperti tahu apa yang akan terjadi di masa depan."
Jantung Ethan hampir berhenti ketika Erica mengatakan itu. Namun, beruntung, poker face yang sudah dilatihnya sejak lama berfungsi dengan semestinya dan wajahnya sama sekali tidak terlihat terkejut.
"... Benarkah? Aku pikir semua orang bisa menebak masa depan hingga titik tertentu jika mereka bisa melakukan perhitungan tentang sebab dan akibat."
Ethan tidak berbohong. Dia melakukan tindakan sambil memikirkan butterfly effect yang terjadi. Hukum sebab akibat adalah, hukum mutlak yang tidak bisa dihindari oleh siapapun.
"Jika begitu, menurut tebakan Kakak … apa yang akan terjadi di masa depan?"
Ethan memasang wajah rumit. Dia dengan ragu-ragu membuka mulutnya. "Hilangnya ⅓ penduduk Bumi."
Erica membelalakkan matanya. Itu jawaban yang sama sekali tidak Erica duga.
"Seburuk itu? Bahkan setelah Pemerintah mendirikan Asosiasi?"
Ethan mengambil amplop coklat dari lacinya dan menyerahkannya pada Erica. Membuka isinya dengan penasaran, pupil Erica gemetar melihat apa yang ada di dalam amplop.
"Ini … apakah semua titik merah ini adalah, Spiral?" Erica bertanya dengan suara gemetar.
Di tangannya, sebuah citra satelit menunjukkan begitu banyak titik merah dan jingga hingga memenuhi Bumi. Dengan asumsi titik merah dan jingga itu merupakan Spiral ....
"Tidak seperti kalian. Hunter kebanyakan hanya orang-orang biasa yang mendapatkan kekuatannya dari pemberian. Mereka tidak pernah membunuh, memegang senjata, atau bertarung. Mustahil melindungi diri mereka sendiri apabila, seluruh Gate di Bumi runtuh, kan?"
__ADS_1
Erica meneguk air liur dan wajahnya menjadi pucat mendengar penjelasan Ethan. Mungkin, 1/3 Penduduk Bumi sudah hasil terbaik. Membayangkan apabila Pemerintah akan terus seperti sebelumnya ... Erica merasa menggigil.
Ethan yang entah sejak kapan sudah duduk di belakang Erica, mendekapnya dengan lembut, mencoba menenangkan kekhawatiran Erica yang tidak perlu.
"Tenang saja. Ini hanya tebakan. Selain itu, aku tidak akan membuat tebakan ini menjadi kenyataan, Nona Saint." Ethan berbisik lembut di telinga Erica membuat Erica geli karena hembusan nafasnya.
Ekspresi Erica menjadi lebih cerah. Dia tersenyum kecil dan mencubit pinggang Ethan. "Kakak, kamu benar-benar sangat pandai memanfaatkan situasi."
"Eh, apa maksudmu, aku tidak paham." Ethan semakin mempererat pelukannya. "Selain itu, bukankah Erica senang sekarang? Aku bahkan bisa melihat ujung bibirmu dari belakang."
"Tolong jangan samakan aku dengan Kakak." Erica mencoba menyangkal. Namun, suaranya terdengar sangat senang sehingga bertentangan dari yang dikatakannya.
"Iya, iya. Nona Saint kita pasti tidak seperti Tuan yang kotor ini." Ethan mencoba menarik tangannya. Namun, itu dihentikan oleh Erica.
Erica melirik dengan wajah malu-malu dan mata berkaca-kaca. "... Ini Service dari Saint. Jadi, tidak masalah melakukannya lebih lama."
Ethan terkejut melihat ekspresi Erica seperti itu untuk pertama kalinya.
"Maka, jangan salahkan Tuan ini jika Nona tidak lagi suci malam ini."
***
Guild Trouble beraktivitas seperti biasanya. Mereka akan berlatih di pagi dan sore hari setiap hari. Kemudian, setiap dua kali dalam satu minggu, mereka akan turun Gunung menaklukkan Spiral yang ada di sekitar atau kembali ke rumah. Bagaimanapun, mereka masih memiliki kehidupan pribadi.
Sebulan setelah Spiral muncul, sudah banyak Players lain yang mulai memasuki Spiral. Namun, hasilnya sangat buruk hingga angka kematian jauh lebih tinggi dibanding mereka yang selamat. Hal ini membuat Trouble Guild kedatangan tamu.
Seorang pria tua dengan rambut yang sudah mulai memutih duduk di depannya. Meskipun sudah tua, dia memiliki tubuh yang masih tegap. Dipadukan dengan seragam militernya membuat auranya semakin luar biasa.
Namun, Ethan tidak peduli dengan tiga bintang di seragamnya dan duduk dengan kaki disilangkan menatap pria tua itu. "Jadi, kenapa Anda datang ke sini, Pak Menteri Pertahanan?"
Menteri Pertahanan tertawa getir ketika Ethan langsung masuk ke topik pembicaraan. "Tidakkah kamu ingin berbasa-basi denganku lebih dulu? Sudah sangat lama kita tidak bertemu. Terakhir saat kalian lulus dari SMA."
"Jika anda bukan orang tua Kiaa, saya sudah mengusir anda, Pak." Ethan tidak menyembunyikan ketidaksenangannya atas kunjungan mendadak ini.
Ekspresi Menteri Pertahanan menjadi kaku. Namun, dia memutuskan untuk tidak mempermasalahkannya dan masuk ke dalam topik pembicaraan.
"Video Sistube pertama. Itu kalian bukan, Trouble Guild?"
Menteri Pertahanan itu tertawa dan menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak. Akan bagus jika memang seperti itu. Namun, saat ini, aku tidak datang untuk hal itu. Alasan aku datang adalah, untuk hal lain."
Melihat ekspresi rumit di wajah Menteri Pertahanan, Ethan bisa menebak kurang lebih apa yang coba disampaikan Menteri Pertahanan. Namun, Ethan memutuskan berpura-pura tidak memahaminya.
"Jadi, apa alasan penting yang membuat Bapak Menteri Pertahanan sendiri yang datang?"
Setelah ragu selama beberapa saat, Menteri Pertahanan itu membungkukkan badannya. "Tolong, ikut serta dalam penaklukan Spiral di Indonesia!"
Ethan tidak terlalu terkejut dengan permintaan Menteri Pertahanan. Namun, dia lebih terkejut melihat Menteri Pertahanan menundukkan kepalanya di depan seorang anak yang baru lulus SMA. Itu artinya, situasi Indonesia sangat buruk hingga mendekati keputusasaan.
"Aku mengerti. Namun, kamu tidak meminta secara gratis, kan?"
Mendengar itu, Menteri Pertahanan terlihat seperti seseorang yang melihat cahaya setelah terjebak di dalam kegelapan selama puluhan tahun.
"Tentu. Kami akan menyediakan semua yang kalian butuhkan sesuai kemampuan kami!"
Ethan mengangkat dua jarinya. "Aku meminta dua syarat. Aku ingin meminta senjata pusaka. Usia minimal senjata adalah, 100 tahun. Sementara itu, syarat kedua adalah, aku ingin identitas kami tetap rahasia. Tentu saja, dari Presiden sekalipun."
Menteri Pertahanan berkedip beberapa kali dengan ekspresi terkejut. "Sudah?"
Ethan mengangguk. "Ya. Jika bisa aku ingin masuk ke dalam Menara. Namun, aku sadar itu mustahil menerima personil militer dari Negara lain ketika situasi sedang kacau seperti sekarang ini."
Menteri Pertahanan tertawa pahit. Dia sudah mempersiapkan diri, khawatir Ethan akan meminta sesuatu yang sangat mahal dan di luar kemampuan Pemerintah.
"Tentu. Untuk keinginanmu yang terakhir, aku akan mencobanya. Meskipun, tidak ada jaminan untuk hak tersebut. Apakah tidak apa jika kita membuat kontrak seperti itu?"
Ethan mengangguk. Dia kemudian mengeluarkan kontrak yang sudah disiapkan sebelum Menteri Pertahanan datang ke tempatnya.
"Jika begitu, ayo tanda tangan."
Melihat kontrak yang sudah disiapkan, Menteri Pertahanan terkejut. "Kamu sudah menyiapkan ini?"
"Benar. Ketika aku melihat Asosiasi dengan terburu-buru mengirim Player ke dalam Spiral, aku tahu situasinya akan berakhir seperti ini."
__ADS_1
Player pada akhirnya hanyalah orang biasa yang beruntung mendapatkan kekuatan. Namun, mereka yang tidak bisa menguasai kekuatan mereka tidak berbeda dari orang biasa. Ethan mengetahui hal itu dan menebak situasinya akan menjadi seperti apa.
Menteri Pertahanan terkejut dengan kemampuan Ethan memprediksi. Dia sangat ingin memujinya dan menariknya ke Pemerintah. Namun, saat ini, dia menekan keinginannya dan membaca isi kontrak.
Kontrak itu tidak terlalu buruk. Selain tiga syarat yang disebutkan sebelumnya, Ethan juga meminta distribusi Magic Stone 9:1 untuk Trouble Guild dan Pemerintah. Angka tersebut cukup murah hati mengingat pemerintah saat ini membutuhkan bantuan dari Trouble Guild.
Jadi, tanpa ragu, Menteri Pertahanan menandatangani kontrak. Kemudian, Ethan menandatangani setelahnya.
"Jadi, kapan kalian akan mulai?"
Ethan menyimpan kontrak di lacinya kembali. "Hari ini. Aku sudah menyuruh anak-anak lain bersiap."
"Begitu … karena kita akan pergi hari ini maka– ya? Hari ini?" Menteri Pertahanan memasang wajah bodoh karena terkejut.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi. Tidak ada yang tahu kapan Spiral itu akan hancur."
Menteri Pertahanan segera bangun dan mengangguk. Dia tidak paham dengan apakah Ethan itu cerdas atau seorang cenayang.
"Aku mengerti. Jika begitu, aku akan memimpin kalian ke Spiral yang harus kalian bersihkan."
"Ah. Anggota Guild lainnya sudah turun Gunung untuk membersihkan Gate. Jadi, saat ini, hanya ada aku. Aku akan pergi sendiri."
Langkah kaki Menteri Pertahanan terhenti. "... Ya? Sendirian?"
Ethan melirik Menteri Pertahanan yang diam di tempatnya. "Jika kamu tidak percaya padaku, kamu bisa membatalkan kontrak kita sekarang."
"Ti– Tidak. Ayo kita lakukan." Menteri Pertahanan mencoba untuk berjudi. Dia tidak tahu seberapa kuat Ethan. Namun, jika Ethan mati, dia tidak akan rugi apapun.
***
Menteri Pertahanan berdiri dengan wajah kosong seperti jiwanya sudah meninggalkan tubuhnya. Dia mengikuti Ethan ke dalam Spiral dan berakhir pada situasi yang sangat sulit. Spiral tersebut hanya berisikan jalan sempit satu arah seluas tiga meter. Tidak ada jalan untuk mundur selain Spiral yang sama dengan tempat mereka masuk.
"Ethan, haruskah aku kembali lebih dulu? Aku pikir aku hanya akan menjadi beban–" Menteri Pertahanan mencoba untuk kabur. Namun, lidah dan seluruh tubuhnya berhenti ketika dia melihat energi abu-abu di tangan Ethan.
Ethan fokus untuk memintal energi void di tangannya menjadi sebuah lingkaran seukuran kelereng. Energi Void sangat ganas bahkan sebelum menjadi sebuah serangan itu sudah sedikit mengikis ruang.
"."
Swing!
"Ugh!?" Menteri Pertahanan menutup matanya karena kegelapan menerpa matanya.
Kegelapan pekat di mana tidak ada cahaya yang masuk, menyebar dan menelan semua yang Ethan izinkan untuk telan. Semuanya menghilang begitu saja dalam hitungan detik. Bahkan musuh belum muncul.
[Gate berhasil diselesaikan.]
[Strength +1.]
[Intelligence +5.]
[Agility +1.]
[Level Up!]
[Level Up!]
[Level--]
[Gate akan ditutup dalam 15 menit.]
Pemberitahuan dari Sistem muncul tepat ketika kegelapan mulai pudar. Ethan dan Menteri Pertahanan dikirim kembali ke bagian luar dari Spiral.
Menteri Pertahanan membuka matanya dan terkejut. "Eh? Sudah berakhir?"
Tidak ada satu menit dia berada di dalam Spiral dan pesan penyelesaian sudah muncul di depannya ketika dia menutup matanya selama beberapa detik.
Menteri Pertahanan menatap Ethan yang saat ini sedang bergumam dengan wajah tidak puas.
"Hm. Output mana terlalu buruk. Sepertinya sulit untuk melakukan kontrol sihir lebih dari ini sekarang."
Menteri Pertahanan tidak paham dengan apa yang Ethan gumamkan atau apa yang membuatnya tidak puas. Menghancurkan Gate yang tidak bisa diselesaikan Player lain hanya dalam waktu kurang dari lima menit, Ethan seharusnya lebih berbangga diri atas prestasi tersebut.
__ADS_1
Ethan menatap Menteri Pertahanan yang masih terlihat syok. "Pak, haruskah kita pergi ke Gate selanjutnya?"